• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap akad pengiriman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap akad pengiriman"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam Islam, jual beli online juga termasuk dalam akad jual beli salam, yaitu bai’ as-salam (pembelian barang untuk diantar di kemudian hari), sedangkan pembayarannya dilakukan terlebih dahulu. Jual beli online termasuk dalam bai’ as-salam karena dalam bisnisnya menggunakan akad pesanan, dimana penjual dan pembeli tidak bertemu langsung. Jual beli merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kesukaan dan kesukaannya, seperti dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

Dari berkembangnya transaksi jual beli dan pemasaran seperti inilah kita mengenal konsep toko online.6. Kegiatan jual beli seperti ini tentunya mempunyai banyak nilai positif, diantaranya adalah kemudahan dalam bertransaksi karena penjual dan pembeli tidak perlu repot bertemu untuk bertransaksi. Hukum Islam sendiri telah mengatur kegiatan jual beli dan akad pemasokan dengan cukup ketat, baik dalam Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan juga Qiyas.

Untuk itu penulis berpendapat perlu mengangkat judul “Tinjauan Hukum Islam Tentang Perjanjian Pengiriman Barang Pada Perusahaan Pengiriman Barang Dalam Jual Beli Online”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait mengenai permasalahan terkait kontrak pasokan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ide dan solusi bagi manajemen pelayanan jasa pengiriman barang khususnya di kantor J&T Express Makassar.

TINJAUAN TEORITIS

Kajian Teori

  • Jual beli online
  • Pengiriman Barang
  • Akad pengiriman barang

Dari pengertian-pengertian di atas dapat dipahami bahwa hakikat jual beli adalah suatu perjanjian pertukaran barang berharga secara sukarela antara dua pihak, pihak yang satu menerima barang itu dan pihak yang lain. Akibat perbedaan tersebut maka timbullah undang-undang yang berkaitan dengan jual beli itu sendiri. Oleh karena itu, menurut mereka manfaat dan hak tidak dapat dijadikan objek jual beli.17.

Pada masyarakat primitif, jual beli dilakukan dengan menukarkan kekayaan dengan kekayaan, bukan dengan uang seperti yang terjadi saat ini, karena masyarakat primitif belum mengenal adanya alat tukar seperti uang. Jual beli harus dilakukan dengan sukarela dan sesuka hati serta pilihan setelah tercapai kesepakatan. Jual beli adalah suatu perjanjian yang berarti perjanjian yang diatur dalam Pasal 1313 KUH Perdata, yaitu: 28 Suatu perbuatan yang dengannya satu orang atau lebih mempunyai hubungan dengan satu orang atau lebih.

Sesuatu jual beli itu boleh dikatakan sah apabila telah memenuhi prinsip dan syarat yang telah ditetapkan oleh syarah'. Menurut mereka, perkara yang penting dalam jual beli ialah kesanggupan (kesenangan) kedua-dua pihak untuk membeli dan menjual. Ini berbeza dengan pandangan ulama Jumhur yang mengatakan bahawa rukun jual beli ada empat iaitu: 30.

Syarat-syarat jual beli yang sesuai dengan rukun jual beli yang dikemukakan oleh sejumlah ulama adalah sebagai berikut: 31. Para ulama fiqih sepakat bahwa unsur pokok jual beli adalah kemauan kedua belah pihak. Persetujuan dan penerimaan harus dinyatakan dengan jelas dalam transaksi. . yang mengikat kedua belah pihak, seperti akad jual beli dan akad perkawinan.32.

Artinya kedua belah pihak dalam perjanjian jual beli hadir dan membicarakan masalah yang sama. Berikut ini beberapa jenis risiko yang mungkin dihadapi dalam proses pengiriman barang, yaitu: Jika ditinjau dari segi hukum dan sifatnya, maka pelaksanaan kontrak jasa penyediaan barang merupakan kontrak yang sah.

Pelaku usaha jasa pengiriman barang akan melakukan konfirmasi kembali kepada pengguna jasa, setelah adanya konfirmasi, pelaku usaha akan menerima barang di kediaman pengguna jasa.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi Dan Objek Penelitian
  • Fokus Dan Deskripsi Fokus Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada akad penyerahan barang yang diteliti yang mencakup aspek hukum Islam sebagai landasan pelaksanaan transaksi penyerahan barang.41. Sehubungan dengan penelitian tersebut, penulis langsung terjun ke lapangan sebagai partisipan (peserta pengamat) untuk mencari dan memperoleh data terkait dengan fokus penelitian yaitu tinjauan hukum terhadap kontrak penyerahan barang dalam jual beli online. Dokumentasi yang diperoleh peneliti berupa foto-foto kegiatan Kantor J&T di bidang jasa pengiriman barang.

Menurut Nurafiah, dirinya juga tidak memilih jasa pengiriman barang lain karena khawatir dengan kecepatan pengiriman barang. Dikonfirmasi oleh J&T bahwa proses pengiriman memakan waktu beberapa hari tergantung wilayah kota, jarak pengiriman dan sarana transportasi pengiriman barang. Sanusi mengatakan, jual beli online melalui media sosial saat ini sangat viral dan pastinya berkaitan dengan masalah pengiriman barang melalui perusahaan jasa pengiriman barang.

Pandangan Islam tentang transaksi penyerahan barang adalah pelaku usaha dan pembeli barang mengadakan perjanjian dan penerimaan terhadap barang yang dibeli oleh pembeli. Menurut Islam, layanan pengiriman barang J&T Company sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Sanusi dapat menyimpulkan bahwa sistem jual beli online pengiriman dan pengantaran barang tidak bertentangan dengan hukum Islam, oleh karena itu diperbolehkan.

Tinjauan Jasa Pengiriman Barang di Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi. Apabila dalam proses pengiriman barang oleh J&T terjadi kehilangan barang pada saat J&T mengirimkan barang ke tujuan/penerima barang dalam paket. Apakah menurut Anda kontrak pasokan meningkatkan proses pembelian dan penjualan online di toko Anda?

Bagaimana pandangan Islam tentang akad penyerahan barang bagi pelaku usaha dan pembeli barang yang membuat perjanjian dan kabul atas barang yang dibeli pembeli. Bagaimana pendapat Islam terhadap jasa pengiriman barang J&T, apakah perusahaan ini sesuai syariat Islam atau tidak?

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kehadiran J&T Express di pasar logistik (pengiriman barang) di Indonesia sejak Agustus 2015 membuat pasar ini semakin kompetitif. Hingga tahun 2019, J&T memiliki 1.025 cabang di Indonesia, sepuluh ribu sprinter (kurir) dan 1.000 mobil di seluruh Indonesia. Mempromosikan dan mengembangkan perusahaan jasa kurir/pengangkutan dengan manajemen risiko yang andal, bereputasi dan dipercaya oleh masyarakat di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Deskripsi Narasumber

Soal waktu pengiriman yang cepat, hal ini juga yang menjadi alasan Nurafiah, seorang pemilik usaha jual beli hijab, menggunakan jasa pengiriman konsumen J&T. Mengenai proses pengiriman, ada pedagang yang menyesuaikan dengan keinginan konsumen dengan menggunakan jasa pengiriman barang tertentu dan pembeli juga menanyakan berapa lama waktu pengirimannya. Untuk menjaga keamanan barang yang dikirim oleh pelaku usaha melalui J&T, J&T biasanya melakukan pengecekan jenis barang apa yang akan dikirim.

Jual beli merupakan salah satu bentuk dasar kegiatan ekonomi manusia dan merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan menghendaki riba dalam proses jual beli online. Langkah-langkah yang bisa kita lakukan agar jual beli online diperbolehkan, halal dan sah menurut syariat Islam.

Iya, sekarang jual beli online sangat populer baik melalui Facebook, WhatsApp, Instagram, Shopee, Lazada atau aplikasi lainnya. “Kalau jual beli online yang jelas kita harus menggunakan jasa pengiriman agar barang pembeli bisa sampai ke pembeli dengan menggunakan jasa J&T, JNE dan lain sebagainya.” Adapun informasi dan penjelasan mengenai dasar hukum dan syarat-syarat transaksi jual beli dalam hukum Islam, jika ditilik sekilas mungkin akan menyebabkan penolakan transaksi online (E-commerce), karena tidak jelasnya lokasi dan ketidakhadiran kedua pihak yang berkepentingan dari tempat tersebut.

Keadaan mereka demikian, karena mereka mengatakan (pendapat), sebenarnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Oleh karena itu, transaksi atau perjanjian yang dilakukan oleh jasa pengiriman J&T Express yang sering digunakan oleh semua pihak yang mengirim barang ke berbagai daerah diperbolehkan menurut hukum Islam karena tidak bertentangan dengan Syariat Islam. Ada baiknya bagi para pelaku bisnis jual beli online hendaknya mengetahui syarat-syarat hukum yang diperbolehkan dalam Islam.

Bagaimana prosedur tanggung jawab J&T jika barang rusak saat proses pengiriman? Apakah sebelumnya ada perjanjian (ketentuan) yang dibuat antara J&T dengan pembeli dan penjual online?

Pembahasan Hasil Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Bab II, Pasal 3. Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Bab II, Pasal 4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, “Transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Wawancara Hiburan Wawancara Nurafiah, Pelaku Perusahaan Pakaian Batik Pekalongan, Bisnis Hijab Syahdana. Sudah ada beberapa tempat di Makassar yang menjadi cabang layanan pengiriman J&T Express. Jika kedua metode pengiriman tersebut digunakan, baik pelanggan J&T membayar langsung melalui penjual online atau penerima.

Berapa ongkir yang dipatok J&T untuk penjual online dan penjual non online. Bagaimana cara membuat perjanjian dengan pihak jasa pengiriman barang J&T pada saat pengiriman barang pembeli? Apakah ada jaminan keamanan barang yang diberikan J&T kepada Anda saat Anda menyerahkan barang untuk dikirim ke tujuan/negara penerima, seperti dokumen atau nomor referensi?

Ketika Anda mengadakan kontrak penjualan yang berkualitas dengan pembeli barang, apakah harga barang dibayar saja, atau harga barang + biaya pengiriman dibebankan kepada pembeli dan barang dikemas dengan cepat dan dengan pita perekat, apakah Anda meminta pembayaran untuk ini atau Anda sendiri yang bertanggung jawab? Apakah barang yang Anda pesan sudah sampai sesuai waktu yang ditentukan J&T? Pernahkah Anda menerima barang dalam kondisi rusak atau bahkan hilang saat J&T sedang melakukan proses pengiriman barang?

Pernahkah Anda menerima barang yang tidak sesuai dengan harapan Anda atau tidak sesuai dengan produk yang diiklankan penjual? Pernahkah Anda mendengar tentang penjualan dan pengiriman online melalui jasa pengiriman seperti J&T, JNE, Tiki Sicepat dkk.

Gambar

Tabel 1.1 : Jumlah Narasumber
Gambar  1: Wawancara dengan Marliana  Gambar 2: Wawancara dengan Qosim  Gambar 3: Wawancara dengan Nurafiah  Gambar 4: Wawancara dengan Tanti Wilianti  Gambar 5: Wawancara dengan Fatimah
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Studi Teoritik

Referensi

Dokumen terkait

Hash—the Randy Boys are con- fident of winning the intra court title —we think they'll win too—for the last three years, the varsity football center has also been varsity basket- ball