Suku Tengger terbagi menjadi beberapa desa yang tersebar di empat kecamatan yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Desa Keduwung Kecamatan Puspo merupakan satu-satunya desa yang belum dilakukan penelitian etnofarmasi. Oleh karena itu, untuk melengkapi data etnofarmasi suku Tengger dan melestarikan obat tradisional serta berkontribusi dalam pengembangan obat bahan alam, maka penting dilakukan kajian etnofarmasi di desa Keduwung.
Hasil penelitian etnofarmasi pada masyarakat Tengger Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan ditemukan 15 informan yang mengetahui dan menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit. Informasi yang diperoleh dari informan tersebut mengenai budaya pengobatan suku Tengger yaitu inventarisasi 45 jenis tumbuhan, 2 jenis hasil hewani, 2 bahan mineral yang digunakan sebagai obat, 34 jenis penyakit yang diobati dengan obat tradisional dan 75 resep tradisional. digunakan untuk obat. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan gelar sarjana (S1) di Fakultas Farmasi Universitas Jember.
Pembimbing profesional penulis, Ms. Nia Kristiningrum, S.Farm., M.Farm., Apt yang selalu membimbing penulis di studio; Kepala Desa Keduwung Bpk. Uripani dan masyarakat suku Tengger atas kerjasamanya selama penulis melakukan penelitian, saya ucapkan "Hong Ulun Basuki Holder";. Sugi, dan seluruh kawan-kawan angkatan 2013 (Farmasitamol) Fakultas Farmasi Universitas Jember yang tidak dapat disebutkan satu persatu;
Page Tabel 1.1 Penelitian yang dilakukan pada suku Tengger..3 Tabel 2.1 Desa-desa yang termasuk dalam wilayah suku Tengger..9 Tabel 3.1 Daftar tumbuhan yang diketahui dan/atau dimanfaatkan oleh suku tersebut.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Berapa tumbuhan, hewan dan bahan galian yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh Suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Berapa resep obat tradisional dan cara menjadikan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh Suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Cara pemanfaatan tumbuhan, hewan dan mineral sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Untuk mengetahui berapa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan sebagai obat tradisional. Untuk mengetahui berapa jenis penyakit yang dapat diobati oleh suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan dengan obat tradisional. Mengetahui cara menjadikan tumbuhan sebagai obat tradisional suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan, hewan dan mineral sebagai obat tradisional oleh Suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo. Memberikan informasi tentang jenis tumbuhan, hewan dan mineral yang digunakan sebagai obat tradisional oleh Suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan tentang Etnofarmasi
- Penelitian Etnofarmasi di Indonesia
- Penelitian Etnofarmasi di Suku Tengger
- Metode Penelitian
Menurut Sutarto (2012), suku Tengger terbagi menjadi beberapa daerah yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Menurut Jati Batoro (2012) yang melakukan penelitian di berbagai daerah suku Tengger melaporkan 326 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh suku Tengger. Penelitian deskriptif berfokus pada bagaimana fenomena ini muncul dan siapa yang terlibat (Nasir et al., 2011).
Menggunakan metode kualitatif, kami menentukan bahan apa yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan bagaimana cara membuat dan menggunakannya. Sedangkan metode kuantitatif merupakan penelitian yang terdiri dari beberapa bentuk survei, eksperimen, korelasi dan regresi (Nasir et al., 2011). Beberapa penelitian etnofarmasi dengan menggunakan metode penelitian (Meliki et al., 2013) melaporkan penelitian etnobotani pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional di suku Dayak Iban desa Tanjung Sari.
Setiap responden diminta untuk memberikan informasi tentang tanaman obat, kegunaannya dan cara pengolahan yang digunakan oleh masyarakat Dayak Iban. Hariyadi & Ticktin (2012) melaporkan penelitian etnobotani pemanfaatan tumbuhan sebagai obat dan ritual di Serampas, Jambi.
Tinjauan Tentang Suku Tengger
- Keadaan Geografis
- Karakteristik Suku Tengger
- Biodiversitas
Masyarakat suku Tengger terbagi menjadi dua wilayah adat yaitu Sabrang Kulon (diwakili oleh Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan) dan Sabrang Wetan (diwakili oleh Desa Ngadisari, Wanatara, Jetak, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo) yang terdiri dari kelompok desa masing-masing - masing-masing dipimpin oleh kepala biasa. Beberapa desa dalam 4 kecamatan merupakan tempat tinggal suku Tengger, dengan mayoritas penduduk beragama Hindu dan masih mengikuti adat suku Tengger. Masyarakat suku Tengger yang tinggal di desa-desa di kawasan taman nasional masih memegang teguh tradisi nenek moyangnya sehingga banyak kegiatan upacara adat dan keagamaan suku Tengger yang masih dilakukan oleh masyarakat hingga sekarang.
Masyarakat suku Tengger umumnya menganut agama Hindu Tengger, namun Islam, Kristen dan Budha juga berkembang. Kegiatan adat suku Tengger dipimpin oleh dukun adat yang memiliki peran dan pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat. Bentuk interaksi antara masyarakat suku Tengger di Desa Enclave dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah pemanfaatan air dari dalam kawasan dengan pembuatan bak penampungan dan saluran pipa air.
Yang unik dalam tatanan kehidupan sosial suku Tengger adalah adanya pembagian tugas dan fungsi antara tokoh agama dan lembaga perdukunan tradisional, yaitu berupa konsepsi spasial yang membagi wilayah menjadi wilayah administratif dan wilayah adat. Dalam konsep Hindu Tengger terdapat pengelompokan antara sistem religi yang timbul dari ajaran Tuhan yang berdasarkan agama Hindu dan sistem adat yang timbul dari kepercayaan dan tradisi yang diturunkan dari nenek moyang suku Tengger. Namun pada tahap pelaksanaan, asimilasi ajaran agama Hindu dilakukan dengan ajaran adat/kepercayaan suku Tengger.
Hal ini tercermin dalam kegiatan keagamaan berdasarkan ajaran agama Hindu dan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Tengger. Upacara adat ini rutin dilakukan oleh suku Tengger dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hidayat dan Risma (2007) menemukan 13 jenis tumbuhan obat di kawasan Ranu Pani Senduro yang termasuk dalam wilayah suku Tengger.
Kajian etnofarmasi suku Tengger di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, menginventarisasi 98 tumbuhan, 14 jenis hewan dan 7 mineral yang digunakan untuk mengobati 66 jenis penyakit suku Tengger, antara lain Adas (Allium ascolanicum L.), Dringu (Acorus calamus L. .), Ganjan (Tagates signata Bartl.) dan kunyit (Curcuma domestica Valeton) (Imam, 2012). Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di TNBTS suku Tengger (Kementerian Kehutanan RI, 2010). Tidak banyak literatur yang menyebutkan pemanfaatan hewan sebagai obat tradisional, namun penelitian Imam (2012) menemukan 14 spesies hewan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tengger.
Tinjauan Desa Keduwung
- Keadaan Geografis
- Data Administratif
Tiga spesies yang termasuk dalam kategori tanaman obat langka, yaitu pronojiwo (Euchresta horsfieldii), pulosari (Alyxia reinwardtii) dan sintok (Cinnamomum sintoc). Hanya sedikit warga yang mengenyam pendidikan tinggi, yakni hanya 6 orang yang melanjutkan ke jenjang S1. Jumlah sarana kesehatan di desa Keduwung masih sangat minim, hanya ada satu puskesmas pembantu di dusun bawah, sedangkan untuk dua dusun di atasnya hanya ada bidan dari kota kecamatan Puspo yang melayani seminggu sekali dan datang. Saat dibutuhkan.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Rancangan Penelitian
SP1 = Sasaran pendataan pada orang ke-1 SP2 = Sasaran pendataan pada orang ke-2 SPn = Sasaran pendataan pada orang ke-n SN1 = Pendataan dengan metode snowball dari SN1.
Prosedur Penelitian
- Studi Pendahuluan
- Penentuan Sampel
- Penyiapkan Instrumen dan Bahan Penelitian
- Pelaksanaan Wawancara Narasumber
- Pengumpulan Data
- Tahap Analisis Data
- Skema Kerja Penelitian
Dalam hal ini masyarakatlah yang dianggap lebih mengetahui tumbuhan, hewan dan mineral yang dikenal atau dimanfaatkan oleh suku Tengger sebagai obat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara (kuesioner), alat dokumentasi (kamera digital dan alat rekam), alat tulis dan produksi herbarium. Sedangkan bahan yang digunakan adalah semua jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan hasil wawancara informasi dibuat ringkasan data nama tumbuhan, kegunaan dan cara pembuatannya sebagai obat menurut suku Tengger. Tahapan ini bertujuan untuk mengumpulkan data tanaman, kegunaan tanaman, bagian tanaman yang digunakan dan cara meraciknya. Parameter selanjutnya yang digunakan dalam analisis data penelitian semi kuantitatif adalah Use Value (UV).
Metode UV adalah parameter yang digunakan untuk menentukan pentingnya suatu spesies yang digunakan secara lokal. Inventarisasi 45 tanaman, satu produk hewani dan dua bahan mineral yang digunakan sebagai obat tradisional di suku Tengger Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Inventarisasi 33 jenis penyakit yang dapat diobati dengan obat tradisional suku Tengger Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Cara penggunaan obat tradisional suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan sangat bervariasi, ada yang diminum, digosok, diteteskan, diteteskan dan dimasukkan ke dalam telinga. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode perhitungan UV, ICF dan FL, maka bahan alam yang berpotensi untuk dilakukan penelitian uji bioaktivitas pada suku Tengger Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan adalah adas (nilai UV = 1 ) untuk pengobatan demam (nilai ICF = 0,5) memiliki nilai FL 100%, dring (nilai UV = 1,20) untuk pengobatan demam (nilai ICF = 0,5) memiliki nilai FL 66,60%, tepung otot (nilai UV = 1) untuk pengobatan keseleo (nilai ICF = 1) memiliki nilai FL sebesar 83,33%, pullover (nilai UV = 0,933) untuk pengobatan demam (nilai ICF = 0,5) memiliki nilai FL sebesar 87,5%. Dalam rangka mengembangkan dan mendukung penelitian Etnofarmasi Suku Tengger di Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aktivitas spesifik tumbuhan yang digunakan Suku Tengger sebagai obat tradisional.
Diantara sembilan tumbuhan tersebut, terdapat beberapa tumbuhan yang belum banyak diteliti dan diuji khasiatnya serta sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tengger. Strategi pengembangan pendidikan konservasi pada masyarakat suku Tengger di desa kantong Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kuesioner Pengetahuan dan atau Penggunaan Obat Tradisional Suku Tengger Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Daftar Peneliti Etnofarmasi Desa Keduwung Suku Tengger Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Informan
- Usia
- Pekerjaan
- Pendidikan
Kategorisasi Penyakit yang Diobati Menggunakan Obat
Tumbuhan, Hewan, dan Bahan Mineral yang Dimanfaatkan
Cara Pembuatan Obat Tradisional
Cara Penggunaan Obat Tradisional
Jenis Tumbuhan, Hewan, dan Bahan Mineral yang Berpotensi
Perbandingan dengan Penelitian Terdahulu
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Tren dan Paradigma Dunia Farmasi (https://www.researchgate.net/publication/237663378_TREN_DAN_PARA DIGMA_DUNIA_FARMASI_Industri-Klinik-Teknologi_Kesehatan) [diakses 23 September 2017]. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Muna, kecamatan Wakarumba, kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Utara.
Tabel Hasil Penelitian
- Kuisioner pengetahuan dan atau penggunaan obat tradisional Suku
- Resep tradisional Suku Tengger Desa Keduwung, Kecamatan Puspo,
Kulit batang ampet ditumbuk halus, kemudian kulit buah manggis disangrai terlebih dahulu kemudian ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air kemudian diperas dan diambil airnya.
Perhitungan nilai UV
Perhitungan nilai ICF
Perhitungan nilai FL
Daftar informan penelitian etnofarmasi Suku Tengger Desa Keduwung,
Dokumentasi penelitian