PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam menentukan upah pekerja sebelum mereka mulai melakukan pekerjaannya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah besarnya upah yang akan dibayarkan kepada pekerja oleh pemberi kerja. Sistem pengupahan praktis untuk jasa kebersihan ini tidak jelas pada saat membuat kesepakatan antara penyedia jasa kebersihan dengan konsumen jasa, karena pada saat mengadakan kesepakatan upah yang akan diberikan kepada jasa kebersihan oleh pengguna jasa tidak disebutkan berapa besarnya upah akan ditentukan kemudian setelah pekerjaan selesai. Hasil observasi tentang jasa cleanhome kepada pengguna atau jasa yang menyewakan jasa tersebut ternyata mereka yang merasa dirugikan, karena pada saat melakukan kesepakatan dengan operator tidak jelas kapan pembayaran dilakukan per jamnya, namun pada saat pengerjaannya, tampaknya karyawan cleanhome membesar-besarkan atau mempercepat pekerjaan.
Dari pemaparan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang sistem perjanjian pembayaran jasa kebersihan rumah dengan mengangkat judul : Kajian Hukum Ekonomi Islam Terhadap Praktek Akad Pembayaran Jasa Kebersihan Rumah (Studi Di Kota Mataram).
Rumusan Masalah
Masalah ini perlu diselesaikan agar kedua belah pihak tidak dirugikan dan merasa dirugikan karena salah satu syarat gaji tidak terpenuhi dengan jelas, berapa gaji yang dibayarkan.
Tujuan dan Manfaat
Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tinjauan hukum ekonomi Islam pada praktik pelaksanaan pengaturan upah jasa kebersihan rumah di kota Mataram. Untuk menambah pemahaman secara teoritis, memberikan informasi dan pengetahuan, dalam kajian teori-teori hukum ekonomi Islam dengan masalah praktek pengaturan pembayaran upah jasa kebersihan. Sumbangan informasi dan bahan referensi bagi konsumen dan jasa cleanhome untuk mempelajari perjanjian pembayaran upah.
Ruang Lingkup dan Setting penelitian
Mataram adalah kota besar, yang menyebabkan masalah bagi rumah, kantor dan pemilik lain untuk membersihkan tempat mereka atau mereka yang ingin tempatnya terlihat sangat bersih, sehingga mereka memanggil jasa kebersihan, sedangkan kota atau kabupaten lain jarang menggunakan jasa kebersihan dan menyebutkan
Telaah Pustaka
Piyak adalah upah yang dibayarkan atas jasa pengairan sawah berupa padi karena jasanya telah melakukan pekerjaan. Jika kualitas tanaman baik maka upah yang diberikan akan baik, tetapi sebaliknya jika yang diperoleh buruk maka upah yang diberikan akan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Salah satu syarat tidak terpenuhinya gaji adalah tidak diketahuinya berapa gaji yang diterimanya dan adanya keterlambatan pembayaran gaji.
Perbedaan keduanya adalah peneliti memfokuskan pada kesepakatan upah untuk jasa konsumen murni, sedangkan penelitian Siti Maesaroh menggunakan sistem bagi hasil dan tidak ada kesepakatan berapa upah yang akan diberikan kepada pekerja.
Karangka Teori
Bentuk perjanjian yang timbul antara kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian bergantung pada bentuk atau objek perjanjian. Perlu ada kesepakatan yang jelas antara ijab dan qabul dalam semua aspek akad, bagi mengelakkan perselisihan faham antara kedua belah pihak di kemudian hari. Kedua belah pihak yang terlibat dalam perjanjian tidak boleh dipaksa oleh pihak yang satu lagi, sehingga apabila para pihak dipaksa, perjanjian tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum.
Asas ini menyatakan bahwa kesepakatan apapun cukup jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak tanpa perlu formalitas.
Metode Penelitian
Data primer diperoleh peneliti dari observasi dan wawancara dengan pemilik kantor jasa cleanhome, karyawan dan konsumen yang berhubungan langsung dengan praktek pembayaran perjanjian jasa cleanhome. Sumber data sekunder adalah sumber data yang memberikan data secara tidak langsung yaitu melalui orang lain atau melalui dokumen, buku-buku yang berkaitan dengan pokok penelitian, hasil penelitian. Observasi dalam penelitian kualitatif adalah pengamatan langsung terhadap objek, untuk mengetahui kebenaran situasi, keadaan, konteks, ruang dan maknanya dalam upaya mengumpulkan data dalam suatu penelitian.29 Observasi ada dua jenis, yaitu observasi partisipan dan observasi non- observasi partisipatif observasi. -partisipasi pengamatan.
Peneliti menggunakan observasi non partisipan dengan melakukan observasi tentang apa saja yang dilakukan oleh jasa cleanhome. Observasi non partisipan dilakukan peneliti dengan mengamati (1) pemilik dan pekerja atau pegawai jasa cleanhome (2) pengguna jasa atau pihak yang menggunakan jasa cleanhome di kota Mataram. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa pemilik jasa cleanhome antara lain (1) pemilik jasa clean master, pemilik jasa ok clean, pemilik jasa fast clean, pemilik jasa kebersihan lombok, pemilik go clean (2) untuk pekerja atau pegawai cleanhome service untuk peneliti wawancara pekerja clean master service, pekerja ok clean service, pekerja fast cleaning, pekerja cleaning service lombok, go clean service worker. 3) bagi pengguna jasa clean master, pengguna jasa clean oke, pengguna jasa clean cepat, pengguna jasa ledger cleaning dan pengguna jasa go clean.
Wawancara yang dilakukan peneliti terhadap (1) Mekanisme atau tata cara pelaksanaan kontrak kerja jasa kebersihan rumah (2) penetapan upah kegiatan jasa kebersihan rumah (3) Sistem perhitungan upah (4) Alasan mereka atau pengguna jasa rumah bersih (5) ) Cara pembayaran gaji dari konsumen kepada pemilik jasa cleanhome. Data yang telah direduksi ini memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk selanjutnya mengumpulkan data dan menemukannya pada saat diperlukan. Inferensi yaitu pencarian kesimpulan dalam penelitian kualitatif, merupakan pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Dimana dalam triangulasi sumber untuk menguji kehandalan data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Oleh karena itu peneliti selalu berusaha untuk mendapatkan referensi sebanyak-banyaknya, dalam laporan penelitian data yang ditemukan sebaiknya didukung dengan rekaman wawancara, foto atau dokumen otentik sehingga lebih dapat dipercaya.
Sistematika Pembahasan
Selanjutnya digunakan triangulasi teknis data untuk menguji kredibilitasnya dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Bagian ini secara deskriptif memaparkan deskripsi tempat penelitian dan hasil yang berkaitan dengan tema penelitian, temuan data mengenai praktek perjanjian pembayaran jasa kebersihan.
PRAKTIK PENERAPAN PERJANJIAN PEMBERIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Profil Kota Mataram
- Gambaran Umum Jasa Cleanhome di Kota Mataram
Dengan nama pendiri dan pengelola layanan ini yaitu Bpk. Hajjir, dengan jumlah pegawai sebanyak 4 (empat) orang. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa kebersihan keliling, dimana jasa ini membersihkan berbagai tempat seperti rumah, ruko atau ruko, kos-kosan, perkantoran, restoran, villa, hotel. Ok clean didirikan pada Juni 2018, dengan nama pendirinya yaitu Bpk. Iwan, dengan 4 (empat) orang karyawan.
Ok clean adalah cleaning service yang menerima pesanan jasa kebersihan rumah, toko, kost, kantor dan bangunan lainnya. Sedangkan Ok Clean merupakan unit usaha yang telah berpengalaman dalam memberikan jasa kebersihan. Dengan adanya layanan ini, Ok Clean menyediakan jasa home cleaning bagi Anda yang membutuhkan berbagai macam jasa home cleaning.
Ok Clean dapat menjadi pilihan nomor satu masyarakat untuk membersihkan rumah dan layanan lainnya seperti pembersihan sofa, debu tungau debu, poles lantai dan banyak layanan lain yang dapat kami berikan. Cleaning service adalah jasa kebersihan yang dapat membersihkan rumah, kantor dan bangunan lainnya.Jasa kebersihan yang ditawarkan adalah sapu dan pel, penyedot debu, pembersihan kamar mandi dan pembersihan tempat lainnya. Quick Cleaning adalah salah satu jasa cleaning service di Mataram yang berada di Kalik, dengan pendirinya Bpk. Bagi Zaki, dengan 6 (enam) orang karyawan, layanan kebersihan ini tidak ribet, namun tetap terjangkau.
Pemilik jasa cuci cabai ini adalah Bpk Imam dengan 4 orang karyawan yang berlokasi di Monjok kota Mataram. Layanan bersih ini dengan pemilik Tn. Jamil, dengan 6 (enam) orang karyawan, berlokasi di Pagutan, kota Mataram.
Praktik Penerapan Perjanjian Pemberian UpahPada Jasa
- Mekanisme atau Prosedur Penerapan Perjaanjian Kerja
- Penentuan Upah Pada Kegiatan Jasa Cleanhome
- Waktu Perhitungan Pembayaran Upah pada Jasa
- Alasan Konsumen menggunakan Jasa Cleanhome
- Metode Pembayaran Upah dari Konsumen Kepada Pemilik
- Prosedur Penyelesaian Masalah
- Pembayaran Upah dari pemilik Jasa Kepada karyawan Jasa
- Analisis Terhadap Mekanisme Atau Prosedur Penerapan
- Analisis Terhadap Penentuan Upah pada Kegiatan Jasa
- Analisis terhadap Waktu Perhitungan Pembayaran UpahPada
- Analisis PembayaranUpah Dari Konsumen Kepada Pemilik
- Analisis terhadap Prosedur penyelesaian Masalah Pada jasa
- Analisis terhadap pembayaran Upah dari pemilik Jasa kepada
Selain itu, salah satu layanan cleanhome yaitu layanan ok clean juga mencantumkan dalam pernyataannya berupa kesepakatan yang dibuat sebelum menggunakan layanannya. Selanjutnya pemilik fast cleaning service yaitu Bpk. Zaki, dalam keterangannya “setelah membuat kesepakatan atau setelah kedua belah pihak sepakat secara manual, maka pihak cleanhome service akan menentukan hari dimana kegiatan bersih-bersih akan dilakukan. karyawan service kami pergi untuk melakukan survey lokasi agar kami yang cleanhome service mengetahui area site yang perlu di kerjakan”51.
Membayar upah di master clean service ini, tentunya ada kasus upah, dimana upah yang diberikan customer kepada pemilik clean home service tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Pembayaran upah jasa cleanhome oleh konsumen atau pihak yang menggunakan jasa cleanhome ada 2 cara yaitu dengan membayar tunai, atau bisa juga menggunakan sistem transfer. Dalam metode pembayaran kami, layanan cleanhome juga menerapkan metode pembayaran tunai, karena hal ini sesuai dengan keinginan konsumen”83.
Saya menggunakan layanan go clean ini dengan syarat pembayaran per jam, namun ketika layanan cleanhome melakukan pekerjaan, ternyata pembayaran yang diminta tidak sesuai dengan yang dipesan sebelumnya. Cleanhome servis memberikan gaji kepada karyawan karena mereka bekerja untuk Cleanhome servis dan berhak atas gaji. Jumlah karyawan di ok clean service ini adalah 4 orang, waktu pengerjaan sesuai dengan permintaan klien dari cleanhome service.
Layanan Cleanhome mengharuskan pengguna atau penyewa layanan mereka untuk membayar sesuai waktu yaitu dalam beberapa jam. Berdasarkan hasil penelitian peneliti, proses pengerjaan yang dilakukan oleh jasa cleanhome terkadang dilakukan dalam waktu yang lebih lama atau lebih singkat dari waktu yang telah dipesan oleh pengguna jasanya sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian peneliti, bahwa proses penyelesaian masalah merupakan hal yang perlu dilakukan oleh jasa kebersihan rumah yaitu bertanggung jawab terhadap apa yang diinginkan oleh konsumen.
Peneliti berkesimpulan bahwa gaji yang diberikan kepada pegawai jasa clean home sudah dapat dikatakan layak.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pembayaran upah, sebaiknya konsumen menginformasikan dengan jelas tata cara pembayaran yang telah dilakukan konsumen kepada jasa cleanhome sebelum menggunakan jasa tersebut. Marta Sari, Tinjauan Ekonomi Islam Sistem Pembayaran Upah Karyawan (studi kasus di Toko Matahari Praya). Kajian Hukum Islam tentang Praktek Upah Buruh (Studi di Desa Argomulyo Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan).
Kajian Hukum Islam Pelaksanaan Cara Pengairan Sawah Sistem Piyak (Studi Kasus di Desa Pilang Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora).