• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PERNYATAAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SURAT PERNYATAAN "

Copied!
80
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi : Dampak Sosial Pengangguran Terdidik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Setelah dilakukan pengecekan dan pengujian ulang maka skripsi ini dinyatakan memenuhi syarat untuk diuji dihadapan Tim Penguji Tesis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Judul Skripsi : Dampak Sosial Pengangguran Terdidik di Desa Kadding Kekematan Tanete Riaja Kabupaten Barru Setelah dilakukan pengecekan dan pengujian ulang maka skripsi ini dinyatakan memenuhi syarat untuk diuji dihadapan Tim Penguji Tesis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi beberapa persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan bagi mahasiswa program sarjana pada Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Kepada semua pihak yang turut serta dalam penulisan skripsi ini, para wisudawan yang tidak dapat disebutkan satu persatu, saya ucapkan terima kasih atas sumbangan ide, pemikiran, referensi dan kritik selama penulisan skripsi ini.

Latar Belakang

Akar permasalahan pengangguran terdidik adalah banyak lulusan yang hanya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan menciptakan lapangan kerja. Ciri-ciri sosial yang dimiliki oleh para penganggur terpelajar tercermin dari respon keluarga dan alasan berapa lama mereka menganggur. Dilihat dari sifat sosialnya, pengangguran terpelajar juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan pergaulan dan hubungan dengan orang lain.

Karakteristik sosial, termasuk perilaku sosial di kalangan pengangguran terpelajar, menjadi topik yang menarik untuk dikaji. Maka pada kesempatan kali ini penulis akan melakukan penelitian dengan judul Dampak Sosial Pengangguran Terdidik di Desa Kading Kec Tanete Riaja Kab. Baru.

Rumusan Masalah

4 Pada kelompok teman sebaya, seperti perilaku tertutup atau pasif, para penganggur yang menarik diri dari hubungan positif dengan orang lain akan memilih menyendiri, tidak mengikuti kegiatan masyarakat atau acuh terhadap lingkungan. Selain berperilaku pasif, banyak juga pengangguran yang berperilaku agresif, seperti membuat onar, menghina orang lain, menyombongkan diri, berpakaian tidak sesuai aturan, dan bersikap kasar. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pengangguran terdidik di Desa Kading Kec. Tanete Riaja, Kab. Barru, tingkatkan.

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

Faktor- Faktor Yang Menyebabkan Meningkatnya Pengangguran Terdidik

Dengan demikian, angkatan kerja terpelajar lebih memilih pengangguran dibandingkan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Daya serap sektor formal terbatas, sementara angkatan kerja terpelajar cenderung memasuki sektor formal yang risikonya lebih kecil. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi kebutuhan ini guna menghindari pengangguran pada angkatan kerja terpelajar.

Mahasiswa yang telah lulus perguruan tinggi hendaknya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari dan digeluti selama menjadi mahasiswa. Bagaimana mahasiswa yang sudah lulus mendapatkan gaji pertama yang tinggi di samping pekerjaan yang sesuai.

Perilaku Sosial

Hurlock berpendapat bahwa perilaku sosial menunjukkan adanya perilaku yang sesuai dengan kebutuhan sosial atau kemampuan menjadi pribadi dalam masyarakat. Menurut Chaplin (Maryana), perilaku sosial adalah perilaku yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, perilaku kelompok, atau perilaku yang berada di bawah kendali masyarakat.16 Berbeda dengan Husain Jusuf (dalam Maryana yang mengatakan bahwa perilaku sosial adalah perilaku, yang merupakan pola yang relatif persisten yang ditunjukkan individu dalam interaksinya dengan orang lain.

Dari beberapa pendapat tersebut, perilaku sosial dapat diartikan sebagai segala tingkah laku atau aktivitas yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku sosial adalah perilaku yang relatif menetap yang ditunjukkan oleh individu dalam interaksi dengan orang lain. 17 Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey dalam Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang terjadi dalam pola reaksi antar manusia yang diungkapkan melalui hubungan timbal balik interpersonal.

Perilaku sosial juga identik dengan respon seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne dalam Ibrahim, 2001). Perilaku sosial seseorang merupakan ciri relatif dalam menyikapi orang lain dengan cara yang berbeda-beda. Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa faktor harga diri dan kecerdasan dapat mempengaruhi perilaku sosial.

Faktor ekstrinsik merupakan faktor yang timbul dari pengalaman atau lingkungan dan mempengaruhi perilaku sosial, seperti faktor keluarga dan lingkungan. Jadi faktor yang mempengaruhi perilaku sosial berasal dari faktor internal yang meliputi harga diri dan kecerdasan, sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga dan lingkungan sekitar. Perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yaitu bagaimana orang berpikir, merasakan, dan bertindak di hadapan orang lain.

Dampak Sosial Pengangguran Terdidik

Misalnya, seseorang yang berasal dari kelompok etnis budaya tertentu mungkin merasa canggung secara sosial ketika berada bersama kelompok etnis lain atau budaya yang berbeda. Perilaku adalah tindakan/tindakan dan perkataan seseorang, yang sifatnya dapat diamati, digambarkan, dan direkam oleh orang lain, atau oleh orang yang melakukannya, dalam keadaan sosial dimana orang lain tersebut hadir. Pengangguran jangka panjang dapat menimbulkan dampak psikologis negatif terhadap pengangguran dan keluarganya, termasuk rasa malu, rasa rendah diri, rendah diri, dan keengganan untuk bersosialisasi.

Apabila keadaan ini berkepanjangan maka akan mengakibatkan kecenderungan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti munculnya atau bertambahnya kondisi yang tidak diinginkan. Permasalahan pengangguran dengan demikian merupakan permasalahan yang mempunyai dampak yang sangat buruk terhadap perekonomian dan masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang terus menerus untuk mengantisipasi dan mengatasinya. Pengangguran terdidik adalah orang yang mempunyai pendidikan tetapi tidak mempunyai pekerjaan tetap atau menganggur sementara.

Dalam kesehariannya, para penganggur terdidik juga mempunyai kehidupan sosialnya masing-masing, hal ini akan menonjolkan ciri-ciri atau ciri-ciri sosial dari para penganggur terdidik. Ciri-ciri sosial pengangguran terdidik dapat tercermin pada usia, perilaku sosial, kelas sosial, dan kondisi sosial. Berkaitan dengan penelitian ini, pada bagian ini disajikan kerangka kerja yang menjadi alur penelitian sehingga hasilnya nantinya dapat menjawab permasalahan yang telah dijelaskan pada rumusan masalah sebelumnya.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Definisi Operasional
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Gambaran umum wilayah penelitian 1. Profil wilayah penelitian
    • Profil informan

Teknik yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer tentang karakteristik sosial dan perilaku sosial pengangguran terpelajar di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Dokumentasi ini digunakan sebagai upaya untuk melengkapi data yang telah diperoleh berupa gambaran umum penelitian, kondisi populasi, dan data yang dikumpulkan.

30 digunakan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan atau dengan kata lain sumber data sekunder. Triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang memadukan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Data yang salah akan menghasilkan kesimpulan yang salah, dan sebaliknya data yang valid akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang benar.

Triangulasi sumber untuk menguji reliabilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi waktu digunakan untuk memvalidasi data terkait perubahan suatu proses dan perilaku manusia karena perilaku manusia berubah dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini daerah penelitian adalah Desa Bunne, salah satu desa di Desa Kading, Kec.

Berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah penduduk Desa Kadin yang tamat SD terbanyak adalah 583 orang atau 16,4 persen, urutan kedua menurut tingkat pendidikan adalah SLTA sebanyak 472 orang atau 13,2 persen, kemudian 505 orang atau 14,2 persen, 583 orang. atau 16,4 persen tidak tamat SD, jenjang pendidikan diploma satu (D1) 297 orang atau 8,3 persen, diploma dua (D2) 267 orang atau 7,5 persen, diploma tiga (D3) 245 orang atau 7,1 persen, 197 orang atau 6,3 persen tingkat pendidikan sarjana (S1), tamatan (S2) sebanyak 68 orang atau 2,7 persen, dan sisanya tidak bersekolah 329 orang atau 9,2 persen dan sebanyak 201 orang tidak pernah bersekolah atau 5,6 persen. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh, terlihat bahwa jenis kelamin responden pada tabel di bawah ini cukup penting, karena selain dapat melihat sebaran laki-laki dan perempuan dengan lebih mudah, penulis juga dapat menganalisis datanya dengan lebih mudah. Dari penelitian yang dilakukan terlihat jelas bahwa laki-laki mendominasi responden.

Diagram II
Diagram II

Sales

  • Hasil penelitian
  • Faktor – faktor yang menyebabkan pengangguran terdidik
  • Tentang dampak sosial pengangguran terdidik
  • Pembahasan
    • Faktor – faktor yang menyebabkan pengangguran terdidik
    • Dampak sosial pengangguran terdidik

Pengangguran terdidik, yaitu orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia pendidikan, yang mempunyai masalah dengan derajat yang berkaitan dengan dirinya dalam hubungannya dengan pekerjaan yang dimilikinya. 48 Sesuai dengan rumusan masalah yang kedua dalam penelitian ini yaitu dampak sosial dari pengangguran terdidik di Desa Kading. Menurut saya, seseorang yang sudah kuliah, setelah tamat sudah memiliki pekerjaan yang layak dan sesuai dengan gelarnya.

Adanya harapan yang berbeda-beda dari lingkungan atau orang-orang disekitarnya akan lulus terkait dengan pekerjaan yang dimilikinya. Secara umum persepsi masyarakat terhadap lulusan adalah mereka siap bekerja dan seharusnya sudah bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan gelar yang mereka miliki. Pasalnya, pandangan masyarakat terhadap orang yang menuntut ilmu, apalagi perguruan tinggi di Makassar, terlalu besar baginya, sehingga ketika ekspektasi tidak sesuai kenyataan, otomatis muncul kekecewaan.

Jadi ilmuwan yang menganggur lebih suka memilih pengangguran daripada pekerjaan yang tidak mereka sukai. Kemudian persepsi lulusan terhadap pekerjaan yang tersedia (upah rendah, prospek karir dan lingkungan kerja). Namun, hal ini menjadi tantangan bagi lulusan perguruan tinggi ketika dihadapkan pada tanggung jawab sosialnya untuk membangun peradaban sebagaimana idealisme yang diajarkan di perguruan tinggi, seperti ketika dihadapkan pada masalah sulitnya mencari pekerjaan. menghilang. .

Berdasarkan pendapat Durkheim bahwa hendaknya lulusan pendidikan bekerja sesuai dengan pendidikannya karena pendidikan mendidik manusia. Namun hal ini menjadi tantangan bagi para lulusan ketika dihadapkan pada tanggung jawab sosialnya untuk membangun peradaban sebagaimana idealisme yang diajarkan di perguruan tinggi, seperti ketika dihadapkan pada permasalahan sulitnya mencari pekerjaan, para sarjana tersebut seringkali menyandang predikat pengangguran terpelajar sehingga menimbulkan pengangguran. idealisme mereka. menghilang.. Berdasarkan pendapat Durkheim bahwa lulusan pendidikan hendaknya bekerja sesuai dengan pendidikannya karena pendidikan mendidik generasi muda untuk memenuhi perannya dalam masyarakat, misalnya sarjana akan berperan di tingkat menengah ke atas.

Menjadi beban keluarga, karena harapannya setelah lulus akan menjadi beban keluarga karena tidak mempunyai pekerjaan (Sri Fadillah, 2006). Kebanyakan lulusan hanya menganggur dan tidak mempunyai tujuan lain selain menunggu untuk mendaftar CPNS. Kenapa tidak mencoba mencari pekerjaan yang sesuai dengan gelarnya tanpa harus menunggu CPNS, asalkan bisa meringankan beban orang tuanya dan tidak? menyebabkan hal-hal negatif.

Table VI
Table VI

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

DAFTAR INFORMAN

Identitas

Gambar

Diagram II
Diagram IV
Diagram VI
Table VI

Referensi

Dokumen terkait

SIMPULAN Berdasarkan pada pembahasan kegiatan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat dirumuskan beberapa simpulan sebagai berikut : Metode