• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap ijab qabul nikah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap ijab qabul nikah"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana praktik pengambilan sumpah pernikahan menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas di Desa Air Baus 1 Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan para pembaca khususnya mahasiswa dan akademisi lainnya. Selain itu diharapkan penelitian ini dapat menambah dan melengkapi karya ilmiah tentang Tinjauan Hukum Islam tentang Ijab Nikah dengan Bahasa Isyarat Bagi Penyandang Disabilitas di Desa Air Baus 1 Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi kajian akademis sebagai masukan bagi peneliti lain mengenai tema-tema terkait sehingga dapat dijadikan referensi atau bahkan referensi dan dapat dijadikan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya.

Penelitian ini juga diharapkan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat memberikan pemahaman baru yang lebih komprehensif tentang janji pernikahan dengan menggunakan bahasa isyarat.

Penelitian Terdahulu

Tesis Mahmudah Risalatul yang berjudul “Tawkil Ijab Qabul Calon Mempelai Pria Terganggu Dari Perspektif Hukum Islam (Kajian. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan diteliti oleh penulis adalah sama-sama mengangkat tema pernikahan, yang menjadi objek informan adalah keduanya tuli, keduanya dibahas berdasarkan ikhtisar hukum Islam dan menggunakan metode yang sama-sama kualitatif. Disertasi Nenih Nur Hasanah, “Sekilas Hukum Islam Terhadap Praktek Akad Nikah Bagi Pengantin Tuna wicara di KUA Kabupaten Sewon Bantul”.

17Mahmudah Risalatul, Disertasi : “Tawkil Ijab Qabul Pandangan Masa Depan Calon Pengantin Pria Difabel Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Dusun Pohgurih Desa Sumolawang Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto)”. Permasalahan dalam skripsi ini adalah: Bagaimana praktik akad nikah pengantin tunarungu di KUA Sewon Kabupaten Bantul dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik akad nikah pengantin tunarungu dengan menggunakan juru bicara di KUA Sewon Kabupaten Bantul. Sedangkan perbedaannya, dalam mengkaji hukum Islam, peneliti ini fokus pada praktik akad nikah bagi pengantin bisu dengan menggunakan advokat, sedangkan penelitian yang dikaji penulis fokus mengkaji hukum Islam mengenai praktik pengucapan qabul yang diucapkan secara langsung. oleh calon mempelai pria tanpa pendamping.

18Nenih Nurhasanah, Tesis : “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penyelenggaraan Akad Nikah Bagi Pengantin Tunarungu di KUA Sewon Kabupaten Bantul. Sedangkan perbedaannya, tinjauan hukum Islam yang peneliti ini fokuskan pada praktik akad nikah berdasarkan ketentuan Islam hukum dengan sudut pandang Imam Syafi'i, sedangkan penelitian yang diteliti penulis fokus pada tinjauan hukum Islam, namun tidak hanya terfokus pada sudut pandang Imam Syafi'i saja.

Metode Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, Penelitian akan dilakukan di satu desa yaitu Desa Air Baus 1 dan KUA Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penulis memilih teknik ini karena peneliti hanya memilih informan yang melakukan ikrar pernikahan dengan menggunakan bahasa isyarat. Dan informan penelitiannya adalah KUA Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, tempat kedua mempelai melangsungkan ikrar pernikahan dengan menggunakan bahasa isyarat.

Objek utama penelitian lapangan ini adalah sepasang suami istri yang melaksanakan akad nikah atau nazar dengan menggunakan bahasa. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli yang memuat informasi berkaitan dengan pokok permasalahan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan Ijab Qabul Nikah menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas di Desa Air Baus 1 Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara.

Observasi merupakan suatu cara pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung maupun tidak langsung terhadap subyek yang diteliti.24 Observasi ini menggunakan teknik langsung yang akan penulis lakukan di Desa Air Baus 1 dan Kecamatan KUA Hulu Palik. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran topik penelitian berdasarkan data yang diperoleh.25 Dengan demikian peneliti akan mendeskripsikan upaya penyempurnaan hukum Islam tentang persetujuan nikah dengan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas di desa Air Baus 1 , Hulu Palik, untuk ditinjau. Kecamatan, Kabupaten Bengkulu Utara.

Sistematika Penulisan

Berdasarkan data yang diperoleh untuk menyusun dan menganalisis data yang terkumpul, metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif.

PERKAWINAN DAN DISABILITAS

Dasar Hukum dan Hukum melakukan Perkawinan

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih bujang di antara kamu dan orang-orang yang layak (dikawinkan) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Dan mereka yang tidak boleh berkahwin hendaklah menjaga kesucian mereka sehingga Allah memampukan mereka dengan rahmat-Nya. Namun, sesuatu perkahwinan boleh menukar nikahnya mengikut illatnya atau mengikut syaratnya untuk mewajibkan, sunnah, makruh, haram dan mubah.

Dalam keadaan seperti itu, dia mesti melakukan perkahwinan itu, kerana jika dia tidak berkahwin dia akan cenderung untuk melakukan dosa (zina). Perkahwinan boleh mengubah hukumnya menjadi anjuran atau sunnah, jika dilakukan oleh seseorang yang pertumbuhan rohani dan jasmaninya dianggap sesuai untuk kehidupan berumah tangga. Jika dia berkahwin dalam keadaan sedemikian, dia akan mendapat pahala, dan jika dia tidak mahu berkahwin selagi dia mampu menjaga dirinya, dia tidak berdosa.

Hukum perkahwinan menjadi makruh apabila dilakukan oleh orang yang belum cukup umur, belum mampu mengurus diri dan berumah tangga. Kahwin sah bagi orang yang berkesempatan, tapi kalau tak buat tak risau berzina, kalau kahwin tak tinggalkan isteri.

Prinsip Perkawinan

Tujuan dan Hikmah Perkawinan

Sebagaimana kita ketahui, pernikahan merupakan kelanjutan ikatan antara seorang pria dan seorang wanita untuk membangun sebuah keluarga dan mencapai keturunan yang baik. Jadi pernikahan juga merupakan pintu gerbang persiapan untuk menghasilkan generasi penerus yang terus bertaqwa kepada Allah dan Rasul. 35. Jadi, cara yang sah untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melalui akad nikah (melalui perkawinan).

Tujuan utama dari Undang-undang Perkawinan adalah untuk melindungi diri dan harkat dan martabat manusia dari perbuatan-perbuatan kotor dan menjijikan yang dapat merendahkan dan merusak harkat dan martabat manusia yang mulia. Menurut konsep Islam, hidup adalah mengabdikan diri dan beribadah sepenuhnya kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga merupakan salah satu lahan subur untuk beribadah dan beramal shaleh selain Ibadan dan beramal shaleh lainnya.

Tujuan perkawinan antara lain memperoleh keturunan yang shaleh, memelihara dan membentuk kepribadian Islami yang berkualitas.36. Hikmah menikah menurut ajaran Islam adalah menjaga manusia dari perbuatan maksiat yang membahayakan diri, harta benda, dan pikiran.38 Hikmah menikah yang kedua adalah:

Rukun dan Syarat Nikah

Kantor Urusan Agama Kabupaten Hulu Palik termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara yang terletak di utara pusat kabupaten. Praktek Ijab Qabul Nikah dengan menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas (cacat) di KUA Hulu Kecamatan Palik Kabupaten Bengkulu Utara. 93 Wawancara dengan Bpk. Mukhtar, S.Pd.I (Petugas Penyuluh KUA) Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, pada tanggal 20 Juni 2022 pukul 09.30 WIB.

95 Wawancara dengan Bpk. Mukhtar, S.Pd.I (Petugas Penyuluh KUA) Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, pada tanggal 20 Juni 2022 pukul 09.45 WIB. 98 Wawancara dengan Bpk. Mukhtar, S.Pd.I (Petugas Penyuluh KUA) Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, pada tanggal 20 Juni 2022 pukul 09.50 WIB. 103 Wawancara dengan Bpk. Mukhtar, S.Pd.I (Petugas Penyuluh KUA) Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, pada tanggal 20 Juni 2022 pukul 09.50 WIB.

108 Interview med Mr. Mukhtar, S.Pd.I (KUA Extension Officer) Hulu Palik District, North Bengkulu Regency, den 20. juni 2022 kl. 10:10 WIB. Interview med Mr. Mukhtar, S.Pd.I (KUA Extension Officer) Hulu Palik District, North Bengkulu Regency, den 20. juni 2022 kl. 11:11 Wib.

Pendapat ahli fiqih mengenai syarat di dalam

KONSEP DISABILITAS

  • Jenis-jenis Disabilitas

GAMBARAN UMUM KUA KECAMATAN HULU

Gambaran Umum KUA

  • Sejarah Singkat KUA
  • Letak Geografis KUA
  • Struktur Organisasi KUA

Referensi

Dokumen terkait

Analisis dari segi ijab Qabul praktik yang dilakukan antara pemilik tambak dengan pemodal tidak bertentangan dengan hukum Islam karena telah memenuhi syarat dalam

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Praktik-praktik nikah wisata adalah praktik pernikahan yang terdapat akad serah terimah (ijab dan qabul),

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kedudukan bersatu majelis bagi ijab kabul dalam akad nikah melalui telepon, 2) Mengetahui hukum akad nikah melalui telepon

Dalam adat suku Samin, setelah wali dari mempelai laki-laki mengucapkan ijab, wali dari pihak perempuan hanya diam tanpa mengucapkan qabul, hal ini tidak sesuai

dap anak yang lahir dari hasil perkawinan ijab qabul oleh putusan hakim melalui teori penaf- siran dan penemuan hukum.. Dimana dalam penelitian ini

Menurut ulama Hanafiyah bahwa rukun nikah itu hanya ijab dan qabul saja.Walaupun ulama Hanafiah menyatakan demikian, tetapi di dalam ijab dan qabul tersebut

Analisis dari segi ijab Qabul praktik yang dilakukan antara pemilik tambak dengan pemodal tidak bertentangan dengan hukum Islam karena telah memenuhi syarat dalam

Ijab qabul atau shigat yang diucapkan dalam akad sewa menyewa dekorasi resepsi pernikahan pada April Wedding, dilakukan secara langsung yaitu menggunakan lisan ucapan, dan saling