• Tidak ada hasil yang ditemukan

tamfcaft tfMi binl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tamfcaft tfMi binl"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEN ER A PA N A L O G R IT M A L IP A T PADA ST E G A N O G R A FI YANG M EM A N FA A TK A N RM S ( R E C O R D M A N A G E M E N T S Y S T E M ) DI J2M E

H ero W intolo, N u rcah y ani Dewi R etnow ati, P rasty o F en d riy an to Teknik InformatikaSTTA Yogyakarta

informatika@stta. ac. id

A B S T R A C T

The continued development o f technology driven by the growing digital media facilities. A digital device in particular should p a y attention to the level o f security.

Ease o f sending messages in both text and image becomes very easy. However, one thing is important in the information, which can be perform ed using encryption steganography.In this thesis, steganography implemented by utilizing the mobile phone messaging facilities.

The process o f insertion into the text is converted into a binary image first, then take the fin a l bit o f the binary to insert text to be inserted. After the insertion process, the message to be sent by using the provider as the link destination address.The process o f sending a message that has been tested on several telecommunication provider in Indonesia indicates the existence o f different delivery success rate, but the message until it can not be opened unless the application has been made.

Keywords: Steganography, mobile phone, message, provider, pictures.

1. PEN DA HU LUA N

Perkembangan teknologi, telepon seluler sekarang memungkinkan telepon tidak hanya melakukan panggilan telepon maupun melakukan pesan singkat atau Short Messages Service (SM S). Hal ini disebabkan bertambahnya fitur-fitur pendukung dalam sebuah telepon seluler yang harus dilakukan oleh produsen telepon seluler. Fitur-fitur M ultim edia M essage Service (MMS), Instant M essaging atau chatting serta push-em ail yang

memungkinkan untuk mengirim atau m enerima email selayaknya SMS. Dari berbagai fitur yang di berikan oleh setiap produsen telepon seluler tentunya keamanan atau kerahasian data menjadi sebuah hal pokok yang menjadi pertimbangan sebuah konsumen untuk menggunakannya dalam hal yang sifatnya pribadi atau rahasia. pesan menggunakan SMS dan MMS mempunyai format yang mudah di mengerti oleh pengguna handphone karena tidak ada pengamanan tertentu didalamnya, sehingga sangat berbahaya bila dalam SMS atau MMS tersebut berisi pesan yang bersifat rahasia dan perlu dibuat menjadi lebih aman dengan Steganografi.

Steganografi membutuhkan processor dan memori yang sangat cepat agar dapat menangani proses perhitungan yang rumit, sedangkan telepon seluler pada umumnya tidak memiliki processor maupun memori yang cepat layaknya Personal Computer (PC) m aupun smartphone, sehingga proses steganografi menggunakan metode Least Significant B it (LSB). Hasil dari proses disimpan di Record M anagem ent System (RMS).

(2)

RMS pada Java to M icro Edition (J2ME) merupakan suatu mekanisme yang digunakan oleh M obile Information Device Profile (MIDP) untuk menyimpan data, pada dasarnya RMS menyimpan kumpulan kumpulan record pada memori persistance, memori persistance adalah suatu bentuk penyimpanan non-volatile dalam sebuah aplikasi Midlet, untuk menyimpan data tersebut diperlukan sebuah class RecordStore, class ini digunakan untuk membuka suatu ruang penyimpan (Anonim , 2010, Pengertian J2ME dan Arsitektur, scribd.com).

Sistem merupakan hal yang wajib di ketahui dalam pembuatan sebuah aplikasi, sistem yang bagus berawal dari algoritma yang digunakan. Algoritma ju ga akan menentukan kecepatan sistem karena algoritma merupakan suatu perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma lipat adalah algoritma yang dipakai dalam applikasi ini.

2. LANDASAN T E O R I 2.1 C itra

Citra atau gambar ditinjau dari sudut pandang matematis merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra (Munir, 2004, Steganografi dan Watermarking). Citra Digital adalah hasil digitalisasi citra kontinu agar dapat diolah pada komputer, salah satu cara digitalisasi citra kontinu adalah dengan menggunakan metode sampling, yaitu dengan mengambil nilai diskrit koordinat ruang (x,y) dari citra

kontinu tersebut. Citra digital tersusun atas sejumlah elemen yang disebut dengan piksel.

Piksel merupakan kependekan dari picture element, piksel adalah representasi suatu titik terkecil dalam citra digital, tiap piksel mempunyai nilai yang menunjukkan intensitas cahaya pada suatu citra digital.

Piksel jug a dapat digunakan sebagai satuan ukuran gambar, misalnya suatu gambar dengan ukuran 1024 x 800 piksel berarti gambar tersebut tersusun atas 1024 baris dan 800 kolom. Citra digital disimpan dalam media penyimpanan dengan menyimpan piksel penyusunnya, oleh karena itu semakin besar piksel suatu gambar m aka akan semakin besar memori yang diperlukan.

Citra Digital ju ga dibedakan menjadi citra berwarna dan citra hitam putih atau citra grayscale. Citra hitam putih juga disebut dengan citra satu kanal karena warnanya hanya ditentukan oleh satu fungsi intensitas saja.

Citra berwarna ju g a dikenal dengan nama citra spectral karena warna pada citra berwarna disusun oleh 3 komponen warna yaitu warna merah, hijau dan biru, intensitas piksel pada citra berwarna merupakan kombinasi dari tiga intensitas keabuan dari warna merah, hijau dan biru (RGB).

Kedalaman warna dalam citra digital dinyatakan dengan bit, 1 bit citra berarti 21 = 2 warna, biasa direpresentasikan dengan warna hitam dan putih, citra 8 bit atau true color memiliki 256 warna didalamnya. Dalam kaitannya dengan steganografi, makin besar bit

(3)

citra maka akan makin besar pula data yang bisa disisipkan dalam citra tersebut.

2.2 Steganografi

Steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya 'tersembunyi/terselubung', dan graphein, 'menulis' sehingga kurang lebih artinya

"menulis (tulisan) terselubung”. Steganografi merupakan seni untuk menyembunyikan pesan di dalam pesan lainnya sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Dalam Steganografi dibutuhkan wadah penampung dan data rahasia yang akan ditampilkan, steganografi digital menggunakan m edia digital sebagai wadah penampung, misalnya audio, teks dan video.

Beberapa metode yang digunakan dalam steganografi digital yaitu Least Significant Bit Insertion (LSB), Algorithms and Transformation, Redundant Pattern Encoding, Spread Spectrum method dan End O f File. Metode-metode tersebut digunakan dalam steganografi dengan m edia dan fungsi yang berbeda-beda untuk memaksimalkan pengamanan suatu data (informasi) agar menjadi rahasia (Munir, 2004, Steganografi dan Watermarking).

2 .3 L east Significant B it (LSB)

Bagian dari barisan data biner (basis dua) yang mempunyai nilai paling tidak berarti/paling kecil. Letaknya adalah paling kanan dari barisan bit. Sedangkan most significant bit adalah sebaliknya, yaitu angka

yang paling berarti/paling besar dan letaknya disebelah paling kiri (Tjong, Andreas, Steganografi : LSB).

Pada citra digital terdapat beberapa jenis penamaan berdasarkan pewarnaan dari citra digital tersebut, seperti grayscale atau citra yang memiliki warna hitam dan putih m aupun RGB dan CYMK. Pada citra RGB bitmap 24 bit berarti dalam tiap piksel citra tersebut tersusun atas 8 bit Red, 8 bit Green dan 8 bit Blue dimana masing-masing elemen red, green dan blue mempunyai nilai dari 0 sampai 255 atau dilambangkan dengan 00000000 sampai 11111111 dalam bilangan biner.

Prinsip dari metode LSB adalah dengan menyisipkan bit yang merupakan representasi dari informasi yang kemudian disembunyikan dalam bit yang paling kurang berarti atau pada bit terendah citra yang biasanya berada pada 4 bit terakhir, karena disisipkan pada bit terendah maka perbedaan citra sebelum dan sesudah disisipi bit tidak terlihat secara jelas atau mencolok.

Tahap pertama dalam metode LSB adalah mengubah data teks menjadi bilangan biner. Dimisalkan untuk menyisipkan huruf

“p “ ke dalam sebuah gambar grayscale, jik a direpresentasikan ke dalam bilangan biner, m aka huruf “p “ menjadi seperti yang ditampilkan dalam gambar 1.Contoh, akan disisipkan huruf P kedalam data berwarna hitam.

(4)

r

Code Biner :01110000

J

Penyisipan

(oooooooo oooooooo oooooooo) ->pikselpertama(R,G,B) (oooooooo oooooooo oooooooo) - > piksel kedua(R,G,B) (oooooooooooooooo oooooooo) -> piksel ketiga(R, G ,B)

Hasil

( >

(oooooooo oooooooi oooooooi) ->pikselpertama(R,G,E) (oooooooi oooooooo oooooooo) -> piksel kedua(R,G,B) (oooooooooooooooo oooooooo) ->pikselketiga(R. G ,B)

V J

G a m b a r 1 Penyisipan h u ru f “p ” ke dalam g a m b a r 2.4 R ecord M anagem ent System (RM S)

RMS pada J2ME RM S(Record M anagement System) merupakan suatu mekanisme yang digunakan oleh MIDP untuk menyimpan data, pada dasarnya RMS menyimpan kumpulan kumpulan record pada memori persistance, memori persistance adalah suatu bentuk penyimpanan non-volatile dalam sebuah aplikasi M idlet, untuk menyimpan data tersebut diperlukan sebuah class RecordStore, class ini digunakan untuk membuka suatu ruang penyimpan (altanovela, simple-rms-pada-j2me,

altanovela.wordpres.com).

2.5 A lg o ritm aL ip at(K elip atan E m p at) Algoritma lipat (kelipatan empat) adalah algoritma yang digunakan untuk menyisipkan pesan kedalam data (gambar) kedalam bit yang paling akhir dengan menggunakan rumus ‘increment- _PANJANG_PESAN % 4 != 0 ’.

Dengan perhitungan seperti itu maka akan didapat, pesan yang akan disisipkan tidak akan dimasukan kedalam urutan ke-4. Jadi pesan dalam bentuk biner akan disisipkan kedalam pixel dengan format RGB dengan m engabaikan A (Alpha).

Gambar akan diubah menjadi bytePixel, yang bertujuan untuk mendapatkan array bit. Array bit ini merupakan suatu tempat untuk memasukan pesan yang akan disisipkan.

Oleh karena itu sebelum masuk ke proses akhir penyisipan yang menggunakan nilai dari array bit dilakukan terlebih dahulu menghitung jum lah pesan. Ini dilakukan agar dapat menggambil jum lah array bit yang akan digunakan. Setelah mendapat array bit yang dibutuhkan kemudian melakukan penyisipan dengan merubah bit teks per-karakter, dimasukan dengan rumus ‘increment- _PANJANG_PESAN % 4 != 0 ’. increment- _PANJANG_PESAN adalah bertambahnya nilai mulai dari 0 sampai panjang pesan

(5)

dengan perulangan. Dalam pertambahan 0 jadi setiap biner data akan dimasukan tersebut pesan akan dimasukan jik a increment- dengan tidak kelipatan empat.

_PANJANG_PESAN tidak menghasilkan nilai

T abel 1 Penyisipan Code B in er M en g u n ak an A lgoritm a L ip at

Sebelum Disisipkan Code Biner P Hasil Penyisipan

00000000 x 00000000

11111110 0 11111110

11111110 1 1111111

11111110 0 11111110

00000000 x 00000000

11111110 1 1111111

11111110 0 11111110

11111110 0 11111110

00000000 x 00000000

11111110 0 11111110

11111110 0 11111110

3. PE N G U JIA N DAN A N A LISIS 3.1 P enjelasan A plikasi

StegaMMS merupakan nam a dari aplikasi yang telah dibuat. StegaMMS merupakan suatu aplikasi yang membantu user untuk mengirimkan pesan yang sifatnya pribadi atau rahasia. StegaMMS dibangun dengan algoritma lipat (kelipatan empat) yang

khususnya terdapat dalam proses penyisipan pesan teks kedalam gambar yang memungkinkan kelebihan keamanan teks yang telah disisipkan dan menggunakan MMS untuk membantu pengiriman pesan gambar.

Proses dari aplikasi StegaMMS dapat dilihat pada Gambar 2.

G a m b a r 2 Proses pen g irim an pesan d a ri H P 1 dan p en erim aan pesan d a ri H P 2 MMS merupakan salah satu aplikasi

yang dikembangkan pada platform teknologi 2.5G. Tidak seperti SMS yang dikirimkan menggunakan kanal kontrol (control Chanel), M M S menggunakan GPRS dalam

pengirimannya. MMS dikirimkan secara

“store and fo r w a r d’ yang artinya MMS mula- m ula disimpan dalam M essage Centre (MMSC) baru kemudian dinotifikasikan (diberitahukan) kepada penerima. Pada MMS,

(6)

pesan MMS pada server atau MMSC akan disimpan dalam batas waktu tertentu. Dalam StegaMMS secara otomatis aplikasi akan mengunduh pesan yang telah dikirim, kemudian akan disimpan pada aplikasi menggunakan RMS.

Sebelum pengiriman pesan melalui MMS pada aplikasi StegaMMS, HP 1 akan dihadapkan pada penulisan pesan terlebih

dahulu sebelum HP 1 mengirimkan pesan ke HP 2. Berikut merupakan detail alur pengiriman dan penerimaan pesan pada gambar 3 a sampai gambar 3 c yang mengacu pada gambar 2 dengan menguraikan langkah- langkah yang harus dilakukan oleh HP 1 m aupun HP 2 dalam mengirimkan pesan m aupun memproses pesan yang diterima.

H m u tita n * 1

T t flH P « ( M

M

K o t i k M t t J k

K o t a * K o t t o r

i M U f l f

K # l u * r

M O t fUhftUR

f * #

Gambar Kotong

i n P«rbo4*Mt«n optkatl untuk *411 <Un

tamfcaft tfMi binl

A p tifc o tt In1 t i d a l b + r « t « l d a r t p + r y o tfla

G a m b a r 3a,b,c. Proses pen g irim an pesan W D I \ 4 1 2 3

» u % i I r k r m i

08)840801410 lumbar:

P 9 u n kkflm

G a m b a r 4a,b,c. Proses p en girm an pesan HP 1 akan dihadapkan pada menu

utam a sebelum mengirim pesan, yang dapat dilihat pada gambar 4.a. HP 1 memilih menu tulis pesan untuk membuat pesan baru. Pada gambar 4.b HP 1 memilih gambar untuk pesan yang akan dikirim. Dalam proses pemilihan gambar, di handphone yang khusunya

mendukung j2m e user akan diminta untuk ijin akses aplikasi pada gambar 4.c sebelum gambar dimasukkan.

Setelah gambar berhasil dimasukan, selajutnya pada gambar 4.1.d HP 1 akan m enuliskan pesan teks yang akan dikirimkan

(7)

ke HP 2. Untuk masukan teks, aplikasi telah membatasi sebanyak 255 karakter.

Teks dan gambar sudah terisi, HP 1 akan menekan tombol enkripsi dan setelah pesan disisipkan kedalam gambar maka pesan yang akan dikirimkan kepada HP 2 hanya berupa gambar. Pada gambar 4.1.e setelah gambar yang akan dikirim berhasil disisipkan pesan selanjutnya HP 1 memasukan nomor telephone HP 2.

Pada gambar 4.1.f terjadi proses pengiriman setelah HP 1 menekan tombol

kirim, proses ini akan berakhir setelah pesan benar-benar terkirim. Proses pesan ini dapat diidentifikasi manual dengan m elihat tanda huruf E (Edge) yang berarti menggunakan jalur GPRS dalam pengiriman pesan.

Pesan telah terkirim ke nomor tujuan namun sebelum terkirim kenomor tujuan pesan akan tersimpan di MMSC terlebih dahulu.

Adapun detail alur sebelum pesan itu masuk kedalam HP 2. Pada gambar 4.1.g sampai 4.1.l akan menjelaskan alur pesan yang diterima.

G a m b a r 5a,b,c. Proses p e n erim aan pesan

G a m b a r 6a,b,c. Proses p e n erim aan pesan

(8)

Gambar 5 a HP 2 mendapatkan pesan dari HP 1, hal ini dapat terlihat dari HP 2 mengunduh terlebih dahulu pesan yang dikirim, pengunduhan pesan ini dapat dilihat dari tanda E (Edge) dibagian atas handphone.

Setelah download selesai pesan akan langsung disimpan di RMS. Gambar 5b merupakan peringatan adanya pesan baru dan memberitahu letak pesan yang telah diterima.

Pesan yang telah diterima tersimpan di RMS dan ditampilkan di menu kotak masuk pada gambar 5c.

Untuk membuka pesan tekan tombol pilih maka pesan akan terbuka. Pada gambar 6a. merupakan pesan yang diterima tetapi ketika dibuka hanya terdapat gambar dan nomor pengirim saja. Untuk membuka pesan tersebut tekan tombol deskripsi dan akan seperti gambar 6b. Untuk bisa membaca pesan masukan kode yang telah disimpan ketika program aplikasi ini pertama diinstal. Jika kode yang anda masukan benar maka akan seperti gambar 6c. sehingga akan muncul pesan yang disembunyikan.

3.2 Uji Fungsi

Pengujian terhadap keamanan pesan yang disisipkan kedalam pesan berupa gambar dilakukan dengan menggunakan software Hexa Editor WinHex. Aplikasi StegaMMS itu sendiri sebetulnya dalam prosesnya tidak menyimpan gambar secara utuh dalam format jpg, maupun png namun aplikasi ini menyimpan gambar dalam bentuk byte sehingga tanpa menggunakan aplikasi ini gambar tidak dapat dibuka.

Pengujian ini dilakukan untuk menguatkan algoritma lipat dalam hal

keamanannya. Dengan mengunakan algoritma ini bahwa pesan yang telah disisipkan tidak akan mudah untuk dibaca dengan software apapun kecuali dengan algoritma lipat yang mendeskripsikan terhadap pesan yang akan dibaca. Berikut pengujian file gambar dengan menggunakan winhex. Nam a file : hitamsaja.png, dan pesan disembunyikan : STTA Yogyakarta

Dalam winhex terdapat 3 bagian yang terpenting untuk m elihat detail gambar, yaitu offset, hexadecimal, dan block. Offset digunakan untuk mengindentifikasi baris per hexadecimal. Kemudian hexadecimal adalah nilai dari hexa yang ada didalam gambar, dan yang ketiga adalah block. Block ini mempunyai fungsi menerjemahkan nilai hexadecimal kedalam teks.

Dari pengujian file yang telah dimasukan teks dengan menggunakan algoritma lipat seperti gambar 4.5, bahwa pesan secara langsung tidak dapat dibaca dengan winhex. Dilihat dibagian block tidak ada kata yang dapat diterjemahkan secara langsung.

4. K E SIM PU LA N

1. Aplikasi yang dirancang dengan metode steganografi, dapat digunakan pada handphone yang licensi-nya sesuai dengan licensi dari open source.

2. Steganografi menggunakan metode LSB dengan memanfaatkan algoritma lipat menghasilkan keberhasilan yang baik karena pesan teks yang disisipkan tidak terbaca di winhex.

3. Pengiriman pesan dengan StegaMMS mempunyai tingkat keberhasilan yang

(9)

baik dengan menggunakan provider axis, xl, dan 3 meskipun memberikan delay dalam pengiriman pesan selanjutnya.

4. Algoritma yang digunakan dapat diterapkan dalam aplikasi

Irawan, R, 2009, Multimedia Messaging Service, http://digilib.ittelkom.ac.id/, pada tanggal 19 Mei 2011

D A FTA R PU STA K A

Batara, Simon, 2008, Studi Steganografi Pada File MP3, Makalah, Teknik Informatika ITB, Bandung.

Daryamto, Budi , dkk, 2007, Pemrograman Berorientasi Objek dengan Java 2 Platform M icro Edition (J2ME), Java

Competency Center - ITB, Bandung.

Keogh, James, 2003, The Complete Reference J2ME, McGraw-Hill, California.

M ansur, Ahmad, 2009, Data Hiding Steganograph Pada File Image M enggunakan M etode Least Significant B it, Tugas Akhir, Teknik Informatika ITS, Surabaya.

M unir, Rinaldi, 2004, D iktat kuliah Kriptografi : Steganografi dan W atermarking, Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, Bandung.

M unir, Rinaldi, 2004, Pengolahan Citra Digital, Informatika, Bandung.

Shiralli, Mohammad, 2009, An Improved M ethod fo r Steganography on M obile Phone, Paper, Allameh Helli Pre­

University, Tehran, Iran.

Altanovela , 2009, Simple RM S, altanovela.wordpress.com/, pada tanggal 23 april 2012

Tjong, Andreas, 2008 Steganografi : LSB (Least Significant Bit), http://andreastjong.wordpress.com/, pada tanggal 14 Mei 2011

(10)

L E M B A R

H A S I L P E N I L A I A N S E J A W A T S E B I D A N G A T A U P E E R R E V I E W K A R Y A I L M I A H : J U R N A L IL M IA H

Judul K a ry a Ilm iah (A rtikel) P en e rap an A lo g ritm a L ip at P ad a S teganografi Y an g M em an faatk an R m s ( R ecord M anagem ent System ) Di J2M E

P en u lis Ju m al Ilm iah H er o W in to lo. N urcahyani D ew i R etnow ati. P rasctyo F cn d riy an to

Identitas Jurnal Ilm iah a. N a m a Jurnal : P ro ceed in g S E N A T IK (S em in ar N asional tek n o lo g i Inform asi dan K ed irg an taraan ) b. N o m o r/V o lu m e : / I

c. E disi (b u lan /tah u n ) : 3 D esem ber 2013 d. P e n erb it : S T T A Y o g y a k arta

e. url d o kum en :

h ttp s ://sen atik .itd a.ac.id /in d ex .p h p /sen atik /artic le/v icw /3 8 /P D F H asil P enilaian P eer R eview :

K o m p o n e n Y a n g D i n i l a i

N i l a i M a k s i m a i J u r n a l I l m i a h N i l a i A k h i r Y a n g

D i p e r o l e h I n t e r n a s i

o n a l B e r e p u t

asi

I n t e r n a s i o n a l

N a s i o na l T e r a k r e d i t a si

N a s i o n a 1 T i d a k T e r a k r e d i t a s i

N a s i o na l T e r i n

d e k s D O A J

J u r n a l N a s i o n a l T e r a k r e d i t a s i K e m r i s t e k d i k t i P e r i n g k a t 1

2

3

4

5

6

a. K elengkapan unsur isi buku

(10%)

1

0 , 8 b. R uang lingkup dan kedalam an

pem bahasan (30% )

3 c. K eeukupan dan kem utahiran

data/inform asi dan m etodologi (30%)

3

A , l d. K elengkapan unsur dan

kualitas penerbit (30%)

3

T o t a l = (1 0 0 % ) 10

V *

K o n t r i b u s i P e n g u s u l ( P e n u l i s K e d u a d a r i T i g a P e n u l i s )

(60%

1. Tentano kelenekanan unsur isi buku C l f | l £ J t 1 .1 l e u

K o m e n t a r P e e r R e v i e w

w u j i > . . . k v n i w / , ... ...

2. T entang ruang lingkup dan-kedalaman pembahasan '/l.l p f VW. 6 $ ^ / 1/1

< v v t

-

3. T entang keeukupan dan kem utakhiran data/inlorm asi dan mclodologi....'.’

^

^ ‘

^

^

/

c U v 1.... w i f r w l f t f t ... (C iiflW K -Q

wuhlchnn

... ... . 4 T e n ta n j K elengkapan unsur i un kualitas p e n e rr' If) ' t U t r f l ' t ...

'

OaIi M L - f c u r j i ( M U t u j

Y ogyakarta, () $ * 1 " 2 0 2 1 Review er 1

( £ u t h i r v \ i a n ,

Unit Kerja:

(11)

L E M B A R

H A S I L P E N IL A IA N S E J A W A T S E B 1 D A N G A T A U P E E R R E V I E W K A R Y A IL M IA H : J U R N A L IL M IA H

Judul K arya Ilm iah (A rtikel) P en u lis Jurnal Ilmiah Identitas Jurnal Ilm iah

Penerapan A logritm a Lipat Pada Steganografi Y an g M em anfaatkan Rms ( Record M anagem e System ) D i J2M E

H e r o YVintolo, N urcahyani D ew i R etnow ati, Prasetyo Fendriyanto

a. N am a Jurnal : P roceed in g S E N A T IK (Sem inar N asional tek n ologi lnform asi dan Kedirgantaraan)

/I b. N o m o r/V o lu m e

c. Edisi (bulan/tahun) d. Penerbit

e. url dokum en

h ttp s://sen atik .itd a.ac.id /in d ex.p h p /sen atik /article/view /38/P D F 3 D esem b er 20 1 3 ST T A Y ogyakarta

H asil Penilaian P eer Review :

K om ponen Y a n g Dinilai

Nilai M aksi m al Jurnal Ilmiah Nilai Ak hir Yang

Diperoleh Interna si

onal Bere pu t

asi

Interna sional

Nasio nal Terak redita

si

Na siona 1 Tida k Terakre

ditasi

Nasio nal Terin

deks D O AJ

Ju rn al Nasional T era k re ditasi Kem ris tek dikti P er in gk at 1

2

3

4

5

6

a. K elen g k ap an un su r isi buku (10% )

1 b. R u an g lingkup dan ked alam an

pem bahasan (30% )

3 c. K eeu k u p an dan kem utahiran

data/inform asi dan m etodologi (30% )

3

d. K elengkapan un su r dan ku alitas penerbit (30% )

3

2,S

Total = (1 00% ) 10

K ontribus i Pen gusul (Pen ulis Kedua dari Tiga Penulis)

(6 0 % x ? , ^ . - 6 )

1. T en tan g kelen g k ap an un su r isi buku .

K o m en ta r Peer R eview

2. T en tan g ruang lingkup dan kedalam an p em bahasan ...fa * * * * ...

VM 'v■ ... .

3. T en tan g keeu k u p an dan kem u tak h iran cfata/inform asi dan m etodologi ^

4. T en tan g K elengkanarj u n su r dan k ^ a litas p enerbit.. ...

...f r ? M l V ^ .... ...

Y ogyakarta, o q - U - 2021 R eview er 2

U nit K erja:

«— U iV

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Brown (2012), proses mengumpulkan dan menganalisis kumpulan big data secara sistematis dari sumber yang dapat diperoleh secara online untuk meningkatkan proses