• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERDAMPAK COVID-19

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "TERDAMPAK COVID-19 "

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

  • Rumusan Masalah
  • Faedah Penelitian

Dana desa adalah dana dari APBN yang telah dialokasikan ke desa dan ditransfer dari APBD. Dalam perkembangannya, pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa juga mengalami perubahan keadaan, terutama akibat pandemi Covid-19 yang menyerang dunia dalam waktu singkat di awal tahun 2020 menyebabkan krisis kesehatan dalam perekonomian. krisis telah berubah. Selanjutnya dalam penjelasan Perppu 1/2020 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengutamaan penggunaan dana desa adalah dana desa dapat digunakan antara lain untuk bantuan langsung tunai bagi masyarakat miskin di desa dan kegiatan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Kebijakan BLT Dana Desa tertuang dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemukiman Kembali (Permendes PDTT) Nomor 6 Tahun 2020 yang merupakan revisi dari Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa . Hal ini mendorong pemerintah untuk segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai landasan kebijakan pemerintah dalam menghadapi dampak sosial ekonomi dari wabah tersebut, yang diatur lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Migrasi No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Namun dalam pelaksanaan penggunaan dana desa berupa bantuan sembako pada masa pandemi Covid-19 di Desa Citaman Jernih terdapat beberapa ambiguitas yang yang diterima masyarakat pada periode tahun 2020 -2021 yaitu pertama ada masyarakat yang tidak menerima bantuan lanjutan setelah menerima bantuan pertama, kedua terjadi kesalahan pendataan dari desa sehingga masih ada masyarakat yang tidak menerima bantuan keuangan langsung dari dana desa.

Bagaimana peran pemerintah desa Citaman Jernih dalam penggunaan dana desa untuk masyarakat terdampak Covid-19? desa untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui kendala dan tantangan apa saja yang dihadapi Pemerintah Desa Citaman Jernih dalam menggunakan dana desa untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Definisi Operasional

Pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembangunan masyarakat desa dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat desa 9 Pemerintah desa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa Citaman Jernih. Penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa, meningkatkan kualitas hidup manusia dan mengentaskan kemiskinan dan ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa. dalam penelitian ini adalah pemanfaatan dana desa berupa bantuan langsung tunai bagi warga desa Citaman Jernih yang terdampak Covid-19.

Keaslian Penelitian

Pengelolaan dan pengawasan dana desa di Desa Babakan Dayeuh telah dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019. Aturan penggunaan dana desa pada masa pandemi Covid-19 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa . Aspek hukum penggunaan dana desa untuk pendampingan masyarakat akibat dampak Covid-19 otomatis akan mempengaruhi dana desa di setiap kabupaten atau kota.

Skripsi Raditya Ramadhana, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2019 berjudul “Penyidikan Hukum Penyelewengan Dana Desa Oleh Perangkat Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Bentuk Penyelewengan Dana Desa Oleh Perangkat Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Kesimpulan Penelitian Desa Skema pengelolaan dana desa didasarkan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 1, Nomor 10, Pasal 71 Ayat 2.

Dalam mengkaji topik bahasan yang penulis angkat dalam skripsi ini mengarah pada Peran Pemerintah Desa Citaman Jernih dalam pemanfaatan dana desa bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Alat Pengumpul data
  • Analisis Data

Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang menguraikan seluruh topik penelitian seperti yang tertuang dalam rumusan masalah Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap data primer dan data sekunder. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Dimana data primer dalam penelitian ini diperoleh dari lapangan atau lokasi yaitu di Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai melalui wawancara langsung dengan informan.

27 Bahan hukum sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan judul dan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini, hasil penelitian dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian ini, jurnal hukum. Dalam penelitian ini, dilakukan wawancara dengan Bapak. Lian Lubis (Kepala Desa Citaman Jernih. Kabupaten/Kota Serdang Bedagai), Ny. Ida Nina Sari (CFO), Bpk. Paini (Kepala Dusun II/Pelaksana Daerah), Bpk. Ismail (Kepala Dusun VII/Pemerintah Daerah) dan Ny. Nur, Ny. Sri Wahyuni ​​(Masyarakat Desa Citaman Jernih), untuk mengumpulkan data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Penelitian kepustakaan yaitu menggunakan perpustakaan sebagai sarana pengumpulan data, mempelajari buku-buku sebagai bahan referensi, dan mempelajari buku-buku literatur serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti guna mengumpulkan data sekunder yang diperlukan dalam penelitian.

Selanjutnya hasil analisis disajikan secara deskriptif kemudian diurutkan secara sistematis sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini.

TINJAUAN PUSTAKA

Peran Pemerintah Desa

Skripsi Latipah Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019 berjudul “Efektivitas Pengelolaan dan Pengawasan Dana Desa (Studi Dana Desa di Desa Babakan Dayeuh, Cileungsi, Bogor). aspek hukum penggunaan dana desa untuk membantu masyarakat setempat yang terdampak Covid-19 Penggunaan dana desa untuk penanganan Covid-19 diatur dalam Permendes No. 11 Tahun 2019 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. hibah dana desa, pemantauan hibah dana desa dapat dilakukan secara berkesinambungan dengan pendampingan secara berkesinambungan oleh pendamping yang disediakan oleh Kementerian Desa.

Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No 6 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi No 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Sesuai dengan tujuan pembangunan perdesaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), penggunaan dana desa diarahkan untuk mendukung pemulihan desa tertinggal guna mewujudkan kemandirian desa. dana desa pada dasarnya merupakan hak pemerintah desa sesuai dengan kewenangan dan prioritas kebutuhan masyarakat desa setempat, dengan tetap mengutamakan asas keadilan.

Namun untuk mengawasi dan menjamin tercapainya tujuan pembangunan desa, Pemerintah menetapkan prioritas penggunaan dana desa setiap tahunnya.

Penggunan Dana Desa

Dana desa sebagai sumber pendapatan desa, pengelolaannya dilakukan dalam rangka pemanfaatan keuangan desa. Keuangan desa dikelola berdasarkan prinsip transparan, bertanggung jawab, partisipatif, dan dilaksanakan secara tertib dan anggaran.20 Desa dan desa adat memiliki fungsi. Berada dalam kedudukan dan amanat kepala desa, maka berdasarkan hukum adat, ketentuan hukum adat di desa adat tetap berlaku dan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang sebaya dengan prinsip Negara Kesatuan Republik. Indonesia. ditetapkan dalam peraturan daerah kabupaten/kota berdasarkan peraturan pemerintah.

Dalam lingkup kabupaten/kota, kota juga memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang kota dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, daerah, provinsi, dan juga kabupaten/kota untuk dapat menugaskan sebagian pemerintahannya. . hal-hal yang menjadi kewenangan kepala desa 22. Dana Desa dianggarkan setiap tahun dalam APBN yang diberikan kepada setiap desa sebagai sumber pendapatan desa. Dana desa adalah dana APBN yang diperuntukkan bagi desa yang dialihkan dari APBD kabupaten/kota dan diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dana desa adalah untuk desa dan desa adat yang disalurkan melalui APBD Kabupaten/Kota dan dialokasikan kepada masing-masing desa secara adil dan merata. Menurut undang-undang nomor 6 tahun 2014, tujuan dana desa adalah sebagai berikut (1) peningkatan pelayanan publik di desa, (2) pengentasan kemiskinan, (3) peningkatan ekonomi desa, (4) menjembatani kesenjangan pembangunan antar desa, dan (5) ) penguatan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan. Dana desa dihitung berdasarkan jumlah desa dan dialokasikan dengan mempertimbangkan: a) jumlah penduduk, b) angka kemiskinan, c) luas wilayah dan d) kesulitan geografis.

Dana desa dihitung berdasarkan proporsi dan bobot rumus sebagai berikut:24 . a) 90% saham dibagi rata (alokasi dasar);. Salah satu aspek yang harus dimiliki pemangku kepentingan desa, khususnya perangkat desa adalah pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan dana desa. Dalam Permendgari nomor 113 Tahun 2014, Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa.

Prinsip-prinsip dalam pengelolaan keuangan desa terdiri dari transparansi, partisipasi, akuntabilitas, tertib dan disiplin dalam penggunaan anggaran. Dalam pengelolaan dana desa diperlukan mekanisme pengawasan yang bertujuan agar pengelolaan keuangan desa lebih bertanggung jawab.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mekanisme Pemerintah Desa Citaman Jernih Dalam Penggunaan

Hambatan dan Tantangan yang Dihadapi Pemerintah

Merujuk pada penggunaan dana desa yang selama ini dilaksanakan di Desa Citaman Jernih, tentunya berpedoman pada regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Peran Pemerintah Desa Citaman Jernih dalam pemanfaatan dana desa bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Citaman Jernih. Hambatan dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Desa Citaman Jernih dalam penggunaan dana desa untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Berdasarkan hasil wawancara, mereka semua setuju adanya sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan. Bagaimana dana desa digunakan untuk bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 bersama kerabat di desa Citaman Jernih. Bagaimana pengelolaan penggunaan dana desa untuk bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang kalian kenal di desa Citaman Jernih.

Apakah anda menemukan kendala yang anda hadapi dalam menggunakan dana desa terdampak Covid-19 di desa Citaman Jernih.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemaparan dan hasil penelitian yang berjudul “Peran Pemerintah Desa Citaman Jermih Dalam Pemanfaatan Dana Desa Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19”, peneliti dapat menarik kesimpulan terkait penelitian yang telah dilakukan. diadakan. Mekanisme pemerintah Desa Citaman Jernih dalam penggunaan dana desa bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang dilakukan di Desa Citaman Jernih diawali dengan pendataan penerima manfaat yang dilakukan oleh Kepala Dusun kemudian dikoordinasikan dengan kantor desa dan para kepala desa. diatasnya dan pendistribusian bantuan dari desa melalui Kepala Dusun sampai kepada orang-orang yang sudah terdaftar dengan data terakhir terlebih dahulu. Peran pemerintah desa dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pembangunan di Desa Citaman Jernih dimana dalam proses Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) terdapat tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.

Faktor pendukung peran pemerintah desa dalam pengalokasian dana desa (ADD) yaitu keberadaan pemerintah Desa Citaman Jernih, serta jajaran atau aparatur Desa Citaman Jernih, sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya manusia, informasi dan partisipasi masyarakat Desa Citaman Jernih.

Saran

Peran pemerintah desa dalam penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Diakses melalui http://www.djpk.kemenkeu.go.id/?ufaq=how-pengguna-dana-desa Pada tanggal 03 Juli 2021 Pukul : 06.29 Wib. Efektifitas Bantuan Dana Langsung Tunai Desa kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan.

Berapa banyak keluarga yang akan menerima bantuan Dana Desa untuk masyarakat terdampak dari jumlah keluarga yang Anda miliki. Bagaimana dengan data yang Anda gunakan, data terbaru atau data lama dan bagaimana proses pengumpulan datanya.

Referensi

Dokumen terkait

SIMPULAN, KETERBATASAN, SARAN 5.1 Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan serta didukung oleh teori-teori yang ada, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan remote