TAFSIR TARBAWI : HAKEKAT ILMU DALAM AL- QUR’AN
Dosen Mata Kuliah:
Dr. Abdul Hamid. Lc.M.Kom.I
Di susun oleh:
Anisa Putri Nabilah (3120180072)
Ghina Maftuha (3120180079)
Syafa kamilah (3120180081)
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga kami dapat menulis makalah ini.
Sholawat serta salam kita panjatkan ke hadirat Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Islam serta membimbing umatnya dari zaman kegelapan menuju jalan yang terang.
Tugas makalah ini menjelaskan tentang “Hakekat Ilmu Dalam Al-qur’an”. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua yang membacanya.
Kami menyadari bahwa kami masih banyak kekurangan dalam menulis makalah ini, dengan senang hati kami menerima setiap saran dan kritik yang dapat membangun dari pihak-pihak lain untuk menyempurnakan makalah yang kami susun ini.
Dengan kata penghantar ini, semoga dengan usaha kami ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang luas. Kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG...1
B. RUMUSAN MASALAH...1
C. TUJUAN...1
BAB II PEMBAHASAN A. HAKEKAT ILMU DALAM AL-QURAN...2
B. TAFSIR SURAT AL-MUJADALAH AYAT 11...2
C. TAFSIR SURAT THAHA AYAT 114...3
D. TAFSIR SURAT AN-NAML AYAT 15...4
E. TAFSIR SURAT AL-QASHASH AYAT 14...5
BAB III PENUTUP KESIMPULAN...6
DAFTAR PUSAKA...7
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Ketika manusia terlahir kedunia, ia mengetahui segala sesuatu ,dan yang dilakukan oleh seorang guru hanyalah mengingatkan (to remember). Manusia menjadi lupa akan ilmu tersebut ketika berpindah dari alam spiritual kea lam material. Al –Qur’an mengatakan bahwa sebelun dilahirkan kita tidak mengetahuai sesuatupun “dan Allah mengeluarkan kamu dari dalam perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia member kamu pendengaran, penglihatan dan hati , agar kamu bersyukur,” (Q.s An-nahl [16]:78)
Ilmu dapat meningkatkan keimanan seseorang , karena selain membuktikan kebenaran Al- qur’an terhadap pengetahuan ilmiah juga dapat menjadikan karakter seseorang yang berpribadian mulia, sehingga dapat memperoleh kemaslahatan baik didunia maupun diakhirat . namun penggunaan ilmu yang tidak berdasarkan Al-qur’an hanyalah akan mendapatkan kehampaan bahkan kesesatan yang berbahaya baik didunia maupun diakhirat.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian ilmu dalam Al-quran?
2. Bagaimana tafsir ayat ke 11 surat Al-mujadalah?
3. Bagaimana tafsir ayat ke 114 surat Thaha?
4. Bagaimana tafsir ayat ke 15 surat An-naml?
5. Bagaimana tafsir ayat ke 14 surat Al-Qashash?
C. TUJUAN
1. Untuk mengtahui pengertian ilmu dalam Al-quran.
2. Untuk mengtahui tafsir ayat ke 11 surat Al-mujadalah.
3. Untuk mengtahui tafsir ayat ke 114 surat Thaha.
4. Untuk mengtahui tafsir ayat ke 15 surat An-naml.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu
al-Ilmu dalam bahasa arab berasal dari bentuk kata masdar yang bermakna al-fahmu, al-ma’rifah, al-idrak, dan al-yakin. Secara terminologi ada tiga pengertian yang dikemukakan oleh para ulama. Pertama, ilmu adalah suatu keyakinan terhadap sesuatu.
Kedua, yaitu ilmu pengetahuan tentang Allah dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya seperti sifat-sifatnya, mengetahui apa-apa yang dihalalkan dan yang diharamkannya. Ketiga, yaitu pengetahuan tentang terungkapnya segalah sesuatu yang tersembunyi. Menurut ahli tadwin, ilmu merupakan kumpulan dari beberapa masalah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, ilmu Hadis dan periwayatannya. Ada juga yang mendefinisikan al-ilmu sebagai al-idrak (penemuan), al- fan (profesi atau keahlian). Sementara menurut al-Utsaimin, ilmu adalah pengetahuan terhadap sesuatu dengan pasti dan yakin.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah keseluruhan sistem pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu dan sistematis, bisa dilihat, dirasakan, dan diuji kebenarannya. 1
Ilmu didalam al quran memiliki kedudukan yang tinggi dan penting, karena untuk memahami al quran itu sendiri juga dibutuhkan ilmu. Orang yang berilmu didalam al quran menempati kedudukan yang sangat mulia, karena Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu, dan juga diperkuat dalam perkataan Rasulullah, bahwa orang yang berilmu merupakan warisan para nabi. Ayat ayat al quran yang menjelaskan tentang hakikat ilmu itu sendiri ada banyak, seperti QS Al Mujadalah:11, QS Thaha:114, QS An Naml:15 dan QS al Qashash:14.
B. Tafsir Surah al-mujadalah ayat 11
۟اوُزُشنٱ َليِق اَذِإَو ۖ ْمُكَل ُ للٱ ِحَسْفَي ۟اوُحَسْفٱَف ِسِل َٰجَمْلٱ ىِف ۟اوُحلسَفَت ْمُكَل َليِق اَذِإ ۟آوُنَماَء َنيِذللٱ اَُهّيَأَٰٓي
ٌريِبَخ َنوُلَمْعَت اَمِب ُ للٱَو ۚ ٍت َٰجَرَد َمْلِعْلٱ ۟اوُتوُأ َنيِذللٱَو ْمُكنِم ۟اوُنَماَء َنيِذللٱ ُ للٱ ِعَفْرَي ۟اوُزُشنٱَف
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al- Mujadalah (58); 11)
Tafsir Pada rangkaian ayat,
ٍت َٰجَرَد َمْلِعْلٱ ۟اوُتوُأ َنيِذّلٱَو ْمُكنِم ۟اوُنَماَء َنيِذّلٱ ُ ّلٱ ِعَفْرَي ۟او
Allahakan mengangkat orang-orang yang beriman dan di antara kamu dan orang-orang yang diberikan ilmu (pengetahuan) beberapa derajat. Imam al-Baidlawi dalam tafsirnya menyatakan bahwa Allah Swt akan mengangkat di antara mereka khususnya para ulama (ilmuan) karena apa yang telah mereka kumpulkan dari ilmu dan amalnya2. Abu Zaid Abdurrahman bin Muhammad dalam tafsirnya, al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir al-Qur’an, dalam menafsirkan kalimat ini menyatakan, bahwa mayoritas ulama menyatakan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah bahwa Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan alim beberapa derajat. Sebagian yang lain menyatakan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat secara bersamaan3.Ayat di atas memberikan spirit bagi umat Islam untuk semakin tekun dalam menuntut ilmu. Ilmu yang mereka miliki akan menjadikan mereka lebih utama dibanding yang lain. Ilmu yang dimaksudkan di sini tidak sebatas ilmu agama, namun berlaku untuk semua jenis ilmu.
C. Tafsir Surat Thaha 114
ا ٗمۡلِع يِن ۡدِز ّبّر لُقَو ۖۥُهُي ۡحَو َكۡيَلِإ ٰٓىَضۡقُي نَأ ِلۡبَق نِم ِناَء ۡرُقۡلٱِب ۡلَج ۡعَت َلَو ّۗقَحۡلٱ ُكِلَمۡلٱ ُ ّلٱ ىَلَٰعَتَف ١١٤
Artinya: “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”
Tafsir Ibnu Katsir
Allah berfirman, “Janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, hai Muhammad”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW. Jika menerima wahyu mengalami kesukaran, menggerakkan lidahnya untuk mengikuti Jibril membacakan ayat-ayat yang dibawanya, maka oleh Allah diberi petunjuk agar jangan tergesa-gesa membacanya sebelum Jibril
2 Baidhawi, (1991) Tafsîr al-Baidhawi. Istanbul Turki: al-Maktabah al-Haqîqah. hal. 277
selesai membacakannya, agar Nabi Muhammad SAW. Menghafal dan memahami betul- betul ayat yang diturunkan.4 Selanjutnya Allah swt berfirman :
ٗمۡلِع يِن ۡدِز ّبلر لُُُُقَو (dan katakanlah: (“Ya Tuhanku, tambahklanlah kepadaku ilmu pengetahuan”) tafsiran tersebut tentang Al-Quran, sehingga setiap kali diturunkan kepada-Nya Al-Quran, makin bertambahkah ilmu pengetahuannya.5
Penjelasan tafsiran diatas bahwa Proses belajar memerlukan usaha yang keras untuk memahami suatu ilmu melalui pendengaran, penglihatan, pengamatan, penulisan, perenungan, dan bacaan. Semua proses tersebut harus diulang-ulang agar ilmu juga cinta terhadap kita, jangan tergesa-gesa pindah dari satu bab ke bab lain sebelum kita memahaminya. Doa meminta ditambahkan ilmu perlu senantiasa diucapkan, dimohonkan kepada Allah agar ilmu itu ditambah-Nya, sebab dialah sumber segala ilmu. Dalam mencari ilmu dianjurkan untuk sabar dan tidak tergesa-gesa agar kita bisa belajar secara maksimal. Dan juga Dengan mempelajari al-Quran dan alam niscaya manusia akan mendapatkan ilmu, ketenangan serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
D. Tafsir surat An-Naml ayat 15
نيِنِم ْؤُمْلا ِهِداَبِع ْنِم ٍريِثَك ٰىَلَع اَنَلّضَف يِذّلا ِ ّ ِل ُدْمَحْلا َلاَقَو ۖ اًمْلِع َناَمْيَلُسَو َدوُواَد اَنْيَتآ ْدَقَلَو
َ
“Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman". (Q.S An-naml : 15)
Penjelasan Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud dan putranya, Sulaiman As.
Sebagian besar ilmu. Kami ajarkan kepada Daud pembuatan baju besi dan pakaian perang, sementara kepada Sulaiman Kami ajarkan bahasa burung dan binatang melata, tasbih gunung, dan lain-lain yang belum pernah Kami berikan kepada seorang pun sebelum mereka. Kemudian mereka bersyukur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan kepada mereka, dan berkata,
“Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami – dengan kenabian, al-Kitab, serta penundukkan setan dan jin yang diberikan kepada kami atas kebanyakan orang-orang mukmin 4 H. Salim Bahreisy dan H. Said Bahreisy, (1990). Tafsir Ibnu Katsier Jilid 5. Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset.
diantara para hamba-Nya yang belum diberi seperti apa yang diberikan kepada kami.” Ayat ini menunjuk kepada keutamaan ilmu dan kemuliaan pemiliknya. Hal ini tampak, bahwa Daud dan Sulaiman mensyukurinya dan menjadikannya asas keutamaan tanpa memandang sedikit pun kepada yang lainnya, berupa kerajaan besar yang diberikan kepada mereka.6
E. Tafsir surat Al-Qashash ayat 14
َن ۡيِنِس ۡحُمۡلا ىِز ۡجَن َكِل ٰذَكَو ؕ اًمۡلِعّو اًم ۡكُح ُهٰنۡيَتٰا ىٰٓوَت ۡساَو ٗهّدُشَا َغَلَب اّمَلَو
“Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Qashash : 14)
Tafsir al-Jalalain
(Dan setelah Musa cukup umur) telah mencapai umur tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun (dan sempurna akalnya) yaitu telah mencapai umur empat puluh tahun (Kami berikan kepadanya hikmah) yakni kebijaksanaan (dan ilmu) yaitu pengetahuan tentang agama sebelum ia diutus menjadi Nabi. (Dan demikianlah) Kami memberikan balasan kepada Musa (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) untuk diri mereka sendiri.7
6 Mahasiswa Santri, “Hakikat Ilmu dalam Al-quran”, diakses dari
https://ajazelmazry.blogspot.com/2018/09/hakikat-ilmu-dalam-al-quran-makalah.html, pada tanggal 30 november pukul 14.00.
KESIMPULAN
ilmu adalah keseluruhan sistem pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu dan sistematis, bisa dilihat, dirasakan, dan diuji kebenarannya. Ilmu didalam al quran memiliki kedudukan yang tinggi dan penting, karena untuk memahami al quran itu sendiri juga dibutuhkan ilmu. Orang yang berilmu didalam al quran menempati kedudukan yang sangat mulia, karena Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu , seperti yang dijelaskan dalam QS Al Mujadalah:11,dan dalam QS Thaha:114 menjelaskan Dalam mencari ilmu dianjurkan untuk sabar dan tidak tergesa-gesa agar kita bisa belajar secara maksimal. QS An Naml:15 menjelaskan keutamaan ilmu dan kemuliaan pemiliknya. Hal ini tampak, bahwa Daud dan Sulaiman mensyukurinya dan menjadikannya asas keutamaan tanpa memandang sedikit pun kepada yang lainnya, berupa kerajaan besar yang diberikan kepada mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Hamid, A. (2016). Pengantar Studi Al-Qur’an. Jakarta: Kencana.
Baidhawi,. (1991) Tafsîr al-Baidhawi. Istanbul Turki: al-Maktabah al-Haqîqah.
Rahman , Abdur. Al-Hisan fi Tafsīr Al-Qur’an, Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah. hal. 58 Bahreisy, salim dan Bahreisy, said. (1990). Tafsir Ibnu Katsier Jilid 5. Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset.
Al-Mahalli, jalaluddin I dan As-Suyuti, Jalaluddin I. (2010). Terjemahan Tafsir Jalalain.
Bandung: Sinar Baru Algensindo.
https://ajazelmazry.blogspot.com/2018/09/hakikat-ilmu-dalam-al-quran-makalah.html http://khalifahcenter.com/q28.14