PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selain itu, pendidikan juga memberikan keterampilan kepada peserta didik agar siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. “Upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mengembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. kebutuhan dunia. Dengan semakin pentingnya kemajuan dan teknologi, maka peserta didik dituntut untuk menguasai segala bidang ilmu pengetahuan, sehingga pendidikan berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Pengelola Kuma hanya mengandalkan anggaran pemerintah dan mahasiswa sehingga sulit meningkatkan mutu pendidikan. Bahwa lembaga pendidikan dapat membangun kewirausahaan untuk mewujudkan pendidikan yang mandiri. Tidak hanya lembaga yang mandiri, namun juga mendidik peserta didik untuk mandiri, kreatif dan inovatif. Tujuan utama pendidikan kewirausahaan adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, oleh karena itu kewirausahaan perlu diperkenalkan di sekolah-sekolah untuk menjadikan pendidikan mandiri dan kreatif.
Berdasarkan data awal yang diperoleh dari observasi dan wawancara kepada pihak sekolah dan Lab KDA pada bulan September 2017, diketahui bahwa sebelum konsep kewirausahaan diterapkan, sekolah tidak bisa mandiri dan hanya mengandalkan materi dari siswa untuk mengoperasikan seluruh fasilitas sekolah. pemodal khususnya insentif bagi tenaga pengajar menyebabkan kurangnya pendapatan sekolah untuk pengembangan sekolah, bahkan dalam bidang pemasaran produk yang akan dipasarkan tidak mencapai target. Oleh karena itu penulis memilih judul “Implementasi Pendidikan Berbasis Kewirausahaan di SMP IT Shohwatul Is'ad Kab.
Masalah Penelitian
Perlukah menerapkan pendidikan berbasis kewirausahaan di SMP IT Shohwatul Is'ad Kabupaten Pangkep dan menjadikan siswa mandiri, kreatif dan inovatif?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada guru sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajarannya dengan terus mensinergikan kewirausahaan ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjamin setiap sekolah menyelenggarakan pendidikan secara mandiri dan mengembangkan keterampilan siswa secara efektif dan efisien.
KAJIAN PUSTAKA,KERANGKA PIKIR,HIPOTESIS
Kajian Pustaka
- Landasan Teori
Kerangka Pikir
Pendidikan berbasis kewirausahaan adalah pendidikan yang memadukan pembelajaran dan konsep kewirausahaan dalam proses belajar mengajar, pendidikan yang menerapkan ilmu pengetahuan dan kewirausahaan secara aktif, kreatif dan inovatif.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Lokasi Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Variabel Penelitian
- Variabel Bebas
- VariabelTerikat
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Pengamatan (Observasi)
- Metode Wawancara Mendalam
- Metode Dokumentasi
- Teknik Analisis Data
Variabel yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan berbasis kewirausahaan di SMA IT Shohwatul Is'ad pada bulan Juli. Variabel yang dipengaruhi dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan berbasis kewirausahaan di SMP IT Shohwatul Is'ad pada bulan Juli. Disebut survei sampel apabila kita bermaksud menggeneralisasikan hasil survei sampel dengan menggunakan random sampling, maka teknik pengambilan sampelnya adalah 5 orang yang terdiri dari kepala sekolah (1), guru (1) dan staf (3) SMP IT Shohwatul Is' iklan.
Selain itu, pendidikan kewirausahaan di SMA IT Shohwatul Is'ad menghubungkan kurikulum dan konsep kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan sangat penting bagi siswi di Pondok Shohwatul Is'ad. Pendidikan kewirausahaan ini sangat penting untuk memberikan atau menambah nilai bagi anak didik kita di Showatul Is'ad yang membedakannya dengan anak didik di.
Dari pemaparan ahli di atas dapat dipahami bahwa pendidikan kewirausahaan sangat bermanfaat bagi siswa SMA Santri atau IT Shohwatul Is'ad, apalagi jika menggunakan kurikulum 3H. Hal inilah yang menyadarkan kami bahwa pendidikan kewirausahaan sangatlah penting, hal ini sedang kami lakukan dan akan sangat bermanfaat bagi para siswa di SMA IT Shohwatul Is'ad. Hal senada juga diungkapkan oleh SS, beliau menyatakan bahwa berwirausaha bukan hanya sekedar berjualan, nyatanya pendiri Pondok Pesantren Shohwatul Is'ad adalah seorang wirausaha, sehingga beliau ingin menanamkan jiwa kewirausahaan pada santri dan dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri. .
Belajar kemandirian, kreativitas dan tanggung jawab akan sangat bermanfaat bagi siswa di SMA IT Shohwatul Is'ad. Hal senada juga diungkapkan oleh SS, beliau menyatakan bahwa berwirausaha bukan sekedar berjualan, nyatanya pendiri Pondok Pesantren Shohwatul Is'ad ini adalah seorang wirausaha, sehingga beliau ingin menanamkan jiwa kewirausahaan pada santri dan dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri. Pihak pesantren sendiri khususnya SMP IT Shohwatul Is'ad melaksanakan pendidikan kewirausahaan karena berkaitan dengan kurikulum 3H yaitu kepala, hati, tangan, sehingga tidak heran jika santri yang lulus dari pesantren ini dia akan menjadi pintar. dalam segala hal.
Implementasi pendidikan kewirausahaan di SMP IT Shohwatul Is’ad sudah sangat baik, mereka menerapkan kurikulum yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga muatannya tentang penguasaan kemampuan intelektual, moral dan disiplin kewirausahaan sehingga siswa menjadi mandiri, kreatif, bertanggung jawab dan mampu. tinggal dimanapun mereka berada. Berdasarkan hasil penelitian penerapan pendidikan berbasis kewirausahaan di SMP IT Shohwatul Is'ad maka saran yang dapat diambil adalah : Diharapkan kepada seluruh lembaga pendidikan khususnya yang ada di Kabupaten Pangkep Shohwatul Is 'ad IT SMP akan dijadikan sekolah percontohan penerapan konsep pendidikan berbasis kewirausahaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Profil sekolah
- Penerapan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship
Pondok Pesantren Modern Shohwatul Is'ad (di bawah pengelolaan PPMI Assalaam Katrasura Sukoharjo Surakarta) - Ma'had Shahwah al-Is'ad al-'ashri al-Islami - Pondok Pesantren Modern Shohwatul Is'ad. Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is'ad mempunyai jenjang pendidikan salah satunya adalah SMA Islam Terpadu Shohwatul Is'ad yang mempunyai 40 orang guru/pengajar dan 195 orang santri yang terdiri dari kelas VII, VIII dan IX mempunyai 6 ruang kelas, 1 ruang kelas komputer, 1 ruang kelas LAP kelas MIPA dan mempunyai 1 LAP Kewirausahaan dan Agribisnis (KDA). Mendidik peserta didik menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, kecakapan hidup dan kewirausahaan.
Pondok pesantren ini tidak hanya menjadi tempat untuk melanjutkan studi putrinya, namun menjadi pilihan utama model pesantren yang akan ia sumbangkan kepada masyarakat. Berasal dari Sulawesi, Masrur rupanya memutuskan untuk mendirikan pesantren di tanah kelahirannya dengan menggunakan Assalaam sebagai model, baik dari segi manajemen maupun warna ilmu yang dikembangkannya. Meskipun banyak didirikan pondok pesantren di Sulawesi Selatan, namun sebagian besar pesantren lebih diidentikkan dengan pesantren salaf dan/atau tidak terlalu memprioritaskan santrinya untuk menguasai ilmu pengetahuan.
Masrur yang saat ini tinggal di Bali merupakan pesantren yang akan dihibahkannya, pesantren terpadu. Masrur yang mendirikan Yayasan Shohwatul Is'ad Makassar dan YMPI Surakarta, diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama kedua pihak untuk bersama-sama mendirikan Pondok Pesantren di Pangkep Makassar yang kemudian resmi diberi nama Pondok Islamic Modern Islamic pada acara workshop tentang 8 Februari 2006 Pondok Pesantren (PPMI). Pendidikan kewirausahaan sendiri merupakan upaya atau kemampuan seseorang dalam menggunakan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah dan mencari peluang untuk menghasilkan produk baru dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai pemimpin dalam pelaksanaan pendidikan kewirausahaan ini, saat ini dilantik langsung dua orang guru yang akan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan, serta terdapat pula pakar ketahanan pangan yang memberikan pelatihan dan bimbingan mulai dari pemilihan benih jeruk hingga pemasarannya yang siap dikonsumsi secara sehat. . Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa salah satu upaya guru sebagai pendidik adalah dengan menanamkan jiwa kewirausahaan pada mata pelajarannya, siswa juga terlibat langsung dalam berwirausaha, sehingga mereka dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya saat ini di kehidupannya di masa depan. Guru berperan penting dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini agar tumbuh dan berkembang di luar sekolah.
Dalam lanjutan wawancaranya dengan SA beliau menyatakan bahwa: Peran guru juga sangat penting, mereka merancang mata pelajaran sedemikian rupa sehingga konsep kewirausahaan dapat berjalan dengan baik. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa upaya guru dalam hal menumbuhkan jiwa kewirausahaan sudah baik. Dengan pendidikan kewirausahaan ini, mereka dididik untuk mandiri, inovatif dan bertanggung jawab terhadap apa yang diterimanya.
Pembahasan
Kalau berbicara tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis kewirausahaan, saya pribadi tidak bisa memberikan nilai, namun saya bisa menjabarkan kemajuan perkembangan peserta didik. Implementasi pendidikan berbasis kewirausahaan sangat baik, hal ini sesuai dengan cita-cita pendiri sekolah Islam gizi yaitu Dr. Masrur Makmur Latanro, Bliau mengatakan “di pesantren ini kita tidak hanya diajarkan pendidikan akhlak namun kita juga diajarkan kewirausahaan yang ditanamkan sejak dini agar mampu menghadapi tantangan kehidupan ke depan.”
Sejak maraknya desentralisasi pendidikan yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan mengatur dan mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia sesuai dengan keadaan. Hal ini sangat membantu para santri pondok pesantren ini untuk mengembangkan potensinya dan menjadi individu yang mandiri dan inovatif untuk masa depannya tanpa bergantung pada biaya orang tuanya. Semua upaya tersebut dilakukan oleh seluruh elemen sekolah khususnya guru yang praktik penuh pembuatan makanan dan minuman di laboratorium Kewirausahaan dan Agribisnis (KDA).
Bahkan, saat ini mereka sudah bisa memasarkan produk yang mereka miliki di lingkungan sekolah, dan kedepannya mereka berencana akan mendirikan koperasi untuk memasarkan produk tersebut dalam jumlah banyak yang bisa dikonsumsi di seluruh wilayah Pangkep. Hal ini terlihat dari kemajuan siswa yang kini mampu mandiri dan berkreasi dalam kehidupan sehari-hari.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran