• Tidak ada hasil yang ditemukan

Timbulan Sampah Permukiman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Timbulan Sampah Permukiman"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. Penentuan Sampling Sampah

Kegiatan pengukuran timbulan dan komposisi sampah Kabupaten Kulon Progo dilakukan melalui metode sampling. Metode ini dipilih karena keterbatasan waktu dan luasnya cakupan wilayah yang harus diukur. Metode sampling yang dipergunakan adalah Stratified Random Sampling dengan membagi permukiman menjadi tiga kelas yaitu rumah permanen, rumah semi permanen dan rumah non permanen. Selain itu lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi tiga klaster, yaitu utara, tengah dan selatan.

Penentuan jumlah sampel didasarkan pada persamaan yang mengacu pada SNI 19- 3964-1994 yaitu :

S=C

d

P

s

Dimana :

S = Jumlah sampel (jiwa) Cd = Koefisien perumahan

Cd = 1 untuk kota besar/metropolitan Cd = 0.5 untuk kota sedang /kecil /IKK Ps = Populasi (jiwa)

Berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2016 sebesar 412.611 jiwa maka jumlah sampel yang akan diambil adalah :

S=C

d

P

s

¿ 0.5 √ 412611

= 321 jiwa

Dengan rerata jumlah jiwa per rumah sebesar 5 orang, maka jumlah rumah/KK yang akan disampling sebesar = 321 / 5 = 64 rumah. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, rencana distribusi sampel yang akan diambil di setiap kecamatan di Kabupaten Kulon Progo adalah sebagai berikut :

Bab 4

Timbulan Sampah Permukiman

(2)

Tabel 4.1 Rencana Distribusi Sampel Untuk Sampling Sampah di Kabupaten Kulon Progo

No Kecamatan Jumlah Penduduk Tahun 2016

Jumlah

Rumah Rumah

Permanen

Rumah Semi Permanen

Rumah Non Permanen

1 Temon 26.343 4 2 1 1

2 Wates 47.354 7 4 2 1

3 Panjatan 35.715 6 3 2 1

4 Galur 30.777 5 2 2 1

5 Lendah 38.897 6 3 2 1

6 Sentolo 47.817 7 4 2 1

7 Pengasih 48.631 8 4 2 2

8 Kokap 31.908 5 2 2 1

9 Girimulyo 22.532 3 1 1 1

10 Nanggulan 29.089 5 2 2 1

11 Kalibawang 27.633 4 2 1 1

12 Samigaluh 25.915 4 2 1 1

Jumlah 412.611 64 31 20 13

Prosentas

e 48% 31% 20%

Namun dengan mempertimbangkan faktor periode pengambilan sampel dan prioritas pada wilayah perkotaan, maka distribusi pengambilan sampel sampah berubah menjadi berikut :

Tabel 4.2 Distribusi Sampling Sampah Permukiman

No Kecamatan Jumlah

Penduduk

Jumlah Sampel

Per Kecamatan

Jumlah Sampel Rumah Permanen Semi

Permanen Non

Permanen

1 Temon 26.634 6 2 2 3

2 Galur (Brosot) 31.024 7 2 2 3

3 Wates 47.877 12 3 3 5

4 Sentolo 48.327 12 3 3 5

5 Kokap 32.003 8 2 2 3

6 Girimulyo 22.615 5 1 2 2

7 Nanggulan 29.372 7 2 2 3

8 Kalibawang

(Dekso) 27.741 7 2 2 3

Total 265.593 64 16 19 29

Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

Adapun distribusi perwilayah sesuai klaster yaitu wilayah utara (Girimulyo, Nanggulan, dan Kalibawang), tengah (Wates, Sentolo, dan Kokap) dan selatan (Temon dan Galur) adalah sebagai berikut :

(3)

Tabel 4.3 Distribusi Sampel per Klaster Wilayah No Jenis Rumah Klaster

Wilayah Utara

Klaster Wilayah Tengah

Klaster Wilayah

Selatan Jumlah

1 Permanen 5 8 3 16

2 Semi permanen 6 9 4 19

3 Non permanen 9 14 6 29

Total 19 31 14 64

Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

Beberapa kondisi rumah yang dijadikan lokasi sampling sampah dapat dilihat pada Gambar 4.1, sedangkan keseluruhan rumah yang disampling disajikan di lampiran.

(a) Rumah Permanen (b) Rumah Semi Permanen

(b) Rumah Non Permanen

Gambar 4.1 Kondisi Rumah Lokasi Sampling Sampah di Kabupaten Kulon Progo

Teknik pengambilan sampel sampah di Kabupaten Kulon Progo untuk kawasan permukiman mengacu kepada SNI 19-3964-1994. Pengambilan sampel di rumah dilakukan selama 8 (delapan) hari berturut-turut guna menggambarkan fluktuasi harian yang ada. Namun karena keterbatasan waktu maka pengambilan sampel ini tidak dapat

(4)

dilakukan untuk dua musim yang berbeda. Selain itu, sistem pengambilan sampel untuk setiap lokasi tidak dapat dilakukan secara serentak karena keterbatasan petugas sampling. Selama 8 hari, petugas sampling melakukan pengukuran volume dan berat sampah yang dihasilkan serta mengukur komposisi sampahnya. Hal ini dilakukan sampai seluruh lokasi diambil datanya dan pekerjaan ini membutuhkan waktu hampir dua bulan.

Gbr 4.2 Pelaksanaan Kegiatan Sampling Sampah Permukiman

(5)

4.2. Timbulan Sampah Permukiman

Berdasarkan hasil pengukuran di seluruh rumah yang dijadikan lokasi sampling, maka diperoleh data timbulan per hari baik volume maupun beratnya. Hasil pengukuran ini kemudian dianalisa untuk mendapatkan nilai rata-rata, terendah dan tertinggi dari volume dan berat sampah.

a. Volume Sampah

Untuk menghitung volume sampah, petugas sampling menyediakan wadah yang sudah diketahui dimensinya baik panjang, lebar dan tinggi. Sampah dituang ke wadah tersebut kemudian diukur volumenya. Hasil pengukuran per hari direkap untuk setiap lokasi sampling baik rumah permanen, semi permanen dan non permanen, hasilnya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4 Timbulan Sampah Harian Rumah Permanen (L/org. hari) N

o Daerah

Sampling Sampel

Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan Sampah

Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Nanggulan Rumah 1 6 12,940 5,920 19,090 20,420 25,640 6,280 3,830 3,090 12,15 2,03

Rumah 2 8 7,710 26,950 29,690 23,750 41,570 30,990 10,080 20,780 23,94 2,99

2 Kalibawang Rumah 1 3 9,38 8,02 19,92 24,25 28,94 37,68 38 22,76 23,62 7,87

Rumah 2 4 24,3 10,46 13 17,8 17,52 24,16 21,3 32,02 20,07 5,02

3 Girimulyo Rumah 1 5 24,38 23,52 13,26 12,08 20,36 18,97 25,56 11,04 18,65 3,73

Rumah 2 4 10,54 10,92 12,19 22,45 13,22 24,7 23,06 34,28 18,92 4,73

4 Wates Rumah 1 3 18,56 4,75 5,54 15,9 8,45 5,9 7,12 6,35 9,07 3,02

Rumah 2 4 12,4 5,08 8,24 14,2 3,77 10,17 4,7 5,67 8,03 2,01

Rumah 3 5 38,1 10,68 16,6 7,47 14,5 9,5 30,1 3,5 16,31 3,26

5 Brosot Rumah 1 7 5,8 6,6 5,53 3,57 7,76 10,5 7,2 12,7 7,46 1,07

Rumah 2 5 15,57 22,4 22,2 17,7 18,75 14,91 21,28 19,26 19,01 3,80

6 Sentolo Rumah 1 5 30,04 23,98 19 16,62 18,64 13,64 19,025 11,4 19,04 3,81

Rumah 2 5 15,41 9,46 5,7 5,69 10,68 26,13 22,8 6,29 12,77 2,55

Rumah 3 3 5,33 9,45 18,27 11,6 11,8 10,79 18,64 35,64 15,19 5,06

7 Temon Rumah 1 5 2,96 14,24 3,74 7,36 7,47 8,64 32,19 33,28 13,74 2,75

(6)

N

o Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan Sampah

Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

Rumah 2 8 5,994 19,034 11,83 5,34 4,13 5,099 2,25 7,23 7,61 0,95

8 Kokap Rumah 1 4 4,75 9,49 12,7 10,09 13,51 13,22 12,93 19,862 12,07 3,02

Rumah 2 4 16,144 8,27 3,76 12,23 12,7 11,06 21,26 8,9 11,79 2,95

Rerata 3,37

Maks 7,87

Min 0,95

Untuk rumah permanen, rerata volume sampah yang dihasilkan perorang per hari sebesar 3,37 L. Sedangkan volume terkecil didapatkan di daerah Temon dengan nilai 0,95 L dan volume terbesar diperoleh di daerah Kalibawang yaitu sebesar 7,87 L. Apabila dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar volume sampah yang dihasilkan oleh rumah permanen yaitu antara 2,25 – 2,50 L/org.hari maka volume timbulan sampah di Kulon Progo masih lebih besar. Hal ini terjadi karena sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh rumah permanen adalah plastik dan bungkus makanan sehingga volumenya besar.

Tabel 4.5 Timbulan Sampah Harian Rumah Semi Permanen (L/org. hari)

N

o Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghuni

(orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan

Sampah Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Nanggulan Rumah 1 4 2,600 12,210 16,940 18,620 24,700 8,420 1,290 6,280 11,38 2,85

Rumah 2 2 9,370 10,790 16,370 8,310 13,770 5,900 7,710 7,320 9,94 4,97

Rumah 3 4 13,060 5,570 9,600 13,050 15,640 5,090 6,520 4,620 9,14 2,29

Rumah 4 3 22,550 15,030 29,810 17,760 22,800 23,030 31,590 21,840 23,05 7,68

Rumah 5 4 19,670 14,240 23,750 15,430 23,865 7,560 4,610 32,050 17,65 4,41

2

Kalibawan

g Rumah 1 8 56,6 39,14 32 50,6 31,92 30,6 39,5 16,26 37,08 4,63

(7)

N o

Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghuni

(orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan

Sampah Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

Rumah 2 7 28,48 12,36 7,56 4,7 17,92 28,5 8,75 11,08 14,92 2,13

Rumah 3 4 11,68 21,7 17,93 36,9 17,81 14,93 24,8 23,9 21,21 5,30

Rumah 4 3 10,38 9,48 10,7 12,7 15,37 9,92 10,5 10,3 11,17 3,72

3 Girimulyo Rumah 1 4 10,24 4,69 31,8 16,7 17,2 17,6 15,58 13,77 15,95 3,99

Rumah 2 2 17,2 16,8 19,14 26,46 22,1 29,21 23,86 8,86 20,45 10,23

Rumah 3 4 15,42 18,76 20 14,3 33,3 22,84 26,2 27,6 22,30 5,58

4 Wates Rumah 1 3 12,75 10,5 12 12,48 5,94 9,9 27,3 4,3 11,90 3,97

Rumah 2 4 10,4 6,88 12,3 12,2 2,37 10,3 9 17,3 10,09 2,52

Rumah 3 6 24,68 21 35,42 18 21,94 32,7 18,95 16,4 23,64 3,94

Rumah 4 4 12,4 12,9 13,06 12,3 11,07 5,1 12,3 8,24 10,92 2,73

Rumah 5 3 5,6 7,55 9,2 5,3 8,7 8,3 6,01 9,4 7,51 2,50

Rumah 6 5 10,24 8,06 11,5 11,18 9,37 8,3 16,5 26,13 12,66 2,53

Rumah 7 4 14,26 14,85 16,62 18,65 14,25 19,12 19,6 15,91 16,66 4,16

5 Brosot Rumah 1 4 13,4 18,8 16,4 21,8 20,04 17,62 5,33 14,26 15,96 3,99

Rumah 2 6 10,88 18,14 18,42 5,37 25,26 15 15,12 26,94 16,89 2,82

Rumah 3 4 14,53 14,07 8,5 17,38 21,5 21,77 16,77 8 15,32 3,83

Rumah 4 5 10 8,36 12,9 6,8 25,1 8,4 13,74 9,85 11,89 2,38

Rumah 5 2 7,68 20,2 17,46 17,57 34 9,3 16,12 18,7 17,63 8,81

6 Sentolo Rumah 1 4 15,39 11,61 7,58 10,08 15,42 29,33 9,37 11,87 13,83 3,46

Rumah 2 7 8,02 17,81 15,79 10,68 12,7 14,6 32,06 7,24 14,86 2,12

Rumah 3 3 22,8 7,12 17,44 7,12 17,78 20,18 16,62 26,13 16,90 5,63

Rumah 4 3 11,43 12,82 7,59 15,67 27,08 13,42 10,68 29,22 15,99 5,33

7 Temon Rumah 1 4 14,8 8,9 9,49 21,37 17,79 15,4 27,32 39,2 19,28 4,82

Rumah 2 3 17,8 17,22 27,31 12,93 11,04 22,92 21,26 12,22 17,84 5,95

Rumah 3 3 2,447 3,08 9,5 3,56 5,9 4,75 8,3 7,12 5,58 1,86

(8)

N o

Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghuni

(orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan

Sampah Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

Rumah 4 5 7,12 5,46 8,31 8,9 13,37 8,43 12,34 15,67 9,95 1,99

Rumah 5 3 27,471 7,11 6,52 5,34 6,76 11,87 16,61 22,5 13,02 4,34

8 Kokap Rumah 1 5 3,56 6,49 4,15 6,76 9,14 7,47 2,64 3,9 5,51 1,10

Rumah 2 4 16,03 6,016 9,92 11,86 5,46 5,76 12,6 14,25 10,24 2,56

Rumah 3 4 7,12 8,9 4,74 15,62 8,9 16,14 32,55 21,97 14,49 3,62

Rerata 4,02

Maks 10,23

Min 1,10

Untuk kategori rumah semi permanen, rerata volume sampah yang dihasilkan sebesar 4,02 L/org.hari. Volume sampah terendah diperoleh di daerah Kokap dengan nilai 1,10 L/org.hari, sedangkan volume sampah terbesar diperoleh sebesar 10,23 L/org.hari di daerah Girimulyo. Jika dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar timbulan sampah yang dihasilkan oleh rumah semi permanen antara 2,00 – 2,25 L/org.hari maka volume timbulan sampah di Kulon Progo masih lebih besar.

Tabel 4.6 Timbulan Sampah Harian Rumah Non Permanen (L/org. hari)

No Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan Sampah

Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Girimulyo Rumah 1 5 14,91 6,21 35,28 25,92 20,12 25,53 15,56 22,58 20,76 4,15

2 Wates Rumah 1 5 33,24 2,376 8,02 23,66 11,81 7,71 20,2 8,31 14,42 2,88

Rumah 2 5 11,78 18,22 15,1 20,1 26,7 19,2 15,7 11,8 17,33 3,47

3 Sentolo Rumah 1 3 12,35 19 8,83 11,8 9,84 12,1 7,71 15,79 12,18 4,06

Rumah 2 2 18,4 15,44 21,34 13,38 26,09 10,08 25,41 22,09 19,03 9,51

Rumah 3 3 30,67 3,56 11,88 9,5 22,55 10,69 16,63 11,99 14,68 4,89

Rumah 4 5 17,38 23,83 24,3 21,96 24,82 27,67 42,15 26,09 26,03 5,21

(9)

No Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (L) Timbulan Sampah

Perorang (L/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

Rumah 5 2 14,96 20,18 7,26 14,96 8,87 19 26,6 21,36 16,65 8,32

4 Kokap Rumah 1 3 7,08 11,5 8,81 7,71 12,23 29,21 16,59 22,09 14,40 4,80

Rumah 2 4 17,69 7,11 15,9 9,66 14,24 10,53 21,97 31,36 16,06 4,01

Rumah 3 5 5,93 8,31 6,28 6,35 8,2 7,18 15,76 6,17 8,02 1,60

Rerata 4,81

Maks 9,51

Min 1,60

Untuk kategori rumah non permanen, jumlah sampel yang diambil sebesar 11 rumah. Rerata volume sampah yang dihasilkan sebesar 4,81 L/org.hari. Volume sampah terendah yang dihasilkan sebesar 1,60 L/org.hari diperoleh di daerah Kokap sedangkan volume sampah terbesar diperoleh sebesar 9,51 L/org.hari di daerah Sentolo. Jika dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar timbulan sampah untuk rumah non permanen yaitu antara 1,75 – 2,00 L/org.hari maka timbulan sampah di Kulon Progo masih lebih besar.

b. Berat Sampah

Untuk mendapatkan berat sampah, petugas sampling melakukan penimbangan sampah dengan mempergunakan alat

timbang gantung. Hasil pengukuran tiap lokasi sampling direkap dan dikelompokkan berdasarkan kategori rumah. Berikut ini

hasil pengukuran berat sampah yang diperoleh :

(10)

Tabel 4.7 Timbulan Sampah Harian Rumah Permanen (Kg/org. hari) N

o Daerah

Sampling Sampel

Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (kg) Timbulan Sampah

Perorang (kg/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Nanggulan Rumah 1 6 0,558 0,204 0,642 0,704 0,684 0,270 0,200 0,200 0,43 0,07

Rumah 2 8 0,700 1,000 1,116 1,219 1,607 1,349 0,497 1,242 1,09 0,14

2 Kalibawang Rumah 1 3 0,681 0,5 1,204 1,216 1,197 1,463 1,735 0,841 1,10 0,37

Rumah 2 4 1,014 0,61 0,659 0,65 0,73 1,122 1,281 0,975 0,88 0,22

3 Girimulyo Rumah 1 5 0,57 0,585 0,436 0,599 1,027 2,062 0,792 0,43 0,81 0,16

Rumah 2 4 0,413 0,471 0,467 1 0,36 1,051 0,622 0,992 0,67 0,17

4 Wates Rumah 1 3 0,79 0,15 0,6 1,03 0,64 0,54 0,55 0,52 0,60 0,20

Rumah 2 4 0,561 0,356 0,425 0,673 0,237 0,52 0,621 0,274 0,46 0,11

Rumah 3 5 3,41 0,449 1,455 0,983 1,39 1,565 0,874 0,78 1,36 0,27

5 Brosot Rumah 1 7 0,384 0,489 0,425 0,298 0,461 0,482 0,659 0,813 0,50 0,07

Rumah 2 5 1,237 1,304 1,118 1,182 1,152 1,811 1,198 1,1 1,26 0,25

6 Sentolo Rumah 1 5 1,081 1,9 1,138 1,2 1,143 1,125 1,1 0,774 1,18 0,24

Rumah 2 5 1,2 1,26 0,4 0,3 0,447 0,606 0,765 0,427 0,68 0,14

Rumah 3 3 0,313 0,464 0,8 0,885 0,556 0,583 0,61 0,966 0,65 0,22

7 Temon Rumah 1 5 0,215 0,215 0,32 0,41 0,235 0,325 0,496 0,478 0,34 0,07

Rumah 2 8 0,128 0,807 0,695 0,246 0,364 0,635 0,295 2,04 0,65 0,08

8 Kokap Rumah 1 4 0,085 0,27 0,675 0,549 0,845 0,881 0,7 1,005 0,63 0,16

Rumah 2 4 1,018 0,339 0,295 0,3265 0,3955 0,565 0,627 0,509 0,51 0,13

Rerata 0,17

Maks 0,37

Min 0,07

(11)

Rerata berat sampah yang dihasilkan dari sampling di rumah permanen didapatkan nilai sebesar 0,17 kg/org. hari. Berat sampah terendah diperoleh di daerah Temon dengan nilai 0,07 kg/org.hari sedangkan berat sampah terbesar diperoleh 0,37 kg/org.hari di daerah Kalibawang. Jika dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar berat sampah yang dihasilkan oleh rumah permanen yaitu antara 0,350 – 0,400 kg/org.hari maka berat sampah di Kabupaten Kulon Progo masih lebih rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah jenis plastik dan kertas bungkus makanan.

Tabel 4.8 Timbulan Sampah Harian Rumah Semi Permanen (Kg/org. hari)

N

o Daerah

Sampling Sampel

Jumlah Penghuni

(orang)

Timbulan Sampah (kg)

Timbulan Sampah Perorang

(kg/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Nanggulan Rumah 1 4 0,199 0,308 0,621 0,531 0,565 0,308 0,109 0,307 0,37 0,09

Rumah 2 2 0,324 0,610 0,790 0,457 0,607 0,583 0,482 0,353 0,53 0,26

Rumah 3 4 0,394 0,355 0,332 0,361 0,517 0,443 0,347 0,306 0,38 0,10

Rumah 4 3 0,869 1,040 1,126 1,040 0,669 0,964 1,959 1,199 1,11 0,37

Rumah 5 4 1,123 0,558 0,608 0,620 1,440 0,407 0,144 1,567 0,81 0,20

2

Kalibawan

g Rumah 1 8 2,3 1,295 3,9 1,208 1,087 1,254 2,375 0,828 1,78 0,22

Rumah 2 7 0,5 0,683 0,499 0,191 0,883 1,117 0,506 0,466 0,61 0,09

Rumah 3 4 0,4 1,192 0,819 2,3 1,089 1,116 1,233 1,894 1,26 0,31

Rumah 4 3 0,3 0,6 0,4 0,923 0,542 0,374 0,704 1,062 0,61 0,20

3 Girimulyo Rumah 1 4 0,809 0,339 0,816 0,96 0,94 0,812 0,338 0,836 0,73 0,18

Rumah 2 2 0,713 0,585 1,806 0,913 0,762 1,219 1,178 0,439 0,95 0,48

Rumah 3 4 0,807 0,56 1,048 0,558 0,926 1,125 1,022 1,054 0,89 0,22

4 Wates Rumah 1 3 0,9 0,5 0,734 0,865 0,893 1,045 0,963 0,545 0,81 0,27

Rumah 2 4 0,6 0,32 0,842 0,747 0,581 1,24 0,096 0,504 0,62 0,15

(12)

N

o Daerah

Sampling Sampel

Jumlah Penghuni

(orang)

Timbulan Sampah (kg)

Timbulan Sampah Perorang

(kg/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

Rumah 3 6 1,179 1,358 1,882 0,881 1,643 1,704 1,055 0,87 1,32 0,22

Rumah 4 4 1,46 1,164 0,6 1,945 2,057 0,61 1,326 1,219 1,30 0,32

Rumah 5 3 0,292 0,555 0,33 0,31 0,398 0,38 0,585 0,352 0,40 0,13

Rumah 6 5 0,568 0,756 0,483 0,701 0,736 0,567 1,014 1,321 0,77 0,15

Rumah 7 4 1,83 1,057 1,429 0,98 0,939 1,553 1,753 1,057 1,32 0,33

5 Brosot Rumah 1 4 1,092 0,799 1,477 0,633 0,84 1,412 0,839 0,46 0,94 0,24

Rumah 2 6 0,486 1,486 0,67 0,742 2,201 0,77 1,585 1,26 1,15 0,19

Rumah 3 4 0,795 0,47 0,362 0,622 0,788 0,602 0,859 0,557 0,63 0,16

Rumah 4 5 0,619 0,433 0,704 0,4 1,27 0,485 0,996 0,786 0,71 0,14

Rumah 5 2 0,35 0,788 0,832 0,952 1,201 0,635 0,606 1,327 0,84 0,42

6 Sentolo Rumah 1 4 0,427 0,454 0,234 0,537 0,387 0,99 0,401 0,511 0,49 0,12

Rumah 2 7 0,459 0,396 0,838 0,622 1,302 0,849 1,35 0,421 0,78 0,11

Rumah 3 3 1,605 0,775 1,017 0,641 1,161 0,994 1,387 1,3 1,11 0,37

Rumah 4 3 0,9 0,747 0,632 0,548 0,871 1,282 0,983 0,887 0,86 0,29

7 Temon Rumah 1 4 2,13 1,27 0,486 1,481 0,9495 0,504 1,198 0,866 1,11 0,28

Rumah 2 3 1,153 0,963 1,435 0,992 1,069 1,175 0,888 0,598 1,03 0,34

Rumah 3 3 0,385 0,665 0,56 0,245 0,305 0,46 0,708 0,977 0,54 0,18

Rumah 4 5 1,065 0,553 0,6454 0,48 0,808 0,595 1,022 0,525 0,71 0,14

Rumah 5 3 1,918 1,077 0,41 0,36 0,36 0,661 1,678 1,186 0,96 0,32

8 Kokap Rumah 1 5 0,645 0,2 0,464 0,38 0,499 0,428 0,3382 0,495 0,43 0,09

Rumah 2 4 1,177 1,099 0,645 0,5 0,692 0,887 1,857 0,512 0,92 0,23

Rumah 3 4 0,63 0,463 0,34 0,957 0,57 0,825 1,153 0,758 0,71 0,18

Rerata 0,23

Maks 0,48

Min 0,09

(13)

Untuk kategori rumah semi permanen, rerata berat sampah yang diukur diperoleh sebesar 0,23 kg/org.hari. Berat sampah terendah diperoleh di daerah Kokap yaitu sebesar 0,09 kg/org.hari sedangkan berat sampah sampah terbesar diperoleh di daerah Girimulyo yaitu sebesar 0,48 kg/org.hari. Jika dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar berat sampah yang dihasilkan oleh rumah semi permanen yaitu antara 0,300 – 0,350 kg/org.hari maka berat sampah di Kabupaten Kulon Progo masih lebih rendah.

Tabel 4.9 Timbulan Sampah Harian Rumah Non Permanen (Kg/org. hari)

No Daerah

Sampling Sampel Jumlah Penghun

i (orang)

Timbulan Sampah (kg) Timbulan Sampah

Perorang (kg/hari) Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Rerata

1 Girimulyo Rumah 1 5 0,863 0,383 0,986 1,194 0,887 0,688 0,914 0,717 0,83 0,17

2 Wates Rumah 1 5 1,03 0,362 0,454 1,1 0,967 0,32 0,999 0,74 0,75 0,15

Rumah 2 5 0,67 1,192 1,1 1,79 1,314 1,037 1,407 1,35 1,23 0,25

3 Sentolo Rumah 1 3 0,573 0,828 0,78 0,49 0,47 1,059 0,153 0,757 0,64 0,21

Rumah 2 2 1,309 0,834 0,858 0,729 0,993 0,419 0,59 1,058 0,85 0,42

Rumah 3 3 0,476 0,057 0,114 0,083 0,37 0,092 0,162 0,243 0,20 0,07

Rumah 4 5 0,334 0,7 0,73 0,738 0,718 0,922 1,189 0,836 0,77 0,15

Rumah 5 2 0,757 0,964 0,296 0,568 0,428 0,554 0,83 0,813 0,65 0,33

4 Kokap Rumah 1 3 0,383 0,553 0,634 0,455 0,797 0,984 0,85 0,651 0,66 0,22

Rumah 2 4 0,93 0,805 0,767 0,4824 0,656 0,576 0,778 0,934 0,74 0,19

Rumah 3 5 0,354 0,419 0,255 0,397 0,305 0,349 0,75 0,499 0,42 0,08

Rerata 0,20

Maks 0,42

Min 0,07

Rerata berat sampah yang dihasilkan untuk kategori rumah non permanen sebesar 0,20 kg/org.hari. Berat sampah terendah diperoleh di daerah Sentolo yaitu sebesar 0,07 kg/org.hari sedangkan berat sampah terbesar diperoleh di daerah Sentolo yaitu sebesar 0,42

(14)

kg/org.hari. Jika dibandingkan dengan SNI 19-3983-1995 tentang standar berat sampah yang dihasilkan oleh rumah non permanen yaitu antara 0,250 – 0,300 kg/org.hari maka berat sampah di Kabupaten Kulon Progo masih lebih rendah.

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran pemulung dalam pengelolaan sampah dan timbulan sampah tidak menunjukkan pengurangan volume timbunan sampah di TPA

Pengukuran timbulan sampah di TPS dilakukan dengan Mapping TPS yaitu mengukur volume sampah pada masing-masing gerobak yang masuk ke TPS, area pelayanan

Pengurangan Timbulan Sampah Pengurangan Timbulan Sampah adalah tujuan utama dari pengelolaan sampah dari sumbernya yakni penerapan sistem bank sampah, analisis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kuantitas, komposisi timbulan sampah dan jenis kemasan sampah yang dihasilkan dari supermarket khususnya dalam

Karena timbulan sampah dari sebuah kota sebagian besar berasal dari rumah tangga, maka untuk perhitungan secara cepat satuan timbulan sampah tersebut dapat dianggap sudah meliputi

timbulan yang berbeda, hal ini terjadi karena sampah yang dihasilkan oleh tiga (3) pedagang mempunyai data yang tidak sama dimana pedagang daging lebih tinggi dari pedagang

Urutan regulasi tersebut adalah Program pencatatan volume timbulan sampah, Strategi pemilahan pewadahan sampah organik-anorganik, Kebijakan perbaikan kinerja pengelolaan sampah pada

Selanjutnya, dilakukan perhitungan proyeksi berat serta volume timbulan dan komposisi sampah bernilai yang dihasilkan di Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanagera untuk 20 tahun ke