• Tidak ada hasil yang ditemukan

sumpah dalam masyarakat suku serawai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "sumpah dalam masyarakat suku serawai"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Selain itu, masyarakat suku Serawai dalam keseharian dan pergaulannya juga tidak terlepas dari terjadinya perselisihan atau perselisihan. Dari uraian di atas, peneliti menjadi sangat tertarik untuk mengkaji Sumpah Suku Serawai dengan judul “Sumpah Dalam Masyarakat Suku Serawai: Kontes Antara Adat, Agama dan Modernitas”.

Signifikansi dan Manfaat Penulisan Buku

Selain itu, berdasarkan wawancara awal dengan beberapa masyarakat Suku Serawai Bengkulu Selatan, masyarakat Serawai bersumpah jika ada orang lain yang menuduh dirinya, mereka bersumpah dengan bertepuk tangan di dalam Al-Quran sambil bersumpah : Demi Allah, demi Rasul Ya Allah, aku bersumpah apa yang dituduhkan kepadaku itu tidak benar, dan jika apa yang dituduhkan kepadaku itu benar, aku siap menerima hukuman karma tujuh turunan. Bagi pembangunan negara, penulisan buku ini akan memberikan masukan berupa sumbangan pemikiran kepada pemerintah dalam rangka memajukan budaya daerah masyarakat etnis Serawai, masyarakat terbesar kedua di Provinsi Bengkulu, dan memiliki banyak adat istiadat. .

Kajian Pustaka

Jadi barangsiapa bersumpah tidak makan lahman (daging) lalu makan samakan (ikan) tidak dinyatakan ingkar sumpah, padahal Allah memanggil/menyebutnya lahman (untuk ikan, red.) . Namun tradisi yang hampir hilang di kalangan masyarakat suku Serawai di kabupaten Seluma adalah cara menyapa orang yang lebih tua, misalnya ayah dipanggil bak dan.

Metodologi Penelitian

Sistematika Pembahasan Buku

Terdakwa tidak bersumpah, bukan berarti ia mengakui hak-hak yang dituntut oleh penuduh. Kedua, jika sumpah tersebut tidak sah kecuali berasal dari orang yang mandiri, cerdas, dewasa, dan berakal sehat.

SUMPAH PADA PRA ISLAM DAN SAAT ISLAM

Pengertian Sumpah

Hal ini sesuai dengan dalilnya yaitu bahwa Rasulullah SAW. menolak sumpah orang-orang yang menuntut hak. Tetapi bila ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti, maka keputusan ada pada orang yang mengucapkannya di bawah sumpah. Kemudian pengambilan sumpah yang dilakukan atas permintaan terdakwa biasanya dilakukan secara spontan dan di tempat itu.

Kedua, sumpah yang diucapkan atas permintaan terdakwa biasanya dilakukan secara spontan dan di tempat. Dahulu, setiap orang yang memelihara kerbau harus mendaftar ke godong (kantor perindustrian) untuk diberi tanda (ditandai pada kerbau atau ternaknya).

Tradisi Sumpah Sebelum Islam dan Saat Islam

Sumpah Harus Dengan Mengucapkan Nama Allah SWT atau

Menurut mazhab Hanafi dan Maliki, ungkapan Wa Yamiinillahi juga sah sebagai sumpah, karena artinya saya bersumpah dengan nama Allah. Oleh karena itu, bersumpah demi selain Allah SWT atau makhluk Allah merupakan pengecualian atau keistimewaan bagi Allah SWT.

Syarat dan Rukun Sumpah

Allah SWT juga telah bersumpah dengan malaikat untuk menerangkan bahawa mereka adalah hamba-hamba Allah yang berserah diri kepada-Nya dan bahawa mereka bukanlah Tuhan yang disembah. Kemudian Allah SWT pun bersumpah dengan angin, bukit, pena, langit yang ada gugusan bintang, kerana itu semua tanda-tanda kebesaran Allah yang mesti diperhatikan dan difahami.

Hukum Sumpah

Begitu juga Allah SWT telah bersumpah dengan matahari, bulan, bintang kerana terdapat kelebihan dan faedah yang boleh diambil dari penyebutan makhluk Allah. Sedangkan kita manusia makhluk Allah SWT tidak dibenarkan sama sekali bersumpah kecuali dengan menyebut nama Allah SWT atau dengan salah satu sifat-Nya seperti yang dijelaskan sebelum ini.

Macam-Macam Sumpah Dalam Al-Quran Dan Hadis

Allah tidak akan menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak disengaja (bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu karena sumpah yang kamu sengaja”. Sumpah ini disebut juga dengan sumpah Mun`aqadah atau sumpah yang sah yaitu, sumpah. yang sengaja dianggap serius oleh seseorang.

Pelaksanaan Sumpah

Kecuali ditanya orang lain mengenai suatu hal, maka hukum yang berlaku didasarkan pada niat orang yang memintanya bersumpah, bukan pada orang yang bersumpah. Jadi, berdasarkan ayat di atas jelaslah bahwa seseorang yang bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu, tetapi karena ia lupa atau melakukan kesalahan dan terpaksa melakukannya, maka ia tidak sah melanggar sumpahnya.

Sanksi Pelanggaran Sumpah

  • Sumpah Dan Mubahalah

Barangsiapa bersumpah untuk melakukan sesuatu, maka dia mendapat sesuatu yang lebih baik, maka dia wajib membayarkan penghapus sumpahnya dan berbuat lebih baik.” Menurut Abu Hanifah, dia berpendapat bahwa penebusan tidak dibenarkan sampai setelah pelanggaran itu terjadi. karena alasan kewajiban membayar tebusan itu sendiri hanya ada pada saat itu saja, yaitu pada saat terjadinya pelanggaran, dan hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa ia harus membayarnya. sumpah penebusan dan melakukan apa yang paling baik.

Sumpah Qasamah

Ketiga, yang memulakan laknat dalam perkara qasamah ini ialah penuduh atau tertuduh. Tetapi menurut Malik, orang yang melaknat mestilah dua orang atau lebih dari kalangan wali. Menurutnya, jika salah seorang wali orang yang dibunuh itu menarik balik sumpahnya, maka qishashnya tidak sah.

Sumpah dan Kaitannya dengan Bukti

Selepas defendan bersumpah, pihak pendakwaan mengemukakan bukti, selepas itu keterangan tidak boleh diterima. Oleh itu, jika orang yang mengumpat menyembunyikan takwil yang bercanggah dengan zahir lafaz, maka itu tidak dibenarkan. Orang jahat tidak akan merosakkan hukum (memusnahkan hukum) dengan ucapannya, kerana hukum tetap seperti dahulu.

Sumpah dan Kaitannya dengan Dakwaan dan Bukti

Mengenai kiprah masyarakat suku Serawai, seperti yang penulis ketahui dari Ketua Badan Pertimbangan Biasa (BMA) Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Bapak. Armanuddin Durhan, masyarakat Serawai awalnya berprofesi sebagai petani, sawah dan ladang (bukan sawit). Bentuk-bentuk sumpah pada masyarakat suku Serawai dibedakan menjadi dua, yaitu: Sumpah dan Sumpah. Dan Sumpah pada masyarakat Suku Serawai tidak ada aturannya dan tidak tertulis. Sedangkan ungkapan yang biasa digunakan dalam sumpah adalah.

SKETSA MASYARAKAT SUKU SERAWAI

Asal usul Suku Serawai

Masyarakat Serawai sebagian besar bermukim di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, antara lain di Kecamatan Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Manna, dan Seginim. Serunting ini kemudian dikenal dengan sebutan Serunting Sakti dan diberi gelar Si Pahit Lidah oleh suku Serawai. Bustan Dali, katanya Suku Serawai berasal dari Pagar Alam, dari Plang Kanidai Pagar Alam, Sumatera Selatan, nenek moyangnya berasal dari Lubuk Spang sebelum masuk ke Lahat pada abad ke-13.

Kehidupan Masyarakat Suku Serawai

Mereka yang berada di luar suku Serawai sesampainya di Tana Serawai kemudian mereka bercampur bahkan menjadi suku Serawai melalui perkawinan. Jadi pekerjaan masyarakat Suku Serawai mula-mula sebagai petani padi dan padi (bukan sawit), kemudian pedagang kebutuhan sehari-hari, kemudian petani sawit dan PNS. Masyarakat Serawai yang awalnya bekerja di ladang dan persawahan, kemudian ada pedagang, nelayan, lalu pegawai pemerintah dan swasta, kini masyarakat Serawai bercocok tanam kelapa sawit dan sudah sejahtera.

Bahasa Masyarakat Suku Serawai

Bustan Dali dari Kabupaten Seluma mengatakan, bahasa Serawai sebenarnya sulit, namun karena dipengaruhi bahasa Melayu menjadi mudah. Nah, beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya pemahaman bahasa Serawai di Bengkulu bagian selatan antara lain: Pertama, karena frekuensi penggunaan bahasa Serawai yang sangat rendah. 60 Arif Hidayat dkk., Eksistensi Bahasa Serawai di Tengah Modernisasi, Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa, Program Studi Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.

Hubungan Sosial Masyarakat Suku Serawai

Sedangkan solusi untuk meningkatkan pemahaman bahasa Serawai pada masyarakat Bengkulu Selatan pada berbagai tingkatan umur, antara lain dengan pertama-tama menggunakan kembali bahasa Serawai di lingkungan sekitarnya. Dalam pertemuan tersebut percakapan yang digunakan menggunakan bahasa daerah Serawai yang lemah lembut, dimana dalam percakapan tersebut terdapat beberapa perumpamaan, pantun dan lain-lain yang disebut dengan “Gadis Perambak Bujang”. Masih banyak kita jumpai aktivitas atau tingkah laku masyarakat Serawai yang mencerminkan gagasan atau gagasan dalam upacara perkawinan seperti yang dimaksud dalam teks “Perambak Bujang Gadis di Rasan Kulo”. 65.

Konsep Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat

Struktur Penyajian Tari Pinggan Dalam Seni Bedindang Pada Masyarakat Suku Serawai Kecamatan Seluma Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari jawaban para informan dapat dipahami bahwa sumpah yang dilakukan masyarakat suku Serawai bertujuan untuk menegaskan bahwa dirinyalah yang benar dan pihak yang lain salah. Sumpah pada suku Serawai digunakan pada benda-benda suci kuno dan di tempat-tempat suci.

Tabel 1 :   Tujuh tempat yang dikeramatkan
Tabel 1 : Tujuh tempat yang dikeramatkan

Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Suku Serawai

Agama dan Keagamaan Dalam Masyarakat Suku Serawai

Selain itu ada pula Situs Tungkal di Pino Raya yang terdapat dua situs keramat yaitu Keramat Puyang Tanjung Berisi dan Keramat Puyang Setinggir Besi. Lalu ada juga Puyang Suci Pejago Sakti di Desa Gunung, Mesir, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Selain itu, ada juga Pura Puyang Sidi Kecil atau Puyang Lubuk Kebur di sekitar Sungai Seluma, Kecamatan Lubuk Kebur, Kota Seluma.

Adat Istiadat Masyarakat Suku Serawai

Dengan demikian, kedua kesenian tersebut dimiliki oleh suku Serawai, khususnya masyarakat Serawai yang tinggal di Kabupaten Seluma. Masyarakat/suku Serawai yang ada di Bengkulu merupakan bagian dari komunitas/suku utama dan masih banyak tradisi yang masih berlaku. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa dalam masyarakat suku Serawai, sumpah merupakan suatu hal yang benar-benar sakral dan sakral, sehingga tidak boleh dijadikan mainan atau bahan lelucon.

KONSTRUKSI SUMPAH DALAM SUKU SERAWAI

Bentuk-bentuk Sumpah dalam masyarakat Suku Serawai

Memang dalam masyarakat suku Serawai ada sumpah yang bentuk sumpahnya ada dua, yaitu sumpah karena menuduh orang lain telah berbuat jahat misalnya, namun ia bersaksi bahwa orang yang dituduh tadi memang benar-benar melakukan hal itu, lalu untuk membuktikan bahwa dialah yang melontarkan tuduhan itu benar maka dia pun siap bersumpah. Pengambilan sumpah pada masyarakat suku Serawai dilakukan secara spontan dan berlangsung di tempat dan tidak harus dihadiri oleh pendeta, tokoh desa, tokoh masyarakat dan lain-lain, meskipun kadang-kadang juga dapat dihadiri oleh pendeta setempat atau tokoh masyarakat lainnya. Sumpah pada masyarakat suku Serawai selama ini mendapat pertentangan dimana sumpah adat dengan berbagai sebab dan bentuk menjadi tidak terdengar dan jarang digunakan.

Waktu Pelaksanaan Sumpah dalam masyarakat Suku Serawai

Tempat dan Perlengkapan Sumpah Masyarakat Suku Serawai

Proses Pelaksanaan Sumpah Masyarakat Suku Serawai Berdasarkan keterangan informan pada saat ditanya bagaimana prosesnya Berdasarkan keterangan informan ketika ditanya bagaimana proses pengambilan sumpah pada Masyarakat Suku Serawai. Sumpah yang diucapkan dalam masyarakat suku Serawai adalah untuk menegaskan bahwa ia mempunyai hak dan tidak melakukannya, dan apabila yang dimaksud adalah harta benda, maka untuk menyatakan bahwa ia berhak mempunyai hak atas harta itu. Namun tujuan sumpah masyarakat Serawai adalah untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa mereka benar dan pihak lain salah.

Kasus-kasus yang menyebab terjadinya sumpah

Proses Pelaksanaan Sumpah Masyarakat Suku Serawai

Tetapi jika yang dituduh tadi merasa yakin bahwa dirinya tidak bersalah dan yang menuduhnya pasti tidak dapat membuktikannya, maka yang dituduh itu akan mengucapkan ibadah”. Namun jika tidak mau mengaku dan tidak mau konkrit, maka orang yang menuduh Anda akan pergi ke tempat suci. Namun bila sebelum pergi ke tempat itu, terdakwa mengaku bersalah, maka penuduh tidak pergi ke tempat suci itu.

Tujuan dan Fungsi Sumpah dalam Masyarakat Suku Serawai

Pemaknaan Sumpah Bagi Masyarakat Suku Serawai

Namun dianggap sepele karena hukuman atas sumpah palsu diserahkan kepada kekuatan gaib dan tidak ada sanksi sosial dari masyarakat serta tidak disertai dengan hukuman fisik. Kedua, masyarakat Serawai sendiri sadar bahwa sumpah mempunyai kekuatan yang lebih tinggi, hukuman yang timbul akibat sumpah palsu justru bertentangan dengan prinsip adat istiadat yang mengutamakan kemanusiaan. Setiap musibah yang menimpa seseorang yang diketahui membuat pernyataan palsu atau menimpa anak cucunya akan terekam dalam ingatan dan dikaitkan dengan penyebabnya.

Perbedaan Sumpah Suku Serawai dengan Sumpah dalam

  • Sanksi dan Implikasi Sumpah dalam Masyarakat Suku

Sedangkan sanksi pelanggaran sumpah bagi suku Serawai ada tiga, yaitu pertama teguran, kedua wajib membayar denda, dan ketiga pengusiran dari tan (wilayah) Serawai. Sumpah dalam masyarakat suku Serawai tidak boleh dijadikan bahan bercandaan atau permainan, karena jika ia bersumpah namun bersalah maka akan timbul masalah bagi dirinya dan keturunannya dan masyarakat akan menghukumnya dengan sumpah tersebut. Seiring berjalannya waktu, sumpah pada masyarakat suku Serawai muncul sebagai pertentangan antara adat dan agama atau antara adat dan modernitas atau antara agama dan modernitas atau antara ketiganya.

Gambar

Tabel 1 :   Tujuh tempat yang dikeramatkan

Referensi

Dokumen terkait

Jika ibu menjiwai cerita cerita Putri Sedaro Putih maka akan memudahkan ibu untuk mengusai setiap karakter tokoh dalam cerita yang disampaikan dan bisa mengekspresikan tokoh cerita yang