TUGAS SISTEM BANGUNAN III
(UTILITAS PENCAHAYAAN ALAMI DAN BUATAN)
Anggota Kelompok :
1. I Komang Dalem Sujendra (2305521039)
2. Hasna Adiba (2305521042)
3. Ni Putu Dila Novi Arini (2305521045)
4. Dwi Alpina (2305521046)
5. Ni Made Fidel Dwiputri (2305521049) 6. Putu Anggun Ennjellina L (2305521052)
7. Verissa Williani (2305521060)
8. I Gede Satria Wibawa Putra Merta (2305521066) 9. Komang Bagus Divana Prabawa (2305521070) 10. Jonathan Aurelius Sufrapto (2305521077) 11. Pande Made Mutiara Dewi Maharani (2305521136)
UNIVERSITAS UDAYANA FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR 2024/2025
BAB 1. TEKNIK PENCAHAYAAN ALAMI SECARA PASIF.
Pencahayaan Alami Secara Pasif
Pencahayaan alami secara pasif adalah metode yang memanfaatkan cahaya matahari tanpa menggunakan sistem mekanis atau alat yang bergerak untuk mengarahkan cahaya tersebut ke dalam ruangan. Teknik ini berfokus pada desain arsitektur dan bukaan bangunan yang memungkinkan cahaya alami masuk dengan optimal. Strategi pencahayaan alami pasif meningkatkan kuantitas dan distribusi cahaya alami yang merata di seluruh bangunan dengan mengumpulkan cahaya alami dan memantulkannya ke area bangunan yang lebih gelap. Sistem jenis ini sangat bermanfaat bagi pemilik bangunan dan pengunjung. Anda akan menggunakan lebih sedikit energi untuk menjaga gedung tetap terang di siang hari. Hal ini, pada gilirannya, dapat menghemat uang dan membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dan pembaruan.
Contoh penerapan pencahayaan alami secara pasif : 1. Jendela
`
Gambar 1.1 Jendela Sumber : 99.co
Jendela merupakan bukaan vertikal pada dinding bangunan yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam ruangan. Desain jendela dapat disesuaikan untuk meningkatkan efisiensi pencahayaan alami.
2. Clerestory
Gambar 1.2 Clerestory Winchester Cathderal
Sumber : https://slidesharetrick.blogspot.com/2020/01/clerestory-art-history-definition.html
Bukaan di atas jendela utama, biasanya terletak lebih tinggi pada dinding, yang berfungsi untuk menangkap cahaya tambahan dari atas dan membantu penerangan ruang.
3. Skylight
Gambar 1.3 Skylight Sumber : www.reddit.com
Bukaan besar pada atap bangunan yang memungkinkan cahaya matahari masuk langsung ke dalam ruangan.
4. Sloped Glazing
Gambar 1.4 Sloped Glazing Sumber : https://www.mcdfrork.com
Sloped glazing adalah penggunaan kaca miring pada bagian atas bangunan yang dirancang untuk menangkap sinar matahari dengan lebih efektif, sering kali terintegrasi dengan sistem ventilasi.
5. Sawtooth Roof
Gambar 1.5 Sawtooth Roof Sumber : https://valiantexteriors.com
Atap gergaji memiliki bentuk bergerigi yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam bangunan industri besar melalui bagian vertikalnya, sehingga memberikan pencahayaan yang cukup di area tengah.
6. Lightwell
Gambar 1.6 Lightwell Sumber : Pinterest.com
Lightwell adalah bukaan sempit di atap bangunan yang dirancang untuk membawa cahaya alami dari atap hingga ke tingkat bawah bangunan, seringkali digunakan dalam bangunan bertingkat.
BAB 2. TEKNIK PENCAHAYAAN ALAMI SECARA AKTIF.
Teknik pencahayaan alami secara aktif adalah suatu pendekatan dalam desain bangunan yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan cahaya matahari sebagai sumber penerangan di dalam ruangan. Teknik pencahayaan aktif melibatkan penggunaan elemen- elemen khusus untuk menangkap, mengarahkan, dan menyebarkan cahaya matahari ke area- area yang diinginkan di dalam bangunan. Selain hemat energi, pencahayaan alami secara aktif juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni, seperti meningkatkan mood, produktivitas, dan kualitas udara dalam ruangan.
Contoh penerapan pencahayaan alami secara aktif : 1. Light Shelf
Gambar 2.1 Light Shelf Sumber : Pinterest.com
Light shelf adalah sistem penerangan alami yang menggunakan bidang pemantul (reflector) pada fasad bangunan dengan posisi pemasangan tertentu, agar dengan sudut pantul yang terjadi diperoleh cahaya matahari tak langsung (indirect sunlight) yang tidak menyilaukan, light shelf kurang disarankan untuk iklim tropis.
2. Prismatic Skylight
Gambar 2.2 Prismatic Skylight Sumber : Pinterest.com
Prismatic skylight adalah skylight yang dilengkapi rotating mirror, sehingga dapat diperoleh cahaya hasil pantulan yang lebih terang dari sekedar skylight (luminasi bertambah hingga 35%), tetapi tidak menimbulkan silau karena cahayanya menyebar (diffuse).
3. Fiber-Optic
Gambar 2.3 Fiber Optic
Sumber : https://ar.inspiredpencil.com/pictures-2023/fiber-optic-link
Fiber optic adalah sistem penerangan alami yang menggunakan serat optik sebagai alat transmisi energi cahaya dari pengumpul (collector) cahaya matahari di atap bangunan menuju lampu yang terpasang di dalam ruang/ bangunan. Serat optik terbuat dari beberapa lapisan plastik yang memiliki kerapatan massa berbeda, sehingga dengan indeks bias cahaya yang terjadi, cahaya matahari tersebut tidak dapat keluar begitu saja dari jalur transmisi.
4. Reflector
Gambar 2.4 Reflector Sumber : Pinterest.com
Reflector adalah sistem penerangan alami menggunakan pemantul agar di dalam ruang/
bangunan dapat diperoleh cahaya terang hasil pemantulan yang tidak menyilaukan.
Posisi reflector terpasang di dalam bangunan maka penambahan kuat penerangan berasal dari faktor refleksi dalam. Kondisi pemasangan reflector adalah fixed (tak dapat digerakkan).
5. Light Tube / Tubular Daylighting Device (TDD)
Gambar 2.5 Light Tube
Sumber : https://daylightspecialists.com/what-are-tubular-daylighting-devices/
Light tube adalah sistem penerangan alami yang menggunakan tabung atau pipa (diameter sekitar 20 inci) sebagai alat transmisi energi cahaya matahari dari dome di atap bangunan menuju diffuser yang terpasang di dalam bangunan. Dengan design reflector (aluminium base) yang terpasang pada tepi bawah dome dan kemampuan pantul permukaan tabung, 98% cahaya matahari masih dapat dipantulkan ke dalam ruang/ bangunan walaupun sudut jatuh sinar matahari rendah.
6. Heliostat
Gambar 2.6 Heliostat
Sumber : https://www.ise.fraunhofer.de
Heliostat adalah sistem penerangan alami yang menggunakan alat heliostat ( berupa rotating reflektor dan fix reflector agar dalam ruang/ bangunan dapat diperoleh cahaya terang hasil pemantulan yang tak menyilaukan. Heliostat dapat bergerak menyesuaikan dengan lintasan matahari karena pada sistem penerangan ini telah terpasang microprocessor di alat control system.
BAB 3. KOMPONEN PENCAHAYAAN BUATAN Komponen pencahayaan buatan meliputi :
1. Lampu pijar (incandescent lamp)
Gambar 3.1 Lampu Pijar
Sumber : https://homecare24.id/lampu-pijar/
Sifat Lampu Pijar : Ukuran filamen kecil, maka sumber cahaya dapat dianggap sebagai titik sehingga pengaturan distribusi cahaya mudah, Perlengkapan sangat sederhana dan dapat ditangani dengan sederhana pual, Biaya awal rendah, Mudah menyala, Tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban, Lumen per watt (efikasi) rendah, Umur lampu pendek (750-1000) jam makin rendah watt makin pendek umur, Untuk negara tropis panas dari lampu akan menambah beban pendinginan AC
2. Lampu pelepasan listrik bertekanan rendah (electric discharge lamp atau fluorescent lamp)
Gambar 3.2 Lampu Pelepasan Listrik bertekanan rendah Sumber : https://www.padashala.in/2020/04/lighting-effect.html
Sifat Lampu Fluorescent :
● Efikasi (Lumen per watt) tinggi
● Awet, umur lamput hingga 20.000 jam (dengan asumsi lampu menyala 3 jam setiap penyalaan). Makin sering dihidup-matikan umur makin pendek
● Bentuk lampu yang memanjang menerangi area lebih luas dengan cahaya baur
● Warna cahaya yang cenderung putih-dingin menguntungkan untuk daerah tropis lembab karena secara psikologis akan menyejukkan ruangan.
● Cahaya lampu terpengaruh frekuensi jala-jala listrik
● Memerlukan waktu saat penyalaan lebih lama dari lampu pijar
3. Lampu pelepasan listrik bertekanan tinggi (mercury vapor lamp)
Gambar 3.3 Lampu Pelepasan Listrik bertekanan tinggi Sumber : https://www.padashala.in/2020/04/lighting-effect.html
Sifat Lampu Mercury :
● Efikasi lampu HID jauh lebih tinggi dari lampu pijar dan fluorescent
● Umur lampu sangat lama
● Biaya operasional rendah Kerugiannya
● Biaya awal sangat tinggi
● Harga lampu mahal
● Membutuhkan waktu untuk bersinar penuh
4. Lampu spot light
Gambar 3.2 Lampu Spotlight
https://homecare24.id/lampu-spotlight-philips/
Lampu sorot atau dikenal sebagai spot light adalah jenis cahaya dengan intensitas yang cukup tinggi, dan arah pencahayaannya terpusat pada area tertentu dengan batasan yang jelas.
Sumber Materi : Handoko, Yeffry P. S.T., M.T. Fisika Bangunan.
Sistem pencahayaan buatan
Sistem pencahayaan dapat dikelompokkan menjadi :
• Sistem pencahayaan merata.
Sistem yang digunakan jika di seluruh tempat dalam memerlukan tingkat pencahayaan yang sama. Tingkat pencahayaan yang merata diperoleh dengan memasang armatur secara merata langsung maupun tidak langsung di seluruh langit-langit.
• Sistem pencahayaan setempat.
Sistem ini memberikan tingkat pencahayaan pada tempat yang memerlukan tingkat pencahayaan yang tinggi, diberikan cahaya yang lebih banyak dibandingkan dengan sekitarnya. Hal ini diperoleh dengan mengkonsentrasikan penempatan armatur pada langit-langit di atas tempat tersebut.
• Sistem pencahayaan gabungan
Pencahayaan gabungan didapatkan dengan menambah sistem pencahayaan setempat pada sistem pencahayaan merata, dengan armatur yang dipasang di dekat tugas visual
BAB 4. KLASIFIKASI DAN KARAKTERISITIK LAMPU.
Dibandingkan mengandalkan satu jenis pencahayaan untuk semua ruangan, cara yang disarankan untuk menghidupkan ruang adalah dengan memanfaatkan berbagai jenis pencahayaan, masing-masing akan memenuhi fungsi yang berbeda. Dengan mempertimbangkan bagaimana suatu area akan digunakan, ukuran dan gaya desainnya akan membantu menentukan jenis pencahayaan mana yang terbaik.
1. Ambient Light
Gambar 4.1 Ambient Light
https: https://vibia.com/en/ambient-task-and-accent-lighting-101/
Ambient light atau biasa disebut dengan general lighting adalah pencahayaan merata yang menerangi ruangan secara umum. sifat cahaya ambient light adalah pencahayaan yang lunak dan menyebar. Pencahayaan ini sangat penting digunakan terutama pada lorong atau tangga untuk orientasi dan visibilitas yang optimal.
Pencahayaan yang lebar baik digunakan pada dapur dan kantor yang dapat memberi cahaya yang konsisten dan jelas.
2. Task Light
Gambar 4.2 Task Light
https: https://vibia.com/en/ambient-task-and-accent-lighting-101/
Task light atau biasa disebut lampu tugas adalah pencahayaan langsung untuk memberi penerangan pada tugas atau kegiatan tertentu. Misalnya lampu baca di ruang tamu dan lampu kabinet di dapur untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan
ketelitian dan terperinci. Intens lampu ini lebih terang dari ambient light, bebas silau dan mencegah kelelahan mata.
3. Accent Light
Gambar 4.3 Accent Light
https: https://vibia.com/en/ambient-task-and-accent-lighting-101/
Accent light atau lampu aksen adalah lampu yang menyorot objek tertentu meski tidak ada kegiatan yang terbantu. Contohnya dileletakkan untuk menyorot lukisan dinding, batu alam, atau air mancur di malam hari. Lampu aksen biasanya tiga kali lebih terang dari cahaya sekitarnya yang bertujuan untuk menarik perhatian pada elemen atau fitur seperti karya seni, perabotan, atau detail arsitektur, sehingga menjadikannya sebuah titik fokus.
BAB 5. LAMPU HEMAT ENERGI.
Contoh lampu hemat energi, yaitu :
Lampu hemat energi adalah jenis lampu yang dirancang untuk menggunakan daya listrik lebih sedikit dibandingkan dengan lampu pijar tradisional, sambil tetap menghasilkan cahaya yang cukup. Lampu ini biasanya memiliki umur yang lebih panjang dan efisiensi yang lebih tinggi, sehingga membantu mengurangi biaya listrik dan dampak lingkungan.
1. Lampu Fluorescent : menggunakan gas neon & uap merkuri untuk menghasilkan cahaya. Umumnya ditemukan dalam bentuk tabung panjang dan digunakan di kantor serta ruang publik.
Gambar 5.1 Lampu Flueroscent
https: https://agengwlistrik.blogspot.com/2018/02/lampu-fluorescent.html
2. Lampu LED ini sangat efisien dan memiliki umur yang sangat panjang. LED tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, cocok untuk berbagai keperluan,
mulai dari penerangan rumah hingga lampu taman.
Gambar 5.2 Lampu LED
https: https://www.gesainstech.com/2023/02/jenis-lampu-led-kelebihan-kekurangan- harga-murah-berkualitas.html?m=1
3. Bentuk kompak dari lampu fluorescent, CFL dapat digunakan sebagai pengganti lampu pijar dirumah. Mereka menggunakan energi sekitar 75% lebih sedikit daripadalampu pijar.
Gambar 5.3 Lampu Flueroscent
https: https://www.bukalapak.com/p/elektronik/lampu-alat-penerangan/7a741-jual-lampu- philips-helix-52w-putih-day-light-lampu-cfl-spiral-tornado-52-w
4. Meskipun sedikit lebih boros energi dibandingkan dengan LED dan CFL, lampu halogen masih lebih efisien dibandingkan lampu pijar tradisional dan memberikan cahaya yang lebih terang.
Gambar 5.4 Lampu Flueroscent
https: https://architectureideas.info/2010/04/lamp-types-halogens/
BAB 6. PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN
Perencanaan pencahayaan buatan untuk Creative Hub yang mencakup amphitheatre, ruang kreatif 4 lantai, ruang pertunjukan, ruang pengelola, ruang MEP dan BOH, serta galeri exhibition indoor dan outdoor harus memperhatikan kebutuhan fungsional, estetika, serta kenyamanan visual setiap ruang. Berikut adalah perencanaan pencahayaannya:
NO NAMA RUANG TIPE LAMPU DESAIN PENCAHAYAAN
01 Amphitheatre • Spotlight: Untuk menyorot panggung.
• Floodlight: Untuk pencahayaan area tempat duduk.
• Lampu sorot panggung dapat diatur sesuai kebutuhan acara.
• Gunakan dimmer untuk mengatur intensitas cahaya.
• Pastikan pencahayaan tidak menyilaukan penonton dan fokus pada panggung.
02 Ruang Kreatif (4 Lantai)
• General Lighting:
Lampu LED
downlight untuk pencahayaan umum.
• Task Lighting: Lampu meja atau lampu gantung di area kerja.
• Accent Lighting:
Untuk menonjolkan
• Pencahayaan merata dengan lampu LED hemat energi di seluruh ruangan.
• Penggunaan
pencahayaan aksen untuk menciptakan atmosfer inspiratif.
elemen desain atau karya seni.
• Sensor cahaya otomatis untuk mengoptimalkan penggunaan energi.
03 Ruang Pertunjukan • Stage Lighting: Lampu sorot warna-warni yang bisa diatur intensitasnya.
• Mood Lighting: Lampu- lampu dengan intensitas rendah di area penonton.
Sistem pencahayaan panggung yang dapat diatur untuk perubahan warna dan intensitas.
Pencahayaan umum rendah di area penonton untuk fokus ke panggung.
Penggunaan efek pencahayaan seperti gobo untuk menambah kesan dramatis.
04 Ruang Pengelola • General Lighting:
Lampu LED panel untuk pencahayaan
menyeluruh.
• Task Lighting: Lampu meja di area kerja.
Pencahayaan merata dengan intensitas sedang.
Task lighting
ditempatkan di meja kerja untuk membantu staf.
05 Ruang MEP dan BOH • General Lighting:
Lampu TL atau LED dengan intensitas tinggi.
• Pastikan pencahayaan merata dan terang untuk
keamanan dan
produktivitas.
• Penggunaan lampu yang mudah dirawat dan hemat energi.
06 Galeri Exhibition Indoor
• Accent Lighting: Lampu sorot halus yang dapat diatur arahnya untuk fokus pada objek pameran.
• Pencahayaan fokus pada objek pameran dengan sorot yang dapat disesuaikan.
• Ambient Lighting:
Cahaya umum yang
lembut untuk
menciptakan suasana nyaman.
• Pencahayaan ambient
rendah untuk
menonjolkan karya pameran.
07 Galeri Exhibition Outdoor
• Spotlight: Untuk menyorot objek pameran luar ruangan.
• Pathway Lighting: Untuk pencahayaan jalur pejalan kaki.
• Floodlight: Untuk pencahayaan area umum.
• Gunakan lampu tahan cuaca untuk area outdoor.
• Pastikan lampu sorot tidak menyilaukan pengunjung.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional. (2001). SNI 03-2396-2001: Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan Gedung. Academia
Handoko, Yeffry P., S.T., M.T. (2016). "Desain Pencahayaan Buatan." Academia Muchlisin Riadi. (2018). "Sistem Pencahayaan Alami." Kajian Pustaka
Nova Purnama Lisa. (2016). "Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Ruang." Jurnal Arsitekno, 7, 32–40. Unimal OJS
Prasato, Satwiko. (2008). Fisika Bangunan. Unimal OJS
Suara.com. (2021). "Cara Memaksimalkan Pencahayaan Alami di Rumah." Suara
Arsitur.com. (2019). "3 Jenis Pencahayaan: Ambient, Task, dan Accent Lighting." Arsitur Arsitur.com. (2015). "Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Bangunan."Arsitur Dzcreation.com.my. (2019). "Pencahayaan Semula jadi (Natural Lighting) Dalam
Bangunan." DZ Creation
Romabangunan.id. (2023). "Pentingnya Pencahayaan Alami dalam Rumah dan Cara Meningkatkannya." Roma Bangunan
Universitas Mercu Buana. (2022). "Penggunaan Pencahayaan Alami dalam Interior Gedung Serbaguna di Pulau." Mercu Buana Publications
SIP UPGRIS. (n.d.). "PENERANGAN BUATAN (TITIK LAMPU)." SIP Upgris
Neliti.com. (n.d.). "Kajian Sistem Pencahayaan yang Mempengaruhi Kenyamanan Visual pada Galeri Selasar Sunaryo." Neliti Media