• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Sistematis Literatur dan Model

N/A
N/A
M. Ferry Irawan

Academic year: 2024

Membagikan " Tinjauan Sistematis Literatur dan Model"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Factors Influencing Teacher Competence and Performance: A Systematic Review and Model

Yudha Alfian Haqqi

Abstract Latar Belakang

Penelitian ini berupa berupa tinjauan sistematik literatur yang difokuskan dengan mengidentifikasi dan memetakan faktor yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru.

Kompetensi dan kinerja guru berkaitan dengan keberhasilan pembelajran yang diterapkan dalam membentuk pengetahuan dan kepribadian siswa. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan maupuan pihak yang berkepentingan mengetahu faktor apa saja yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembentukan program pengembangan, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk guru.

Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematik literatur.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengidentifikasi faktor individu yang mempengaruhi kompetensi guru, (2 Mengidentifikasi faktor organizational yang mempengaruhi kompetensi guru, (3) Mengidentifikasi faktor leadership yang mempengaruhi kompetensi guru, (4) Mengidentifikasi faktor environmental factor yang mempengaruhi kompetensi guru, (5) Mengidentifikasi faktor individu yang mempengaruhi kinerja guru, (6) Mengidentifikasi faktor organizational yang mempengaruhi kinerja guru, (7) Mengidentifikasi faktor leadership yang mempengaruhi kinerja guru, dan (8) Mengidentifikasi faktor environmental factor yang mempengaruhi kinerja guru.

Metode

Metode penelitian ini menggunakan Sistematik Literatur. Sample dalam penelitian ini mencakup 45 artikel teridentifikasi dari 463 artikel yang diambil secara purpusive sampling melalui portal indexing jurnal berupa Google Scholar, IEEE, dan Scopus. Teknik pengumpulan data menggunakan PICOS dan Systematic Review Diagram based on PRISMA dengan analisis data berupa pemetaan menggunakan model Systematic Review.

Hasil Penelitian

Hasil tinjauan literatur menyebutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada faktor individu, organisasi, kepemimpinan dan lingkungan terhadap kompetensi dan kinerja guru.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya lembaga pendidikan untuk memaksimalkan kompetensi dan kinerja guru setelah mengetahui faktor pendorong apa saja yang dominan muncul sehingga pihak lembaga pendidikan dapat menyediakan falisitas peningkatan kompetensi dan kinerja bagi guru.

Keyword:

Individual, Organizational, Leadership, Environmental, Teacher Competence, Teacher Performance.

(2)

1. INTRODUCTION Pentingnya Topik Penelitian

Guru memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan pendidikan terutama menciptakan proses pembelajaran yang terstruktur (Himawan, 2016). Dalam melaksanakan perannya, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kualifikasi dimana hal tersebut telah diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru yang memiliki kompetensi yang berkualifikasi akan memiliki kinerja yang baik terutama dalam merumuskan inovasi pembelajaran (Maya & Kacar, 2018). Kompetensi guru sendiri meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam dalam kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dalam melakukan sesuatu. (Hidayatullah et al, 2020). Pada hakikatnya, kompetensi menjadi gambaran mengenai keterampilan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan atau tigas yang diembannya dan dapat diukur dengan pasti (Phytanza & Burhaein, 2020). Kompetensi guru perlu dimiliki oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan dimana kompetensi tersebut mempengaruhi kinerja guru dalam mengelola, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran (Wu et al, 2019).

Problem/Permasalahan Penelitian (Variabel Y)

Guru yang tidak memiliki kompetensi dan kinerja yang baik dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas penyelenggaraan Pendidikan (Aeni et al, 2019). Prestasi belajar siswa yang tidak maksimal, siswa yang tidak memiliki keahlian dalam pelajaran, hingga tidak memiliki motivasi untuk belajar yang mana akan berpengaruh terhadap hasil belajar (Ruscahyono, 2014). Kompetensi dan kinerja guru yang tidak baik juga akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang berlangsung (Nurmalina & Suhartono, 2021). Putri &

Imaniyati, (2017) mengungkapkan bahwa sekitar 300 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia belum memenuhi kualifikasi sarjana (S1). Adapun persentase perbandingan dari sekitar 3.10.000 baik PNS dan Non-PNS yang ada, 50% diantaranya belum bersertifikat atau bersertifikasi sebagai bukti mereka memiliki profesionalisme yang mana di dalamnya berisi kompetensi dan kinerja guru. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru yang menyandang predikat professional hasilnya ternyata belum dapat dikatakan memuaskan. Berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) terakhir, data guru yang lulus dengan nilai minimal 80 tak lebih dari 30% (Yusnita et al, 2018). Artinya, terdapat sekitar 70% guru yang mendapatkan hasil UKG dibawah nilai 80 atau masuk dalam kategori tidak kompeten. Kemudian, berdasarkan data hasil studi PISA (Program for International Student Assessment) yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali bagi siswa berusia 15 tahun, rangking Indonesia tahun 2018 masih berada pada urutan 74 alias peringkat ke-6 dari bawah.

Faktor Penyebab (Faktor X) (Teori +Penelitian Terdahulu)

Hal tersebut disebabkan karena guru belum memili kompetensi yang memadai sehingga mempengaruhi kinerja guru dalam memberikan pendidikan pada peserta didik (Zarkasi &

Cahyono, 2021). Berdasarkan data dari CNN Indonesia mengungkapkan bahwa survei banK Dunia menjelaskan adanya learning loss selama masa pandemi covid 19 dimana kualitas guru di Indonesia dalam segi kompetensi dan kemampuan mengajar masih sangat rendah. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian Fuad et al (2020) yang menyebutkan bahwa kompetensi yang dimiliki guru masih rendah dimana mereka tidak memiliki kesiapan literasi dalam

(3)

menghadapi reformasi pembelajaran selama pandemi covid-19 sehingga hal tersebut mempengaruhi kinerja guru dan tentunya sangat berpengaruh pada proses pembelajaran.

Permasalahan kompetensi dan kinerja guru juga disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal berupa individual dan leadership serta faktor eksternal yaitu organizational dan environmental factor (Fitria, H., Mukhtar, M., & Akbar, M. 2017). Misalnya guru yang sudah memiliki individual dan leadership yang baik namun ternyata sikap organisasi tidak mendukung guru untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya atau guru tidak memiliki lingkungan kerja yang mendukungnya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja mengajarnya (Rizal, & Nurjaya, 2020). Hal ini juga berlaku sebaliknya, ketika organisasi dan lingkungan kerja guru sudah baik tapi guru tersebut tidak memiliki pengelolaan diri dan leadership yang baik maka kompetensi dan kinerjanya juga tidak akan baik. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan baik dukungan internal maupun eksternal untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga kinerja guru dalam mengelola pembelajaan akan semakin baik pula (Indajang,Jufrizen, & Juliandi, 2020).

Novelty Penelitian

Penelitian terbaru dalam konteks faktor individu, kepemimpinan, organisasional, dan lingkungan berfokus pada interdisiplineritas, teknologi pembelajaran, kesejahteraan guru, pembelajaran berbasis pengalaman, kepemimpinan kolegial, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta faktor-faktor kontekstual lokal sebagai elemen kunci yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru. Dengan memperhatikan dinamika baru ini, penelitian bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih holistik dan praktis dalam mengembangkan strategi intervensi untuk meningkatkan praktik pengajaran dan pembelajaran di sekolah.

Dampak berbagai faktor terhadap kompetensi dan kinerja guru merupakan bidang penelitian yang kompleks dan penting dalam bidang pendidikan. Faktor kepemimpinan, organisasi, individu, dan lingkungan semuanya berperan penting dalam membentuk kinerja guru.

Kepemimpinan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja guru. Kepemimpinan transformasional terbukti berdampak positif terhadap kelelahan kerja guru, dengan kompetensi sosial-emosional dan hubungan siswa-guru memediasi hubungan ini (Tian et al., 2022) . Selain itu, gaya kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional, telah dikaitkan dengan kompetensi fungsional guru (Ismail et al., 2018) . Selain itu, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan praktik kepemimpinan teknologi telah dikaitkan dengan kompetensi guru di bidang teknologi informasi dan komunikasi (Ahmad & Husnin, 2022) . Faktor organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Perilaku kewarganegaraan organisasi, pemberdayaan psikologis, dan kompetensi terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, termasuk guru (Wardani & Dewi, 2022) .

Urgency/ Rational & Motivasi Penelitian

Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru adalah mendesak karena pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik, dan menyiapkan guru menghadapi tantangan masa depan. Investasi dalam sumber daya manusia guru tidak hanya meningkatkan hasil pendidikan, tetapi juga membawa dampak positif pada kesejahteraan mereka. Dengan demikian, penelitian ini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing global dan mengatasi kesenjangan pendidikan, sambil memastikan bahwa setiap siswa menerima pendidikan yang

(4)

berkualitas. Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru sangat penting untuk meningkatkan hasil pendidikan. Marsen dkk. (2021) menyoroti dampak kompetensi pedagogik dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru sekolah dasar.

Nasrulloh dkk. (2022) lebih lanjut mendukung hal ini dengan menunjukkan bagaimana kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Zulkipli dkk. (2022) juga menekankan pengaruh signifikan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial terhadap kinerja guru.

Tujuan Penelitian

Oleh karena itu, kajian literatur ini diperlukan untuk mengidentifikasi permasalahan kompetensi dan kinerja guru dengan memetakan faktor individual, leadership, organizational, dan environmental sehingga nantinya ditemukan faktor yang paling mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru. Tinjauan literatur review ini dapat dimanfaatkan oleh para stakeholder yaitu sekolah, dinas pendidikan, dan kementerian pendidikan sebagai bahan pertumbangan dalam menyusun kebijakan yang tepat guna meningkatkan kompetensi dan kinerja guru.

2. THEORY

2.1 Kompetensi Guru

Secara universal, kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa menjadi cerminan dari kompetensi dan kinerja guru (Syafrawi et al., 2022). Albert Bandura (Saleh, 2020) pada teori kognitif sosial miliknya mengungkapkan bahwa seseorang cenderung akan belajar ketika mengalami secara langsung. Begitu juga dengan guru dalam meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Setiap guru memiliki faktor yang berbeda-beda dalam peningkatan kompetensi (Yuli, 2020). Konsekuensi dari kompetensi guru terlihat pada siswa sebagai subjek belajar (Kurniawan & Zarnita, 2020). Misalnya saja terdapat efek positif dimana prestasi dan hasil belajar anak meningkat serta pembelajaran berlangsung efektif karena guru memiliki kompetensi yang baik. Namun hal tersebut tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi kompetensi guru itu sendiri. Sedangkan penelitian lain menunjukkan adanya dampak negatif dari guru yang memiliki kompetensi rendah terutama berdampak pada proses pembelajaran yang tidak berjalan efektif, serta prestasi dan hasil belajar anak yang tidak maksimal (Uno &

Nina, 2022). Oleh karena itu, diperlukan konsep manajemen pendidikan yang dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kompetensi guru (Wati & Trihantoyo, 2020). Konsep manajemen pendidikan ini melibatkan upaya individu dan kelompok dalam mencapai tujuan tertentu yang sebelumnya telah ditentukan oleh lembaga pendidikan (Winarti, 2018).

2.2 Kinerja Guru

Kinerja adalah sesuatu yang bersifat individu serta selalu berbeda-beda pada setiap orang (Gani, 2020). Dalam Psikologi, terdapat sebuah konsep yang dikenal dengan nama Organizational Citizenchip Behaviour (OCB) dimana diartikan sebagai perilaku seseorang yang sukarela mengerjakan pekerjaan yang melebihi standar tugas yang diberikan kepadanya demi membantu kelangsungan organisasi atau lembaga dalam mencapai tujuannya (Alsheikh, 2020). Seseorang yang memiliki OCB tinggi merupakan aset dari sebuah organisasi atau lembaga. Kinerja guru biasanya dapat dinilai dari bagaimana proses penyelenggaraan pendidikan berlangsung dan output yang terlihat pada siswa yang diajarkan (Desky et al,

(5)

2020). Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru tergolong baik atau tidak (Lusiana, 2019). Salah satu bentuk aspek penilaian terhadap kinerja guru dapat dilihat pada faktor yang mempengaruhinya (Seran et al, 2021). Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru diantaranya faktor individual, organizational, leadership dan environmental factor. Karena yang mempengaruhi kinerja guru tidak hanya satu, maka diperlukan solusi agar faktor-faktor ini dapat dikelola dengan baik agar mampu untuk meningkatkan kinerja guru. Konsep manajemen pendidikan adalah solusi yang tepat. Hal ini dapat diketahui melalui banyak penelitian yang mengangkat topik mengenai kinerja guru. Persson & Nouri (2018) melakukan penelitian literature tentang faktor yang mempengaruhi kinerja guru. Terdapat 36 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian.

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi dan Kinerja Guru

Kompetensi guru dipengaruhi oleh berbagai faktor (Mujiono, 2020). Nurhayati (2020) mengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi kompetensi guru berupa faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri individu guru yang meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, penataran dan pelatihan, etos kerja, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kompetensi guru meliputi iklim, kebijaksanaan organisasi, lingkungan kerja, sarana dan prasarana, gaji, lingkungan sosial dan sebagainya. Hamid (2019) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam menjalankan pekerjaannya, antara lain; motivasi dan minat, bakat, watak, sifat, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi kinerjanya, antara lain; lingkungan fisik, sarana dan prasarana, imbalan, suasana, kebijakan dan sistem administrasi.

3. REVIEW METHODOLOGY

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tinjauan sistematik literatur yang berpedoman pada Preferred Reposrting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) oleh Liberati et al, 2009). Adanya tinjauan penelitian ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan memetakan topik penelitian serupa secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan memetakan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kompetensi dan kinerja guru. Peneliti memfokuskan penelitian pada faktor yang mempengaruhi kinerja dan kompetensi guru.

3.1 Overview of Systematic Literature Review Process

Dalam proses tinjauan sistematik literatur ini, peneliti menggunakan portal indexing jurnal yang diakses melalui Google Scholar, IEEE, dan Scopus. Proses pencarian artikel disesuaikan dengan topik penelitian yaitu memfokuskan pada faktor yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja guru. Proses tinjauan sistematik literatur dalam penelitian ini dimulai dengan menentukan kategori string atau pengkodean yang digunakan untuk mencari artiket terkait.

Dalam hal ini, peneliti menggunakan string “Pengaruh terhadap kinerja guru” dan “Pengaruh terhadap kompetensi guru” dalam bahada indonesia dan bahasa inggris. Melalui string pencarian tersebut, kemudian peneliti mulai mencari artikel melalui search engine dan mengumpulkan artikel tersebut sebelum dilakukan reduksi dan ekstraksi data. Penemuan pertama melalui Google Scholar, peneliti memperoleh data sebanyak 314 artikel menggunakan string berbahasa indonesia dan 97 artikel menggunakan string berbahasa

(6)

inggris. Sedangkan pada IEEE, peneliti memperoleh 19 artikel menggunakan string berbahasa inggris, dan pada Scopus peneliti menemukan 33 artikel menggunakan string berbahasa inggris. Selanjutnya, peneliti melakukan reduksi dan ekstraksi data dengan mengidentifikasi kesesuaian topik, kelengkapan kriteria inklusi dan ekslusi, serta menghapus duplikasi topik. Proses tinjauan sistematik secara rinci dijabarkan pada gambar 2. Hasil akhir ekstraksi pada ketiga portal indexing jurnal tersebut, peneliti memperoleh 45 artikel teridentifikasi dengan 22 artikel menggunakan string berbahasa inggris, dan 23 artikel menggunakan string berbahasa indonesia.

Figure 2. Systematic Review Diagram based on PRISMA

Catatan diidentifikasi pada Portal Indexing Journal Google Scholar (n=411)

IEEE (n=19) Scopus (n=33)

Hasil Screening Berdasarkan Judul (n=463)

Penghapusan duplikasi artikel

(n=246) Record excluded (n=118)

Pdfs not available (n=37)

Artikel lengkap yang memenuhi

kriteria kelayakan (n=91) Record Excluded (n=46) Identificationscreeeningeligibility Included Artkel teridentifikasi dan dianalisis

(n=45)

(7)

3.2 Data extraction

Proses Ekstraksi data pada penelitian ini memfokuskan faktor yang mempengaruhi kinerja dan kompetensi guru. Ektrasksi dilakukan pada 45 artikel yang teridentifikasi sesuai dengan kriteria. Dengan melakukan ekstraksi data, peneliti dapat memetakan faktor yang dominan dan signifikan dari hasil pencarian artikel. Dalam penelitian tinjauan sistematik literatur ini, proses ekstraksi data terbagi menjadi 2 yaitu ekstraksi data pada artikel dengan string pencarian berbahasa indonesia dan ekstraksi data pada artikel dengan string pencarian berbahasa inggris. Hasil akhir proses ini berupa hasil identifikasi fakto apa saja yang paling banyak muncul dan memberikan peningkatan pada kompetensi dan kinerja guru.

3.2.1 Search String

Dalam penelitian ini, pencarian string merupakan tahapan awal untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai dengan topik penelitian. String yang digunakan berdasarkan keyword yang terdapat pada judul artikel yaitu difokuskan pada kinerja guru dan kompetensi guru.

Dalam menggunakan keyword “kinerja guru”,”kompetensi guru” peneliti sedikit mengalami kedulitas ketika mengidentifikasi artikel dengan string keyword berbahasa inggris. Oleh karena itu, peneliti menggunakan string tambahan berupa “effect” yang memberikan gambaran adanya variabel lain yang terkait. Penerapan pencarian ini dilakukan pada portal indexing journal IEEE dan Scopus. Sedangkan untuk indexing Google Scholar, peneliti dapat melakukan pencarian dengan menggunakan keyword baik itu yang menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa inggris.

3.2.2 Inclusion and exclusion criteria

Dalam penelitian ini, terdapat kriteria inklusi dan ekslusi yang ditetapkan dengan tujuan untuk membatasi ruang identifikasi artikel sehingga dalam proses pemetaan hasil, peneliti dapat memetakan faktor yang relevan dengan topik penelitian. Berikut kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini.

Tabel 1. Inclusion and exclusion criteria

Inclusion Exclusion

- Artikel menggunakan bahasa inggris dan bahasa indonesia

- Artikel termasuk dalam kategori jurnal maupun proceeding

- Artikel difokuskan pada topik penelitian yaitu faktor yang mempengaruhi kinerja dan kompetensi guru

- Artikel dipublikasikan pada rentang tahun 2010-2022

- Artikel dapat diunduh sehingga mempermudah proses analisis

- Artikel menggunakan bahasa selain bahasa inggris dan bahasa indonesia - Artikel bukan termasuk dalam

kategori jurnal maupun proceeding - Artikel relevan dengan topik

penelitian namun tidak membahasa pengaruh yang ditimbulkan

- Duplikasi artikel

- Artikel relevan dengan topik penelitan namun tidak dapat diunduh sehingga tidak dapat dianalisis

(8)

4. RESULT FINDING 4.1 Distribution Paper

Distribution Paper Based on Year

Year Paper Identity (PID) No. of

Paper

Persentage

2010 237 1 2,22 %

2012 105, 427 2 4,44 %

2014 460 1 2,22 %

2015 441 1 2,22 %

2016 53, 59, 419, 425, 457, 462 6 13,33 %

2017 85, 421, 435, 444 5 11,11 %

2018 62, 65, 80, 245, 267, 311 6 13,33 %

2019 61,67,71,118, 391, 459 6 13,33 %

2020 97,279,291, 411, 415, 417, 422 7 15,56 %

2021 213, 277, 351, 377, 416, 462 6 13,33 %

2022 19, 401, 423, 451 4 8,89 %

Berdasarkan tahun, penelitian ini berada pada rentang tahun 2010 hingga 2022. Dari tahun tersebut diketahui diterbitkan artikel sebanyak 45 dengan persentase total yaitu 99.98%. Adapun tahun dengan jumlah artikel paling banyak adalah pada tahun 2020 sebanyak 7 artikel dengan persentase sejumlah 15.56%. Tahun dengan jumlah terbitan artikel paling sedikit adalah pada tahun 2010, 2014, dan 2015 yaitu hanya sebanyak 1 artikel dengan persentase masing-masing yaitu 2.22%. Kemudian diikuti pada tahun 2022 yaitu sejumlah 4 artikel dengan presentase 8.89%, diikuti tahun 2017 sejumlah 5 terbitan artikel dengan presentase 11.11%, disusul setelahnya oleh tahun 2016, 2018, 2019, dam 2021 masing- masing sebanyak 6 artikel dengan presentase 13.33%. Berdasarkan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa sejak 2010 hingga 2022 terdapat fluktuasi penerbitan yang mana puncak terbitan terbanyak pada tahun 2020 dan kembali mengalami penurunan pada tahun 2021 dan 2022.

Distribution Paper Based on Developing Countries

Countries Paper Identity (PID) No. of Paper Persentage

Indonesia 377-463 23 51,11 %

Malaysia 53, 59, 67,71, 80, 105, 118, 213, 280,

351 10 22,22 %

Pakistan 61-85 2 4,44 %

India 245, 279, 291, 311 4 8,89 %

Serbia 237 1 2,22 %

Turki 267, 277 2 4,44 %

Georgia 65, 97 2 4,44 %

Timor Leste 62 1 2,22 %

Berdasarkan negara, penelitian ini diterbitkan di beberapa negara berkembang diantaranya Indonesia, Malaysia, Pakistan, India, Serbia, Turki, Georgia dan Timor Leste.

Dari negara tersebut diketahui diterbitkan artikel sebanyak 45 dengan persentase total yaitu 99.98%. Adapun negara dengan jumlah artikel paling banyak adalah Indonesia sebanyak 23 artikel dengan persentase sejumlah 51.11%. Negara dengan jumlah terbitan artikel paling

(9)

sedikit adalah Serbia dan Timor Leste yaitu hanya sebanyak 1 artikel dengan persentase masing-masing yaitu 2.22%. Kemudian diikuti oleh Pakistan, Turki dan Georgia yaitu sejumlah 2 artikel dengan presentase masing-masing 4.44%, diikuti India sejumlah 4 terbitan artikel dengan presentase 8.89%, disusul setelahnya oleh Malaysia sebanyak 10 artikel dengan presentase 22.22%. Berdasarkan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia menempati posisi sebagai negara berkembang dengan jumlah terbitan artikel paling banyak dibandingkan negara berkembang lain yang masuk dalam daftar negara dengan penerbitan artikel serupa.

4.2 Target of Research Target Paper

Type of Paper No. of Paper Persentage

Proceeding 8 17,78%

Journal 37 82,2%

Berdasarkan jenis jurnal, penelitian ini terbagi atas dua jenis yaitu proceeding dan journal. Dari kedua jenis tersebut diketahui diterbitkan artikel sebanyak 45 dengan persentase total yaitu 99.98%. Adapun jenis jurnal dengan jumlah artikel paling banyak adalah pada journal sebanyak 37 artikel dengan persentase sejumlah 82.2%. Jenis jurnal dengan jumlah terbitan artikel paling sedikit adalah jenis proceeding yaitu hanya sebanyak 8 artikel dengan persentase yaitu 17.78%. Berdasarkan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa jenis jurnal journal memiliki perbedaan jumlah terbitan yang berbanding terbalik dengan proceeding.

Target Population Target

Population Paper Idenity (PID) No. of Paper Persentage

TK 213, 451 2 4,44 %

SD 59, 65, 97, 377, 391, 421, 427, 7 15,56 %

SMP 53, 80, 85, 267, 280, 311, 422,

462, 463 9 20,00 %

SMA 61, 105, 118, 351, 415, 416, 417, 419, 441, 444, 457, 459, 460, 461

14 31,11 %

Perguruan

Tinggi 67, 411 2 4,44 %

Tidak

Teridentifikas i

62, 71, 237, 245, 279, 291, 401, 423, 425, 435,

10 22,22 %

Berdasarkan target populasi, penelitian ini memiliki beberapa target yang berbeda- beda diantaranya TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan Tidak teridentifikasi. Dari target populasi tersebut diketahui diterbitkan artikel sebanyak 45 dengan persentase total yaitu 99.98%. Adapun target populasi dengan jumlah artikel paling banyak adalah pada jenjang SMA yaitu sebanyak 14 artikel dengan persentase sejumlah 31.11%. Target populasi dengan jumlah terbitan artikel paling sedikit adalah pada jenjang TK dan Perguruan Tinggi yaitu hanya sebanyak 2 artikel dengan persentase masing-masing yaitu 4.44%. Kemudian diikuti pada jenjang SD sejumlah 7 artikel dengan persentase 15.56%, diikuti jenjang SMP

(10)

sejumlah 9 terbitan artikel dengan persentase 20.00%, disusul setelahnya oleh jenjang yang tidak teridentifikasi sebanyak 10 artikel dengan presentase 22.22%. Berdasarkan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian yang dilakukan paling banyak menggunakan target populasi pada jenjang SMA dan paling sedikit yaitu TK dan Perguruan Tinggi.

(11)

Professional skill Professional Self Ddevelopment

Work motivation Teacher Self Eefficacy

Teacher’s view

Communication Skill Professional knowledge

Personal characteristic Trust Teacher Commitment Teacher’s Emotional

Discipline

Self Esteem Locus of Control

Infromation Access Skill Media and Digital Literacy Skill Individual Factors

Leader Member Exchange Academic Supervision

Principal Leadership

Leadership Style

Job Satisfaction Organizational

Factors

Teacher Competence and Performance Factors

Leadership Factors

Environmental Factors

Work Environment

Family environment

Knowledge Sharing

Workoverload

Ethical Standards and Values Work Family Conflict Teacher tenure

Teacher Welfare Certification Allowance

Support Education and Training Program

Organizational Culture Principal Organization

Teacher Certification Status Suitability of The Field

Education

Perceived Organizational Support

Learning Facilities

(12)

Figure 3. Classification of Teacher Competence and performance factors based on criteria

Variable

Y Group X Variable X Jumlah & % Sign-

ficant

Not signi- ficant

%

Compete nce

Individual Factors

Professional Knowledge 1 2,22 % √

Personal Characteristics 1 2,22 % √

Professional Skill 1 2,22 % √

Infromation Access Skill 2 4,44 % √

Teacher’s view 1 2,22 % √

Work Motivation 2 4,44 % √

Profesional self development 3 6,67 % √ Media and Digital Literacy

Skill 1 2,22 % √

Organizatio nal Factors

Organizational structure 2 4,44 % √

Teacher Welfare 1 2,22 % √

Education and Training 3 6,67 % √

Organizational Principals 1 2,22 % √ Certification allowance 1 2,22 % √

Teacher certification 1 2,22 % √

Organizational culture 1 2,22 % √

Suitability of The Field

Education 1 2,22 % √

Leadership Factors

Lleadership style 1 2,22 % √

Principal Leadership 1 2,22 % √

Job Satisfaction 1 2,22% √

Environme ntal Factors

Ethical Standards and Values 1 2,22 % √

Knowledge sharing 1 2,22 % √

Performa nce

Individual Factors

Teacher Commitment 1 2,22 % √

trust 1 2,22 % √

Learning 2 4,44 % √

Self Efficacy 2 4,44 % √

Work Motivation 6 13,33

% √

Profesional self development 3 6,67 % √ Infromation Access Skill 1 2,22 % √

Teacher’s Emotinal 2 4,44 % √

Digital and Media Literacy

Skill 1 2,22 % √

Self Esteem 1 2,22 % √

Communication Skill 1 2,22 % √

Locus of control 1 2,22 % √

Discipline 1 2,22 % √

Organizatio

nal Factors Tercher certifikasi 4 8,89 % √

Education and Training 5 11,11

%

(13)

Variable

Y Group X Variable X Jumlah & % Sign-

ficant

Not signi- ficant

%

Organizational structure 2 4,44 % √ Organizational Principle 2 4,44 % √

Work culture 2 4,44 % √

Tearcher Tenure 2 4,44 % √

Job Satisfaction 2 4,44 % √

Suitability of The Field

Education 1 2,22 % √

Leadership Factors

Principal Leadership 1 2,22 % √

Academic Supervision 1 2,22 % √

Job Satisfaction 1 2,22 % √

Leader Member Exchange 1 2,22 % √

Environme ntal Factors

Learning Facilities 1 2,22 % √

Workload 1 2,22 % √

Family Environment 1 2,22 % √

Work Environment 2 4,44 % √

Penelitian ini dilakukan untuk mencari faktor yang mempengaruhi variabel Y yaitu kompetensi dan kinerja guru. Adapun dua variabel tersebut difokuskan atas 4 faktor yaitu individual factors, organizational factors, leadership factors dan environmental factors. Pada variabel kompetensi guru bagian individual factors, diketahui bahwa professional self- development memiliki tingkat signifikansi paling tinggi yaitu 6.67% sedangkan bagian professional characteristic terdeteksi tidak signifikan dengan jumlah persentase 2.22%.

Kemudian pada faktor organizational factor diketahui pada bagian education and training memiliki jumlah signifikansi paling tinggi yaitu sejumlah 6.67% sedangkan bagian communication skill terdeteksi tidak signifikan dengan jumlah persentase sejumlah 2.22%.

Selanjutnya yaitu pada faktor leadership factor diketahui bahwa semua bagian terdeteksi signifikan dengan jumlah persentase masing-masing 2.22%. Terakhir, pada faktor environmental factor, diketahui bahwa semua bagian terdeteksi signifikan dengan jumlah persentase masing-masing sejumlah 2.22%. Pada variabel kedua yaitu kinerja guru, diketahui pada faktor individual factor,bagian work motivation memiliki tingkat signifikansi paling tinggi yaitu dengan persentase 13.33% sedangkan bagian communication skill terdeteksi tidak signifikan dengan persentase sejumlah 2.22%. Pada faktor organizational factor diketahui bagian education and training menempati jumlah signifikansi paling tinggi yaitu sejumlah 11.11% dan bagian work culture terdeteksi tidak signifikan dengan jumlah persentase 4.44%. Selanjutnya, pada faktor leadership factors, semua bagian terdeteksi signifikan dengan jumlah persentase masing-masing yaitu 2.22%. Terakhir, pada faktor environmental factors, diketahui semua bagian terdeteksi signifikan dengan jumlah signifikansi paling tinggi yaitu pada bagian work environment dengan jumlah 4.44% dan diikuti bagian lainnya dengan persentase masing-masing sejumlah 2.22%

5. PEMBAHASAN

RQ1: Apa saja faktor individu yang mempengaruhi teacher kompetensi ?

Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu mempengaruhi kompetensi guru pada beberapa sub faktor mencakup Professional Knowledge, Personal Characteristics,

(14)

Professional Skill, Infromation Access Skill, Teacher’s view, Work Motivation, Profesional self development, dan Media and Digital Literacy Skill. Diantara sub fator tersebut, faktor yang paling dominan muncul yaitu kemampuan pengembangan diri oleh guru.

Pengembangan profesional diri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi guru. Hal tersebut juga dinyatakan dalam penelitian Nurmalina & Suhartono (2021) yang menyatakan bahwa pengembangan diri pada guru ditingkatkan agar guru mampu menciptakan pembelajran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

Pengembangan diri guru dapat dilakukan dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional. Supriadi (2021) menjelaskan bahwa guru yang memiliki pengembangan diri berkesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif untuk peserta didik. Pengembangan diri pada guru juga memberikan peluang peningkatan kompetensi guru yang diimbangi dengan peningkatan kreativitas, menggunakan teknologi tepat guna, memodifikasi media pembelajaran sesuai dengan sumber daya lingkungan sekitar dan mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman pembelajaran dan lain sebagainya.

Namun, dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakteristik individu tidak berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru. Penelitian oleh Karatepe et al (2015) menyebutkan bahwa karakteristik personal individu tidak berpengaruh signifikan pada kompetensi individu. Hal didukung oleh penelitian Aglare et al (2017) yang menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi dan kepribadian masing-masing. Pembeda dari kompetensi individu bukan dari karakteristik yang dimiliki namun bagaimana upaya individu untuk menggali dan menemukan potensi melalui program pengembangan diri. Oleh karena itu, Sejauh mana individu dapat berkembang tergantung pada kemauan dan niat mereka untuk mengupgrade pengetahuan yang dimilikinya.

Guru sebagai tenaga pendidik harus memiliki keterampilan dalam mengupgrade kemampuan mereka, mengingat era distrubsi teknologi dimana perkembangan teknologi mendominasi kehidupan manusia tentunya dalam dunia pendidikan. Seorang pendidik harus kompetensi diantara kemampuan dalam mengakses teknologi digital (Napal Fraile et al, 2018).

Kemampuan media dan digital literasi perlu dilatih. Pendidik perlu mengubah cara pandang mereka sehingga mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan profesional dalam mengajar. Alhasil, kompetensi gugu yang baik tentunya mereka memiliki ketrempilan profesional dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang dirancang untuk meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru yang bersangkutan.

RQ2: Apa saja faktor organisasi yang mempengaruhi teacher kompetensi?

Hasil penelitian menujukkan adanya pengaruh yang signifikan pada organisasi terhadap kompetensi guru (Ashar et al, 2019; Indajang et al, 2020; Fitria et al, 2017; dan Fitria, 2018).

Beberapa sub faktor yang memepengaruhi kompetensi guru diantaranya Organizational structure, Teacher Welfare, Education and Training, Organizational Principals, Certification allowance, Teacher certification, Organizational culture, dan Suitability of The Field Education. Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh bahwa sub faktor yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kompetensi guru ditunjukkan pada faktor pendidikan dan pelatihan.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Seke Rt al, (2021) yang menyatakan bahwa adanya pendidikan dan pelatiahan pada guru berupa diklat pendidikan

(15)

tenyata memberikan pengaruh yang positif pada kompetensi yang dimiliki mereka. Ediyanto et al (2018) mendukung kegiatan pelatihan untuk guru dengan mnegembangkan buku panduan pendidikan dan pelatihan guru. Untuk menyelesaikan tugas yang diembannya, guru harus memiliki derajat kesediaan dan kemampuan tertentu. Oleh karena itu, guru dituntun untuk mengikuti berbagai pelatihan maupun pendidikan untuk memberikan pengalaman baru bagi guru sehingga guru dapat menilai fenomena situasi dalam pembelajaran dengan sikap dan keterampilan yang tepat. Selain itu, struktur organisasi juga berpengaruh signifikan pada kompetensi guru (Fitria et al, 2017). Struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama. Apabila struktur organisasi tidak memiliki kebijakan yang menetapkan betapa penidngnya bagi guru untuk mengupgrade informasi, maka kompetensi yang dimiliki guru tidak akan pernah berkembang (Ashar et al, 2019).

Namun. Budaya organisasi ternyata tidak berpengaruh signifikan pada kompetensi guru (Indajang et al, 2020). Hal tersebut disebabkan karena adanya beberapa guru yang memiliki prinsip dan pandangan yang berbeda tentang cara mengajar kelas mereka. Hal tersebut tidak bisa menjadi tolok ukur adanya peningkatan pada kompetensi guru jika pemerataan peningkatan hanya dilakukan pada guru yang memiliki pola pikir terbuka dan mau beradaptasi dengan zaman. Faktanya, guru senior lebih suka mempertahankan cara mengajar konvensional mereka, sehingga hal tersebut yang memberikan pengaruh tidak sigifikan pada kompetensi yang dimiliki guru. Keberagaman budaya dalam organisasi hanya menjadi referensi untu mempererat adanya hubungan sosial namun tidak berpengaruh pada kemampuan personal indivivu untuk berkembang.

RQ3: Apa saja faktor leadership yang mempengaruhi teacher kompetensi?

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa leadership berpengaruh signifikan pada kompetensi guru. Hal tersebut dilihat dari subfaktor meliputi Leadership style, Principal Leadership, dan Job Satisfaction yang memiliki presentase sama dan berpengrauh signifikan.

Fitria et al (2017) menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan sekolah memiliki dampak pada kompetensi yang dimiliki guru. Namun hal tersebut ternyata masih berkaitan dengan bagaimana kepala sekolah menerapkan sistem kepemimpinan. Misalnya jika gaya kepemimpinan memiliki ketimbangan dimana guru diharuskan beradaptasi dengan sistem baru, tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi kompetensi yang dimiliki guru. Guru diharuskan beradaptasi dengan sistem baru tersebut. Selain itu, prinsip kepemimpinan juga berpengaruh positif pada kompetensi guru. Misalnya kepala sekolah yang memiliki prinsip kepemimpinan demokratis, suka mendengarkan pendapat guru lain tentu akan sangat berbeda dengan kepemimpinan kepala sekolah yang lebih suka mendekte (Maya et al, 2018). Oleh karena itu, prinsip yang diterapkan kepala sekolah dalam organisasi lembaga perlu dipertimbangkan untuk mencapai tujuan organisasi lembaga tersebut. Disisi lain, kepuasan kerja guru menjadi salah satu faktor penyebab signifikansi terhadap kompetensi guru. Guru yang memiliki kompetensi yaang baik dalam perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pembelajaran tentunya merasa puas dengan kinerja yang telah dilakukannya. Mereka dapat memaksimalkan kompetensi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan inovatif bagi pembelajran peserta didik (Zarkasi et al, 2021).

(16)

RQ4: Apa saja faktor environmental factor yang mempengaruhi teacher kompetensi?

Lingkungan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kompetensi guru. Dalam penelitian ini, diperoleh sub faktor yang paling berpengaruh pada kompetensi guru yakni Ethical Standards and Values dan Knowledge sharing. Standar nilai dan etika yang diterapkan dalam lingkungan kerja tentu mempengaruhi kompetensi guru, dimana guru diharuskan menyesuaikan karakter dilingkungan kerja mereka (Panggabean, 2016).

Lingkungan kerja yang memiliki standar dan nilai yang positif mampu menggerakkan motivasi guru sehingga mereka cenderung memiliki kemauan yang tinggi untuk mengembangkan diri meningkatkan kompetensi yang dimilikinya (Imroatun eta al, 2016).

Penelitian oleh Astuti et al (2019) menjelaskan bahwa komptensi menjadi kemampuan wajib yang dimiliki oleh guru, guru diharuskan mengupgrade kemampuan yang dimiliki mereka agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu, berbagi pengetahuan antar sesama di lingkungan kerja tentu menjadi pengaruh besar pada perkembangan kompetensi guru. Sikap saling berbagi pengetuan akan memberikan update informasi terkait dengan kemampuan apa saja yang perlu ditingkatkan jika salah seorang guru kurang memahami arus pemerolehan infromasi. Oleh karena itu, menciptakanl lingkungan kerja yang memiliki nilai positif dapat dilihat dari nilai dan juga faktor ringan tangan pada masing masing anggota untuk saling berbagi pengetahuan yang mereka miliki.

RQ5: Apa saja faktor individu yang mempengaruhi teacher kinerja ?

Kinerja seorang guru juga dipengaruhi oleh beberpa faktor. Dalam penelitian ini, diperoleh beberapa faktor yang tergolog dalam faktor individu mencakup Teacher Commitment, trust, Learning, Self Efficacy, Work Motivation, Profesional self development, Infromation Access Skill, Teacher’s Emotinal, Digital and Media Literacy Skill, Self Esteem, Communication Skill, Locus of control, dan Discipline. Diantara beberapa faktor tersebut, Work motivation menjadi salah satu faktor yang paling dominan dan berpengaruh signifikan pada kinerja guru (Komariyah et al, 2021; Nawaw, 2022; Zarkasi et al, 2021; Ruth, 2017; Improatun, 2017;

Phytanza et al, 2020; dan Suzan et al, 2021). Motivasi kerja pada dasarnya bersumber pada diri seseorang. Apabila guru memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan pribadinya maka mereka akan memiliki kesadara untuk meningkatkan kinerjanya. Selanjutnya, pengembangan profesional diri juga berpengaruh secara signifikan pada kinerja guru (Nurmalina, 2021; Panggabean, 2016). Seorang guru memiliki pengembangan digi guna untuk meningkatkan kinerja yang dimilikinya. Guru yang memiliki kemauan untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi dalam dirinya, tentu akan berpengaruh terhadap kualitas dari kinerjanya. Guru yang memiliki kinerja yang baik tentunya juga memiliki motivasi kerja dan mamp berinovasi dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan untuk peserta didik.

RQ6: Apa saja faktor organisasi yang mempengaruhi teacher kinerja?

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi berpengaruh signifikan pada kinerja guru dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Tercher certifikasi, Education and Training, Organizational structure, Organizational Principle, Work culture, Tearcher Tenure, Job Satisfaction, dan Suitability of The Field Education. Faktor paling dominan yang berpengaruh pada kinerja guru yaitu pendidikan dan pelatihan (Zeke et al, 2021; Ediyanto et al, 2018). Kinerja guru menjadi implikasi dari motivasi dan kemampuan guru (Erlangga et al, 2021). Untuk menyelesaikan tugasnya, guru perlu dibekali dengan kemampuan dan

(17)

keterampilan. Bahkan keterampilan saja masih belum efektif untuk melakukan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang dikerjakannya dan bagaimana mengerjakannya (Scoular & Care, 2018). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pendidikan dan pelatihan pada guru. Selain itu faktor yang berpengaruh signifikan pada kinerja gruu dalam lingkup organisasi yakni sertifikasi guru (Nawaw, 2022; Mueller, 2012; Phytanza et al, 2020;

Sudarmono et al, 2021). Penelitian yang dilakukan Taylor et al (2011) oleh meyatakan bahwa sertifikasi guru menjadi salah satu penanda bahwa guru telah memperoleh pelatihan keprofesionalan. Dengan demikian, guru telah dilatih dan diberikan pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. Sertifikais guru sangat penting terutama ketika guru melaksanakan peran fungsionalnya. Disinilah peran organisasi dalam mendukung pelatihan dan pendidikan keprofesionalan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja guru sebagai penyelenggara pendidikan.

Kinerja guru terutama dalam lingkup lembaga atau organisasi dalam sekolah memberikan peran penting pada peningkatan kinerja dan kompetensinya. Penelitian yang dilakukan oleh Quezada et al (2020) menunjukkan adanya peningkatan kinerja guru setelah diberikan pelatihan berupa diklat oleh dinas pendidikan setempat. Selain itu, adanya prinsip organisai, budaya organisasi dan struktur organisasi yang menempatkan posisi guru sebagai pendidik profesional, perlu mendukung dan memberikan sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan terutama dalam hal peningkaan kompetensi dan kinerja guru. Faktanya, guru yang memiliki kinerja baik telah memiliki sertifikasi keprofesionalan dan motivasi pengembangan diri yang tinggi (Yarmakeev et al, 2019). Oleh karena itu, perlu adanya dukungan lembaga yang maksimal untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru.

RQ7: Apa saja faktor leadership yang mempengaruhi teacher kinerja?

Kepemimpinan kepala sekolah miliki pengaruh yang signifikan pada kinerja guru. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Principal Leadership, Academic Supervision, Job Satisfaction, dan Leader Member Exchange. Faktor- faktor tersebut memiliki persentase signifikansi positif pada kinerja guru. Supervisi akademik merupakan pembinaan secara kontinu, pengembangan kemampuan profesional guru, perbaikan situasi belajar-mengajar, dengan sasaran akhir pencapaian tujuan pendidikan dan pertumbuhan peserta didik sehingga berdampak pada mutu pendidikan yang lebih baik. oleh karena itu dalam lingkup kepemimpinan kepala sekolah berpengrauh pada supervisi akademik. Selain itu, adanya Leader Member Exchange juga memberikan pengaruh positif pada kinerja guru dimana setiap gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berbeda dapat memberikan pengalaman bagi guru (Patoni, 2020). Gaya dan prinsip kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi maupun lembaga sekolah berpengaruh pada kinerja guru (Fitria et al, 2017). oleh karena itu, kepala sekolah harus mampu memberikan pengaruh positif pada anggota lembaga (Simanjuntak, 2021). Kepala sekolah yang memberikan dukungan pada pendidikan dan pelatihan gru tentunya dapat menigkatkan kemampuan dan kinerja guru dalam menyelanggarakan pendidikan (Karim et al, 2021).

Ukuran kinerja guru terlihat dari rasa tanggungjawab menjalankan amanah, profesiyang diemban, rasa tanggungjawab moral dipundaknya. Fuller et al (2017) meyatakan kinerja guru sangat dipengaruhi oleh faktor manajemen sekolah yaitu peran kepala sekolah seperti peran kepemimpinan (leadership role), managerial role, curriculum and instructional role. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah variabel guru, karena guru

(18)

mempunyai pengaruh yang cukup dominan terhadap proses pembelajaran dan bertanggungjawab terhadap proses pembelajaran di kelas bahkan dapat dikatakan bahwa guru sebagai penyelenggara pendidikan di sekolah

RQ8: Apa saja faktor environmental factor yang mempengaruhi teacher kinerja?

Faktor keempat yang mempengaruhi kinerja guru adalah environmental factor. Adapun bagian yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja guru berdasarkan faktor ini adalah work environment dengan persentase signifikansi 4.44%. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Mardiani dan Widyanto (2021) dimana penelitian dilakukan pada 57 karyawan di Manado. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui hasil bahwa lingkungan kerja yang memiliki budaya kerja yang baik memiliki pengaruh yang baik terhadap meningkatnya kinerja karyawannya. Ardha (2019) juga mengemukakan data serupa melalui penelitiannya dimana budaya kerja dan lingkungan berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja dimana hal tersebut kemudian berpengaruh atas meningkatnya kinerja karyawan. Serupa dengan keduanya, Shanti & Mayangsari (2021) dalam penelitiannya diketahui bahwa lingkungan kerja merupakan faktor dengan pengaruh paling signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan dibandingkan kompensasi dan motivasi.

Bagian selanjutnya yang memiliki pengaruh diantaranya adalah learning facilities, workload, dan family environtment dengan persentase signifikansi masing-masing 2.22%. Pada bagian pertama, learning facilites adalah berupa tersedianya fasilitas pembelajaran yang memadai mampu untuk meningkatkan kinerja guru. Hal ini didukung pada penelitian yang dilakukan oleh Sawiyanti (2019) dimana mengungkapkan bahwa adanya sarana pembelajaran yang memadai mampu untuk meningkatkan kinerja guru dalam bekerja. Selanjutnya, Nurhadian (2019) juga memaparkan data bahwa fasilitas fisik dan non-fisik dalam lingkungan kerja memiliki pengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan. Anam & Rahardja (2017) juga mengungkapkan bahwa fasilitas kerja memiliki pengaruh terhadap meningkatnya kinerja karyawan.

Ketiga, Workload menjadi bagian ketiga yang memiliki pengaruh terhadap meningkatnya kinerja guru. Hal ini sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Rolos (2018) dimana mengemukakan bahwa lingkungan kerja dengan beban kerja yang berlebihan sangat berpengaruh terhadap kinerja orang yang bekerja disana. Irawati dan Carrolina (2017) dalam penelitiannya memaparkan bahwa beban kerja yang berlebihan justru membuat kinerja karyawan akan menurun dan justru mengakibatkan karyawan dapat mengalami stress karena beban kerja yang berlebihan tersebut. Keempat, family environment menjadi bagian keempat yang memiliki pengaruh terhadap meningkatnya kinerja guru. Hal ini dapat dilihat dalam penelitian yang dilakukan oleh Lonto (2017) dimana dikemukakan bahwa seseorang yang bekerja membutuhkan dukungan dari keluarga dalam penjagaan motivasi dan mentalnya dikarenakan dalam bekerja terdapat tekanan yang seringkali berpengaruh terhadap kinerja bekerja seseorang. Kemudian menurut Triaryati (2003) dipaparkan bahwa seseorang yang memiliki permasalahan dalam keluarga cenderung akan membawa permasalah tersebut ke ranah pekerjaan sehingga pada akhirnya berpengaruh pada kinerjanya dalam bekerja.

Berdasarkan empat bagian diatas, environmental factor memiliki pengaruh yang cukup besar dalam peningkatan kerja seseorang atau dalam hal ini adalah kinerja guru. Ketika guru memiliki lingkungan kerja yang mendukung, beban kerja yang tidak berlebihan, fasilitas atau

(19)

sarana pembelajaran dan lingkungan keluarga yang mendukung maka akan membuat kinerja guru tersebut meningkat.

KESIMPULAN

Berdasarkan tinjauan literatur yang telah dilakukan maka diperoleh hasil: 1) individu berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru melalui Professional Knowledge, Professional Skill, Infromation Access Skill, Teacher’s view, dan Work Motivation, namun tidak berpengaruh signifikan pada Personal Characteristics. 2) Organisasi berpengaruh terhadap kompetensi guru melalui Organizational structure, Teacher Welfare, Education and Training, Organizational Principals, Certification allowance, Teacher certification, dan Suitability of The Field Education, namun tidak berpengaruh signifikan pada Organizational culture. 3) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikat terhadap kompetensi guru melalui Leadership style, Principal Leadership, dan Job Satisfaction. 4) lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru melalui Ethical Standards and Values dan Knowledge sharing. 5) individu berpengruh signifikan terhadap kinerja guru melalui Teacher Commitment, trust, Learning, Self Efficacy, Work Motivation, Profesional self development, Infromation Access Skill, Teacher’s Emotinal, Digital and Media Literacy Skill, Self Esteem, Locus of control, dan Discipline, Namun tidak berpengaruh signifikan pada Communication Skill. 6) Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui Tercher certifikasi, Education and Training, Organizational structure, Organizational Principle, Tearcher Tenure, Job Satisfaction, dan Suitability of The Field Education namun tidak berpengaruh signifikan pada Work culture. 7) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui Principal Leadership, Academic Supervision, Job Satisfaction, dan Leader Member Exchange dan 8) Environmental berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui Learning Facilities, Workload, Family Environment, dan Work Environment. Untuk memaksimalkan kompetensi dan kinerja guru maka diperlukan keseimbangan anatara 4 faktor yang mendominasi dan memperngaruhi kompetensi dan kinerja guru.

DAFTAR PUSTAKA

Adha, R. N., Qomariah, N., & Hafidzi, A. H. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Jurnal Penelitian IPTEKS, 4(1), 47-62.

Aeni, A. N., Hanifah, N., & Sunaengsih, C. (2019, October). The impact of the internet technology on teacher competence and student morality. In Journal of Physics:

Conference Series (Vol. 1318, No. 1, p. 012046). IOP Publishing.

Ahmad, D., & Halimah, A. (2022). PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI, LITERASI MEDIA, DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU. Nazzama: Journal of Management Education, 2(1), 85-99.

Alsheikh, G. A. A. (2020). Examining competitive advantage between knowledge sharing, work engagement and organizational citizenship behaviour (OCB) in Jordanian Universities. PalArch's Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology, 17(6), 7422-7434.

Anam, K., & Rahardja, E. (2017). Pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja non fisik dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan (Studi pada Pegawai Dinas Perindustrian dan

(20)

Perdagangan Provinsi Jawa Tengah). Diponegoro Journal of Management, 6(4), 502- 512.

Asbari, M., Wijayanti, L. M., Hyun, C. C., Purwanto, A., & Santoso, P. B. (2019). Effect of tacit and explicit knowledge sharing on teacher innovation capability. Dinamika Pendidikan, 14(2), 227-243.

Ashar, M. K., & Murgiyanto, M. (2019). Pengaruh Kompetensi, Dukungan Organisasi, Terhadap Kinerja Guru Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Yayasan Pendidikan Cendikia Utama Surabaya. Management & Accounting Research Journal Global, 4(1).

Astuti, A. P., Aziz, A., Sumarti, S. S., & Bharati, D. A. L. (2019, June). Preparing 21st century teachers: Implementation of 4C character’s pre-service teacher through teaching practice. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1233, No. 1, p.

012109). IOP Publishing.

Dewi, E. R. (2018). The effect of learning strategies, learning models, and learning innovation on educators’ performance and education quality in senior high schools in Makassar. TEM Journal, 7(3), 548.

Ediyanto, E., Mulyadi, A., Supriatna, A., & Kawai, N. (2018). The education and training program guideline for special guidance teacher competence development in Indonesian inclusive school. Indonesian Journal of Disability Studies, 5(2), 251-267.

Erlangga, H., Sos, S., & Erlangga, H. (2021). The Influence of Motivation, Ability, Organizational Culture, Work Environment on Teachers Performance. Turkish Journal of Computer and Mathematics Education, 12(4), 99-108.

Ernayani, E. (2015). PENGARUH KESESUAIAN BIDANG PENDIDIKAN, KOMPETENSI DAN KEDISPLINAN GURU TERHADAP KINERJA (STUDI) DI SMAN 1 BULULAWANG KABUPATEN MALANG. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 9(3).

Fitria, H. (2018). The influence of organizational culture and trust through the teacher performance in the private secondary school in Palembang. International Journal of Scientific & Technology Research, 7(7), 82-86.

Fitria, H., Mukhtar, M., & Akbar, M. (2017). The Effect of Organizational Structure And Leadership Style on Teacher Performance In Private Secondary School. IJHCM (International Journal of Human Capital Management), 1(02), 101-112.

Fuller, E. J., Hollingworth, L., & Pendola, A. (2017). The Every Student Succeeds Act, state efforts to improve access to effective educators, and the importance of school leadership. Educational Administration Quarterly, 53(5), 727-756.

Gani, A. A. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Celebes Equilibrum Journal, 1(2), 12-22.

Hamid, A., & Ma’arif, M. A. (2019). Kepala Madrasah, Supervisi Akademik dan Kinerja Guru (Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Sirajul Ulum Jatiurip Krejengan Probolinggo). JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 1(1), 77-89.

(21)

Hidayatullah, D., Eliyana, A., Sariwulan, T., & Buchdadi, A. D. (2020). Testing the Role of Competence and Supervision of Job Satisfaction and Its Impact on Teacher Performance. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(9), 668-675.

Himawan, M. S. P. K. K. (2016). The development of Indonesian teacher competence questionnaire. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 5(2), 1-15.

Imroatun, S., & Sukirman, S. (2016). Pengaruh lingkungan kerja, kompensasi kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru Ekonomi/Akuntansi di SMA Negeri Se-Kabupaten Wonosobo. Economic Education Analysis Journal, 5(1).

Indajang, K., Jufrizen, J., & Juliandi, A. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Dan Kinerja Guru Pada Yayasan Perguruan Sultan Agung Pematangsiantar. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial, 12(2), 393-406.

Indriati, Y., & Perrodin, D. D. (2022). Certification Allowances as a Means of Improving Teacher Performance. PPSDP International Journal of Education, 1(1), 145-156.

Irawati, R., & Carollina, D. A. (2017). Analisis pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan operator pada PT Giken Precision Indonesia. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, 5(1), 51-58.

Iswadi, I., & Richardo, R. (2018). Pengaruh latar belakang bidang studi, tingkat pendidikan dan pengalaman mengajar terhadap kemampuan profesional guru pada SMA Kartika XIV 1 Banda Aceh. Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(2).

Jalil, A. (2019). Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Palu. Jurnal Ilmu Perbankan dan Keuangan Syariah, 1(2), 117-134.

Janan, M., Atnawi, A., & Syafrawi, S. (2022). EFEKTIFITAS EVALUASI KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI MADARASAH DINIYAH AWWALIYAH MIFTAHUR RAHMAH KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN. AHSANA MEDIA: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman, 8(2), 150-166.

Karim, A., Kartiko, A., Daulay, D. E., & Kumalasari, I. D. (2021). The Effect of The Supervision of The Principal and The Professional Competency of Teachers on Teacher Performance in Private MI in Pacet District. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(3), 497-512.

Komariyah, K., Eliyanto, E., & Setiani, M. Y. (2021). Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus Sadewa Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3457- 3462.

Kurniawan, M. W., & Zarnita, Y. (2020). Pembelajaran daring dalam pendidikan profesi guru: Dampak dan kendala yang dihadapi. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(2), 83- 90.

(22)

Lonto, A. L. (2017). Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Sulawesi Utara. JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 2(2), 313-322.

Lonto, A. L. (2017). Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Sulawesi Utara. JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 2(2), 313-322.

Lusiana, N. P. M. (2019). Pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja tahun pelajaran 2017. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 10(2), 440-449.

Maba, W., Perdata, I. B. K., Astawa, I. N., & Mantra, I. B. N. (2018). Conducting assessment instrument models for teacher competence, teacher welfare as an effort to enhance education quality. International research journal of management, IT and social sciences, 5(3), 46-52.

Mardalena, M., Arafat, Y., & Fitria, H. (2020). Pengaruh Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Tanjung Raja. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 9(1), 103-114.

Mardiani, I. N., & Widiyanto, A. (2021). Pengaruh work-life balance, Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja karyawan PT Gunanusa Eramandiri. Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah), 4(2), 985-993.

Maya, I., & Kacar, Y. (2018). School Principals' and Teachers' Views on Teacher Performance Evaluation. International Journal of Progressive Education, 14(5), 77-88.

Mudrikah, S., Kusmuriyanto, K., & Widodo, W. (2022). PENGARUH TECHNOSTRESS DAN COMPUTER SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA GURU SELAMA PEMBELAJARAN DARING. EQUILIBRIUM: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya, 10(2), 96-105.

Mueller, C. M. (2012). The impact of teacher certification programs on teacher efficacy, job satisfaction, and teacher performance: A comparison of traditional and alternative certification.

Mujiono, I. (2020). Persepsi Guru Tentang Konsep Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem Makarim Dalam Pendidikan Agama Islam Di Mts Negeri 3 Sleman.

Napal Fraile, M., Peñalva-Vélez, A., & Mendióroz Lacambra, A. M. (2018). Development of digital competence in secondary education teachers’ training. Education Sciences, 8(3), 104.

Nawawi, M. S. (2022). PENGARUH SERTIFIKASI GURU TERHADAP KOMPETENSI, MOTIVASI DAN KESEJAHTERAAN GURU, SERTA PENGARUH KETIGANYA TERHADAP KINERJA GURU (SUATU KAJIAN STUDI LITERATUR REVIEW ILMU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN MANAJEMEN

(23)

KEUANGAN). JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL, 3(1), 323-336.

Nurhadian, A. F. (2019). Pengaruh fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai. Majalah Bisnis &

IPTEK, 12(1).

Nurmalina, N., & Suhartono, S. (2021). The Effect Of Sustainable Professional Development On The Competence And Performance Of Elementary School Teachers In Learning Innovation. Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh, 22(2), 64-73.

Pantić, N., & Wubbels, T. (2010). Teacher competencies as a basis for teacher education–

Views of Serbian teachers and teacher educators. Teaching and teacher education, 26(3), 694-703.

Patoni, P. (2020). Pengaruh Leader Member Exchange, Dan Keahlian Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Guru Smp Di Kabupaten Purwakarta. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(2), 52-61.

Persson, V., & Nouri, J. (2018). A systematic review of second language learning with mobile technologies. International Journal of Emergin Nurhayati, N. (2020). N PENGARUH SARANA PRASARANA DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DI SMKS KABUPATEN TUBAN: Sarana prasarana, kompetensi guru, mutu pembelajaran. Journal of Education Management and Learning, 3(2).g Technologies in Learning, 13(2).

Phytanza, D. T. P., & Burhaein, E. (2020). The effects of tenure, teacher certification, and work motivation on special needs teacher performance. Universal Journal of Educational Research, 8(9), 4348-4356.

Pramono, H. (2012). Pengaruh sistem pembinaan, sarana prasarana dan pendidikan latihan terhadap kompetensi kinerja guru pendidikan jasmani sekolah dasar di kota Semarang. Jurnal Penelitian Pendidikan, 29(1).

Putri, A. D. K., & Imaniyati, N. (2017). Pengembangan profesi guru dalam meningkatkan kinerja guru (Professional development of teachers in improving the performance of teacher). Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2(2), 93-101.

Quezada, R. L., Talbot, C., & Quezada-Parker, K. B. (2020). From bricks and mortar to remote teaching: A teacher education program‘s response to COVID-19. Journal of Education for Teaching, 46(4), 472-483.

Rahmatullah, M. (2016). The Relationship between Learning Effectiveness, Teacher Competence and Teachers Performance Madrasah Tsanawiyah at Serang, Banten, Indonesia. Higher Education Studies, 6(1), 169-181.

Rizal, A. S., & Nurjaya, N. (2020). Effects of Principal Skills, Work Culture, Learning Facilities on Primary School Teacher Performance. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 6(01), 21-28.

Rolos, J. K., Sambul, S. A., & Rumawas, W. (2018). Pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Manado Kota. Jurnal Administrasi BisniS (JAB), 6(004), 19-27.

(24)

Ruscahyono, H. (2014). Pengaruh Locus of Control dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru SMKN 4 Klaten dengan kepuasan kerja sebagai intervening. AKTUAL, 1(2).

Ruth, B. (2017). Kemampuan komunikasi antar pribadi dan motivasi mengajar terhadap kinerja guru sekolah menengah atas Jakarta Timur. Teraputik, 1(1), 53-59.

Saleh, A. A. (2020). Psikologi Sosial.

Santoso, A., & Lestari, S. (2019). The roles of technology literacy and technology integration to improve students’ teaching competencies. KnE Social Sciences, 243-256.

Sappaile, N. (2017). Pengaruh Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, dan Sikap Profesi Guru Tehadap Kinerja Penilaian Guru di Sekolah Dasar. JTP-Jurnal Teknologi Pendidikan, 19(1), 66-81. Scoular, C., & Care, E. (2018). Teaching twenty-first century skills: Implications at system levels in Australia. In Assessment and teaching of 21st century skills (pp. 145-162). Springer, Cham.

Savitri, S. (2019). Pengaruh Burnout dan Self Esteem terhadap Kinerja Guru. Jurnal Inovasi, 18(1).

Sawianti, I., Musdalifah, M., & Susdiyanto, S. (2019). Pengaruh Sarana Pembelajaran Terhadap Kinerja Guru. Manajemen Pendidikan, 14(1), 1-7.

Seran, C. G., Laloma, A., & Londa, V. (2021). Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Masa Pandemi COVID-19 Studi di SD Inpres Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Jurnal Administrasi Publik, 7(99).

Shanty, D., & Mayangsari, S. (2019). Analisis Pengaruh Kompensasi, Motivasi, Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, Dan Keuangan Publik, 12(2), 103-120.

Simanjuntak, J. M. (2021). The Impact of Principal Leadership on The Effectiveness of Learning in Christian Senior High School in Bandung, Indonesia. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 8(1), 11-21.

Sudarmono, S., Maisah, M., Fikri, A., & Hasanah, N. (2021). THE IMPACT OF TEACHER SERTIFICATION ON TEACHER PERFORMANCE IN SCHOOL. Dinasti International Journal of Education Management And Social Science, 2(3), 535-553.

Sulistyo, B., Minarsih, M. M., & Warso, M. M. (2016). Pengaruh Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (Plpg), Kedisiplinan Guru, Dan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru Di Smp Masehi Jepara. Journal of Management, 2(2).

Suzan, N., Parawansa, D., & Umar, F. (2021). THE EFFECT OF MOTIVATION AND JOB TRAINING ON IMPROVING TEACHER COMPETENCE AND PERFORMANCE AT “AAA" PRIVATE SCHOOLS IN MAKASSAR CITY. Hasanuddin Journal of Applied Business and Entrepreneurship, 4(4), 38-48.

Taylor, M., Yates, A., Meyer, L. H., & Kinsella, P. (2011). Teacher professional leadership in support of teacher professional development. Teaching and teacher education, 27(1), 85-94.

(25)

Triaryati, N. (2003). Pengaruh adaptasi kebijakan mengenai work family issue terhadap absen dan turnover. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship), 5(1), 85-96

Uno, H. B., & Nina Lamatenggo, S. E. (2022). Tugas Guru dalam pembelajaran: Aspek yang memengaruhi. Bumi Aksara.

Wahyuni, E. T. (2012). Pembelajaran Biologi Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Melalui Metode Observasi Laboratorium Dan Lingkungan Ditinjau Dari Keingintahuan Dan Kemandirian Belajar Siswa (Materi Keanekaragaman Hayati Di SMA Negeri Karangpandan Siswa Kelas XT (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Wati, A. R. Z., & Trihantoyo, S. (2020). Strategi pengelolaan kelas unggulan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 5(1), 46-57.

Winarti, E. (2018). Perencanaan manajemen sumber daya manusia lembaga pendidikan. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah, 3(1), 1-26.

Wu, Y., Lian, K., Hong, P., Liu, S., Lin, R. M., & Lian, R. (2019). Teachers' emotional intelligence and self-efficacy: Mediating role of teaching performance. Social Behavior and Personality: an international journal, 47(3), 1-10.

Yarmakeev, I., Kaplan, A., Valiakhmetova, N., Akhmadullina, R., & Sharafieva, A. (2019).

Intra-School Support for Professional Self-Development of Teachers. Int J Edu Sci, 27(1-3), 39-44.

Yusnita, Y., Eriyanti, F., Engkizar, E., Anwar, F., Putri, N. E., Arifin, Z., & Syafril, S.

(2018). The effect of professional education and training for teachers (PLPG) in improving pedagogic competence and teacher performance. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 3(2), 123-130.

Zarkasi, I., & Cahyono, D. (2021). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru Dengan

Gambar

Figure 2. Systematic Review Diagram based on PRISMA
Tabel 1. Inclusion and exclusion criteria
Figure 3. Classification of Teacher Competence and performance factors based on criteria

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan temuan kajian literatur data mining penyakit terdapat banyak ragam penyakit yang diteliti, penyakit yang banyak diteliti yaitu tentang penyakit jantung, serta

Berdasarkan uraian di atas dan untuk memberikan batasan yang relevan, penelitian difokuskan pada faktor-faktor yang diduga memengaruhi kinerja pengelolaan keuangan Pemko

Hasil: analisis penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas dari beberapa literatur mengacu pada teori Freedman yaitu faktor tidak langsung

Perbedaan antara literatur ini dengan penelitian yang sedang dilakukan adalah literatur ini bertujuan menganalisis posisi daya saing perdagangan kopi

Dari hasil berbagai sumber literatur didapatkan beberapa Faktor yang telah diidentifikasi namun tidak seluruhnya akan digunakan dalam analisis kesediaan masyarakat dalam

40 Hidayatulloh & Bhaskara, 2020 √ √ √ √ Dari keseluruhan hasil analisis pada penelitian ini diperoleh kesimpulan, bahwa faktor risiko paling berpengaruh terhadap kinerja proyek

S I M P U L A N Hasil telaah dari literatur-literatur terdahulu yang telah dilakukan mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang terbukti dapat memengaruhi organizational

Artikel ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan informasi terkait pengelolaan sampah pesisir melalui analisis tren dan tinjauan literatur dari hasil penelitian yang dipublikasikan