TEKNOLOGI PENGOLAHAN LEMAK & MINYAK
Siswanti, S.TP M.Sc
MODIFIKASI LEMAK
MINYAK (Part 2)
MODIFIKASI LEMAK MINYAK
FRAKSINASI HIDROGENASI
INTERESTERIFIKASI
HIDROGENASI
Definition : To treat oil with H
2and catalyst to decrease double bonds and increase saturated bonds.
Reaction Result
Saturation of double bonds Migration of double bonds Trans-fatty acid formation Advantages of Hydrogenation
Making fat suitable for manufacture of margarine,
shortening, coating fats, cooking oil and salad dressing oil.
Tujuan utama dari hidrogenasi adalah :
1. Untuk memperbaiki stabilitas oksidatif dari minyak, yaitu untuk mempertahankan aseptabilitas sebagai human food untuk periode waktu yang lama setelah proses deodorisasi dan pengemasan
2. Untuk memodifikasi sifat fisik dari minyak dan lemak alami sehingga menjadi lebih fungsional dan sesuai untuk pembuatan shortening, margarine dsb.
Hidrogenasi adalah reaksi katalitik, melibatkan penggunaan katalisator, biasanya adalah nikel.
Kecepatan reaksi adalah sebagai fungsi dari derajat ketidak jenuhan minyak
SOFT OIL HARD OIL
Ni Catalyst Hydrogen (H
2)
-CH=CH- -CH
2-CH
2-
Health effects
Unlike other dietary fats, trans fat are neither essential nor salubrious and fact the consumption of trans fats increases one’s risk of coronary heart disease (CHD) by raising level of bad LDL cholesterol and lowering level of good HDL cholesterol.
The most prevalent theory is that the human lipase enzym is specific to the cis configuration. The human lipase enzym is ineffective with trans configuration, so trans fat remains in the blood stream for a much longer period of time and is more prone to arterial deposition and subsequent plaque formation
In general, there is much less scientific consensus that eating trans fat specifically increase the risk of other chronic health problem :
-One recent study has found connections between trans fat and prostate cancer
-There is growing concern that the risk of type 2 diabetes increases with trans fat consumption
-Research indicates that trans fat may increase weight gain and abdominal fat, despite a similar calorie intake -Liver dysfunction, interfility, etc
How are TFA’s formed ?
1. Partial hydrogenation
- partial hydrogenation of vegetable oils is the most common way of introducing TFA into died
2. Subjection to excessive heat
- if fats are subjected to very high temperature during, for example refining the Cis double bonds can start to transform to trans double bonds
- this can be minimized (<1%) by using mild processing conditions
- thus, this is not a major source of TFA in the diet
• Yaitu suatu metode modifikasi lemak dan
minyak yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan penggunaannya dalam produk makanan
INTERESTERIFIKASI
• Interesterifikasi dapat digambarkan sebagai pertukaran gugusan antara dua buah ester dimana hal ini hanya dapat terjadi apabila terdapat katalis.
• Katalis yang sering digunakan untuk reaksi ini
adalah logam natrium atau kalium dalam bentuk metoksilat atau etoksilat.
• Dalam reaksi ini ion logam natrium atau kalium
akan menyebabkan terbentuknya ion enolat yang
selanjutnya diikuti dengan pertukaran gugus alkil
(Petrauskaite et. al., 1998).
Reaksi antara Trigliserida dan Gliserol dengan Katalis (Sodium Methoksida) pada Proses Interesterifikasi Kimiawi
(Tarigan, 2002)
TUJUAN INTERESTERIFIKASI
• Untuk merubah profil pelelehan lemak
keseluruhan atau titik leleh dari campuran (biasanya menurunkan)
• Untuk memperbaiki kompatibilitas dari
trigliserida yang berbeda dalam keadaan padat
• Untuk memperbaiki plastisitas dari padatan yang terbentuk dengan mengubah sifat
rekristalisasinya
• Untuk menggabungkan/mengkombinasikan sifat-
sifat dari campuran minyak
PHISICAL BLENDING
Minyak Wijen (SO) Palm Stearin (PS)
Pencampuran dengan proporsi SO:PS (%w/w)
( 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30)
Pemanasan (600C, 10 menit)
Homogenisasi (3500 rpm, 10 menit)
Fat Blend
INTERESTERIFIKASI KIMIAWI
Fat Blend
Pengeringan pada rotary evaporator (950C, 20 menit)
Pemindahan fat blend ke beaker glass Penimbangan
Pencampuran Sodium methoxide powder
0,5% (b/b) dari fat blend
Pemanasan dalam waterbath dengan pengadukan
(700C, 500 rpm, 60 menit)
Penyaringan dengan kertas saring Whatman # 4
Pencampuran
Lemak Margarin Water Distilated
(800C, 5 ml) Bleaching Earth 1,5% (b/b) dari fat blend
Pencucian
SLIP MELTING POINT
• Slip Melting Point (SMP) merupakan suhu pada saat lemak mulai mencair dan mencair seluruhnya.
Mencairnya lemak ditunjukkan oleh perubahan
kejernihan lemak, warna lemak yang semula keruh akan berangsur-angsur menjadi jernih (Gaman dan Sherrington, 1992).
• Industri margarin menggunakan nilai SMP, Solid Fat Content (SFC) atau nilai SFI sebagai parameter
pengendali mutu yang berkaitan dengan karakteristik
pelelehan margarin (List, et al., 2000).
SLIP MELTING POINT
Fat Blend
Pelelehan Kristal
Penyaringan
Pemasukan dalam pipa kapiler (diameter 1 mm) sampai ketinggian 10 mm
Pendinginan (40C-100C, 12 jam)
Dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi 600 ml air
Pemanasan (0,50C per menit)
SOLID FAT INDEX
• Solid Fat Index (SFI), merupakan rasio antara lemak padat dan lemak cair (Nawar, 1996).
• Nilai SFI ditentukan dengan metode
pengukuran empiris yang didasarkan pada perbedaan densitas antara lemak padat dan lemak cair dengan menggunakan prinsip
dilatometri.
• Metode dilatometri ini tergantung pada perubahan volume lemak padat setelah mencair.
• Menurut Weiss (1970), SFI masih sedikit berbeda dengan istilah persentase lemak padat atau SFC. SFC dapat diukur dengan
metode Nuklear Magnetig Resonance (NMR) yang merupakan pengembangan metode
dilatometri.
Gambar Alat Pengukur SFI yang Menggunakan Prinsip Dilatometer
Stopper
Tabung Inlet Pipa Kapiler
Skala Pembacaan Tinggi (cm)
Menggunakan Spectrometer Resonansi Magnetik Nuklear (NMR) dengan metode langsung.
Pengujian diawali dengan pemanasan sampel pada suhu 100
0C sampai semua kristal meleleh.
Selanjutnya sampel disimpan pada suhu 100
0C selama 15 menit, suhu 60
0C selama 5 menit, kemudian suhu 0
0C
selama 60 menit, dan 30-35 menit pada masing-masing suhu yang telah diukur.
Pengaturan seri sampel dilakukan pada suhu:
10, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60
oC.
Sampel disimpan pada suhu 0
oC selama 2 jam dan masing-masing dibaca tiap 1 jam.
SOLID FAT CONTENT