TABLET KONVENSIONAL
DAN TABLET SALUT
Apt. Nooryza Martihandini, M.FarmTABLET KONVENSIONAL
Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal
Umumnya dikehendaki memberikan
disintegrasi dan pelepasan obat cepat
KRITERIA TABLET
➢Cukup kuat dan tahan terhadap gangguan fisik/mekanik
➢Mengandung zat aktif homogen dan stabil
➢Keseragaman bahan aktif dalam bobot dan dalam kandungan tiap tablet.
➢Waktu hancur dan laju disolusi memenuhi persyaratan
➢Penampilannya menarik, memiliki bentuk, warna, dan penandaan lain yang
➢di butuhkan.
➢Stabil secara fisik dan kimia terhadap udara dan suhu lingkungan selama penyimpanan
➢Zat aktif dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu
BENTUK DAN UKURAN TABLET
➢Bentuk, ukuran, bobot, kekerasan, ketebalan, sifat solusi dan disintegrasi tablet berbeda-beda
➢Garis tengah ± 15-17 mm
➢Bobot ± 0.1 - 1 gram, 120 - 700 mg
➢Ukuran 3/16 - 1/2 inchi dengan berat
➢Diameter 1/4 – 7/6 inchi
➢Dalam FI III dan Formularium Nasional: diameter tablet tidak
lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet.
EKSIPIEN TABLET
Pengikat (Binder) Pengisi
(Diluent)
Penghancur
(Disintegran) Flavor
Adsorben Pelicin:
Lubrikan, glidan, antiaderen
PERSYARATAN EKSIPIEN TABLET
➢Inert secara farmakologi
➢Kompatibel secara fisika dan kimia
➢Non toksik
➢Stabil secara mikrobiologi
➢Sifat organoleptik yang baik
➢Ekonomis dan mudah didapatkan
➢Tidak memiliki efek negative pada ketersediaan hayati obat
➢Kompatibel dengan bahan pengemas
➢Dapat diterima Lembaga regulator
PENGISI/DILUENT/FILLER
Fungsi:
➢membuat bulk (menambah bobot sehingga memiliki bobot yang sesuai untuk dikempa),
➢memperbaiki kompresibilitas dan sifat alir bahan aktif
➢memperbaiki daya kohesi sehingga dapat dikempa langsung
➢Diperlukan jika dosis obat tidak cukup membuat bulk
Konsentrasi: 5-80%
PENGISI
Pengisi Tidak Larut Air Pengisi Larut Air Kalsium sufat, dihidrat Laktosa
Kalsium fosfat, dibasa Sukrosa Kalsium fosfat, tribasa Dekstrosa Pati termodifikasi (pati
karboksimetil)
Manitol Mikrokristalin selulosa
(Avicel)
Sorbitol
PENGISI
▪Laktosa digunakan dalam bentuk hidrat (granulasi basah) dan anhidrat (kempa langsung)
▪Laktosa tidak cocok untuk pasien dengan intoleransi laktosa
▪Avicel memiliki kompresibilitas baik, bagus digunakan untuk kempa langsung
▪Avicel memiliki aktivitas sebagai penghancur dan pengikat
▪Bahan pengisi yang digunakan pada kempa langsung disebut filler-binder
▪Filler binder mempunyai fluiditas dan kompaktibilitas yang baik
→ ukuran partikel relative besar dan sferis
▪Pengisi untuk kempa langsung: Emdex, celutab
PENGIKAT
Fungsi:
membentuk granul → meningkatkan aliran dan kompresibilitas
menaikkan kekompakan kohesi untuk tablet cetak langsung Ditambahkan dalam bentuk kering atau larutan
Kelompok pengikat:
Polimer alam: pati, gum (acacia, tragacanth, gelatin)
Polimer sintetik: PVP, metilselulosa, etilselulosa, hidroksipropilselulosa
Kelebihan pengikat menimbulkan masalah pada disintegrasi dan laju
disolusi tablet
PENGIKAT
• Mikrokristalin selulosa
• Na-CMC (2-10%)
• HPC
• HPMC
• MC (2-10%)
• HEC
• PVP (5-20%)
• Gelatin (2-10%)
• Gom alam (5-20%)
• Starch 1500 (5-10%)
Pengikat pada granulasi
Basah
• Avicel pH 101
• SMCC
• Uni-Pure (amilum pregelatinasi parsial)
• DC Lactose
• Di Tab (kalsium fosfat dihidrat dibasa)
Pengikat pada Kempa
Langsung
PENGHANCUR
❑Fungsi: memudahkan hancurnya tablet saat kontak dengan cairan saluran pencernaan
❑Cara penambahan penghancur
✓ Internal addition: penghancur dicampur dengan bahan lain sebelum ditambah larutan pengikat (sebelum granulasi)
✓ External addition: penghancur ditambahkan setelah granul terbentuk (sebelum dicetak)
❑Pengelompokan:
✓Disintegran: microcrystalline cellulose, colloidal silicon dioxide, alginate, pati
✓Superdisintegran: crospovidone sodium, starch glycolate (primogel, explotab), and croscarmellose sodium (Ac-Di-Sol)
❑Eksipien lain mempengaruhi kerja disintegrant seperti jumlah lubrikan hidrofobik, jumlah pengikat dan penyalut
❑Disintegran bersifat higroskopik → obat sensitive lembab, pengemasan harus diperhatikan
Disintegran Konsentrasi
Pati 5-20
Starch 1500 5-15
Avicel PH 101, PH 102
Solca floc 5-15
Asam alginate 5-10
Explotab 2-8
Gar gum 2-8
Polyclar AT (PVP, crosslinked PVP) 0,5-5
Amberlite IPR 88 0,5-5
Metilselulosa, Na-CMC, HPC 5-10
MEKANISME KERJA DISINTEGRAN
LUBRIKAN
❑Fungsi: mengurangi gesekan/friksi permukaan tablet dengan dinding die selama pengempaan dan penarikan tablet
❑Konsentrasi optimum < 1%
❑Bersifat hidrofob → meningkatkan waktu disintegrasi dan menurunkan kecepatan disolusi obat, berkurangnya daya kohesif sehingga tablet menjadi rapuh/capping/laminating
❑Ditambahkan kering pada pencampuran akhir, dicampur 2-5 menit
❑Ditambahkan sebagai fase luar
❑Klasifikasi:
✓Water soluble: digunakan untuk tablet yang harus larut sempurna dalam air
✓Water insoluble: umumnya lebih efektif dan digunakan pada konsentrasi rendah
❑Mekanisme:
✓Fluid type lubricant: membentuk lapisan cair kontinyu antara massa cetak dengan logam cetakan (Co: minyak hidrokarbon)
✓Boundary type lubricant: interaksi atau gaya adheren antara bagian polar dari lubrikan dengan permukaan logam pada dinding die
LUBRIKAN
Lubrikan Larut Air Lubrikan Tidak Larut Air
Asam borat 1% Mg/Ca/Na stearate 0,25-2%
NaCl 5% Asam stearate 0,25-2%
DL-Leusin 1-5 % Sterotex 0,25-2%
Carbowax 4000/6000 1-5% Talk 1-5%
Sodium oleat 5% Wax 1-5%
Sodium benzoate 5% Stearowet 1-5%
Sodium asetat 5% Gliseril Behapate (compritol 888) Sodium lauril sulfat 1-5%
Mg-lauril sulfat 1-2%
Sodium benzoate + sodium asetat
1-5%
GLIDAN
▪Fungsi: meningkatkan aliran granul dari hopper ke die, meminimalisasi kecenderungan granul untuk
memisah selama tahap vibrasi yang berlebihan
▪Golongan silika glidan paling efisien
▪ Fine silica > Mg stearat > Talk murni
▪Talk mengandung Fe → !!!! Zat aktif mudah terurai
oleh Fe
GLIDAN
Jenis Konsentrasi
Talk 5
Cornstarch 5-10
Cab-O-Sil 0,1-0,5
Siliod 0,1-0,5
Aerosil 1-3
Amilum 1-10
Logam stearat <1
Asam stearat 1-5
Natrium benzoat 2-5
ANTI ADHEREN
➢Fungsi: mencegah penempelan tablet pada punch atau dinding die
➢Bahan yang paling baik adalah yang larut air dan yang paling efisien adalah DL-Leusin
➢Biasa digunakan pada produk dengan Vit E dosis tinggi
karena cenderung picking
ANTI ADHEREN
Jenis Konsentrasi (%)
Talk 1-5
Cornstarch 3-10
Cab-O-Sil 0,1-0,5
Siloid 0,1-0,5
DL-Leusin 3-10
Sodium lauril sulfat <1
Logam stearat <1
PEWARNA
✓Fungsi: menutupi warna obat yg kurang baik, identifikasi produk, dan untuk membuat suatu produk lebih menarik
(aesthetic appearance and brand image in the market).
✓Pewarna ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspensi dalam granulasi basah
✓pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat
mengakibatkan tidak meratanya warna
FLAVOR
✓untuk tablet-tablet kunyah, hisap, buccal, sublingual, effervescent dan tablet lain yg dimaksudkan untuk hancur atau larut dimulut
✓Fungsi: memberi rasa atau meningkatkan rasa pada sehingga lebih dapat diterima oleh konsumen
✓dapat ditambahkan dalam bentuk padat (spray dried flavors) atau dalam bentuk minyak atau larutan (water soluble) flavors
✓Flavor larut air jarang dipakai karena kurang stabil
✓Jumlah maksimal penggunaan: 0,5-0,75%
✓Flavor larut minyak: ditambahkan pada pelarut penggranul, didispersikan pada kaolin atau adsorben
✓Pewangi ditambahkan pada keadaan kering sebagai fase luar,
sedangkan pewangi cair ditambahkan dengan menyemprotkan pada
massa cetak
TABLET SALUT
PENYALUTAN TABLET
Proses pengaplikasian bahan penyalut pada permukaan tablet untuk mendapatkan karakteristik tertentu
Menutupi warna, bau, rasa obat yang tidak menyenangkan
Meningkatkan mutu penampilan tablet Meningkatkan stabilitas zat aktif
Melindungi dari lingkungan lambung
Meningkatkan ketahanan mekanik bentuk sediaan
Memodifikasi profil pelepasan obat
Memudahkan penelanan dan meningkatkan penerimaan pasien
Tujuan
JENIS TABLET SALUT
TABLET SALUT GULA
TABLET SALUT FILM
TABLET SALUT ENTERIK
Pengikat (Binder)
Pengisi
(Filler) Pewarna Antiadesif
Acacia, Gelatin, Turunan selulosa
Kalsium karbonat, titanium dioksida, talk
Dye, besi oksida, titanium dioksida
Talk
KOMPONEN TABLET SALUT
Persyaratan Tablet Inti:
✓Tahan terhadap abrasi
✓Memiliki permukaan yang halus
✓Bentuk fisik idealnya bulat
MESIN PENYALUT TABLET
Perforated Coating Pan
TABLET SALUT GULA
Kelemahan:
❑Bobot tablet meningkat 30 – 50%
❑Ukuran tablet meningkat signifikan
❑Proses penyalutan lebih rumit terdiri karena beberapa
tahap: sealing, subcoating, smoothing, coloring dan polishing
❑Proses penyalutan memakan waktu dan memerlukan personalia yang terlatih
❑Bobot tablet bervariasi dari batch ke batch
Tujuan: Melindungi obat dari pengaruh lingkungan, menutup rasa
dan bau tidak enak, meningkatkan penampilan tablet kempa
PROSES PENYALUTAN TABLET
SEALING
❖Diaplikasikan langsung pada inti tablet
❖Tujuan: melindungi penetrasi air ke dalam inti tablet
❖Bahan sealing: sellac, selulosa asetat ftalat,
polyvinylacetate phthalate (PVAP), hyroxylpropyl cellulose, hyroxypropyl methylcellulose (HPMC), and Zein (a corn
protein derivative)
❖Formula sealing: Selulosa asetat ftalat, Zein, asam oleat, propilen glikol, propilen glikol 4000, metilen klorida,
alkohol
SUBCOATING
❖Tujuan: membulatkan tepi tablet dan meningkatkan ukuran tablet
❖Proses:
✓ Laminasi: campuran subcoating (sukrosa dan larutan pengikat seperti acacia dan gelatin) disemprot ke permukaan tablet → diikuti serbuk CaCO3, titanium dioksida, kalsium sulfat, talk
✓ Suspensi: suspense pengisi dalam larutan gum disemprotkan ke tablet diikuti larutan sukrosa
❖Dilakukan 3-5 kali
❖Formula subcoating: gelatin, akasia, gula, sirup jagung, sirup, air
SMOOTHING
❖Tujuan: menghaluskan permukaan subcoating yang kasar dan meningkatkan bulk tablet ke ukuran yang diinginkan
❖Sirup smoothing terdiri dari 60-70% gula
❖Sirup kadang mengandung akasia, gelatin, pigmen, pati atau opacifier
❖Proses dilakukan beberapa kali (umumnya 10 siklus)
COLORING
❖Tujuan: meningkatkan penampilan dan stabilitas tablet
❖Larutan coloring berisi 70% sirup dan pigmen pewarna
❖Saat pengeringan pewarna larut air umumnya
mengalami migrasi warna atau terjadi transfer pewarna hanya ke permukaan tablet
❖Lebih disukai pewarna tidak larut air
POLISHING
❖Tujuan: menghasilkan tablet yang mengkilap
❖ Bahan polishing: beeswax, carnauba wax,
candelilla wax
PERMASALAHAN TABLET SALUT GULA
➢Erosi tablet inti: Tablet inti tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan
➢Salut sumbing: penambahan berlebih bahan pengisi dan pigmen tidak larut meningkatkan kerapuhan dalam proses salut gula
➢Keretakan salut: tablet inti memuai selama atau sesudah proses penyalutan karena absorpsi lembab oleh tablet inti atau relaksasi tekanan tablet inti setelah pengempaan
→memperpanjang waktu antara pengempaan dan mulainya penyalutan
➢Salut tidak kering: konsentrasi gula invert > 5%, sirop gula sukrosa terpapar suhu tinggi dalam kondisi asam pada waktu tertentu, mencairnya gula yang sudah mulai mengkristal.
➢Tablet salut kembar: larutan salutnya terlalu lengket
➢Warna tidak merata
➢Tablet berkeringat
TABLET SALUT FILM
Definisi: tablet kempa yang disalut dengan lapisan tipis polimer yang memiliki kemampuan membentuk film
Lapisan film penyalut umumnya berwarna
Lebih tahan lama, kurang bulky dan waktu penyalutan tidak terlalu memakan waktu seperti tablet salut gula
Lebih tahan terhadap kerusakan karena abrasi
Film penyalut didesain untuk pecah dan melepaskan inti tablet
pada lokasi tertentu di saluran pencernaan
PERSYARATAN POLIMER SALUT FILM
➢Larut dalam pelarut yang digunakan
➢Mampu menghasilkan produk dengan penampilan yang bagus
➢Stabil terhadap panas, cahaya, kelembaban, udara
➢Tidak memiliki warna, rasa dan bau
➢Kompatibel dengan zat aktif ataupun eksipien lainnya
➢Tidak toksis
➢Tidak memiliki efek farmakologi
BENTUK CAIRAN PENYALUT
Cairan Penyalut
Polimer terlarut dalam pelarut organik
Polimer terlarut dalam air
Polimer terdispersi dalam air
Hot melt
LARUTAN FILM PENYALUT NONAIR
Pembentuk film: menghasilkan film tipis dan mulus (Co: selulosa asetat ftalat)
Alloying substance: meningkatkan kelarutan dan permeabilitas dari film penyalut (Co: PEG)
Plastisizer: meningkatakn fleksibilitas, elastisitas dan ketahan penyalut (Co: minyak jarak)
Surfaktan: meningkatan penyebaran film (Co: turunan polioksietilen sorbitan)
Opaquant dan pewarna: memberikan penampilan yang menarik (Co:
titanium dioksida, pewarna dye FD&C, D&C)
Pemanis, perasa, pengaroma
Pengkilap: mengkilaukan tablet
Pelarut volatile: menyebarkan komponen dalam penyalut ke seluruh permukaan tablet dan mempercepat penguapan (Co: alcohol-aseton)
Biaya mahal untuk pelarut organic volatile dan pencemaran lingkungan
LARUTAN FILM PENYALUT DALAM AIR
❑Polimer pembentuk film (7-18%): polimer eter selulosa (Co: HPMC, HPC, MC)
❑Plastisizer ( 0,5-2%): gliserin, PEG, propilenglikol, dietil ftalat, dibutyl subasetat
❑Pewarna dan opacifier (2,5 – 8%): FD&C, D&C, pigmen besi oksida
❑Pembawa: Air
Penguapan lebih lama dibanding pelarut organik Berpotensi mempengaruhi stabilitas jika air tidak dapat
dihilangkan
Solusi: larutan penyalut dengan kandungan partikel padat yang tinggi
FORMULASI SALUT FILM UNTUK PELEPASAN SEGERA (IMMEDIATE RELEASED)
Karakteristik polimer:
▪Umumnya larut air
▪Dapat membentuk film fleksibel yang kuat
▪Menempel kuat pada permukaan tablet
▪Memudahkan pada saat penyalutan (spraying, atomisasi, tidak lengket)
▪Melepaskan obat secara cepat dari bentuk sediaan
Contoh Polimer:
• Selulosa (HPMC, HPC, HEC)
• Vinil (PVP, PVA, kopolimer PVP-poli vinil asetat, kopolimer PVA-poli etilen glikol)
• Glikol (PEG)
• Akrilat (kopolimer amino alkil metakrilat)
• Karbohidrat lain ( maltodekstrin, polidekstrosa)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FILM SALUT
❑Metode atomisasi larutan penyalut
❑ Metode mixing tablet dalam panci penyalut
❑ Kecukupan panas untuk pengeringan yang cepat dari penyalut
❑ Karakteristik tablet inti: ukuran, bentuk, porositas, kekerasan, densitas
❑Karakteristik alat: diameter panci, geometri
KERUSAKAN PADA TABLET SALUT FILM
➢Perlekatan dan penggumpalan: lapisan tipis terlalu basah atau lengket →jumlah cairan yang digunakan dikurangi atau meningkatkan temperatur udara pengering dan volume udara
➢Efek kulit jeruk: Penyebaran larutan penyalut yang tidak seimbang sebelum pengeringan karena pengeringan yang terlalu cepat atau oleh viskositas larutan yang tinggi → Mengencerkan larutan dengan larutan tambahan
➢Kekaburan logo (bridging): tekanan internal yang cukup tinggi dari bahan penyalut, sehingga salut terpisah dari substrat dalam daerah logo
➢Warna tidak terdistribusi merata (mottling): komposisi salut dan bahan pewarna atau pemburam tidak terdispersi →pengadukan terus menerus supaya tidak
mengendap.
➢Pelepuhan: penguapan pelarut terlalu cepat dari tablet inti dan efek suhu terlalu tinggi pada kekuatan, elastisitas dan adhesi salut selaput → pemanasan suhu rendah
➢Keretakan: tekanan internal melebihi kekuatan tegangan salut (terjadi di dalam salut ketika dikeringkan)
➢Pengelupasan sejumlah kecil (picking) atau sejumlah besar (Peeling) film dari permukaan tablet
➢Erosion: kerusakan tablet inti karena terlalu lama berkontak dengan larutan penyalut
TABLET SALUT ENTERIK
Disebut juga tablet lepas tunda
Didesain agar tetap utuh saat melewati lambung dan pada usus baru terdisintegarasi
Sifat zat aktif :
Mengalami kerusakan oleh asam lambung
Mengiritasi mukosa lambung
TUJUAN SALUT ENTERIK
Mempertahankan stabilitas zat aktif yang rusak pada kondisi
asam lambung (Co: eritromisin, pancreatin, inhibitor pompa proton seperti omeprazole)
Meminimalkan efek samping obat seperti mual, muntah, iritasi dan perdarahan GI (aspirin dan antiinflamasi nonsteroid)
Memfasilitasi penghantaran obat ke kolon
KARAKTERISTIK POLIMER SALUT ENTERIK
Polimer tidak terionisasi / tidak larut pada pH asam
Polimer terionisasi / larut mulai pada pH 5 – 5,5
Umumnya merupakan polimer polyacid yang melarut dalam air pada pH 5 -6
Contoh: Selulosa asetat ftalat, selulosa asetat trimelitat, polivinil asetat ftalat, hidroksipropil metilselulosa ftalat, hidrokpropil metilselulosa asetat suksinat, Eudragit L30D, Eudragit L100-55,
Sureteric, Acryl eze
EKSIPIEN DALAM SALUT FILM DAN ENTERIK
Kategori bahan Fungsi Contoh
Polimer pembentuk film
Meningkatkan penampilan produk Melindungi zat aktif dari kondisi lingkungan
HPMC,
Metil hidroksi etil selulosa, Etilselulosa, Povidon
Polimer salut enterik Polimer sensitive pH, tidak larut pada pH asam (lambung) tapi larut pada pH basa (usus)
Mencegah disintegrasi tablet inti pada lambung
Polimer akrilat (Eudragit S dan L),
Hidroksipropil metilselulosa ftalat,
Polivinil asetat ftalat Pelarut Melarutkan/mendispersikan penyalut
dan eksipien lain
Membawa/ menyebarkan bahan penyalut ke permukaan tablet
Air, methanol, etanol, aseton
EKSIPIEN DALAM SALUT FILM DAN ENTERIK
Kategori bahan Fungsi Contoh
Plastisizer Meningkatkan fleksibilitas dan
kemudahan pemrosesan polimer film Melemahkan daya tarik antarmolekul polimer sehingga film lebih lunak
Alkohol polihidrat
(Propilenglikol, PEG, gliserin), minyak jarak, ester asetat
(gliseril triasetat, trietil sitrat, asetil trietil sitrat), ester ftalat (dietil ftalat)
Pewarna/ opacifier Meningkatkan penampilan produk dan melindungi obat terhadap
cahaya
Membantu identifikasi produk
Pigmen tidak larut air, titanium dioksida, silikat
Bahan tambahan lain Perasa, pengaroma,
antioksidan, surfaktan