PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karena dengan Asuransi Prudential, agen memiliki beban kerja yang lebih besar dibandingkan karyawan lainnya. Selain itu, kompensasi yang tidak memadai terhadap tugas dan tanggung jawab yang dihadapi meningkatkan potensi terjadinya stres.
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Apakah kompensasi yang tidak memadai (imbalan uang yang tidak memadai) mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap staf pemasaran PT Prudential Life Assurance? Apakah beban kerja, konflik peran, dan kompensasi yang tidak mencukupi secara simultan berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja pemasar PT Prudential Life Assurance?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Manajemen Sumber Daya Manusia
- Kinerja
- Stres Kerja
Sedangkan Hasibuan (200) menyatakan sebagai berikut: “kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakannya. Berdasarkan pendapat tersebut, evaluasi prestasi kerja adalah suatu proses penilaian prestasi kerja yang dilakukan secara sistematik. berdasarkan pekerjaan yang diberikan kepada karyawan.
Beban Kerja
Konflik Peran (role conflict)
Konflik intra-peran dapat terjadi ketika seseorang dalam peran yang sama menerima tuntutan yang bertentangan dari sumber yang berbeda. Jadi instruksinya bertentangan dan manajer tidak yakin jalan mana yang harus diikuti. Hal ini bisa terjadi jika suatu pagi atasan memberi tahu seseorang bahwa bulan depan tidak akan ada lagi lembur.
Namun, setelah makan siang ada yang menyuruh bekerja hingga larut malam. Konflik peran individu muncul dari ketidaksesuaian antara persyaratan peran dan nilai, sikap, dan kebutuhan pribadi individu. Jika seseorang disuruh melakukan sesuatu yang tidak etis atau ilegal, atau jika pekerjaannya tidak menyenangkan. Misalnya dengan menegur atau memecat seorang teman baik, konflik dapat muncul. Berbagai jenis konflik peran sangat penting bagi para manajer. Penelitian telah menunjukkan bahwa konflik dapat terjadi dalam berbagai situasi dan menimbulkan berbagai dampak buruk, termasuk stres, kinerja buruk, dan pergantian karyawan yang cepat.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konflik peran muncul ketika karyawan kesulitan dalam mengadaptasi peran yang berbeda dan sekaligus mengambil tanggung jawab.
Kompensasi
- Penelitian Terdahulu
- Rerangka Penelitian
- Hipotesis
- Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan
- Pengaruh Konflik Peran terhadap Kinerja Karyawan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, konflik peran dan penghargaan menimbulkan stres, stres menurunkan efektivitas karyawan. (2008) menyatakan bahwa konflik peran adalah konflik yang muncul karena diterimanya dua perintah yang berbeda secara bersamaan, dan pelaksanaan salah satu perintah saja akan mengakibatkan diabaikannya perintah yang lain. Konflik peran ini dapat menyebabkan menurunnya kualitas kerja karena tidak dibarengi dengan konsentrasi yang tinggi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Konflik peran dalam hal ini lebih dianggap sebagai suatu bentuk konflik dalam diri pegawai yang disebabkan oleh perbedaan peran yang harus dimainkan dalam pergaulannya. Konflik peran terjadi ketika seorang pegawai memenuhi harapan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga apa yang diharapkan tidak tercipta secara efektif. Begitu pula dengan hasil penelitian Rosally dan Jogi (2015) yang juga membuktikan bahwa konflik peran berpengaruh negatif terhadap kinerja.
H4 : Tekanan kerja, konflik peran, dan kompensasi yang tidak mencukupi secara simultan berpengaruh negatif terhadap kinerja pemasar.
METODOLOGI PENELITIAN
- Pemilihan Objek Penelitian
- Data yang Dihimpun
- Teknik Pengumpulan Data
- Populasi dan Sampel
- Operasional Variabel
- Teknik Pengolahan Data
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Berganda
- Uji t
- Uji F
- Koefisien Determinasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, konflik peran, dan imbalan uang yang tidak mencukupi terhadap kinerja tenaga penjualan di PT Life Insurance Agency Kantor Jakarta. Artinya, imbalan uang yang tidak mencukupi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pedagang di PT Life Insurance Agency Kantor Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak beban kerja, konflik peran, dan imbalan uang yang tidak mencukupi terhadap kinerja pemasar.
Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasar pada kantor PT Prudential Life Assurance Agency di Jakarta. Konflik peran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasar pada kantor PT Prudential Life Assurance Agency di Jakarta. Imbalan moneter yang tidak memadai berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pemasar di kantor PT Prudential Life Assurance Agency di Jakarta.
Tekanan pekerjaan, konflik peran dan imbalan uang yang tidak memadai secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja tenaga pemasar di Kantor PT Prudential Life Assurance Agency di Jakarta.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Obyek Penelitian
- Sejarah Singkat PT Prudential Life Assurance
- Misi PT Prudential Life Assurance
Prudential senantiasa menjaga hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan nasabahnya dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang memberikan nilai tambah dalam hal pembiayaan dan perlindungan. MISI: Menjadi perusahaan jasa keuangan ritel terbaik di Indonesia, melebihi harapan pelanggan, staf pemasaran, staf dan pemegang saham dengan memberikan layanan lengkap, produk berkualitas, staf pemasaran profesional yang berdedikasi tinggi dan menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan. PT Prudential Life Assurance mempunyai empat pilar sebagai bagian integral dari misinya, yaitu landasan yang menjadi landasan pendirian dan pengembangannya.
Menawarkan kesempatan bagi setiap orang di perusahaan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan pengembangan pribadi melalui berbagai kursus pelatihan. Komitmen untuk selalu jujur dalam segala hal, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, menghormati setiap orang secara adil berdasarkan nilai tambah bisnis, berkomunikasi secara jelas dan menawarkan penghasilan yang baik kepada setiap orang (tanpa diskriminasi). PT Prudential Life Assurance menerapkan “Nilai-Nilai Inti” yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia (PCA), untuk memandu setiap orang di perusahaan dalam bekerja.
Kami menepati janji kami dan memberikan yang terbaik berdasarkan ekspektasi jelas pemangku kepentingan dengan tetap menjaga integritas kami setiap saat.
Uji Validitas dan Reliabilitas
- Hasil Uji Validitas
- Hasil Uji Reliabilitas
Berdasarkan hasil pada Tabel 4.1 terlihat bahwa seluruh indikator klaim pada instrumen penelitian dapat memenuhi nilai yang dipersyaratkan, atau dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator klaim valid. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur konsistensi dan reliabilitas indikator pertanyaan dalam kuesioner tentang variabel.Ghozali (2007) menyatakan bahwa indikator pernyataan dalam kuesioner dengan memperhatikan batas nilai alpha Cronbach ≥0,60, dinyatakan dapat diandalkan, konsisten dan sesuai untuk variabel. Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan oleh pemeriksa dengan menggunakan SPSS 21. Berdasarkan hasil pada tabel 4.2 diatas terlihat seluruh variabel penelitian yaitu kepemimpinan direktif, kepemimpinan transaksional, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, kinerja peran dan kinerja inovatif . Alfa Cronbach ≥ 0,60.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika item-item indikator pernyataan dalam kuesioner ditanyakan kepada responden yang sama dan berbeda, maka hasilnya akan cenderung konstan dan konsisten.
Profil Responden
- Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
- Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
- Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
- Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Gambar 4.3 menunjukkan data responden berdasarkan tingkat pendidikan, diketahui mayoritas responden berpendidikan sarjana (S1) yaitu sebanyak 67 orang atau 61%, kemudian SMA sebanyak 22 orang atau 20%, pendidikan D3 sebanyak 12 orang dan seterusnya. . 11%, dan 9 orang dengan gelar master atau 8%. Gambar 4.4 menunjukkan data responden berdasarkan masa kerja, diketahui mayoritas responden pernah bekerja antara 1-5 tahun yaitu 54 orang atau 49%, kemudian bekerja < 1 tahun sebanyak 26 orang atau 24%, bekerja antara 6-10 tahun sebanyak 21 orang atau 19%, 5 orang atau 4% telah bekerja antara 11-15 tahun dan sisanya telah bekerja >.
Hasil Analisis Data
- Deskripsi Variabel Penelitian
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Berganda Linier
- Pengujian Hipotesis
“Perusahaan tidak memberikan pelatihan dan pengembangan yang memadai kepada karyawan untuk meningkatkan kinerja pemasar,” dengan nilai rata-rata 1,76, menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju. Sebaran Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kinerja Pemasar Variabel kinerja pemasar dalam penelitian ini diukur melalui 9 pertanyaan yang menyajikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Dengan kata lain, apabila variabel beban kerja bertambah satu satuan maka kinerja pemasar akan meningkat sebesar 0,667 satuan dengan asumsi besarnya variabel bebas yang lain tetap.
Dengan kata lain, jika variabel konflik peran dinaikkan satu satuan maka kinerja pemasar akan meningkat sebesar 0,177 satuan jika besarnya variabel independen lainnya tetap. Dengan kata lain, jika variabel imbalan moneter yang memadai dinaikkan satu satuan, maka kinerja pemasar akan turun sebesar -0,210 jika variabel independen lainnya besarnya konstan. Untuk mengetahui sejauh mana signifikansi pengaruh beban kerja, konflik peran dan imbalan uang yang tidak mencukupi terhadap kinerja pemasar, baik secara simultan maupun parsial, akan dilakukan pengujian statistik terhadap persamaan garis regresi.
Pengujian secara parsial variabel beban kerja, konflik peran, dan imbalan uang yang tidak memadai terhadap kinerja tenaga penjualan dilakukan sesuai dengan rencana pengujian hipotesis yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya.
Pembahasan
- Pengaruh Work Load terhadap Kinerja Tenaga Pemasar
- Pengaruh Role conflict terhadap Kinerja tenaga pemasar
- Pengaruh Inadequate monetary reward terhadap Kinerja tenaga pemasar 80
Hasil perhitungan statistik variabel konflik peran diperoleh koefisien regresi sebesar 0,177 yang berarti variabel konflik peran mempunyai pengaruh positif yang artinya jika konflik peran meningkat maka kinerja pemasar PT Prudential kantor Jakarta Badan Penjaminan Jiwa akan meningkat. Berdasarkan hasil uji hipotesis, tingkat signifikansi penelitian untuk variabel konflik peran sebesar 0,020 < 0,05 sehingga dapat diketahui bahwa hipotesis konflik peran berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemasar dapat diterima yang berarti bahwa konflik peran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasar. Sedangkan tingkat signifikansi penelitian untuk variabel imbalan uang yang tidak memadai sebesar 0,005 < 0,05 sehingga dapat diketahui bahwa hipotesis bahwa imbalan uang yang memadai berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pemasar dapat diterima.
Sebaliknya, semakin memadainya kompensasi yang diterima pemasar akan berdampak pada peningkatan kekuatan pemasar. Karena probabilitasnya jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja pemasar atau dapat dikatakan bahwa variabel beban kerja, konflik peran, dan imbalan moneter yang memadai secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pemasar. Sedangkan Adjusted R-squared sebesar 0,508 yang berarti 50,8% variasi kinerja pemasar dapat dijelaskan oleh variasi ketiga variabel independen yaitu beban kerja, konflik peran, dan imbalan uang yang tidak memadai, sedangkan sisanya sebesar 49,2% dijelaskan. oleh variasi ketiga variabel independen. dijelaskan oleh penyebab eksternal lainnya.
Untuk itu sebaiknya manajemen perusahaan dapat memperhatikan ketiga faktor tersebut yaitu beban kerja, konflik peran dan imbalan berupa uang yang tidak mencukupi sehingga dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja tenaga pemasar di kantor PT Prudential Life Assurance Agency di Jakarta .
Implikasi Manajerial
Hasil uji data yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa konflik peran berpengaruh positif terhadap kinerja pemasar di PT. Semua peraturan sudah dituangkan dalam SOP perusahaan, sehingga pemasar tinggal mengikuti dan menjalani sistem untuk mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil uji data yang dilakukan peneliti diketahui bahwa imbalan uang yang tidak memadai berpengaruh negatif terhadap kinerja pemasar di PT.
Reminder bagi para pemasar dari agensi sangat dibutuhkan ketika ada produk baru atau ketika ada pemasar baru yang bergabung. Selain pelatihan, lembaga juga memberikan pendampingan kepada para pemasar dengan menarik narasumber (pemasar sukses) untuk memotivasi dan mengembangkan. Hasil pengujian data terhadap variabel kinerja menunjukkan perlunya perbaikan dalam pemberian ide atau saran kepada atasan yang dianggap baik oleh pemasar.
Karena ide atau pemikiran tersebut bisa sangat bermanfaat tidak hanya bagi para pemasar itu sendiri tetapi juga bagi perusahaan PT.
Kesimpulan
Saran
Sebab permasalahan sumber daya manusia sebenarnya merupakan sesuatu yang unik, dimana persepsi masyarakat satu sama lain berbeda-beda. Dalam penelitian ini stres kerja menjadi salah satu faktor penentu kinerja, apakah stres yang dialami pemasar menyebabkan kinerjanya menurun atau sebaliknya. Dalam penelitian ini variabel konflik peran berpengaruh positif karena hal-hal yang dilakukan pemasar akan menimbulkan reaksi yang bertentangan.
Pengaruh kompensasi, motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan akuntansi (studi kasus pada perusahaan manufaktur di Surabaya). Kuesioner ini dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai pengaruh stres kerja terhadap kinerja tenaga pemasar dalam rangka penulisan tugas akhir (disertasi) perkuliahan saya. 10 Saya mendapat penugasan karena didukung oleh tenaga (sumber daya manusia) yang tidak memadai untuk melaksanakannya.
13 Saya bekerja semata-mata untuk mencapai target dengan mengabaikan peraturan yang ada. Aktivitas yang tidak diperlukan.