TEKNIK LITERATUR REVIEW UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEPTUAL FRAMEWORK PENELITIAN BERKUALITAS
Tri Hanifawati, M.Sc.
Semua tahapan membutuhkan proses review literatur
secara hati-hati dan mendalam
Tahapan Merumuskan Kerangka Konseptual
Menentukan topik penelitian, key concept, dan Research Questions (RQs) 1. Menentukan target luaran penelitian
2. Mapping literatur: teori dan concepts
3. Memilih teori dan konsep yang sesuai dengan RQs 4. Menentukan kebaruan/novelty
5. Memetakan variabel, mengembangkan hubungan 6. Menganalisa kembali dan memperbaiki framework 7. Merumuskan hipotesis
8.
Tahap 1: Menentukan Key Concept &
General Research Questions (RQs)
Concept mediators (Z)
Dasar untuk merancang kerangka konseptual penelitian adalah key concept & teori.
Concept Triggers (X) Concept Outcomes (Y)
Determinants, motives (human behavior), antecedents, causes
Outcomes, consequences, effects
Contoh RQs, dimana Z sebagai key concept
Apa faktor-faktor yang mempengaruhi Z? (fokus pada triggers dari konsep Z) 1.
Apa dampak dari Z? (fokus pada outcome dari concept Z) 2.
Apa faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara Z dan Y? (focus pada triggers dan/atau outcomes yang lebih kompleks)
3.
Key concept
Abstract Introduction
Informasi penting dalam artikel (tipe research paper) - related conceptual framework
Literatur Review &
(Theoretical Framework Methods
Results Discussion Conclusion
informasi umum penelitian
konsep kunci, gaps/RQs/ROs, gambaran umum teori (tidak semua paper menjelaskan teori)
teori, konsep related theory (tidak semua paper ada section teori)
menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan
(sampling, data collection, data analisis, pengukuran) temuan-temuan utama related concept
signifikansi & implikasi dari temuan-temuan utama, study contribution
limitation, future research posibilities
Fokus review
tahap 1: Mapping teori dan konsep related theory
Fokus review tahap 2:
memperkuat
evidence yang
mendukung
conceptual
framework
Cari dan baca artikel2 yang relevan dengan key
concept
Teori adalah landasan berfikir utama untuk mengembangkan konseptual framework. Ciri teori:
menjelaskan suatu fenomena atau gejala secara umum, menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara dua konsep atau lebih secara logis dan sistematis.
Fokus section:
Theoretical Framework
Mapping teori-teori dan konsep-konsep related theory yang ditemukan
Tahap 2 Mapping Literatur
Fokus Teori dan Memilih Konsep Related Theory
Perdalam teori yang relevan dengan RQs.
Adakah gap teori yang bisa diisi?
Pilih satu atau lebih teori yang relevan untuk
menjawab RQs Petakan konsep, lalu
kembangkan konsep berdasarkan gap yang
akan diisi
Tips efisien menemukan teori:
Mapping teori lebih mudah ditelusuri dari artikel-artikel yang mengusulkan konseptual of key concept. Petakan nama-nama author yang mengusulkan key concept, telusuri artikelnya dan analisa: perspektif teori yang digunakan, konsep penting yang diusulkan.
Mapping teori juga dapat ditelusuri dan dikembangkan dari jenis artikel SLR dan bibliometrik.
perspektif teori dijelaskan di bagian introduction secara general
teori disajikan dalam section khusus tetapi hanya menjelaskan gambaran umum
contoh artikel yang menyajikan theoretical framework dalam section khusus
Author Teori Substansi teori Key Konsep Konsep related theory (konstruk/variabel)
Osei-Frimpong, et, al. (2022)
Uses and Gratification Theory (UGT), Social Cognitive Theory
(SCT)
UGT: motif penggunaan
media (consumer centered), SCT: motif penggunaan
media oleh tiga faktor
(individu, lingkungan, sosial)
Brand
engagement Motives
UGT: escapism and perceived enjoyment, perceived information quality
SCT: Compatibility with Lifestyle, Other- Efficacy (environmental and social factors)
Contoh 1. Mapping teori dan konsep dari tiap artikel
Tips:
Section penting dalam artikel: introduction atau theoretical framework dan literatur review
Gunakan teknik membaca scanning, yakni teknik membaca cepat untuk menemukan ide yang dicari
Substansi teori diperdalam dari sumber rujukan primer (lihat contoh 2)
Teori Menjelaskan tentang Konsep penting dalam teori
Uses and Gratification Theory
Motivasi penggunaan media untuk memenuhi kebutuhan personal (consumer centered) dan
dampak penggunaan media
motif kegunaan (e.g. information) dan gratifikasi (e.g.
hedonik, social network), outcome terpenting: intensi penggunaan
Relationship Marketing Theory
Trust-commitment merupakan kunci hubungan jangka panjang, juga adanya faktor lain untuk
membangun hubungan yang sukses.
konsep terpenting: trust-commitment,
motivasi relasional benefit & cost benefit, quality relationship leads to loyalitas
Social Exchange Theory
Pelanggan terlibat dengan perusahaan/merek berdasarkan persepsi konsumen tentang manfaat
dan biaya
Benefit, cost, outcome terpenting: loyalitas
Social Cognitive Theory Human behavior didorong oleh tiga faktor: individu,
lingkungan, sosial. motif individu, motif lingkungan, motif sosial
Contoh 2. Mapping teori untuk key concept behavioral engagement
setelah mapping teori dirasa cukup, pilih satu atau lebih teori yang paling relevan untuk menjawab RQs (dasar pemilihan teori dijelaskan) perdalam teori dari sumber referensi primer: konsep-konsep penting dan arah kausalitasnya
sumber rujukan primer teori dapat ditelusuri dari artikel yang digunakan untuk mapping teori.
untuk memperdalam teori gunakan teknik membaca skimming (merangkum inti sari dari tiap artikel)
jika tahap ini sudah selesai, lanjutkan dengan mapping konsep dari teori-teori yang dipilih.
Brand
engagement
Contoh Kerangka Konseptual
Motif informasi
Motif sosial
Motif Hedonik
Intensi pembelian
Perspektif: Uses and Gratification Theory
Namun, apakah ini sesuai untuk menjawab RQs?
Mapping dan Mengembangkan Konsep
Ciri konsep: memiliki definisi dan pengukuran Pilih konsep dari teori yang
relevan dengan RQs
Cari referensi yang relevan dan simpan referensi dalam satu folder
di Mendeley
Baca satu per satu: fokus section LR/conceptual framework, results &
discussion, petakan konstruk sesuai teori
analisa: hubungan kausalitas, kebaruan yang dikembangkan, adakah situasi/konteks/hal menarik khusus lainnya untuk
konsep yang diusulkan? cermati definisi dan/atau
pengukurannya, adakah kesamaan? Adakah gap yang bisa diisi? Catat/sarikan untuk dijadikan bahan argumen dalam
proposal.
Pilih konsep yang paling relevan untuk konteks penelitian kita. Gap apa
yang akan diisi?
Lanjutkan review untuk konsep lainnya dengan
cara yang sama Tujuan
memetakan konsep-konsep related theory yang telah dikaji pada penelitian terdahulu memilih konsep-konsep yang relevan dengan penelitian kita
mengembangkan konsep dari teori yang spesifik berdasarkan hasil analisa gap spotting
contoh: konsep relational benefits sebagai motif engagement dari teori Relationship Marketing (menjawab RQ ttg motivasi yang mengarahkan pada loyalitas)
kumpulkan ref. yang terkait dg topik relational benefit, abaikan konteksnya, fokus pada konsep
petakan semua konstruk dari konsep relational benefits, definisi dan
pengukurannya
Confussion spotting Analisa: temuan yang bertentangan.
identifikasi hal2 yang membingungkan
dari literatur dan jelaskan dalam proposal.
Alternatif kebaruan: konsep baru
application spotting Gap ini dapat ditemukan dengan menganalisa kekurangan perspektif teori tertentu dalam bidang penelitian tertentu.
Kebaruan yang dapat diusulkan: memperluas dan melengkapi perspektif teori.
Menentukan kebaruan dari
analisa gap spotting
Neglect spotting
Analisa: area yang diabaikan, topik/konsep kurang/jarang diteliti; konsep yang masih kurang dukungan empiris
Alternatif kebaruan: usulkan konsep dan/atau konteks yang jarang diteliti, analisa aspek practical dalam bidang tertentu yang masih kurang uji
empirisnya.
Sumber: Sandberg, J., & Alvesson, M. (2011). Ways of constructing research questions: Gap-spotting or problematization? Organization, 18(1), 23–44. https://doi.org/10.1177/1350508410372151
Contoh Hasil
Mapping Konsep Relasional Benefit
(dari teori di slide 11)
Brand
engagement
Contoh Kerangka Konseptual sesuai RQs
Benefit ekonomi
Benefit X2
Motif Hedonik
Kualitas
hubungan Loyalitas
Next step:
cek kesesuaian framework dengan RQs dan gaps
petakan variabel observed/indikator konstruk, cek apakah alur berfikir dari
indikator sudah logis? jika dirasa tidak logis, perdalam lagi teori dan key concept.
Jika framework sudah oke:
petakan literatur dan review hubungan antar konsep secara mendalam untuk
merumuskan hipotesis. jika ada konsep atau hubungan antar konsep yang masih membingungkan, perdalam kembali perspektif teori yang digunakan.
sajikan argumen yang memadai untuk menjelaskan konsep dan hubungan antar konsep secara logis dan sistematis.
narasikan framework dan buatlah rumusan hipotesis.
Hubungan konsep Referensi Temuan penting
Benefit economi -> brand engagement
Author A, et.al. (2022);
Author B, et.al. (2023)
Author A, et.al. (2022):
Author B, et.al. (2023):
Brand engagement -> loyalitas
Brand engagement -> kualitas hubungan
Engagement -> qualitas hubungan -> loyalitas
Contoh Kerangka Konsep Contoh Pemetaan Literatur untuk merumuskan
Hipotesis
Poin penting review konsep: definisi konsep (section Introduction atau LR*), pengukuran konsep (section LR*/results/methods), signifikansi hubungan antar konsep, how and why, (section results and discussion).
Tools AI e.g. chatpdf dapat digunakan untuk membantu memahami isi artikel.
Gunakan konsep-konsep sebagai kata kunci untuk memperluas literatur
*telusuri referensi primernya jika author mengutip dari sumber lain
Bolehkah mengembangkan
konseptual framework yang
diusulkan oleh peneliti lain?
Thank You
Enjoy the process