Nusa Tenggara Timur atau NTT adalah provinsi yang terletak di bagian Timur Nusa Tenggara, Indonesia. Provinsi ini terdiri dari Pulau Timor, Flores dan Sumba serta pulau kecil lain. Karakteristik daerah ini memliki iklim yang cenderung kering dan suhu yang panas di Sebagian besar tahunnya. Kondisi ini menjadikan Provinsi NTT menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan tanaman seperti daun kelor.
Daun kelor atau Moringa Oleifera dalam nama ilmiah, adalah salah satu tanaman yang sumber nutrisinya sangat kaya dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat karena memiliki berbagai nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Daun ini juga tidak hanya kaya akan nutrisi tersebut, namun juga memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat memberikan manfaat yang signifikan.
Semua bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat. Bagian tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai obat adalah bijinya, daun, dan kulit batangnya, serta memiliki khasiat antidiabetik dan penguat sel. Pangkal tanaman kelor bisa dimanfaatkan untuk pengobatan radang luar. Suspensi dari biji dikeringkan sebagai koagulan. Beberapa khasiat tanaman ini antara lain kulit batangnya sebagai obat radang usus besar, daun kelor sebagai antianemia, daun dan batang kelor dapat dimanfaatkan untuk menurunkan hipertensi dan mengobati kencing manis atau biasa dikenal sebagai diabetes (Putra et al., 2016: 466).
Daun kelor juga digunakan sebagai pangan penanggulangan masalah kekurangan gizi pada anak dan ibu hamil serta upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Daun kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan mudah didapatkan masih sangat kurang dalam pemanfaatannya. Masyarakat pada umumnya hanya memanfaatkan daun kelor sebagai makanan yang diolah menjadi sayur bening (Rohmawati et al., 2019).
Oleh karena itu, penggunaan daun kelor sebagai bahan pangan lokal telah di dorong oleh pemerintah NTT mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ketika Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong masyarakatnya agar memanfaatkan pangan lokal, termasuk produk kelor, sebagai bahan konsumsi wajib untuk menanggulangi stunting di NTT yang dimana menjadi masalah utama di daerah ini. Salah satu cara untuk mengoptimalkan manfaat pangan daun kelor selain diolah menjadi sayur bening adalah dengan mengolahnya menjadi tepung,
yang dapat digunakan sebagai tambahan makanan atau bahan dalam produk pangan dengan gizi yang maksimal dan lebih tinggi.
Pembuatan tepung daun kelor melibatkan serangkai proses, salah satunya adalah metode pengeringan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam daun sehingga dapat diubah menjadi tepung yang tahan lama. Metode pengeringan ini memiliki 2 metode yaitu : metode pengeringan sinar matahari langsung dan metode pengeringan menggunakan alat/ rumah pengering. Umumnya masyarakat NTT menggunakan metode rumah pengering karena prosesnya dinilai lebih baik dan cepat serta suhu pengeringan bisa dikontrol yang dapat menjaga kandungan gizi pada daun kelor dibandingan dengan metode pengeringan sinar matahari yang suhunya tidak menentu.
Namun, metode pengering menggunakan alat yang dugunakan masyarakat ini masih memerlukan biaya yang terus menerus dan belum sejalan dengan prioritas Pembangunan Rendah Karbon dalam RPJMN Indonesia 2020-2024 dikarenakan rumah pengering masih menggunakan pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar fosil yang tinggi karbon sedangkan RPJMN mempunya 3 sektor utama, salah satunya yaitu Pembangunan energi yang berkelanjutan dalam rangka mewujudkan ekonomi hijau.
Ekonomi hijau adalah…..
Oleh karena itu dari latar belakang diatas kami menemukan pokok permasalahan berupa sumber energi yang digunakan. Maka karya ilmiah iniditujuka untuk menangani permasalahan yang kami temukan dalam mengembangkan rumah pengering yang pembangkit listriknya rendah karbon dalam rangka mewujudkan ekonomi hijau di NTT
Rumusan masalah
1. Bagaimana cara mengembangkan metode pengeringan daun kelor yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan menggunakan sumber energi rendah karbon di Nusa Tenggara Timur?
2. Apa dampak penggunaan metode pengeringan rendah karbon terhadap kualitas nutrisi dan keberlanjutan produksi daun kelor di Nusa Tenggara Timur?
Tujuan
1. untuk mengetahui cara mengembangkan metode pengeringan daun kelor yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan menggunakan sumber energi rendah karbon di Nusa Tenggara Timur 2. untuk mengetahui dampak penggunaan metode pengeringan rendah karbon terhadap kualitas nutrisi dan keberlanjutan produksi daun kelor di Nusa Tenggara Timur
McLellan, M. R., Kean, E. A., & Feskens, E. J. M. (2010). The use of moringa (Moringa oleifera) to meet nutritional needs in Malawi: A review. Journal of Development Effectiveness, 2(4), 503-519.
Dewi, D. P. Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fsik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar Fe. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 104.
2018.
Putra, I. W. D. P., Oka, A. A. G., Dharmayudha, & Sudimartini, L. M. Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Daun Kelor ( Moringa oleifera L ) di Bali. 5(5), 464–
473.2016.
Riansyah. A., Supriadi. A., &Nopianti. R., (2013). Pengaruh Perbedaan Suhu Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Ikan Asin Sepat Siam (Trichogaster Pectoralis) Dengan Menggunakan Oven. Jurnal, (online), VolII,No01,
(https://www.thi.fp.usri.ac.id), diakses pada 6 Oktober 2021.
Rohmawati, N., Moelyaningrum, A. D., & Witcahyo, E. (2019). Es Krim Kelor : Produk Inovasi Sebagai Upaya Pecegahan Stunting Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, 1–88.
Liwar, Roland, and Marce Inggritha Taku Bessi. "Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan."
FarmasiKoe 5.2 (2022): 13-21.
Liwar, Roland, and Marce Inggritha Taku Bessi. "Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan."
FarmasiKoe 5.2 (2022): 13-21.
Kotta, N. R., & Sitorus, A. (2020, December). Potensi Marungga atau Kelor (Moringa oleifera L.) Lokal Nusa Tenggara Timur Sebagai Komoditas Pangan Fungsional. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (No. 1, pp. 710-721).
Kaleka, M. U., Puspita, V. A., & Ngaku, M. A. (2023). PROSPEK PENGEMBANGAN KELOR GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR. Jurnal Pertanian Agros, 25(4), 4076-4084.
Budiani, D. R., Muthmainah, M., Subandono, J., Sarsono, S., & Martini, M. (2020).
Pemanfaatan tepung daun kelor (Moringa Oleifera, Lam) sebagai komponen Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) padat gizi. Jurnal Abdidas, 1(6), 789-796.
Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian
II. Tinjauan Pustaka A. Konsep Green Economy
B. Pengeringan Ramah Lingkungan
C. Panel Surya dan Sinar UV dalam Pengeringan
III. Metode Penelitian A. Desain Penelitian B. Bahan dan Alat
C. Prosedur Pengoptimalan Kualitas Tepung Daun Kelor
IV. Hasil dan Pembahasan
A. Analisis Kualitas Tepung Daun Kelor
B. Perbandingan dengan Metode Konvensional
C. Dampak Penggunaan Mesin Pengering Berbasis Panel Surya dan sinar UV
V. Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan
B. Implikasi untuk Green Economy C. Saran untuk Penelitian Selanjutnya
Pendahuluan:
- Latar Belakang - Perumusan Masalah - Tujuan Penelitian
Tinjauan Pustaka:
a) Landasan Teori dan Konsep:
- Pengeringan dengan Panel Surya
- Penggunaan Sinar UV dalam Pengolahan Tepung - Kualitas Tepung Daun Kelor
b) Pendapat Terkait:
- Dukungan Masyarakat terhadap Green Economy - Peran Mesin Pengering Ramah Lingkungan
c) Pemecahan Masalah yang Pernah Dilakukan:
- Studi Kasus Mesin Pengering Berbasis Panel Surya - Implementasi Sinar UV dalam Pengolahan Pangan - Penelitian terkait Pengoptimalan Kualitas Tepung
Kesimpulan:
- Implikasi Hasil Penelitian
- Rekomendasi untuk Pengembangan Selanjutnya - Kontribusi terhadap Green Economy
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Inverter DC to AC. http://kampungelektrik.com/Inverter-DCto-AC/. 20 April 2014
Ariani Novia. (2022). Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanolik Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Spektrofotometri UV-Vis Budiani, D. R., Muthmainah, M., Subandono, J., Sarsono, S., & Martini, M. (2020).
Pemanfaatan tepung daun kelor (Moringa Oleifera, Lam) sebagai komponen Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) padat gizi. Jurnal Abdidas, 1(6), 789-796.
Dewi, D. P. Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fsik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar Fe. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 104. 2018.
Ekadewi A. Handoyo, Philip Kristanto, Suryanty Alwi, Disain dan Pengujian Sistem Pengering Ikan Bertenaga Surya, JurusanTeknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,Universitas Kristen Petra, 2006
Green MA., Emery K, King DL, Hisikawa Y, Warta W, 2006. Solar Cell Efficiency Tables (Version 27), Progress Photovoltaics : Research and Applications, 2006; 14:45-51 Isfardiyana, S. H., & Safitri, S. R. (2014). Pentingnya melindungi kulit dari sinar
ultraviolet dan cara melindungi kulit dengan sunblock buatan sendiri. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 3(2), 126–133
Kaleka, M. U., Puspita, V. A., & Ngaku, M. A. (2023). PROSPEK PENGEMBANGAN KELOR GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR. Jurnal Pertanian Agros, 25(4), 4076-4084.
Kotta, N. R., & Sitorus, A. (2020, December). Potensi Marungga atau Kelor (Moringa oleifera L.) Lokal Nusa Tenggara Timur Sebagai Komoditas Pangan Fungsional. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (No. 1, pp. 710-721).
Liwar, Roland, and Marce Inggritha Taku Bessi. "Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan." FarmasiKoe 5.2 (2022): 13-21.
Mukkun Yusak. (2020). Pembuatan Alat Pengering Ikan Ramah Lingkungan Dengan Menggunakan Integrasi Panel Surya Dan Sinar Matahari Langsung
Puspita Ikfa . (2021). Efektivitas Variasi Lama Paparan Sinar Ultraviolet - C Terhadap Penurunan Total Kuman Pada Alat Makan Di Pantry Pt. X
Putra, I. W. D. P., Oka, A. A. G., Dharmayudha, & Sudimartini, L. M. Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Daun Kelor ( Moringa oleifera L ) di Bali. 5(5), 464–473.2016.
Ramadhan Jihad Akbar. (2023). Ancang Bangun Mesin Pengering Kunyit Hybrid Menggunakan Pemanas Kolektor Surya Dan Heater Listrik Panel Surya
Riansyah. A., Supriadi. A., &Nopianti. R., (2013). Pengaruh Perbedaan Suhu Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Ikan Asin Sepat Siam (Trichogaster Pectoralis) Dengan Menggunakan Oven. Jurnal, (online), VolII,No01, (https://www.thi.fp.usri.ac.id), diakses pada 15 Juni 2024.
Rohmawati, N., Moelyaningrum, A. D., & Witcahyo, E. (2019). Es Krim Kelor : Produk Inovasi Sebagai Upaya Pecegahan Stunting Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, 1–88.