PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KERANGKA TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Teori
Oleh karena itu, agama-agama lain yang sudah ada harus diganti dengan agama yang dianutnya agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan beragama. Menurutnya, ada tiga posisi yang mungkin dalam dialog keagamaan, yaitu: Pertama, sikap eksklusif dalam memandang agama lain (agama lain adalah jalan yang salah dan menyesatkan pemeluknya).
Penelitian Terdahulu yang relevan
Berdasarkan konteks ayat tersebut, Ibnu Jarir kemudian menafsirkan makna keimanan Yahudi dan Nasrani. Mengenai QS 60:8-9, Ibnu Jarir menyebutkan tiga pendapat mufassir tentang siapa yang dimaksud dengan “orang-orang yang tidak memerangi kamu”. Pertama, menurut Mujahid, orang-orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang-orang yang beriman tetapi tidak mau ikut serta. .hijrah bersama Nabi Muhammad SAW.
Kedua, menurut Ibn Zubayr, ia bermaksud orang yang belum berhijrah ke Madinah, di mana sahaja mereka berada. Jadi, maksud taqiyya yang Allah sebutkan dalam ayat ini ialah taqiyya daripada orang kafir, bukan daripada orang lain selain mereka." 52. 55 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir itu menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang yang beriman.
76 Hai orang-orang yang beriman, jika ada perempuan-perempuan mukmin yang datang berhijrah kepadamu, maka wajiblah kamu mengujinya (iman). Larangan menikah dengan orang kafir ditegaskan dalam kalimat (للا َو لُ ُفا َ َاوْشالُم َاامُصُعلا ُو ُااسْرُت) “dan perkawinan tidak melekat pada perempuan.” Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menekankan larangan orang beriman menikahi wanita musyrik dan meneruskan pernikahan tersebut. Begitu pula dengan umat Kristiani, yaitu orang yang mengimani ajaran Nabi Isa putra Maryam.
Maka pada pendapat saya mereka adalah orang yang beriman, sama seperti orang yang beriman kepada umat Nabi Muhammad. Pandangan ini berdasarkan salah satu kenyataan dalam Surah al-Bayyinah, yang membezakan Ahli Kitab dengan orang musyrik.
Ayat-ayat Hubungan antar Agama Perspektif Mufassirin
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Abd Harist berkata: “Tidak ada alasan semua agama itu benar, bagi kami Islam yang sebenarnya adalah yang namanya Islam mempertajam semua ajaran agama. Kalau soal tafsir ini) banyak tafsirnya.” Karena di dalam kitab mereka juga dijelaskan bahwa nabi terakhir akan datang di akhir zaman, yang mana mereka pasti mengacu pada nabi terakhir ini.” 101. Walaupun Islam dengan huruf kapital belum lahir, namun setelah adanya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, menghancurkan seluruh ajaran yang dibawa oleh para nabi terdahulu.”102.
Yang paling utama ialah tauhid, tetapi sejak kenabian Nabi Muhammad, syariat Muhammad telah menghapuskan syariat nabi-nabi terdahulu.” 103. Tetapi ini adalah konteks bagi kumpulan agama yang tidak percaya kepada apa yang dia katakan tentang Tuhan. " 105. Maka bukan tentang Yahudi, Nasrani dan Sabian, tetapi tentang iman kepada Allah dan Hari Akhir yang disebut dalam ayat itu." 107.
Ketika seorang muslim meninggal, hal yang sama terjadi, umat kristiani pun ikut menyiapkan kayu atau keperluan lain, namun tidak ikut tahlilan. 114. Dan kebenaran tidak berdiri sendiri, masing-masing kebenaran mempunyai penjelasannya sendiri, masing-masing mempunyai bahasa dan aturannya sendiri.”120.
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
Agama Yahudi datang sebelum Muhammad, Kristen datang sebelum Muhammad, ketika Nabi Muhammad datang, lalu mengapa mereka mengikuti iman Nabi Muhammad, nah sampai sekarang tidak begitu maksudnya.” 97. Jadi kami yakin itu. adalah islam yang dibawa oleh muhammad.apakah benar maka saya mengikuti hal yang demikian jadi bagi saya islam itu mutlak apapun yang Allah firmankan "wa man yabtaghi ghair al-islam dinan" barangsiapa menganut agama selain islam sebagai agama maka Allah tidak menjamin atau orang tersebut tidak menemukan jaminan keselamatannya di akhirat.”106. Dalam urusan kerjasama dengan pemeluk agama lain, hampir tidak ada perbedaan pendapat mengenai kebolehannya.
“Kita punya gambaran jelas cita-citanya ya Islam bisa hidup berdampingan dan itu diwujudkan dalam data sejarah yang cukup konkrit dengan adanya piagam Madinah. realitas." 108. Timbul perselisihan, hewan kurban yang tidak boleh dimakan karena tidak menyebut nama Allah, atau hewan sembelihan yang disembelih untuk dikurbankan kepada selain Allah.”116. Memang secara normatif Abdul Harits mengakui bahwa Al-Qur'an 5:5 memperbolehkan laki-laki Muslim menikahi wanita Ahli Kitab.
Tapi dalam kasus tertentu, kalau muslimah itu punya ideologi yang lebih kuat seperti Masyithoh, kenapa tidak, yang penting bukan gendernya, tapi karakter siapa yang mengajak siapa.” 119. Namun tetap saja kita sebagaimana firman Allah dalam ayat al-Bayyinah, “Inna alladzina kafaru min Ahli al-Kitab wa al-musyrikin…” maka walaupun ada perbuatan syirik dari Ahli Kitab, tetap saja mereka masih dibedakan dari kaum musyrik.” La qad kafar alladzina qalu inn Allah Tsalistun Tsalatsah, Mereka itu Nasrani, mereka disebut kafir, namun pada saat itu Rasulullah memberikan toleransi kepada mereka.”123.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil Para Informan
Kecintaannya terhadap tradisi NU dizahirkan dalam bentuk pembelaan yang gigih terhadap pelbagai topik atau wacana yang dianggap menyinggung organisasi yang satu ini. Semangat belajarnya yang tinggi kemudian mendorongnya untuk melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi di Jabatan Pendidikan IAIN Sunan Ampel Jember yang diijazahkannya pada tahun 1994. Selanjutnya dalam bentuk artikel meliputi: Dakwah Ulama Perempuan Berbilang Budaya (Jurnal Fenomena 2008), Persepsi Kyai Desa tentang ajaran sesat (Journal Fenomena 2009), Mahzab Cinta dalam Islam (Journal Al Adalah 2009), New Horizons of Pluralism in Indonesia (Journal Al Isyraq 2010).
Pada tahun 1996 melanjutkan program PhD di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dengan konsentrasi Studi Islam. Kemudian pada tahun 2008, ia berkesempatan mengikuti kursus singkat tentang pluralisme agama di University of California, Santa Barbara.91. Karya-karya yang diterbitkan antara lain: Masalah Metafisika dalam Filsafat Ibnu Rusyd, 2008; dan Ibn Rusyd Membela Tuhan, CSS, 2009.
Dari segi penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi santri memilih Pondok Pesantren Salafiah sebagai tempat belajar antara lain; Mengungkap Akar Sejarah STAIN Jember (Menelusuri Sejarah Berdirinya, Dinamika dan Perkembangan STAIN), Sejarah STAIN Jember. Hal ini terlihat dari berkembangnya lembaga amal usaha berupa taman kanak-kanak dan lembaga pendidikan dasar yang semakin mendapat respon positif dari masyarakat muslim di Kabupaten Jember.94. Karya dalam bentuk buku antara lain, Religion Driving History: Kajian Teori Gerakan Sejarah Malik Bin Nabi (CSS: .2007).
Pandangan Ulama Jember
- Kebenaran Eksklusif dan Inklusif Islam
- Koeksistensi Damai dan Kerjasama dengan Pemeluk
- Nikah Beda Agama
Dalam wacana hukum Islam klasik, para ulama sepakat bahwa perkawinan beda agama tidak diperbolehkan, kecuali perkawinan dengan perempuan Ahli Kitab. Menurutnya, kitab suci mereka telah mengalami tahrif (korupsi), sehingga tidak pantas lagi disebut Ahli Kitab. Jadi bila yang dimaksud dengan ahli kitab yang halalnya pernikahan, menurut kami sudah tidak ada lagi.
Namun karena Kitab Suci mereka telah diselewengkan, maka Ahli Kitab sudah tidak ada lagi. Kelompok yang disebut Ahli Kitab masih tetap eksis, meski kitab suci dan ajaran agama mereka banyak disalahgunakan. Misalnya Yahudi dan Nasrani berulang kali disebut Ahli Kitab oleh Al-Quran, dan pada zaman Nabi sudah ada nama Tritunggal (tsalitsun tsalatsah).
Jadi mereka musyrik, kelakuannya musyrik, di dalam Al-Qur'an ada kategori Ahli Kitab dan ada kategori Musyrikat. Namun jika perkawinan sudah terlanjur terjadi, maka laki-laki muslim dalam Islam boleh menikah secara sah dengan wanita Ahli Kitab. 34; Menurut saya, Ahli Kitab yang dimaksud adalah Ahli Kitab saat ini, yaitu Yahudi saat ini dan Nasrani saat ini.
Implikasi bagi Pengembangan Toleransi Beragama
Sebab Al-Qur'an sendiri pernah mengajak umat Yahudi dan Nasrani untuk mencari kaliun sawa' atau titik temu antara Islam dan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Pertama, cara pandang positifnya, pandangan keagamaan yang eksklusif akan menghasilkan umat beragama yang benar-benar berkomitmen terhadap agamanya. Dalam urusan hubungan antar umat beragama, seluruh informan sepakat untuk memperbolehkan kerjasama dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak berkaitan dengan bidang (teologis) keimanan dan ritual (ibadah).
Dalam soal mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain, sebagian besar informan membolehkan, asalkan tidak ada unsur mengakui kebenaran agama lain, atau ada unsur doa bagi pemeluk agama lain. Jika hanya sekedar ekspresi sosial dan bukan ritual, maka ucapan selamat kepada pemeluk agama lain diperbolehkan. Mengenai kasus perkawinan beda agama, seluruh informan sepakat bahwa dari berbagai bentuk perkawinan beda agama, hanya satu yang secara normatif dibolehkan oleh Al-Quran, yaitu perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan Ahli Kitab.
Apabila alasan-alasan tersebut tidak terpenuhi maka seluruh informan cenderung menolak atau melarang pernikahan dengan wanita Ahli Kitab. Namun visi eksklusif tersebut tidak menghalangi mereka untuk berkolaborasi dengan pemeluk agama lain, selama kolaborasi tersebut tidak dalam ranah ritual dan teologis. Kedua, sisi negatifnya, keyakinan yang terlalu eksklusif, yang sama sekali mengingkari keberadaan kebenaran agama lain, seringkali mendorong pemeluk agama apapun untuk memperluas siaran keagamaan dengan berbagai cara yang tidak memperhatikan aturan yang telah disepakati.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pandangan ulama Jember terhadap kebenaran agama didominasi oleh pandangan eksklusif yang berpandangan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan mengingkari kemungkinan adanya kebenaran pada agama lain. Ada pula yang berpendapat bahwa ahlul kitab sudah tidak berlaku lagi pada zaman sekarang, sehingga mengawini mereka juga tidak boleh. Pemikiran ulama Jember yang dikaji dalam penelitian ini setidaknya dipengaruhi oleh faktor pendidikan, interaksi sosial dan berbagai perkembangan wacana keagamaan yang berkembang di lingkungan masing-masing.
El-Kurthubi, Muhamed ibn Ahmed el-Enshârî, el-Jâmi‘ li Ahkâm el-Kur'an, dalam CD Maktabah Syamilah. Es-Suyuthi, Xhelaluddin, Ed-Dur el-Mansur fi Tefsri bi el-Ma'tsur, dalam CD Maktabah Syamilah. Eth-Thabari, Ibn Xherir, Jami' el-Bejan 'an Ta'wil Ayi el-Kur'an, dalam CD Maktabah Syamilah.
Sumbullah, Umi, Islam Radikal dan Pluralisme Keagamaan: Kajian Konstruksi Sosial Aktivis Hizbut Tahrir dan Majlis Mujahidin di Malang Kaitannya dengan Agama Kristen dan Yudaisme, (Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Indonesia, 2010). Syamsuddin, Sahiron Metodologi Penelitian Living Qur'an dan Hadits, (Yogyakarta: TH-Press, 2007) Tim Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Beragama, Model Pengembangan Keserasian Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Perkotaan Melalui Pendekatan Religius: Penelitian Emansipatoris Merumuskan Model Pembangunan Sosial Harmoni Berwawasan Keagamaan dalam Kehidupan Masyarakat Perkotaan di Kabupaten Jember, (Jakarta: Badan Penelitian dan Diklat Kementerian Agama RI, 2006. Tim Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Beragama, Model Pengembangan Kerukunan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Perkotaan Melalui Pendekatan Keagamaan: Penelitian Emansipatoris Merumuskan Model Pengembangan Kerukunan Sosial Berwawasan Keagamaan dalam Kehidupan Masyarakat Perkotaan di Kabupaten Jember, (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia, 2006).
Saran