• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Umum Fikih Muamalah 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tinjauan Umum Fikih Muamalah 1"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Menurut pandangan lain, muamalah adalah suatu hubungan kerja antar manusia yang dibangun atas dasar kesepakatan dan pengaturan bersama dengan tujuan untuk mencapai kemaslahatan bersama.21. Dalam literatur fiqih, pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan ilmu ekonomi atau hal-hal yang berkaitan dengannya telah dikodifikasikan ke dalam literatur fiqh muamalah oleh para ulama dan ahli fiqh. Jelas dari dua definisi di atas bahwa fiqh muamalah adalah aturan (hukum) Allah SWT yang dimaksudkan.

Beberapa definisi fiqh muamelah menurut para ulama adalah: 1) Menurut Hudhari Beik: “Muamelah adalah segala akad yang…memungkinkan manusia saling bertukar manfaat.”24. Berdasarkan kedua pengertian di atas, fiqih muamelah dalam arti sempit menekankan perlunya menaati aturan-aturan Allah yang telah ditetapkan untuk mengatur hubungan antar manusia dengan cara memperoleh, mengatur, mengurus dan mengembangkan pusat (harta). Namun belakangan ini pengertian muamelah lebih luas dipahami sebagai aturan Tuhan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam perolehan dan pengembangan harta atau lebih tepatnya dapat dikatakan sebagai aturan Islam mengenai kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh manusia. .26 Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Fiqih Muamalah adalah ilmu tentang kegiatan atau transaksi berdasarkan hukum syariah, mengenai tingkah laku manusia dalam kehidupan, yang diperoleh dari dalil-dalil Islam yang terperinci.

Ruang lingkup fiqh muamelah adalah seluruh kegiatan muamelah manusia berdasarkan hukum Islam yang berupa peraturan yang memuat perintah atau larangan, seperti wajib, sunnah, haram, makruh dan boleh. Makna Muamalah Adabiyah adalah dimensi kajian muamalah yang ditinjau dari cara pertukaran benda-benda yang bersumber dari panca indera manusia yang unsur-unsurnya merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban, seperti kejujuran, iri hati, iri hati, dendam. . atau dengan kata lain, dari aspek ini, fiqh muamalah mengatur batasan-batasan yang boleh atau tidak boleh diberikan oleh manusia terhadap suatu benda.33 Sedangkan Muamalah al-Adabiyyah merupakan dimensi fiqh muamalah yang mengkaji subjek yaitu aktivitas manusia sebagai pelaku. ,contoh kemauan para pihak dalam bertransaksi, syarat-syarat para pihak dalam bertransaksi, nilai-nilai keterbukaan, kejujuran, juhu, kana'i, syukur, kepuasan, kesabaran dan larangan berkhianat.34. Asal muasal kegiatan muamelah diperbolehkan, selama tidak ada dalil yang menunjukkan larangan atau larangan.

Prinsip dasar fiqih muamalah di atas menjadi landasan dalam setiap aktivitas sosial ekonomi yang dilakukan setiap umat Islam, seperti aktivitas dalam bekerja dan interaksi satu sama lain.

Tinjauan Umum Mudharabah menurut Fikih Muamalah 1. Pengertian Mudharabah

Landasan Hukum Mudharabah

Dia mengetahui di antara kamu ada orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di bumi mencari sebagian dari karunia Allah.” 49. Pada ayat di atas wajhud-dilalah atau argumentasi menjadi kata yadribun yang sama dengan akar kata mudharabah yang artinya artinya perjalanan dinas.50 Selain landasan ayat di atas, kegiatan mudharabah juga dapat didasarkan pada hadis berikut.

Rukun dan Syariat Mudharabah

Pemilik modal menyerahkan modalnya sebagai objek mudharabah, sedangkan pelaku usaha menyerahkan tenaganya sebagai objek mudharabah. Sedangkan karya yang diserahkan dapat berupa ketrampilan, kemampuan, ketrampilan menjual, ketrampilan manajemen, dan sebagainya.53 Memang para fuqaha tidak membolehkan modal mudharabah berbentuk barang. Harus dalam bentuk tunai karena harga barang tidak dapat dipastikan dan mengakibatkan ketidakpastian (gharar) besarnya modal mudharabah.

Namun mazhab Hanafi memperbolehkan hal tersebut dan nilai barang yang dijadikan sebagai titipan modal harus disepakati oleh kedua belah pihak (mudarib dan shahibul maal) pada saat akad selesai. Tanpa adanya setoran modal berarti shahibul maal tidak memberikan kontribusi apapun meskipun mudharib bekerja. Nisbah merupakan salah satu pilar khas dalam akad mudharabah yang tidak ada dalam akad jual beli.

Nisbah ini akan mengelakkan pertikaian antara kedua-dua pihak berkenaan kaedah perkongsian keuntungan. Syarat-syarat yang berkaitan dengan orang yang menjalankan perniagaan mestilah seorang yang boleh bertindak bagi pihak undang-undang dan boleh dilantik sebagai ejen. Namun apabila modalnya berbentuk al-wadi'ah. deposit) pemilik modal kepada peniaga, boleh dijadikan modal mudharabah.

Menurut mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafii, apabila modal tersebut sebagian ditahan oleh pemilik modal dan tidak diserahkan seluruhnya, maka akad tersebut tidak dibenarkan. Syarat keuntungannya adalah pembagian keuntungannya harus jelas persentasenya, begitu seterusnya dengan kesepakatan bersama. Begitu pula jika pemilik modal menghendaki kerugiannya ditanggung bersama-sama, maka akadnya batal menurut mazhab Hanafi, karena kerugian tetap ditanggung oleh pemilik modal saja.

Oleh karena itu, mazhab Hanafi menyebutkan ada dua bentuk mudharabah, yaitu mudharabah shahihah dan faasidah mudharabah. Jika mudharabahnya fasid, maka para pekerja (pengusaha) hanya menerima upah buruh sesuai dengan upah yang berlaku di kalangan pedagang di daerah tersebut, sedangkan keuntungannya menjadi milik pemilik modal (mazhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali). Sedangkan ulama Maliki menyatakan bahwa dalam mudharabah faasidah status pekerjanya tetap, sebagaimana halnya dalam mudharabah shahihah, yaitu tetap menerima bagian dari keuntungan yang telah disepakati bersama.55.

Implementasi Akad Mudharabah di Bank Syariah

Pada skema pembiayaan tidak langsung di atas, bank menerima dana dari Shahibul Maal sebagai sumber dananya. Selanjutnya dana yang terkumpul disalurkan kembali oleh bank dalam bentuk pembiayaan yang menghasilkan (earning of assets) 57 Shahibul Maal sebagai pemilik modal harus menyerahkan 100% modalnya.

Tinjuauan Umum Sukuk Ritel 1. Pengertian Sukuk

Dasar Hukum Investasi Sukuk Menurut Islam

Latar belakang hadirnya sukuk sebagai instrumen investasi dalam sistem keuangan adalah adanya ketentuan dalam Al-Quran dan As-Sunnah tentang larangan transaksi yang menggunakan riba atau transaksi yang bersifat gharar dan maysir serta bebas dari riba. elemen. dari tadlis. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta orang lain dengan cara yang batil, kecuali dengan cara berdagang di antara kamu sendiri. Al-Qur'an juga telah mengisyaratkan akan adanya kegiatan investasi, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Q.S.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu memberikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

ير

انوُلامْعا ت ااِبِ

  • Karakteristik Sukuk
  • Bentuk-bentuk Sukuk
  • Metode Penerbitan Sukuk
  • Sukuk Ritel
  • Implementasi Produk Sukuk Ritel dengan Akad Mudharabah di Bank Syariah

40/DSN-MUI/IX/2003 tentang Pasaran Modal dan Arahan Umum Penerapan Prinsip Syariah dalam Pasaran Modal; Fatwa-fatwa tersebut di atas mengatur prinsip-prinsip Syariah dalam bidang pasar modal, antara lain suatu obligasi dianggap telah mematuhi prinsip-prinsip Syariah apabila telah menerima deklarasi kepatuhan Syariah secara tertulis dari DSN-MUI. Vehbe Ez Zuhajli berkata: "Prinsip asas dalam urus niaga dan syarat-syarat yang berkaitan dengannya ialah ia boleh disimpan, selagi tidak dilarang oleh syarak atau bertentangan dengan syarak".69.

Hasil investasi yang diberikan penerima dana atau penerbit kepada pemegang obligasi syariah harus bebas dari unsur haram. Hasil yang dicapai pemegang obligasi syariah harus sesuai dengan akad yang digunakan di awal. Dengan kata lain, sukuk merupakan obligasi syariah yang merupakan surat pengakuan kerjasama dan mempunyai cakupan yang lebih beragam dari sekedar surat pengakuan utang.

Obligasi Musyarakah Syariah adalah Obligasi Syariah yang diterbitkan berdasarkan akad atau akad musyarakah dimana dua pihak atau lebih turut serta mengumpulkan modal untuk membangun proyek baru, mengembangkan proyek yang sudah ada, atau membiayai kegiatan usaha. Sukuk dengan akad mudharabah atau disebut juga obligasi syariah mudharabah adalah obligasi syariah yang berdasarkan akad mudharabah dan memperhatikan kandungan pembiayaan mudharabah.76 Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan untuk usaha yang produktif. Pemegang obligasi syariah Mudharabah (shahibul maal/pemilik atau penyedia dana) membiayai 100 persen kebutuhan proyek/usaha, tidak ikut serta dalam pengelolaan perusahaan/proyek, tetapi berhak mengarahkan dan mengendalikan, menanggung segala kerugian yang diakibatkannya. dari mudharabah (kecuali mudharib melakukan kesalahan yang disengaja, kelalaian atau wanprestasi), dapat memerlukan asuransi (jaminan dapat dicabut jika mudharib terbukti).

Berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 32/DSNMUI/IX/2002, Obligasi Syariah (sukuk) adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah, yang mengharuskan penerbit untuk membayar. pendapatan kepada pemegang obligasi, syariah berupa bagi hasil/margin/fee, serta pengembalian dana obligasi syariah pada saat jatuh tempo.79 Kemudian menurut Fatwa DSN-MUI Nomor 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang surat berharga syariah negara, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau dapat disebut sukuk negara, adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti kepemilikan saham ( ةصح ) atas kekayaan SBSN, baik dalam rupiah maupun valuta asing.80. Dalam hal ini, dasar sukuk dengan akad mudharabah diatur dalam fatwa DSN MUI Nomor 33/DSN-MUI/XI/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah. Jenis usaha yang dijalankan oleh Emiten (Mudharib) tidak boleh bertentangan dengan syariah dengan memperhatikan hakikat Fatwa DSN-MUI No.

82 Mustika Rini, “Obligasi Syariah (Sukuk) dan Indikator Makroekonomi Indonesia: Analisis Vector Error Correction Model (VECM)”, Bogor: Tesis Tidak Dipublikasikan, 2012, hal. Rasio keuntungan pada Sukuk Mudharabah ditentukan berdasarkan kesepakatan, sebelum penerbitan (penerbitan) Sukuk Mudharabah; Pengawasan terhadap aspek Syariah dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah atau Tim Ahli Syariah yang ditunjuk oleh Dewan Syariah Nasional MUI, sejak proses penerbitan Sukuk Mudharabah dimulai;

Apabila Penerbit (Mudharib) kedapatan lalai dan/atau melanggar syarat-syarat akad dan/atau melampaui batasan bagi pihak lain, maka pemegang Sukuk Mudharabah (Shahibul Maal) dapat menarik dana Sukuk Mudharabah; Sukuk dengan akad mudharabah atau disebut juga Mudharabah. Obligasi syariah adalah obligasi syariah yang berdasarkan suatu akad.

Referensi

Dokumen terkait

Koe lantaran perkara diboe- kana deui djalan Burma djeung reactiena Amerika Sarikat kana perdjangdjian djoeroe tiloe tea geus nimboelkeun kaajaan noe rada rerep di Beulah Wetan noe