• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORI DAN DATA PADA PERANCANGAN INTERIOR YOUTH CREATIVE HUB DI KOTA BANDUNG

N/A
N/A
Bianca Alen Tasya

Academic year: 2024

Membagikan "TINJAUAN TEORI DAN DATA PADA PERANCANGAN INTERIOR YOUTH CREATIVE HUB DI KOTA BANDUNG"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

TINJAUAN TEORI DAN DATA PADA

PERANCANGAN INTERIOR YOUTH CREATIVE HUB DI KOTA BANDUNG

2.1 Tinjauan Youth Creative Hub

Youth creative hub adalah tempat atau wadah yang dibuat khusus untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan para remaja atau anak muda.

Di youth creative hub, para remaja dapat berkumpul, belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan berbagai ide dan proyek kreatif yang diinginkan.

Youth creative hub biasanya dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi yang memadai, seperti ruang kerja bersama, peralatan kreatif, dan jaringan internet yang cepat, sehingga para pemuda dapat mengembangkan kreativitas dan ide-idenya dengan lebih optimal. Youth creative hub juga dapat berfungsi sebagai pusat informasi dan jaringan yang membantu para remaja dalam membangun jaringan dan memasarkan produk atau karya mereka.

Secara umum, youth merujuk pada periode dalam kehidupan seseorang ketika mereka masih muda dan belum mencapai usia dewasa sepenuhnya. Youth sering dianggap sebagai kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan dan oleh karena itu memerlukan perhatian khusus dalam pembangunan masyarakat.

Menurut World Cities Culture Forum, Youth Creative Hub adalah ruang yang memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara pelaku industri kreatif muda. Ruang ini dirancang untuk mendorong kreativitas dan memberikan dukungan bagi anak muda yang ingin mengembangkan keterampilan dan bakat mereka.

Menurut Anne Gadegaard, seorang peneliti di bidang industri kreatif, Youth Creative Hub adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk

(2)

8

memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara pelaku industri kreatif muda, dengan tujuan untuk memperkuat industri kreatif di suatu wilayah.

2.1.1 Definisi Youth

Youth adalah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada kelompok usia antara masa anak-anak dan dewasa, namun tidak ada batasan usia yang pasti. Berikut adalah pengertian youth menurut ahli :

1. Menurut Peter B. Smith dan Mark A. Unger, youth merujuk pada masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa. Masa transisi ini merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang karena dapat membentuk kepribadian, pola pikir, dan nilai-nilai seseorang.

2. Menurut United Nations (PBB), youth adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari orang-orang antara usia 15 hingga 24 tahun. Dalam pandangan PBB, youth merupakan kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan dunia.

3. Menurut Jean Piaget, seorang psikolog yang terkenal karena teorinya tentang perkembangan kognitif, youth adalah masa ketika individu mulai mengembangkan kemampuan berpikir abstrak dan logis.

4. Diambil dari Perda Jawa Barat, Pemuda adalah Warga Negara Indonesia yang memasuki periode pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) tahun sampai dengan usia 30 (tiga puluh) tahun.

Secara umum, youth merujuk pada periode dalam kehidupan seseorang ketika mereka masih muda dan belum mencapai usia dewasa sepenuhnya.

Youth sering dianggap sebagai kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan dan oleh karena itu memerlukan perhatian khusus dalam pembangunan masyarakat.

2.1.2 Definisi Creative

Creative adalah kata sifat yang sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang untuk membuat atau menghasilkan sesuatu yang orisinil, berbeda, dan menarik. Berikut adalah pengertian kreatif menurut ahli :

(3)

9 1. Menurut Csikszentmihalyi (2013) seorang psikolog asal Hongaria yang dikenal dengan teori "flow" atau "aliran" dalam kreativitas.

Menurutnya, kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan bermakna. Orang yang kreatif cenderung memiliki kemampuan untuk mengalami keadaan "flow", di mana mereka sepenuhnya terfokus pada aktivitas kreatif yang sedang dilakukan dan merasa sangat terlibat dalam proses kreatif tersebut.

2. Edward de Bono (2015) seorang ahli pemikiran kreatif yang mengembangkan teknik-teknik pemikiran lateral. Menurutnya, kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan gagasan- gagasan baru dan berbeda yang dapat memecahkan masalah dan menciptakan nilai tambah.

Menurut sumber dari artikel Kanalberita dan artikel Kumparan (diakses pada 15 april 2023), bidang kreatif yang disukai oleh remaja antara lain sebagai berikut:

1. Bidang Kreatif Kuliner: industri yang berkaitan dengan pengolahan makanan, minuman, dan segala hal yang terkait dengan gastronomi dan kuliner.

2. Bidang kreatif fashion atau fesyen adalah industri yang berkaitan dengan desain, produksi, dan pemasaran pakaian, sepatu, aksesoris, dan produk- produk yang terkait dengan fesyen.

3. Bidang Kreatif Musik: Musik masih menjadi bidang kreatif yang populer di kalangan remaja. Beberapa remaja menunjukkan minat dalam bermusik, baik sebagai penyanyi, musisi, maupun DJ.

4. Bidang Kreatif Seni Rupa: Bidang seni rupa menawarkan berbagai opsi kepada remaja untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam menggambar, melukis, atau membuat karya seni 3D.

5. Bidang Kreatif Multimedia: Multimedia menjadi bidang yang diminati oleh remaja karena terkait dengan pengembangan dari berbagai jenis media seperti teks, gambar, suara, dan animasi.

Remaja yang berminat di bidang ini dapat mengembangkan

(4)

10

keterampilan mereka dalam merancang logo, poster, brosur, fotografi, dan website.

2.1.3 Definisi Hub

Berikut adalah beberapa pengertian hub menurut ahli:

1. Menurut Kamal Jain (2002) Hub adalah sebuah lokasi yang digunakan sebagai pusat aktivitas distribusi, di mana barang atau informasi diarahkan dari berbagai sumber menuju titik tujuan tertentu.

2. Menurut Kamran Saddique dan Muhammad Aslam Khan (2020) Hub dapat diartikan sebagai sebuah lingkungan kolaboratif yang digunakan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, ide, dan sumber daya antara berbagai pihak, seperti perusahaan, universitas, dan pemerintah.

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa hub dapat diartikan sebagai sebuah kota atau wilayah yang penting dalam ekonomi global, sebuah lokasi pusat aktivitas distribusi, sebuah pusat aktivitas atau tempat pertemuan untuk menghubungkan berbagai sumber daya dan informasi secara efisien, maupun sebuah lingkungan kolaboratif untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, ide, dan sumber daya antara berbagai pihak.

2.1.4 pengertian Creative hub

Creative hub merupakan sebuah frasa dalam bahasa Inggris yang memiliki pengertian “pusat kreatif” dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif memiliki arti bersifat (mengandung) atau memiliki daya cipta, sedangkan pusat memiliki arti pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya). Secara harfiah, creative hub atau pusat kreatif dapat diartikan sebagai pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan dalam hal-hal yang memiliki daya cipta.

Menurut Harliantara (2022) Creative hub atau pusat kreatif dapat

(5)

11 didefinisikan sebagai pusat yang penting dalam menciptakan hal-hal kreatif. Pusat ini tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga komunitas kreatif yang terbentuk dan berbagai aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Secara fisik, creative hub menyediakan tempat yang memiliki ruang-ruang kerja untuk para pelaku kreatif dan juga berfungsi sebagai inkubator bisnis di industri kreatif.

Secara fisik, creative hub hanya terdiri dari satu tempat saja, namun kegiatan yang terjadi di dalamnya mengumpulkan para pelaku kreatif yang memiliki bakat, keterampilan, dan disiplin yang sama dalam suatu komunitas lokal. Creative hub membentuk jaringan yang mendorong pertumbuhan industri kreatif di tingkat lokal, yang pada akhirnya berdampak pada tingkat regional. Creative hub merupakan ruang yang dinamis dan menyediakan lebih banyak lapangan kerja, memperluas layanan pendidikan, kesempatan jaringan, pengembangan bisnis, dan juga memfasilitasi terciptanya inovasi yang lebih intensif dalam industri kreatif. Dengan demikian, creative hub dapat dianggap sebagai cara baru dalam mengorganisasi inovasi dan pengembangan industri kreatif (Fardianda, 2015).

Creative hub dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak tergantung pada tujuannya. Beberapa contoh kolaborasi yang bisa dilakukan oleh creative hub antara lain:

Menurut Marves (2020) dijelaskan bahwa Creative Hub dijadikan sebagai platform untuk kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, sektor swasta, dan juga komunitas setempat.

Menurut publikasi dari Creative Industries Innovation Centre (CIIC) di Australia, kolaborasi yang dilakukan oleh creative hub dapat melibatkan berbagai pihak, antara lain industri kreatif, institusi pendidikan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan bisnis.

(6)

12

2.1.5 Fungsi Creative Hub

Creative hub atau pusat kreatif memiliki fungsi untuk, (panghegar,2018):

a. Menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia.

b. Menyediakan ruang bagi pelaku industri kreatif untuk mengerjakan dan mengembangkan kemampuan kreatifnya.

c. Menyediakan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan bisnis kreatifnya.

d. Menyelenggarakan program pelatihan dalam subsektor industri kreatif.

e. Mengintegrasikan seluruh kegiatan dalam subsektor industri kreatif untuk membentuk jaringan kreatif yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia dan wisatawan asing tentang produk-produk kreatif Indonesia.

2.2 Definisi Industri Kreatif

Gambar 2. 1 Statistik Kontribusi Perekonomian Indonesia (Sumber: Kompasiana.com)

A. Ekonomi Kreatif

(7)

13 Ekonomi Kreatif mencakup seluruh sektor ekonomi yang memanfaatkan kreativitas dan kekayaan intelektual untuk menciptakan nilai ekonomi. Meliputi industri kreatif, tetapi juga mencakup bidang lain seperti teknologi informasi dan komunikasi, periklanan, jasa keuangan, dan pariwisata budaya. Ekonomi kreatif lebih memfokuskan pada cara penggunaan kreativitas untuk menciptakan nilai tambah, menghasilkan keuntungan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Menurut SE 2016 KBLI Ekonomi kreatif (Ekraf) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 126.184 individu yang terlibat dalam ekraf. Individu tersebut aktif dalam 16 sub sektor Ekraf, seperti Aplikasi dan pengembangan permainan, Arsitektur, Desain Produk, Fesyen, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Seni Pertunjukan, Film (Animasi dan Video), Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Perikanan, Seni Rupa, Televisi dan Radio. Pasar unggulan yang mendominasi industri kreatif di Kota Bandung seperti kuliner, fesyen, seni rupa, musik, dan multimedia. (UNESCO,2015)

B. Industri Kreatif

Industri kreatif adalah sektor ekonomi yang terdiri dari berbagai jenis bisnis yang menggunakan kreativitas dan keterampilan artistik untuk menciptakan karya seni, desain, dan media. Contohnya meliputi seni rupa, musik, film, desain grafis, arsitektur, periklanan, dan permainan video. Industri kreatif memfokuskan pada pengembangan kreativitas sebagai produk, dan umumnya melibatkan karya seni dan desain yang diciptakan oleh individu atau kelompok kecil. Berikut adalah pengertian Industri Kreatif menurut ahli:

1. UNESCO (2009): Industri kreatif adalah sektor ekonomi yang mencakup kegiatan yang menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai estetika, artistik, dan budaya, serta mengandalkan kekayaan intelektual sebagai sumber daya

(8)

14

utama.

2. Richard Florida (The Rise of the Creative Class, 2002):

Industri kreatif adalah sektor ekonomi yang mencakup orang-orang yang bekerja dalam bidang kreatif, termasuk seniman, penulis, arsitek, desainer, dan musisi, serta industri yang menghasilkan karya-karya mereka.

Fasilitas yang akan dikembangkan pada perancangan Youth Creative Hub berdasarkan pada pasar unggulan yang mendominasi industri kreatif di Kota Bandung seperti kuliner, fashion, seni rupa, musik, dan multimedia.

2.2.1 Sub Sektor Kuliner

Menurut Soemitro, dkk. (2017) menyebutkan bahwa kota Bandung memiliki sekitar 7.000 toko kopi dan kafe, serta ribuan restoran yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Di samping itu, kota Bandung juga dikenal dengan kuliner jalannya yang beragam, seperti batagor, siomay, dan seblak.

Gambar 2. 2 Sub Sektor Kreatif Kuliner (Sumber: intisari.grid.id)

A. Berikut ini adalah beberapa jenis pelatihan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif kuliner :

1. Pelatihan keterampilan memasak dapat membantu para pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan kualitas dan

(9)

15 variasi menu yang mereka tawarkan. Pelatihan ini dapat mencakup teknik-teknik memasak, pemilihan bahan-bahan, dan cara penyajian yang menarik. (S. T. Mardikanto, dkk., 2017)

2. Pelatihan manajemen usaha kuliner dapat membantu para pelaku usaha untuk mengelola bisnis mereka secara efektif dan efisien. Pelatihan ini mencakup aspek-aspek seperti perencanaan bisnis, manajemen keuangan, dan pemasaran.

(M. S. Pardede, dkk., 2019)

3. Pelatihan keamanan pangan dan kesehatan sangat penting dalam sektor kreatif kuliner, terutama dalam menghadapi peraturan dan standar-standar yang semakin ketat.

Pelatihan ini mencakup pemahaman tentang bahaya-bahaya yang terkait dengan makanan, cara menghindari kontaminasi, dan pemahaman tentang label makanan. (I. S.

Donkor, dkk., 2017)

4. Pelatihan pengembangan produk dapat membantu para pelaku usaha kuliner untuk menciptakan produk-produk baru dan inovatif yang sesuai dengan permintaan pasar.

Pelatihan ini mencakup pemahaman tentang tren pasar, identifikasi peluang bisnis, dan pengembangan konsep produk yang menarik. (Y. Pratiwi, dkk., 2020)

B. Terdapat beberapa bentuk pendampingan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif kuliner, di antaranya adalah (prasetya, 2021):

1. Pelatihan dan konsultasi bisnis dapat membantu pengusaha kuliner dalam mengembangkan bisnisnya, seperti mengelola keuangan, marketing, manajemen, dan lain-lain.

Pelatihan dan konsultasi bisnis dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan, organisasi bisnis, atau konsultan bisnis.

2. Pendampingan teknis dapat membantu pengusaha kuliner dalam mengembangkan produknya, seperti perbaikan

(10)

16

resep, pengembangan rasa, dan teknik memasak yang lebih baik. Pendampingan teknis dapat dilakukan oleh ahli kuliner atau lembaga pelatihan kuliner.

3. Pendampingan pemasaran dapat membantu pengusaha kuliner dalam mengembangkan strategi pemasaran, seperti branding, promosi, dan distribusi produk. Pendampingan pemasaran dapat dilakukan oleh ahli pemasaran atau lembaga konsultan pemasaran.

C. Terdapat beberapa workshop yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif kuliner, di antaranya adalah:

1. Workshop teknik memasak dapat membantu peserta untuk meningkatkan keterampilan memasak mereka dan mempelajari teknik-teknik baru dalam memasak. Beberapa contoh workshop teknik memasak di Indonesia antara lain adalah workshop teknik memasak ala Prancis, workshop teknik memasak ala Jepang, dan workshop teknik memasak ala Italia.

2. Workshop penyajian makanan dapat membantu peserta untuk meningkatkan keterampilan dalam penyajian makanan agar lebih menarik dan estetik. Beberapa contoh workshop penyajian makanan di Indonesia antara lain adalah workshop penyajian makanan ala Barat dan workshop penyajian makanan ala Indonesia.

3. Workshop kreasi minuman dapat membantu peserta untuk belajar membuat minuman yang unik dan menarik.

Beberapa contoh workshop kreasi minuman di Indonesia antara lain adalah workshop kreasi minuman non-alkohol dan workshop kreasi minuman beralkohol.

D. Terdapat beberapa kompetisi yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif kuliner, di antaranya adalah:

1. Kompetisi memasak merupakan ajang untuk menunjukkan kreativitas dan keahlian dalam memasak. Beberapa contoh

(11)

17 kompetisi memasak di Indonesia antara lain adalah MasterChef Indonesia, Top Chef Indonesia, dan Indonesia Culinary Challenge.

2. Kompetisi kreativitas dalam penyajian makanan, Kompetisi ini menilai kreativitas dalam penyajian makanan. Peserta diharapkan dapat memberikan tampilan yang unik dan menarik dari hidangan yang mereka buat.

Beberapa contoh kompetisi di Indonesia adalah Food Styling Competition dan Food Plating Competition.

3. Kompetisi inovasi kuliner bertujuan untuk mendorong para peserta untuk menciptakan makanan atau minuman baru dengan bahan-bahan yang berbeda atau menggunakan teknik-teknik yang baru. Beberapa contoh kompetisi di Indonesia adalah Indonesia Innovative Food & Beverage Contest dan Indonesia Food Innovation Awards.

Kota Bandung dengan keberagaman kuliner dan inovasi yang terus berkembang telah menjadi destinasi utama bagi para pencinta makanan. Eksplorasi subsektor kuliner di kota ini memberikan gambaran langsung tentang bagaimana faktor budaya, kreativitas, dan kesadaran lingkungan berkontribusi terhadap keberhasilan bisnis kuliner. Banyak juga tempat kuliner yang di Kelola oleh para remaja atau anak muda, Seperti pusat kuliner malam yang berlokasi di lengkong kecil, Paskal Food Market, Jalan Dipatiukur.

(12)

18

Gambar 2. 3 Pusat Kuliner Makanan (Sumber: google.com)

Gambar 2. 4 Warung Upnormal (Sumber: google.com)

2.2.2 Sub Sektor Fesyen

Bidang kreatif fesyen yang dominan di Kota Bandung adalah industri pakaian jadi atau konveksi. Menurut data dari Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung, pada tahun 2020 sektor konveksi menyumbang sekitar 50% dari total industri fesyen di Kota Bandung. Selain itu, Kota Bandung juga dikenal sebagai kota fashion dan pusat kreatif fesyen di Indonesia.

Gambar 2. 5 Sub Sektor Kreatif Fesyen (Sumber: travel.detik.com)

A. Terdapat beberapa pelatihan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif fesyen, di antaranya adalah:

(13)

19 1. Pelatihan desain fashion dapat membantu peserta untuk

mempelajari konsep dasar desain fashion, teknik menggambar, membuat pola, dan teknik menjahit.

Beberapa pelatihan desain fashion di Indonesia antara lain adalah pelatihan desain busana, pelatihan desain aksesoris, dan pelatihan desain kain.

2. Pelatihan digital marketing dapat membantu peserta untuk mempelajari teknik pemasaran online, strategi branding, dan promosi di media sosial. Beberapa pelatihan digital marketing di Indonesia antara lain adalah pelatihan digital marketing for fashion, pelatihan social media marketing, dan pelatihan SEO.

3. Pelatihan manajemen bisnis fesyen dapat membantu peserta untuk mempelajari teknik manajemen bisnis fesyen, strategi pemasaran, manajemen produksi, dan manajemen keuangan. Beberapa pelatihan manajemen bisnis fesyen di Indonesia antara lain adalah pelatihan manajemen bisnis fesyen, pelatihan manajemen produksi fesyen, dan pelatihan manajemen keuangan fesyen.

B. Terdapat beberapa pendampingan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif fesyen, di antaranya adalah:

1. Pendampingan bisnis fesyen dapat membantu pelaku usaha fesyen untuk meningkatkan kualitas produk, merancang strategi pemasaran, dan mengembangkan bisnis fesyen mereka. Beberapa contoh program pendampingan bisnis fesyen di Indonesia antara lain adalah program dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta program dari pihak swasta seperti program dari The HIVE Asia.

2. Pendampingan teknis fesyen dapat membantu pelaku usaha fesyen untuk meningkatkan kualitas produk, mempelajari teknik menjahit, dan mempelajari teknik

(14)

20

desain fesyen. Beberapa contoh program pendampingan teknis fesyen di Indonesia antara lain adalah program pelatihan dari Asosiasi Perancang Mode Indonesia (APMI) dan program pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

3. Pendampingan pengembangan produk fesyen dapat membantu pelaku usaha fesyen untuk mengembangkan produk fesyen baru yang lebih inovatif dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Beberapa contoh program pendampingan pengembangan produk fesyen di Indonesia antara lain adalah program inkubasi bisnis fesyen dari Creativepreneur Center, serta program pendampingan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

A. Ada beberapa kompetisi yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif fesyen, di antaranya:

1. Indonesia Fashion Week (IFW) adalah ajang tahunan yang diadakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk mempromosikan karya para desainer Indonesia. IFW juga menjadi ajang untuk memperlihatkan tren dan gaya busana terkini di Indonesia.

2. Indonesia Fashion Design Competition (IFDC) adalah ajang kompetisi desain busana yang diadakan oleh Departemen Perdagangan dan Industri Indonesia. IFDC menampilkan karya-karya desainer muda Indonesia dan memberikan kesempatan untuk memenangkan hadiah serta kesempatan untuk tampil di panggung fashion internasional.

3. Jakarta Fashion Week (JFW) adalah ajang pameran busana terbesar di Indonesia yang diadakan setiap tahun oleh Azura Activation, bekerja sama dengan Asosiasi

(15)

21 Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Acara ini menampilkan desainer busana Indonesia terkemuka dan bertujuan untuk mempromosikan mode Indonesia ke panggung dunia.

D. Berikut adalah beberapa contoh workshop yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif fesyen:

1. Workshop Desain Pakaian membahas dasar-dasar desain pakaian, mulai dari membuat sketsa awal, memilih bahan, dan mengukur tubuh. Peserta workshop akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang teknik-teknik desain pakaian dan membuat prototipe pakaian mereka sendiri.

2. Workshop Pemotongan dan Jahit membahas teknik- teknik pemotongan dan jahit yang digunakan dalam pembuatan pakaian. Peserta akan belajar cara menggunakan mesin jahit dan memahami berbagai teknik jahit, seperti jahit zig-zag dan jahit lurus.

3. Workshop Desain Tekstil akan membahas cara mendesain motif dan tekstur untuk kain. Peserta akan belajar cara membuat desain digital, menggunakan alat seperti Adobe Photoshop, dan mencetak desain mereka pada kain.

Peran remaja dalam subsektor fesyen di Kota Bandung tidak hanya memberikan variasi dalam dunia mode, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan citra kota. Usaha fesyen yang dikelola oleh remaja telah membawa semangat baru dan pandangan segar dalam industri ini. Mulai dari desainer fesyen hingga memiliki toko sendiri, beberapa usaha yang berasal dari anak remaja di kota bandung seperti:

(16)

22

Gambar 2. 6 Fashion Desain (sumber: detik.com)

Callista Aldenia Nugraha, seorang desainer fesyen yang karyanya dilirik tokoh dunia. (sumber: detik.com)

Gambar 2. 7 Kataji Store Bandung

Gambar 2. 8 Fashion Show Zaafar

Fashion show Zaafer Indonesia pada bulan Maret (sumber:

Gorajuara/Instagram/@ameliiazhra)

(sumber: https://shopee.co.id/kataji7)

sumber: Gorajuara/Instagram/@ameliiazhra

(17)

23 2.2.3 Sub Sektor Seni Rupa

Bidang kreatif seni rupa yang dominan di Kota Bandung adalah seni lukis dan seni grafis. Kota Bandung memiliki banyak galeri seni dan komunitas seniman yang aktif dalam mengadakan pameran seni dan acara seni lainnya. Selain itu, terdapat pula beberapa lembaga pendidikan seni rupa yang berada di Kota Bandung, seperti Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gambar 2. 9 Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: blog.atourin.com)

A. Berikut beberapa pelatihan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif seni rupa:

1. Pelatihan teknik dasar melukis: Pelatihan ini dapat membantu para pelaku seni rupa untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam melukis, seperti penggunaan kuas, pensil, cat air, dan lain-lain.

2. Pelatihan teknik dasar menggambar: Pelatihan ini dapat membantu para pelaku seni rupa untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam menggambar, seperti menggambar perspektif, memilih medium yang tepat, dan sebagainya.

3. Pelatihan teknik dasar seni grafis: Pelatihan ini dapat membantu para pelaku seni rupa untuk mempelajari

(18)

24

teknik cetak, seperti linocut, gravur, dan teknik cetak lainnya.

4. Pelatihan pengelolaan galeri: Pelatihan ini dapat membantu para pelaku seni rupa untuk mempelajari keterampilan dalam mengelola galeri, termasuk merencanakan pameran, promosi, penjualan karya seni, dan sebagainya.

5. Pelatihan manajemen proyek seni rupa: Pelatihan ini dapat membantu para pelaku seni rupa dalam mengelola proyek seni rupa mereka, termasuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan proyek tersebut.

B. Berikut beberapa contoh pendampingan yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif seni rupa:

1. Mentoring: Pendampingan dalam bentuk mentoring dapat membantu pelaku seni rupa untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang seni rupa. Mentor dapat memberikan saran dan masukan yang berharga dalam hal teknik, gaya, dan pengembangan karir.

2. Residensi seniman: Program residensi seniman memberikan kesempatan bagi seniman untuk tinggal dan bekerja di tempat tertentu untuk jangka waktu tertentu. Ini memberikan akses ke sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk menghasilkan karya seni rupa, serta memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan seniman dan masyarakat setempat.

3. Kolaborasi dengan institusi seni: Kolaborasi dengan institusi seni seperti museum, galeri, atau universitas dapat memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran, workshop, dan acara lainnya. Ini membantu memperluas jaringan dan meningkatkan visibilitas seniman.

(19)

25 C. Berikut beberapa contoh lomba atau kompetisi dalam sektor

kreatif seni rupa yang dapat diikuti:

1. Indonesian Art Award adalah ajang bergengsi untuk seniman dan pelaku seni rupa Indonesia. Kompetisi ini diadakan oleh Yayasan Seni Rupa Indonesia dan berlangsung setiap tahun. Lomba ini terbuka untuk seniman Indonesia yang berusia di atas 18 tahun dan karya yang diikutsertakan haruslah karya asli.

2. Bandung Art Award adalah kompetisi seni rupa nasional yang diadakan di Kota Bandung. Lomba ini terbuka untuk semua seniman Indonesia, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Karya yang diikutsertakan dapat berupa lukisan, patung, grafis, instalasi, dan karya seni rupa lainnya.

3. Art Jakarta Young Artist Award adalah ajang untuk seniman muda Indonesia yang diadakan bersamaan dengan pameran Art Jakarta setiap tahunnya. Lomba ini terbuka untuk seniman muda berusia di bawah 33 tahun dan karya yang diikutsertakan haruslah asli dan belum pernah dipamerkan sebelumnya.

4. Philip Morris Indonesian Art Award adalah ajang penghargaan seni rupa yang diadakan oleh Philip Morris Indonesia setiap dua tahun sekali. Lomba ini terbuka untuk seniman Indonesia yang berusia di atas 18 tahun dan karya yang diikutsertakan haruslah asli.

5. ARTJOG Art Writing Competition adalah lomba menulis esai tentang seni rupa yang diadakan setiap tahun oleh ARTJOG, pameran seni rupa terbesar di Yogyakarta.

Lomba ini terbuka untuk semua penulis yang berminat menulis tentang seni rupa.

D. Berikut beberapa contoh workshop yang dapat dilakukan dalam sektor kreatif seni rupa:

(20)

26

1. Workshop teknik lukis merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh para seniman. Workshop teknik lukis dapat membantu peserta untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam menciptakan karya seni lukis yang lebih baik. Workshop ini dapat diadakan secara online maupun offline, dan biasanya dilakukan oleh pelukis profesional.

2. Workshop seni patung juga merupakan salah satu bentuk seni rupa yang sangat populer. Workshop seni patung dapat membantu peserta untuk belajar berbagai teknik pembuatan patung, mulai dari teknik cetak, teknik pahat, hingga teknik model.

Partisipasi remaja dalam seni lukis tidak hanya memberikan warna pada kehidupan seni Kota Bandung, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya. Mereka berkontribusi dalam menghidupkan ruang seni kota, memperkaya budaya, serta meningkatkan kesadaran akan seni dan ekspresi kreatif di masyarakat.

Salah satu contoh inspiratif adalah "Bandung Youth Art Festival,"

sebuah acara tahunan yang diadakan oleh remaja dan untuk remaja.

Festival ini menyajikan beragam karya seni lukis, menghadirkan pameran, workshop, dan diskusi mengenai seni. Ada juga beberapa tempat yang di gunakan remaja untuk mengapresiasi seni Lukis seperti, di jalan braga, kampung seni jelekong, dan mural di bawah jalan layang.

(21)

27

Gambar 2. 10 Gambar Seni Jalan Braga

Gambar 2. 11 Kampungh Seni Jelekong sumber: (sumber:travelingyuk.com)

sumber: walid

Gambar 2. 12 Mural dibawah jalan layang (Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

(22)

28

2.2.4 Sub Sektor Musik

Menurut Joseph Straus, seorang ahli teori musik, musik memiliki kemampuan untuk membangkitkan emosi dan pengalaman estetik yang kompleks melalui penggunaan elemen-elemen seperti melodi, harmoni, ritme, dan nada.

Menurut Suzanne Cusick, seorang etnomusikolog, musik dapat membentuk identitas individu dan kelompok, mengungkapkan kekuasaan dan ketidakadilan dalam masyarakat, serta dapat memengaruhi pemikiran politik.

Gambar 2. 13 Konferensi Musik Indonesia (KAMI) ke-2 Tahun 2019 (Sumber: www.pasundanekspres.co)

Menurut Hennion, A. (2017) dalam sektor kreatif musik, terdapat beberapa pelatihan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang musik.

Beberapa pelatihan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Pelatihan teknik vokal dan instrumental: Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknis dalam bernyanyi atau memainkan instrumen musik.

2. Pelatihan komposisi dan aransemen musik: Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan musik, mulai dari pengembangan ide hingga penulisan partitur dan aransemen.

(23)

29 3. Pelatihan produksi musik: Pelatihan ini meliputi pengenalan peralatan studio rekaman, teknik mixing dan mastering, serta penggunaan perangkat lunak dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk memproduksi musik.

4. Pelatihan manajemen musik: Pelatihan ini membahas aspek-aspek manajemen dalam industri musik, termasuk pemasaran, distribusi, manajemen konser, dan perencanaan keuangan.

5. Pelatihan teknologi musik: Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi untuk menciptakan dan merekam musik, termasuk penggunaan perangkat lunak dan peralatan audio.

6. Pelatihan etnomusikologi: Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang musik dari berbagai budaya dan tradisi di seluruh dunia, serta mempelajari sejarah dan teori musik secara lebih mendalam.

Menurut Hracs, B. J., & Jakubauskas, M. (2018) dalam sektor kreatif musik, terdapat beberapa bentuk pendampingan yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan dan keberhasilan individu atau grup musik. Beberapa bentuk pendampingan tersebut antara lain:

1. Pendampingan manajemen: Pendampingan manajemen dapat membantu individu atau grup musik untuk mengembangkan rencana bisnis, membangun jaringan, serta melakukan pengelolaan keuangan dan administrasi lainnya.

2. Pendampingan produksi: Pendampingan produksi dapat membantu individu atau grup musik untuk mengembangkan ide-ide musik, merekam dan memproduksi musik dengan kualitas yang baik, serta mempromosikan karya mereka.

3. Pendampingan teknologi musik: Pendampingan teknologi musik dapat membantu individu atau grup musik dalam

(24)

30

penggunaan peralatan dan perangkat lunak musik modern, serta membantu mereka dalam memproduksi dan merekam musik dengan lebih baik.

4. Pendampingan pemasaran: Pendampingan pemasaran dapat membantu individu atau grup musik untuk meningkatkan visibilitas dan citra merek mereka, serta membantu dalam menemukan peluang untuk tampil di acara-acara musik.

5. Pendampingan kreatif: Pendampingan kreatif dapat membantu individu atau grup musik dalam mengembangkan ide-ide baru, mengeksplorasi variasi genre musik, dan menemukan cara untuk mempertajam keterampilan musik mereka.

6. Pendampingan pelatihan: Pendampingan pelatihan dapat membantu individu atau grup musik dalam mengembangkan keterampilan teknis dan keterampilan manajemen, serta memperluas pengetahuan mereka tentang industri musik.

7. Pendampingan dapat dilakukan oleh mentor, pelatih, pengajar musik, atau profesional di industri musik lainnya.

Pendampingan dapat berupa sesi tatap muka, kelas online, atau konsultasi jarak jauh. Dengan pendampingan yang tepat, individu atau grup musik dapat memperoleh dukungan dan bimbingan yang mereka butuhkan untuk berkembang dan meraih kesuksesan di industri musik.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Vayne V. T. (2019) dengan judul "Karakteristik Musisi dan Genre Musik di Kota Bandung", ditemukan bahwa genre musik yang dominan di Kota Bandung adalah Indie Pop/Rock. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei online kepada 62 responden yang merupakan musisi di Kota Bandung. Sehingga Dalam sektor kreatif musik, terdapat beberapa kompetisi yang dapat diikuti untuk mengasah

(25)

31 keterampilan dan menunjukkan bakat. Beberapa jenis kompetisi tersebut antara lain:

1. Festival musik: Festival musik merupakan acara besar di mana banyak musisi dan band berkompetisi untuk menampilkan karyanya. Biasanya, festival musik memiliki kategori-kategori tertentu seperti genre musik, usia peserta, atau bentuk penampilan.

2. Lomba solo dan band: Lomba solo dan band adalah kompetisi di mana individu atau grup musik bersaing dalam berbagai kategori seperti penampilan solo, ansambel, atau musik elektronik. Lomba tersebut biasanya diadakan di tingkat lokal, regional, dan nasional.

3. Kompetisi penciptaan lagu: Kompetisi penciptaan lagu adalah ajang di mana pencipta lagu bersaing untuk membuat karya terbaik berdasarkan tema atau genre musik tertentu. Kompetisi ini juga dapat mencakup penghargaan untuk penampilan dan rekaman lagu.

4. Battle of the Bands: Battle of the Bands adalah acara yang mengumpulkan beberapa band untuk bersaing dalam pertandingan langsung. Biasanya, pertandingan ini dilakukan dalam format sistem gugur, di mana band yang kalah akan tersingkir.

5. Kompetisi remix: Kompetisi remix adalah ajang di mana para remixer diundang untuk membuat remix dari lagu-lagu yang telah ditentukan. Remix terbaik kemudian akan dipilih oleh juri dan mendapatkan hadiah.

Keterlibatan remaja dalam subsektor seni musik tidak hanya menciptakan nuansa baru dalam musik Kota Bandung, tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi muda lainnya untuk mengekspresikan diri melalui musik. Salah satu contoh yang mencolok adalah "Bandung Youth Music Festival," sebuah festival musik yang sepenuhnya diorganisir oleh remaja. Festival ini menjadi platform bagi

(26)

32

para musisi muda untuk membagikan bakat mereka kepada publik yang lebih luas. Ada juga remaja yang mengekspresikan diri sebagai pemusik jalanan, dan banyak musisi muda yang juga berasal dari bandung seperti, juicy luicy, Fiersa besari, lesti kejora dan lainnya.

Gambar 2. 14 Pengamen Jalanan

(sumber: idntimes.com)

2.2.5 Sub Sektor Multimedia

Menurut Timothy J. Garrand dalam bukunya yang berjudul

"Multimedia: Making It Work", multimedia adalah kombinasi dari tiga elemen dasar yaitu teks, gambar, dan suara, yang digunakan untuk menciptakan pengalaman interaktif yang lebih kaya dan kompleks. Animasi: Cabang pembelajaran multimedia yang fokus pada pengembangan keterampilan dalam menciptakan animasi yang menarik, seperti animasi film, animasi karakter, dan

(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=2NPZ4E3DAcU)

Gambar 2. 15 Juicy Luicy

(27)

33 sebagainya. Fotografi juga dapat dipelajari sebagai keterampilan khusus dalam pembelajaran multimedia, terutama dalam pengembangan konten visual yang lebih kreatif dan menarik.

Gambar 2. 16 Photo’s Speak (Sumber: photosspeak.net)

1. Fotografi:

a. Kelas fotografi dasar: Memahami dasar-dasar fotografi adalah langkah awal yang penting.

b. Kursus khusus fotografi: Untuk memperdalam keterampilan fotografi Anda.

c. Workshop fotografi: Menghadiri workshop fotografi dapat memberikan pengalaman praktis yang berharga.

Gambar 2. 17 Sektor Animasi (Sumber: www.malay.news)

(28)

34

2. Animasi:

a. Kursus animasi 2D dan 3D: Untuk mempelajari dasar- dasar animasi.

b. Seminar industri: Acara dan seminar industri seringkali menawarkan wawasan dari para profesional terkemuka di bidang animasi.

c. Program akademik: Banyak perguruan tinggi dan universitas yang menawarkan program studi ini, seperti California Institute of the Arts (CalArts) atau Vancouver Film School.

3. Workshop dan Seminar:

Acara industri dan festival seni: Banyak acara industri seperti konferensi, festival seni, dan pameran mengadakan workshop dan seminar tentang fotografi dan animasi. Menghadiri acara-acara ini memberikan kesempatan untuk belajar dari ahli industri, mendapatkan wawasan tentang tren terkini, dan berinteraksi dengan sesama profesional.

Kelas lokal dan komunitas.

4. Mentorship dan Kolaborasi:

Mentoring oleh profesional industri: Mencari seorang mentor yang merupakan fotografer atau animator berpengalaman dapat memberikan wawasan dan bimbingan pribadi. serta dapat menjalin hubungan dengan mereka melalui jaringan profesional, acara industri, atau melalui platform online.

5. Kolaborasi dengan rekan seniman: Berkolaborasi dengan fotografer atau animator lain dapat membantu meningkatkan keterampilan Anda dan memperluas jaringan profesional. Cari kesempatan untuk bekerja bersama dengan rekan seniman melalui proyek-proyek kolaboratif atau acara komunitas.

(29)

35 Keterlibatan remaja dalam subsektor multimedia tidak hanya menciptakan konten kreatif yang menginspirasi, tetapi juga memiliki dampak pada industri kreatif digital dan citra kota. Mereka memperkaya dunia digital dengan ide-ide segar dan inovatif, serta menciptakan komunitas online yang kuat. Salah satu kontribusi remaja bandung dalam bidang multimedia seperti studio animasi game Agate studio yang didirikan oleh remaja bandung dan juga komunitas fotografi di kota bandung seperti Explore Bandung.

(Sumber teknologi.bisnis.com)

2.3 Tinjauan Konsep Perancangan

2.3.1 Pengertian Desain Kontemporer

Menurut Lauren (2014) Interior gaya kontemporer dapat beradaptasi dengan cepat dengan tren desain terbaru melalui aksesori. Gaya ini memiliki siluet ramping, furnitur dasar netral, dan perhatian yang cermat pada pengeditan. Berbeda dengan gaya modern yang menggunakan palet monokromatik dan minim dekorasi, gaya kontemporer justru menggunakan kesederhanaan sebagai kesempatan untuk bereksperimen. Ruang kontemporer dapat menyesuaikan dengan apa yang sedang tren saat ini dan memberikan variasi dan spontanitas yang menyenangkan.

Menurut Ashralika (2021) Ciri-ciri desain kontemporer adalah Interior kontemporer menampilkan garis-garis yang ramping dan kontras dengan memadukan bahan seperti sutra,

Gambar 2. 18 AGATE STUDIO

(30)

36

beludru, linen, atau wol pada bantal, bedcover, dan beberapa perabotan lainnya untuk memberikan aksen menarik dan menghilangkan kesan kaku. Lampu, dan aksesori sering menggunakan bahan seperti baja, krom, atau nikel dengan warna hitam sebagai aksen yang menonjol. Furnitur berukuran besar tidak sering digunakan dalam interior kontemporer. Sebaliknya, furniture kayu dengan warna terang atau gelap sering digunakan dan lapisan pada furniture ini memberikan tampilan yang lembut dan nyaman dalam interior kontemporer.

2.4 Tinjauan Fasilitas Ruang

2.4.1 Pengertian Ruang Pelatihan

Ruang pelatihan adalah sebuah ruangan atau tempat khusus yang dirancang untuk memberikan pelatihan atau pembelajaran kepada individu atau kelompok dalam berbagai bidang. Studi literatur mengenai ruang pelatihan dapat memberikan pemahaman tentang berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam merancang ruang pelatihan yang efektif dan efisien.

Menurut Rani dan Jain (2018), ruang pelatihan yang efektif harus memenuhi tiga kriteria, yaitu:

• Menyediakan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk kegiatan pelatihan

• Memiliki tata letak yang memudahkan akses peserta pelatihan ke fasilitas dan peralatan yang diperlukan

• Menyediakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan berinteraksi

Menurut Yusharyahya dan Soemirat (2019), faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam merancang ruang pelatihan adalah:

• Tata letak dan ukuran ruangan yang memadai

• Fasilitas dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan

• Pencahayaan dan ventilasi yang cukup

(31)

37

• Ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dan berpengalaman sebagai fasilitator

Menurut Kusumawati (2019), lingkungan ruang pelatihan dapat memengaruhi motivasi peserta pelatihan. Oleh karena itu, desain ruang pelatihan perlu memperhatikan faktor-faktor seperti kebersihan, estetika, dan kenyamanan.

2.4.2 Pengertian Ruang Kelas

Ruang kelas adalah ruangan tempat pembelajaran dilaksanakan di sekolah atau institusi pendidikan lainnya. Berikut adalah pengertian ruang kelas menurut beberapa ahli:

Menurut Depdiknas (2009), ruang kelas adalah ruangan yang dirancang untuk kegiatan belajar mengajar, dan harus memenuhi kriteria kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan kebersihan.

Menurut Soetomo (2016), ruang kelas adalah ruangan yang memiliki tata letak, perabotan, dan peralatan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Dalam perancangan ruang kelas, harus mempertimbangkan aspek fungsionalitas, estetika, ergonomi, dan keamanan.

Menurut Fauzi (2020), lingkungan kelas yang baik harus memperhatikan aspek-aspek berikut:

• Memiliki tata letak dan fasilitas yang memadai

• Memiliki pencahayaan yang cukup dan penyebaran cahaya yang merata di seluruh ruangan

• Memiliki ventilasi yang baik dan suhu yang nyaman

• Menyediakan fasilitas dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

• Memperhatikan estetika dan keindahan ruangan 2.4.3 Pengertian Workshop

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 02/Men/1982, workshop adalah ruangan atau tempat yang khusus

(32)

38

digunakan untuk kegiatan produksi atau perbaikan yang memerlukan peralatan, mesin, dan tenaga manusia.

Menurut Sukrisno, dkk. (2019), workshop adalah ruangan atau bangunan khusus yang digunakan untuk kegiatan produksi, perbaikan, atau pengujian produk, dengan dilengkapi peralatan, mesin, dan alat kerja yang diperlukan.

Menurut Raja Nerina, dkk. (2019), workshop adalah lingkungan kerja yang memungkinkan para pekerja untuk saling belajar dan berkolaborasi dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

2.4.4 Pengertian Coworking Space

Coworking space adalah sebuah ruang kerja bersama yang dirancang untuk menampung kebutuhan para pekerja atau perusahaan kecil yang membutuhkan tempat kerja tetapi tidak ingin membayar biaya sewa kantor yang mahal. Coworking space biasanya dilengkapi dengan fasilitas seperti meja kerja, kursi, ruang pertemuan, ruang konferensi, akses internet, serta fasilitas lainnya yang mendukung produktivitas para penggunanya. Selain itu, coworking space juga menawarkan lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung, yang memungkinkan para penggunanya untuk bertukar ide, membangun jaringan, dan meningkatkan kreativitas.

Menurut Ahmed Bounfour dan Lea Stadtler (2019), Coworking space adalah bentuk baru dari ruang kerja bersama yang menggabungkan ruang kerja, ruang sosial, dan ruang belajar, serta memberikan dukungan bagi pekerja independen dan perusahaan startup untuk memperluas jaringan dan memperoleh sumber daya baru.

Menurut Susan Cain, seorang penulis dan pembicara terkenal, coworking space adalah tempat kerja bersama yang menawarkan kombinasi dari lingkungan kerja dan kehidupan sosial, yang membawa kolaborasi dan kreativitas dalam bentuk yang terorganisir.

Menurut Jacob Morgan, seorang penulis, pembicara, dan konsultan bisnis, coworking space adalah tempat yang dirancang khusus untuk

(33)

39 pekerjaan independen dan kolaboratif, di mana orang-orang dapat berkumpul dan bekerja bersama dalam sebuah lingkungan yang serba cepat dan terus berubah.

2.4.5 Pengertian Ruang Pameran

Ruang pameran, galeri, dan eksibisi adalah ruang yang dirancang untuk menampilkan karya seni, benda-benda koleksi, atau produk- produk inovatif.

Ruang Pameran

Menurut Abdullah Arifin (2010), ruang pameran adalah sebuah tempat yang dirancang untuk menampilkan karya seni, seperti lukisan, patung, foto, dan sebagainya. Tujuannya adalah agar karya seni tersebut dapat dipamerkan dan dipertontonkan kepada masyarakat.

Eksibisi

Menurut M. Rusli (2018), eksibisi adalah suatu acara atau kegiatan yang diselenggarakan dengan tujuan memamerkan produk-produk inovatif atau karya seni kepada masyarakat. Eksibisi dapat dilakukan dalam bentuk pameran, bazar, atau kegiatan lainnya.

2.4.6 Pengertian Ruang Rapat

Ruang rapat adalah ruangan khusus yang digunakan untuk melakukan pertemuan atau rapat antara beberapa orang untuk membahas masalah-masalah tertentu. Ruang ini biasanya dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk menampung jumlah peserta rapat serta dilengkapi dengan fasilitas audio visual seperti proyektor, layar, dan sound system untuk memfasilitasi presentasi dan diskusi.

Menurut Hani Handoko (2016), ruang rapat adalah ruang yang dirancang khusus untuk kegiatan rapat atau pertemuan yang dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai seperti meja dan kursi serta fasilitas audio visual. Tujuan dari ruang rapat adalah untuk memfasilitasi pertemuan antar individu atau kelompok dalam suatu organisasi atau perusahaan.

(34)

40

Sementara itu, menurut Martin V. Miranda (2017), ruang rapat adalah sebuah ruang yang digunakan untuk melakukan pertemuan atau rapat antar individu atau kelompok dengan tujuan untuk membahas masalah-masalah tertentu. Ruang rapat biasanya dilengkapi dengan fasilitas audio visual, seperti proyektor, layar, dan sound system, serta dilengkapi dengan meja dan kursi yang memadai.

2.4.7 Pengertian Auditorium

Menurut David Littlefield, dalam bukunya yang berjudul

"Architectural Acoustics", auditorium merupakan ruangan yang dirancang agar suara dari panggung dapat didengar dengan jelas oleh penonton di seluruh ruangan. Littlefield juga menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti bentuk ruangan, bahan material, dan penempatan peralatan audio dapat memengaruhi akustik auditorium.

Dalam jurnal "Designing for Acoustics in the Modern Multi-Purpose Auditorium" yang diterbitkan oleh Institute of Physics Publishing, Dick Berryman menjelaskan bahwa auditorium modern harus dirancang untuk keperluan yang beragam, seperti konser, teater, dan pertemuan bisnis. Oleh karena itu, desain auditorium harus mempertimbangkan aspek-aspek seperti akustik, pencahayaan, tata letak bangku, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

2.4.8 Pengertian Café

Chen dan Lin (2018) dalam jurnal International Journal of Contemporary Hospitality Management menyatakan bahwa cafe merupakan suatu jenis usaha kecil yang dioperasikan oleh pengusaha atau kelompok pengusaha dengan menghadirkan suasana nyaman dan santai bagi para pengunjungnya.

Pakpahan (2017) dalam jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis mengemukakan bahwa cafe menjadi salah satu tempat yang disukai oleh remaja atau anak muda sebagai tempat berkumpul dengan teman- temannya untuk nongkrong, berdiskusi, dan menghabiskan waktu luang.

(35)

41 Soemarwoto (2012) dalam bukunya berjudul Cafe Life menjelaskan bahwa cafe merupakan tempat yang memadukan unsur-unsur seni, budaya, dan bisnis sehingga menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda bagi para pengunjungnya.

2.4.9 Pengertian Studio

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

Studio adalah tempat untuk membuat, merekam, atau memproduksi karya seni atau siaran radio dan televisi. Studio juga dapat merujuk pada ruang kerja seorang seniman atau penulis. Dengan demikian beberapa definisi studio dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Studio dalam konteks seni rupa dapat merujuk pada ruang tempat seniman bekerja, menciptakan, dan memproduksi karya seni.

2. Studio dalam konteks musik dapat merujuk pada ruang rekaman tempat musisi merekam dan menghasilkan musik.

3. Studio dalam konteks film, animasi, dan televisi adalah tempat di mana produksi audiovisual direkam dan diproduksi.

4. Studio dalam konteks fotografi adalah ruang di mana fotografer melakukan pemotretan dengan pengaturan pencahayaan yang terkontrol.

2.4.10 Pengertian Ruang Fashion Show

Menurut Italian Fashion School (2022), Ruang fashion show adalah tempat atau area yang dirancang khusus untuk mengadakan dan menggelar acara fashion show, di mana koleksi busana atau produk fashion ditampilkan kepada audiens. Ruang ini mencakup berbagai elemen penting seperti panggung, catwalk, pencahayaan, kursi penonton, dan dekorasi yang mendukung presentasi dan visualisasi koleksi busana. Ruang fashion show biasanya diatur dengan mempertimbangkan aspek desain, tata letak, dan kebutuhan produksi yang spesifik.

(36)

42

2.4.11 Pengertian Ruang Masak

Menurut (annehira,2010) Ruang masak adalah area atau ruangan di dalam sebuah rumah atau bangunan yang dirancang dan digunakan khusus untuk kegiatan memasak dan persiapan makanan. Ini adalah tempat di mana peralatan dapur, seperti kompor, oven, sink, dan lemari penyimpanan, disusun dengan baik untuk memudahkan proses memasak. Ruang masak juga mencakup permukaan kerja, seperti meja dapur atau countertop, di mana makanan dipersiapkan dan diolah.

2.5 Studi Antropometri

2.5.1 Ruang Pelatihan Kelas

Dalam merancang ruang kelas yang optimal, penting untuk memperhatikan berbagai aspek yang memengaruhi kenyamanan dan kinerja siswa. Salah satu aspek yang penting untuk dipertimbangkan adalah antropometri, yaitu studi tentang ukuran tubuh manusia dan hubungannya dengan ruang dan perabotan.

Gambar 2. 19 Antropometri Ruang Kelas (Sumber: Neufert Architect Data 1996)

(37)

43 2.5.2 Ruang Workshop

Dalam merancang workshop yang efektif dan berfungsi dengan baik, penting untuk memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan ergonomi dan kenyamanan pengguna. Salah satu aspek yang penting untuk dipertimbangkan adalah antropometri, yaitu studi tentang ukuran tubuh manusia dan hubungannya dengan desain ruang.

Gambar 2. 20 Antropometri Ruang Workshop (Sumber: Neufert Architect Data 1996)

2.5.3 Ruang Coworking

Dengan memperhatikan prinsip-prinsip antropometri dalam merancang ruang coworking, diharapkan para pengguna dapat bekerja dengan nyaman, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi risiko cedera berdasarkan studi antropometri ruang coworking yang dapat menjadi panduan dalam merancang ruang kerja bersama yang ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan para pengguna.

Gambar 2. 21 Antropometri Ruang Coworking (Sumber: Neufert Architect Data 1996)

(38)

44

2.5.4 Ruang Pameran

Ruang pameran dalam Youth Creative Hub ini nantinya akan menampilkan hasil karya seni rupa lukisan, produk-produk yang dihasilkan oleh peserta yang mengikuti program pelatihan , dan juga bisa di gunakan oleh siapa saja yang ingin menyewa ruang pameran.

Gambar 2. 23 Standar Jarak Pandang (Sumber: Neufert Architect Data)

Gambar 2. 22 Standar Area Pameran (Sumber: Neufert Architect Data)

(39)

45 2.5.5 Ruang Rapat

studi antropometri ruang rapat yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami kebutuhan fisik peserta rapat dalam konteks ruang kerja. Data yang dikumpulkan akan memberikan wawasan yang berharga dalam merancang tata letak ruang, memilih furnitur yang sesuai, dan menyediakan fasilitas yang ergonomis.

Gambar 2. 24 Antropometri Ruang Rapat (Sumber: Human Dimension)

2.5.6 Kantor

studi antropometri ruang kantor dilakukan dengan tujuan untuk memahami kebutuhan fisik karyawan dalam konteks ruang kerja.

(40)

46

Gambar 2. 25 Antropometri Ruang Kantor (Sumber: Human Dimension)

2.5.7 Ruang Duduk

Studi antropometri ruang duduk melibatkan pengumpulan data tentang variasi ukuran tubuh manusia serta preferensi dan kebutuhan ergonomis pengguna. Dengan memahami perbedaan ukuran tubuh dan preferensi individu, maka dapat merancang kursi yang sesuai dengan berbagai tipe tubuh dan memberikan kenyamanan optimal.

(41)

47

Gambar 2. 26 Standar Sirkulasi Ruang Duduk (Sumber: Buku Human Dimension)

2.5.8 Auditorium

Auditorium merupakan ruang yang penting dalam banyak konteks, seperti di sekolah, universitas, pusat konferensi, atau tempat pertunjukan.

Ruang ini dirancang untuk menampung banyak orang dalam acara-acara seperti konser, seminar, presentasi, atau pertemuan besar lainnya. Studi antropometri ruang auditorium melibatkan pengumpulan dan analisis data tentang ukuran tubuh manusia, postur duduk, dan preferensi pengguna.

Gambar 2. 27 Standar Auditorium (Sumber: Buku Human Dimension)

(42)

48

2.5.9 Cafétaria

Dengan memperhatikan prinsip-prinsip antropometri dalam merancang cafetaria dalam youth creative hub, diharapkan para pengunjung dapat merasakan kenyamanan, terinspirasi, dan berinteraksi secara aktif dalam proses kreatif.

Gambar 2. 28 Standar Cafetaria (Sumber: Buku Human Dimension)

2.5.10 Studio Fotografi dan Animasi

Dengan memperhatikan prinsip-prinsip antropometri dalam merancang studio fotografi dan animasi, diharapkan para pengguna dapat bekerja dengan nyaman, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang berkualitas.

(43)

49

Gambar 2. 29 Standar Studio Fotografi dan Animasi (Sumber: Time-Saver Standards for Building Types)

2.5.11 Studio Musik (pop,Modern)

Studio musik dalam youth creative hub merupakan ruang penting yang menyediakan fasilitas untuk latihan, rekaman, dan kolaborasi musik bagi para anak muda yang berbakat di bidang musik. Studio ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dan mendukung perkembangan kreativitas serta pemahaman musikal mereka.

Gambar 2. 30 Desain akustik ruang control (Sumber: www.slideshare.net)

(44)

50

Gambar 2. 31 Desain akustik ruang control (Sumber: www.slideshare.net)

2.5.12 Studio Musik Tradisional

Studio musik tradisional dalam youth creative hub merupakan ruang penting yang menyediakan fasilitas untuk mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan seni musik tradisional di kalangan anak muda. Studio ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan khusus dari instrumen musik tradisional dan mempertahankan nuansa budaya dalam lingkungan yang modern dan inspiratif.

Gambar 2. 32 Standar Studio Musik (Sumber: Buku Human Dimension)

(45)

51

Gambar 2. 33 Standar Ruang Musikal (Sumber: Neufert Architect Data)

2.5.13 Ruang Seni Rupa

Ruang seni rupa dalam youth creative hub merupakan ruang yang dirancang khusus untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan mendorong eksplorasi kreativitas di bidang seni visual. Ruang ini memberikan tempat bagi para seniman muda untuk bereksperimen, menciptakan karya seni, dan berbagi ide.

Gambar 2. 34 Standar Ruang Seni Rupa (Sumber: Buku Human Dimension)

(46)

52

Gambar 2. 35 Standar Ruang Seni Rupa (Sumber: Neufert Architect Data)

2.5.14 Ruang Fashion Show

Panggung catwalk biasanya memiliki lebar minimal 2 meter dan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan acara

Ketinggian panggung catwalk biasanya dibatasi sekitar 30 hingga 150 cm

Gambar 2. 36 Bentuk Catwalk T

(Sumber: Dikutip Dari Kandiawan Bangun Kusomo)

(47)

53

Gambar 2. 37 Standar Ruang Fashion Show (Sumber: Neufert Architect Data)

2.5.16 Ruang Masak

Ruang masak dalam youth creative hub merupakan ruang yang didedikasikan untuk memfasilitasi eksplorasi kreativitas dan pengembangan keterampilan kuliner para anak muda. Ruang ini dirancang untuk memberikan pengalaman memasak yang interaktif, inspiratif, dan edukatif bagi mereka yang memiliki minat dalam bidang kuliner.

Gambar 2. 38 Standar Ruang Masak (Sumber: Neufert Architect Data)

(48)

54

Gambar 2. 39 Standar Ruang Masak (Sumber: Neufert Architect Data)

2.5.17 RAM

Gambar 2. 40 Standar RAM

(Sumber: barrier free architectureal design, Dr. Y.P. Gupta)

(49)

55 2.5.18 Sirkulasi Parkir

2.6 Studi Image

Berikut adalah beberapa referensi gambar yang akan digunakan dalam perancangan Interior Youth Creative Hub Kota Bandung:

Gambar 2. 41 Standar ukuran parkir mobil difabel Sumber: barrier free architectureal design, Dr. Y.P. Gupta

(50)

56

Gambar 2. 42 Studi Image Sumber: pinterest

2.7 Studi Preseden

Youth X Hub Ajman (Desain kontemporer) Lokasi = Uni Emirate Arab

Tujuan dari Youth X Hub Ajman adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemuda dalam menjalankan bisnis mereka sendiri, merangsang inovasi, dan menghasilkan dampak positif dalam komunitas. Melalui pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada pemuda, Youth X Hub Ajman berusaha untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pembangunan sosial di UEA.

(51)

57

(52)

58

Gambar 2. 43 Youth X Hub Ajman Sumber: Google Maps

Tzu Chi Humanistic Youth Centre (Desain Industrial Modern) Lokasi = Singapore

Tzu Chi Humanistic Youth Centre (TYHCC) adalah salah satu inisiatif dari Tzu Chi Foundation yang bertujuan untuk melibatkan pemuda dalam kegiatan sosial dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Pusat ini memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para pemuda untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan. Tzu Chi Humanistic Youth Centre menyediakan tempat bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan seperti layanan sosial, pembangunan masyarakat, dan advokasi.

Selain itu, pusat ini juga menyediakan fasilitas dan ruang untuk pertemuan, seminar, pelatihan, dan kegiatan lain yang mendukung pengembangan pemuda.

Dengan mengacu pada prinsip-prinsip umum desain interior yang dapat mewakili konsep Humanistic Youth Centre, dapat diasumsikan bahwa ruang interior TYHCC akan mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan kenyamanan.

(53)

59

(54)

60

Gambar 2. 44 Tzu Chi Humanistic Youth Centre Sumber: Google Maps

2.8 Studi Banding

STUDI BANDING – BANDUNG CREATIVE HUB

Pada tahun 2017, Bandung Creative Hub diresmikan oleh Wali Kota Bandung pada saat itu yaitu M. Ridwan Kamil dan Wakilnya Ode M. Danial.

Alamat Gedung Bandung Creative Hub berada di Jalan Laswi No.7 Kota Bandung.

Keberadaan Bandung Creative Hub dapat mempermudah komunikasi dan kolaborasi antar komunitas kreatif sehingga mampu berkontribusi dalam menggerakkan dan memajukan industri kreatif di Indonesia.

Tabel 2. 1 Bandung Creative Hub

NO ASPEK

DATA STUDI BANDING FASILITAS

SEJENIS

POTENSI KENDALA

(55)

61

1 LOKASI

Gambar 2.34 Lokasi Bandung Creative Hub

Sumber: Google Maps

Alamat Gedung Bandung Creative

Hub berada di Jalan Laswi No.7

Kota Bandung.

Bandung Creative Hub dirancang untuk menjadi wadah pengembangan kreativitas, edukasi dan laboratorium untuk berbagai sektor industri/ ekonomi kreatif.

Fasilitas yang dimiliki oleh Bandung Creative Hub terdiri dari co-working space, perpustakaan,

auditorium, ruang tari, studio musik,

photography space, ruang game dan animasi, ruang kelas jahit dan fashion, ruang aula serta basement.

Letak bangunan yang kurang strategis yang berada tepat disebelah jalan utama membuat suara kendaraan terdengar hingga kebeberapa ruangan.

2 FUNGSI

BANGUNAN

Bandung Creative Hub dirancang untuk menjadi wadah

pengembangan kreativitas, edukasi dan laboratorium untuk berbagai sektor

Creative Hub ini memiliki total 5 lantai dengan fasilitas lift dan tangga serta tangga darurat di bagian luar belakang Gedung.

Pada lantai 1 terdapat

ruang Galeri

Dekranasda Bandung,

Fasilitas di dalam bangunan yang sudah mulai tidak memadai seperti pintu toilet Wanita lantai 3 yang tidak ada kuncinya, dan ada beberapa fasilitas yg kurang terawat seperti colokan, lampu hias,

(56)

62

industri/ekonomi kreatif.

Gambar 2.35 Fungsi Bangunan Sumber : Suci (2022)

Mushola, dan Design Store.

Pada lantai 2 terdapat ruang Design Store, Management, Front Office, Library, dan Co-Working Space.

Pada lantai 3 terdapat ruang Auditorium, Musik Studio, Photography Space, dan Dance Studio.

Pada lantai 4 terdapat ruang Co-Working Space, Fashion Room, Animation Room, Game Studio, dan 3 kelas kecil.

Lantai terakhir berisikan ruang Aula 1 dan 2, Studio Kriya, dan Fashion Room.

Setiap lantai memiliki tanda yang dapat menunjukkan setiap ruangan yang ada di tiap lantai.

bercak di dinding dan besment yang terlihat suram.

(57)

63

3 KONDISI

GEOGRAFIS

Gambar : 2.36 Kondisi Geografis Sumber: Google Maps

Letak Creative Hub berada di tengah kota, akses menuju lokasi cukup mudah bahkan dilalui oleh angkutan umum seperti bus damri.

Dari gambar peta di samping menunjukkan bahwa lokasi

bangunan jauh dari pusat makanan sedangkan creative hub tidak

menyediakan café atau tempat makan sejenisnya.

Lokasi bangunan yang sangat berdekatan dengan jalan raya juga menjadi kendala kebisingan pada saat berada di beberapa ruangan yang tidak kedap suara.

4

ARAH MATA ANGIN

Gambar 2.37 Arah Mata Angin

Sumber: Google Maps

Utara: Bank Bumi Arta

Timur: Dinas Perhubungan Jabar Selatan: Lahan Kosong

Barat: Jalan Raya

Bandung Creative Hub dikelilingi oleh kantor dan lahan kosong serta perumahan warga sekitar. Gedung ini banyak digunakan oleh mahasiswa seperti Desain,

Teknik, dan Seni yang membutuhkan ruang untuk mengerjaan pekerjaan masing- masing.

(58)

64

5 VEGETASI Gambar 2.38 Kondisi Vegetasi Sumber: Suci (2022)

Disekitar bangunan BCH dikelilingi oleh vegetasi yang cukup baik, pada bagian atas di lantai 4 bangunan ada taman kecil yang disediakan oleh pengelola, tempat ini juga digunakan sebagai Smoking Area.

Daun kering yang berjatuhan dapat membuat area disekitar bangunan menjadi kotor, dan banyak daun kering yang berjatuhan masuk kedalam kolam di sisi bangunan.

Lokasi bangunan yang sangat dekat dengan jalan raya ini juga menjadi kendala asap dan debu kendaraan yang melintas.

6 FASILITAS LUAR BANGUNAN

Gambar 2.39 Fasilitas Luar Bangunan Sumber : Suci (2022)

Fasilitas luar ruangan yang tersedia yaitu akses menggunakan angkutan umum yang mudah, dan ada area parkir untuk

pengunjung motor berada di basement sedangkan untuk pengunjung mobil berada di sisi kanan bangunan.

Area parkir kendaraan cukup sempit yang berada di basement, jika ada acara yang mendatangkan banyak pengunjung maka banyak yang parkir di badan jalan khususnya mobil.

7 KONDISI

BANGUNAN

Fasad bangunan menggunakan gaya futuristik, sedangkan bagian dalam

bangunan

Kondisi bangunan bagian dalam ada beberapa yang kurang terawat seperti

rembesan air yang

Gambar

Gambar 2. 3 Pusat Kuliner Makanan    (Sumber: google.com)
Gambar 2. 10 Gambar Seni Jalan Braga
Gambar 2. 13 Konferensi Musik Indonesia (KAMI) ke-2 Tahun 2019  (Sumber: www.pasundanekspres.co)
Gambar 2. 19 Antropometri Ruang Kelas  (Sumber: Neufert Architect Data 1996)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Fasilitas B.H.S.A akan menjadi tempat akademi dan wadah komunitas pertama di Bandung dengan acuan standar fasilitas ruang, keamanan material lantai, dinding, dan

Tidak memiliki ruang khusus hewan yang dititipkan berada satu ruangan dengan hewan yang sedang mengalami perawatan Studi Foto Memiliki fasilitas studio. foto bagi klien

Berdasar kepada uraian di atas, maka perancangan pusat kebugaran khusus wanita di Kota Bandung ini akan mengacu pada kategori fitness center yang mana dalam

1) Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus. 2) Ruang laboratorium IPA

Menurut Warsino (2011), ikan yang dimasukan kedalam aquascape harus ikan yang bergerak dengan tenang, tidak memakan dan merusak tanaman air, dan lebih baik

3. Sebuah ruangan dalam bangunan, sebuah bangunan dalam rumah yang terpisah dari yang lain dengan sekatsederetan atau set unit hunian yang terdiri dari ruang-ruang tempat tinggal..

Stasiun Grab ini akan digunakan oleh penulis sebagai objek studi banding dari perancangannya karena merupakan salah satu fasilitas bagi para driver online dan penumpang

Karena tidak terdapat ruang Kuratorial, Konservasi dan preparasi, serta educational dan publikasi, museum menggunakan ruang perunggu sebagai tempat untuk mewadahi