• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Program fisik meliputi pembangunan infrastruktur di perdesaan, sedangkan program non fisik meliputi simpan pinjam (SPP) perempuan. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemberian modal bagi kelangsungan usaha kaum perempuan di Desa Sukamulia, Kumudian, serta kegiatan simpan pinjam bagi kelompok perempuan ini untuk mengembangkan potensi ekonomi pedesaan khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha.

Rumusan Masalah

Dalam praktiknya, kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) memberikan modal kepada ibu rumah tangga yang menghadapi ekonomi sulit untuk memulai usahanya dengan memberikan bunga atau biaya tambahan 1% untuk setiap pinjaman. Dari uraian di atas, nampaknya peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: “TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH PADA IMPLEMENTASI UNIT PENGELOLA KEGIATAN (UPK) PNPM MANDIRI PERDESAAN AMANAH KELOMPOK PEREMPUAN (UPK) DI DESA.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan
  • Manfaat

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

  • Ruang Lingkup penelitian
  • Setting Penelitian

Sistem Praktek Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Perdesaan (SPP) PNPM Mandiri Desa Amanah UPK Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini mengkaji Implementasi Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK Amanah di Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur.

Telaah Pustaka

Implikasi Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Perdesaan (SPP) PNPM Mandiri bagi masyarakat Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Kajian Hukum Ekonomi Syariah Pelaksanaan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK Amanah di Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur.

Kerangka Teori

  • Al-Qard
  • Riba

Al-kardh ialah harta yang diberikan oleh pemberi pinjaman (Muqridh) kepada peminjam (muqtaridh) untuk mengembalikannya (muqridh) sebagaimana yang diterimanya, apabila dia mampu membayarnya". Menurut jumhur ulama yang terdiri daripada Maliki, Syafiyya dan Hanabila, objek dalam al-kardh adalah sama dengan objek akad salam, baik berupa benda yang disukat (imaqilat) maupun yang ditimbang (mauzunat), serta qimiyat (barang yang ada). tiada setara dalam pasaran), seperti haiwan, barang, dan barang yang dikira. Dengan kata lain, apa-apa benda yang dijadikan objek jualan juga boleh dijadikan objek qard tersebut.

Namun barang qimiyat seperti hewan tidak dapat dijadikan barang qardh karena sulit dikembalikan dengan barang yang ukurannya sama persis. Ketiga, Hanabilah mensyaratkan pengembalian harta, misalnya jika yang terutang adalah harta yang dapat diukur dan ditimbang, sebagaimana kesepakatan para ahli fikih.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Sumber Data dan Jenis Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Keabsahan Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus dan anggota Kelompok Simpan Pinjam Perdesaan PNPM Mandiri Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktek Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Praktek Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Perdesaan PNPM Mandiri di UPK Amanah Desa Sukamulia Perdesaan di UPK Amanah Desa Sukamulia.

Daftar Nama Ketua Anggota Kelompok Simpan Pinjam (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK Amanah Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Revisi Hukum Ekonomi Islam tentang Praktek Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK Kelompok Perempuan Perdesaan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK Desa Amanah Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur.

Sistematika Pembahasan

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN HASIL

Profil Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (PNM) Mandiri

  • Sejarah Terbentuknya UPK
  • Struktur Organisasi UPK

Unit Pengelola Kegiatan Perdesaan (UPK) Mandiri Kabupaten Sukamulia merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kabupaten (PPK) yang dibentuk pada tahun 2004.43 Kemudian berubah menjadi UPK PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2008. PNPM Mandiri sepenuhnya mengambil alih mekanisme dan prosedur Kecamatan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dilaksanakan sejak tahun 1998. Pendekatan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan evolusi dari Program Pembangunan Kecamatan yang selama ini dianggap berhasil.

46 Maria Vianniey Chinggih Widanarto, Ketut Sudibia, Efektivitas Program Simpan Pinjam (SPP) Kelompok Perempuan Perdesaan PNPM Mandiri di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Bali. Melalui PNPM Mandiri Perdesaan, diharapkan masyarakat dapat menyelesaikan tahapan pemberdayaan yaitu mencapai kemandirian dan keberlanjutan, setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran melalui Program Pembangunan Daerah (PPK).

Praktik Simpan Pinjam Kelompok Perempuan PNPM Mandiri

Pinjaman yang diberikan oleh UPK Amanah kepada anggota kelompok berjumlah 1,5 juta untuk pinjaman pertama dan maksimal 7 juta untuk pinjaman tahun berikutnya dan diangsur selama satu tahun dengan tambahan biaya atau bunga sebesar 1% per bulan atau 12% per tahun. 2.000.000 dan setoran bulanan Rp 210.000 per bulan selama satu tahun dan total pinjaman selama satu tahun adalah Rp. Pada kelompok ini, pinjaman berkisar antara 1-7 juta, dengan cicilan per bulan selama satu tahun dikenakan tambahan jasa atau bunga Rp 5000. Kalau pinjam 1 juta, cicilan per bulan Rp 105.000, kalau Rp 2 juta. kemudian Rp 210.000 dan seterusnya.

Jika dihitung, cicilan yang harus dibayar member per bulan hanya Rp 100.000,- sudah termasuk bunga 10%. Setelah turun ke kelompok Bunga Damai di desa Sukamulia, bunga naik menjadi 26%, sama seperti di kelompok Geger Girang. Mekanisme pengajuan proposal dan dana bergulir kurang lebih sama dengan bunga atau layanan tambahan yang dibebankan kepada anggota yaitu Rp 10.000 per bulan (untuk pinjaman Rp 1.000.000 cicilan Rp 110.000/bulan) selama satu tahun. 1.320.000 Jika menghitung bunga yang dibebankan pada kelompok ini, maksimumnya adalah 32% per tahun.

Faktor yang melatarbelakangi Praktik Simpan Pinjam

UPK Amanah terlilit utang karena usaha sembakonya semakin sepi akibat dagangan yang dijualnya tidak sempurna, sehingga dana dari UPK dialokasikan untuk mengkompensasi defisit yang ada. Karena pengeluaran keluarga semakin meningkat dan suaminya tidak bisa mendapatkan penghasilan tambahan, Ibu Wahmi meminjam dana dari UPK Amanah untuk membuka usaha jual pasir. Ia sudah lama berkecimpung dalam produksi roti dan keripik pisang, dan untuk meningkatkan usahanya, ia meminjam 2 juta dari SPP UPK Amanah untuk merekapitalisasi usahanya dengan keripik tersebut.

Dari sampel yang penulis berikan mengenai mekanisme masing-masing kelompok dan besaran bunga yang dikenakan kepada anggota terlihat adanya perbedaan suku bunga pada masing-masing kelompok, meskipun dilihat dari mekanisme UPK Amanah, bunga yang dikenakan hanya 12% untuk satu tahun. Namun, bunga yang dikenakan tidak boleh memberatkan anggota karena tujuan SPP bukan untuk mengumpulkan keuntungan atau keuntungan pribadi, melainkan untuk kebaikan masyarakat miskin.

ANALISIS DATA

Analisi Praktik Simpan Pinjaman PNPM Mandiri di UPK

Penetapan layanan pinjaman dengan ketentuan besaran layanan pinjaman ditentukan berdasarkan suku bunga pasar pinjaman di masing-masing daerah. Dalam pelaksanaannya pemberian persyaratan tersebut berbeda dengan yang ditetapkan atau disepakati, terlihat adanya cicilan bulanan yang ditambah menjadi Rp 5.000 - Rp. 10.000 untuk setiap angsuran bulanan. Tahap pencairan ini merupakan tahap penyaluran pinjaman yang akan diberikan kepada anggota atau nasabah yang telah lolos proses verifikasi, dana pinjaman yang diberikan UPK minimal 1 juta dan maksimal 7 juta.

Tarif pembayaran ini akan dipotong sebesar 25% dan diskon 25% ini bisa Anda terapkan setelah masa cicilan berakhir.

Implikasi Pelaksanaan SPP PNPM Mandiri Pedesaan UPK

SPP PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Sejak tahun 2008, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan Perdesaan (RUM) PNPM Mandiri di Kabupaten Sukamulia. Sasaran SPP PNPM Mandiri adalah desa-desa dengan jumlah penduduk terlantar dan masih banyak lagi desa-desa di Kabupaten Sukamulia yang memiliki.

Program pinjaman Dana Perdesaan PNPM Mandiri SPP mendorong minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan kegiatan ini. Kajian Hukum Ekonomi Islam tentang Praktek Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan UPK.

Tinjauan Hukum Ekonomi syariah Terhadap Praktik Simpan

Pelaksanaan pinjaman di SPP PNPM Mandiri melalui beberapa tahapan yang harus dilalui, dimulai dengan mengajukan pinjaman sesuai dengan usulan peminjam yang disetujui oleh kepala keluarga dengan bukti KTP suami. Dalam pelaksanaan pinjaman SPP PNPM Mandiri, yang perlu dianalisis adalah biaya tambahan pelunasan utang yang telah disepakati di awal perjanjian kredit. Masalah yang timbul dalam pinjaman SPP PNPM Mandiri ini pada dasarnya adalah tentang penambahan yang dipungut oleh muqridh (SPP PNPM Mandiri Perdesaan) yang dalam hal ini lembaga termasuk riba atau tidak.

Namun pada kenyataannya, bunga masih berlaku untuk pinjaman dari lembaga swasta dan negara seperti PNPM Mandiri. Seperti yang terjadi dalam Perjanjian Hutang atau Pinjaman dengan SPP PNPM Mandiri Kabupaten Sukamulia yaitu dalam Perjanjian Kredit yang dilakukan oleh Peminjam (Anggota) dengan Pemberi Pinjaman (Lembaga SPP PNPM Mandiri), terdapat persyaratan tambahan di awal akad, yaitu biaya tambahan sebesar 1% per bulan atau 12% per tahun dengan angsuran bulanan selama satu tahun. Secara umum, praktik peminjaman SPP PNPM Mandiri secara nasional di UPK Amanah dikategorikan sebagai akad qardh atau akad hutang piutang yang merupakan akad nirlaba atau tabarru.

Akad di UPK Amanah Desa Sukamulia Kredia PNPM Mandiri SPP pada dasarnya menggunakan akad qardh yang termasuk dalam akad tabarru atau gotong royong tanpa menginginkan keuntungan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan melihat implementasi PNPM Mandiri SPP Pinjaman Perdesaan di UPK Amanah dan pentingnya bagi masyarakat perdesaan yang miskin, maka penulis memberikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan masing-masing dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha kecil. : Sebaiknya BKAD dan UPK Amanah meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pengelola SPP agar pelaksanaan pinjaman dan perputaran dana yang diberikan tidak salah sasaran dan tidak ada penambahan bunga seperti yang terjadi di lapangan, beberapa orang memanfaatkan pinjaman masyarakat untuk alasan tertentu. Bagi BKAD dan UPK Amanah harus mengontrol pengelolaan simpan pinjam di masing-masing desa, karena jika tidak dilakukan kontrol dan pengawasan secara terus menerus maka beberapa peluang yang mungkin terjadi dapat merugikan pihak-pihak yang terlibat, seperti penambahan bunga dari kelompok leader yang tidak sesuai dengan bunga yang ditetapkan oleh BKAD Amanah yaitu 1% per bulan, ada angsuran yang terlambat, dll. Bagi masyarakat peserta simpan pinjam ini atau masyarakat umum yang melakukan simpan pinjam sejenis, hendaknya memahami betul proses dalam simpan pinjam agar dapat meminimalisir adanya tambahan angsuran selain yang disebutkan dari BKAD. Amanah sebagai pengelola simpan pinjam.

Maria Vianniey Chinggih Widanarto, Ketut Sudibia, Efektivitas Program Simpan Pinjam (SPP) Perempuan Perdesaan PNPM Mandiri Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung, Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali. Naurhaen, Fiqh Mua'amalah Analisis Sistem Tanggung Jawab Bersama Dalam Simpan Pinjam (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Disertasi, 2018.

Penutup

Referensi

Dokumen terkait

The above results can be used as a reference that the method of critical discourse analysis through 5W + 1H carried out in the basic conversation investigation preparation program