PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMIPIL JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN MATA BESI SPIRAL
YANG DIGERAKAN SECARA MANUAL
SKRIPSI
Disusun UntukMemenuhiSyarat Menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Pada Program Studi TeknikMesin
Oleh :
Ricky Indra Saputra 1602220052
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG 2021
ii
iii
viii ABSTRAK
Tujuan dari pembuatan alat pemipil jagung ini adalah. Mengetahui hasil pengujian dari mesin pemipil, Mengetahui kinerja pada komponen-komponen mesin pemipil. Manfaat dari perancangan dan pembuatan alat pemipil jagung menggunakan mata Besi Spiraldengan penggerak manual di antara lain adalah.
Mempercepat dan mempermudah proses pemipilan jagung, Mendapaatkan perbandingan antara penggunaan dengan alat dan tampa alat. Adapun perumusahan masalah yang akan diangkat penulis dalam perancangan dan pembuatan alat dimaksud, diantara lain adalah. Bagaimanakah rancangan terbaik untuk mesin pemipil jagung menggunakan mata Besi Spiral yang mampu menghasilkan butiran jagung yang baik?, Seberapa efektifkah mesin pemipil jagung ini jika dibandingkan dengan pemipilan secara manual
Berdasarkan gambar 4.1. terlihat bahwa untuk jagung ukuran kecil 1 kg terdiri dari 5 buah jagung, waktu pemipilanya adalah 73 detik (pada putaran 30 rpm).saat putarannya dinaikan menjadi 60 rpm, waktu pemipilanya menjadi 70 detik (menurun 4,11%) dan menjadi 46 detik (menurun 34,29%) saat putaranya diubah menjadi 88 rpm.
Selanjutnya untuk jagung ukuran sedang 1 kg terdiri dari 4 buah jagung ,waktu pemipilanya adalah 68 detik (pada putaran 30 rpm).saat putaranya dinaikan menjadi 60 rpm, waktu pemipilanya menjadi 54 detik (menurun 20,59%) dan menjadi 37 detik (menurun 31,48%) saat putaranya diubah menjadi 88 rpm.
Selanjutnya untuk ukuran besar 1 kg terdiri dari 3 buah jagung , waktu pemipilanya adalah 66 detik (pada putaran 30 rpm) saat putarannya dinaikan menjadi 60 rpm, waktu pemipilanya menjadi 46 detik (menurun 30,30%) dan menjadi 31 detik (menurun 32,61 %) saat putaranya diubah menjadi 88 rpm.
Kata Kunci : Rangka, Jagung, Mata Besi Spiral
ix ABSTRACT
The purpose of making this corn sheller is. Knowing the test results of the shelling machine, Knowing the performance of the shelling machine components.
The benefits of designing and manufacturing a corn sheller using a spiral iron eye with a manual drive include: Speed up and simplify the process of shelling corn, Get a comparison between use with tools and without tools. As for the problem formulation that will be raised by the author in the design and manufacture of the tool referred to, among others are. What is the best design for a corn sheller machine using Spiral Iron eyes which is capable of producing good corn grains?
How effective is this corn shelling machine when compared to manual shelling Based on Figure 4.1. It can be seen that for small 1 kg maize consisting of 5 pieces of corn, the sorting time is 73 seconds (at 30 rpm rotation). When the rotation is increased to 60 rpm, the picker time becomes 70 seconds (decreases 4.11%) and becomes 46 seconds ( decreased by 34.29%) when the spin was changed to 88 rpm.
Furthermore, for medium-sized 1 kg of maize consisting of 4 pieces of corn, the picking time is 68 seconds (at 30 rpm rotation). When the spin is increased to 60 rpm, the picking time becomes 54 seconds (decreases 20.59%) and becomes 37 seconds (decreases 31.48%) when the spin is changed to 88 rpm.
Furthermore, for a large size of 1 kg consisting of 3 corns, the picking time is 66 seconds (at 30 rpm rotation) when the rotation is increased to 60 rpm, the picking time becomes 46 seconds (decreased 30.30%) and becomes 31 seconds (decreased by 32, 61%) when the spin is changed to 88 rpm.
Keywords: Frame, Corn, Spiral Iron Eye
vii
MOTTO :
Pendidikan sangat penting untuk meraih masa depan.
Teruslah belajar dan jangan takut salah.
Menyikapi sesuatu dengan sikap sabar dan berpikir tenang.
Suatu permasalahan pasti ada solusinya.
Lebih baik bersikap rendah hati dari pada sombong diri.
Selalu bersyukur yang diberikan Tuhan kepada kita.
Menjalani hidup ini harus dengan semangat dan jangan sampai menyerah.
Kupersembahkan untuk :
Kedua orang tuaku ibu, bapak dan Istri yang ku cinta
Saudara kakak dan adik
– adiku yangtelah memberiku semangat
Teman
– teman seperjuangan 2020Teknik Mesin
Almamaterku
ix
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya.
Tugas Akhir ini merupakan persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tridinanti Palembang.
Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, Penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari semua pihak, dan pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Dr. Ir. Hj. Nyimas Manisah, MP. Selaku Rektor Universitas Tridinanti Palembang.
2. Bapak Ir. Zulkarnain Fatoni, MT., MM. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Tridinanti Palembang.
3. Bapak Ir. H. Muhammad Lazim, MT. selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tridinanti Palembang
4. Bapak Martin Luther King, ST., MT, Selaku Sekretaris Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tridinanti Palembang
5. Bapak Heriyanto Rusmaryadi, S.T., MT, Selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak membantu dan memberi masukan serta saran dalam penulisan dan penyusunan Tugas Akhir ini.
xii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN PERSETUJUAN SKRIPSI ...iii
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI SKRIPSI ... iv
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ... v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO ... vii
ABSTRAK ... viii
KATA PENGANTAR ... xi
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GRAFIK. ... xv
BAB I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang... 1
1. 2. Rumusan Masalah ... 2
1. 3. Batasan Masalah ... 3
1. 4. Tujuan ... 3
1. 5. Manfaat ... 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Pengertian Alat Pemipil Jagung ... 5
xiii
2. 2. Macam-Macam Cara Pemipil Jagung. ... 5
2. 2. 1. Pemipil Jagung Secara Manual ... 5
2. 2. 2. Pemipil Jagung Secara Mekanis. ... 6
2. 3. Rumus-rumus yang digunakan ... 7
2. 3. 1. Jarak Sumbu Poros. ... 7
2. 3. 2. Jarak Sumbu Pemipil. ... 7
2. 3. 3. Rantai yang diperlukan. ... 7
2. 3. 4. Momen Torsi pada Alat Pemipil Jagung. ... 8
2. 3. 5. Daya yang diperlukan untuk Memipil Jagung. ... 8
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3. 1. Diagram Alir Penelitian ... 9
3. 2. Metode Penelitian ... 10
3. 2. 1. Metode Studi Pustaka. ... 10
3. 2. 2. Metode Studi Lapangan. ... 10
3. 3. Rancangan Alat Pemipil Jagung ... 10
3. 4. Desain Perencaan Alat Pemipil Jagung ... 12
3. 5. Cara Kerja Alat ... 13
3. 6. Alat dan Bahan ... 13
3. 6. 1. Alat yang digunakan... 13
3. 6. 2. Bahan yang digunakan. ... 14
3. 7. Prosedur Penelitian. ... 15
3. 7. 1. Prosedur Pembuatan Alat. ... 15
3. 7. 2. Prosedur Pengujian Alat. ... 15
3. 8. Tempat dan Waktu Penelitian. ... 16
3. 8. 1. Tempat Penelitian. ... 16
3. 8. 2. Waktu Penelitian. ... 16
BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN 4. 1. Hasil Pengujian ... 17
4. 2. Perhitungan Instalasi Alat ... 18
xiii
4. 2. 1. Gaya yang diperlukan untuk Memipil Jagung. ... 18
4. 2. 2. Jarak Sumbu Poros. ... 18
4. 2. 3. Jarak Sumbu Pemipil. ... 19
4. 2. 4. Rantai yang diperlukan. ... 19
4. 2. 5. Momen Torsi pada Alat Pemipil Jagung. ... 20
4. 2. 6. Daya yang diperlukan untuk Memipil Jagung. ... 20
4. 3. Analisa dan Pembahasan. ... 23
BAB V. KESIMPULAN 5. 1. Kesimpulan... 24
5. 2. Saran ... 24 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiv
xvi
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 3. 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Alat ... 16 Tabel 4. 1. Hasil Pengujian Alat Pemipil Jagung ... 17
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar : Halaman :
3. 1. Diagram Alir Penelitian ... 9
3. 2. Perancangan Alat Pemipil Jagung ... 10
3. 3. Pandang Perencanaan Alat Pemipil Jagung. ... 12
4. 1. Putaran Terhadap Waktu. ... 21
xvii
DAFTAR GRAFIK
Halaman Grafik 4. 1. Putaran Terhadap Waktu ... 21
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak diusahkan petani karena merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras. Pemanfaatan jagung selain sebagai bahan subtitusi beras juga dapat digunakan untuk pakan ternaak dan bahan baku industri. Penggunaan jagung sebagai bahan baku industri pertanian lebih luas dari beras. Hampir semua bagian tanaman jagung mempunyai kegunaan.
Batang dan daun jagung dapat digunakan untuk kertas dan papan dinding.Tongkol dapat digunakan untuk bahan bakar, silosa dan furfural. Sedangkan biji jagung dapat diolah menjadi tepung dan pati jagung . Selanjutnya pati jagung dapat diolah lebih lanjut menjadi dekstrin, sirup gula, dan bahan lainya.
Peningkatan produksi jagung melalui perbaikan teknologi budidaya dapat dikatan cukup berhasil. Selama kurun waktu lima tahun terakhir produksi jagung terus meningkat . Namun demikian, Keberhasilan peningkatan produksi jagung tersebut belum diikuti dengan penanganan pasca panen yang baik sehingga belum dapat menjamin ketersediaan jagung baik kuantitas, Kuantitas maupun kontinyuitasnya. Untuk dapat melaksanakan penanganan pasca panen yang tepat dibutuhkan adanya pedoman penanganan pasca panen jagung yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang benar.
2
Dengan adanya pedoman penanganan pasca panen jagung diharapkan petani dapat melakukan penangan pasca panen jagung secara tepat sehingga dapat memperolah jagung yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sehingga dapat memberikan nilai tambah yang signifikan kepada petani. Pemipilan merupakan cara penanganan pasca panen jagung yang perlu mendapat perhatian . Selain mempertahankan fungsi jagung untuk jangka waktu yang cukup lama, penanganan tersebut juga akan meningkatkan nilai jual jagung yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui pengoperasian Alat pemipil yang dapat menekan tingkat kerusakan biji.
Dari uraian-uraian diatas, Sehingga penulis mengambil tugas akhir dengan judul, yaitu ; “Perancangan Dan Pembuatan Alat Pemipil Jagung Menggunakan Mata Besi Spiral Yang Digerakan Secara Manual”. Khususnya pada proses produksi, Semoga alat ini dapat membantu dalam masalah efesiensi penggunaan waktu dan tenaga manusia.
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas maka, rumusan masalah perancangan dan pembuatan alat yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimanakah rancangan terbaik untuk Alat pemipil jagung menggunakan mata Besi Spiral yang mampu menghasilkan butiran jagung yang baik?
3
2. Seberapa efektifkah Alat pemipil jagung ini jika dibandingkan dengan pemipilan secara manual (dengan alat maupun tanpa alat)?
1.3. Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka batasan-batasan masalah dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Proses produksi Alat pemipil jagung dengan percobaan bahan 1 kg (Kilogram) 2. Mengetahui alat dan bahan pengujian Alat pemipil jagung.
3. Bagaimana mengetahui hasil biaya produksi dan biaya pembuatan alat pemipil jagung.
4. Bagaimana mengetahui kelebihan dan kekurangan alat pemipil jagung.
5. Bagaimana melakukan pengujian Alat pemipil jagung.
1.4. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah yang dihadapi, maka tujuan dari pembuatan alat pemipil jagung ini adalah :
1. Mengetahui hasil pengujian dari Alat pemipil.
2. Mengetahui kinerja pada komponen-komponen Alat pemipil.
4
1.5. Manfaat
Manfaat dari perancangan dan pembuatan alat pemipil jagung menggunakan mata Besi Spiral dengan penggerak manual di antara lain adalah :
1. Mempercepat dan mempermudah proses pemipilan jagung.
2. Mendapaatkan perbandingan antara penggunaan dengan alat dan tampa alat.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sularso, dan Kiyokatsu Suga, 2013, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, Pradnya Paramita. Jakarta.
2. Daryanto, 2007. Dasar-Dasar Teknik Alat. Jakarta: Rineka Cipta.
3. Soenarta, N dan S. Furuhama, 2002. Motor Serbaguna. Jakarta: Pradnya Paramita.
4. Darmawan, H, 2004. Pengantar Perancangan Teknik. Bandung: ITB.
5. Amstead,B.H, dkk(1981). Teknologi Mekanik, alih bahasa:Sriati Djaprie, Jakarta, Erlangga.