1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Karya sastra pada umumnya berisi permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Permasalahan itu bisa terjadi dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Karya sastra memiliki kehidupan dunia pengamat sastrawan yang dihasilkan melalui karya fiksi baik novel, cerpen, drama, dan film. Dalam menghasilkan sebuah karya, pengarang harus menghayati berbagai permasalahan dengan penuh kesungguhan dan ketelitian dalam menciptakan gagasan yang dapat dikreasikan dengan penggayaan style.
Karya sastra lahir karena adanya imajinasi yang di dalamnya terdapat ide, pikiran, dan perasaan seorang pengarang. Imajinasi inilah yang mampu membedakan antara karya sastra yang satu dengan karya sastra yang lain. Karya sastra juga mengandung unsur rasa senang, keindahan, nikmat, menarik perhatian, mengharukan, dan menyegarkan perasaan seorang pembaca. Hal ini disebabkan masing-masing pengarang mempunyai kemampuan terhadap daya imajinasi dan kepandaian untuk mengungkapkan suatu ide ke dalam bentuk tulisan yang berbeda- beda.
Berdasarkan bentuknya, karya sastra terbagi menjadi tiga jenis, yaitu prosa, puisi, dan drama. Prosa fiksi umumnya terbagi menjadi dua, cerita pendek (cerpen) dan novel. Dalam prosa fiksi pengarang melukiskan gerak gerik para tokoh dalam adegan sebuah potret kehidupan. Persoalan yang disajikan oleh pengarang tidak terlepas dari realitas kehidupan, yang mana dalam
penyampaiannya pengarang kerap menggambarkannya dengan gaya yang bermacam-macam dan kaya akan makna kehidupan. Prosa fiksi merupakan karya sastra prosa naratif yang bersifat imajinatif atau rekaan. Bentuk dari karya sastra prosa fiksi adalah novel dan cerpen.
Salah satu jenis prosa adalah novel. Novel menyajikan cerita fiksi yang biasanya mencerminkan kehidupan manusia yang di dalamnya, memuat tentang perjalanan dan pengalaman hidup manusia yang tergambar, seperti kehidupan nyata yang terwujud melalui bahasa yang estetis. Cerita dalam novel tentu memiliki konflik yang sangat beragam. Berbagai konflik yang ada dalam novel dapat membuat pembaca semakin penasaran dan asik dalam menikmati sebuah karya sastra ini.
Dunia imajinatif dalam novel dibangun melalui unsur intrinsik dan ekstrinsik, seperti tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, nilai yang terkandung, dan lain-lain. Unsur intrinsik yang paling dominan dalam sebuah novel adalah tokoh. Tokoh adalah pelaku yang memerankan karakter dalam sebuah cerita.
Penulis harus mampu membut tokoh yang ada dalam cerita itu hidup agar tidak menimbulkan kejenuhan bagi pembaca. Penulis dalam membuat sebuah cerita, menampilkan tokoh-tokoh baik tokoh utama maupun tokoh pendukung. Para tokoh yang ditampilkan dalam rekaan tersebut memiliki watak dan perilaku yang terkait dengan kejiwaan dan pengalaman psikologis, seperti yang dialami manusia dalam kehidupan nyata. Tokoh-tokoh tersebut memiliki berbagai macam konflik, biasanya konflik yang terjadi paling banyak dialami oleh tokoh utama. Konflik-konflik yang timbul pada karakter tokoh itulah yang semakin menghidupkan sebuah karya sastra.
Tokoh-tokoh yang ada dalam cerita pun memiliki cara sendiri-sendiri dalam menghadapi konflik yang terjadi, di situlah pengarang mengungkapkan sisi kepribadian tokoh.
Tipologi salah satu bidang studi yang mengelompokkan objek dengan ciri khas struktur formal dan kesamaan sifat dasar kedalam jenis-jenis tertentu dengan memilah sebuah elemen yang mempengaruhi jenis tersebut. Tipologi digunakan sebagai standar didalam psikologi sastra. Tipologi juga dapat digunakan sebagai metode dalam mendefinisikan atau mengklasifikasikan. Setiap tokoh memiliki karakteristik tersendiri, hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan latar belakang budaya, konsep pemikiran dan dinamika sosial yang mempengaruhi hal tersebut.
Dalam ilmu psikologi, konflik merupakan salah satu kajian dari psikologi kepribadian. Psikologi kepribadian adalah psikologi yang mempelajari kepribadian manusia dengan objek penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi 3 tingkah laku manusia. Dalam psikologi kepribadian, dipelajari kaitan antara ingatan atau pengamatan dengan perkembangan, kaitan antara pengamatan dengan penyesuaian diri pada individu, dan seterusnya (Koswara dalam Minderop 2013:8). Psikologi sastra memiliki peranan yang sangat penting dalam pemahaman karya sastra karena adanya kelebihan, seperti pertama, membantu untuk menganalisis karya sastra yang kental dengan masalah psikologis; kedua, kepada peneliti tentang masalah perwatakan yang dikembangkan dapat memberikan umpan-balik, dan terakhir, untuk mengkaji lebih mendalam aspek perwatakan (Endraswara, 2008:12).
Psikologi kepribadian menjadi bahan telaah yang menarik karena sastra merupakan kajian yang melibatkan kepribadian atau perwatakan para tokoh rekaan dan sastra tidak sekedar telaah teks yang menjemukan. Kepribadian mengacu pada pola karakteristik perilaku dan pola pikir yang menentukan penilaian seseorang terhadap lingkungan. Kepribadian dibentuk oleh potensi sejak lahir yang dimodifikasi oleh pengalaman budaya dan pengalaman unik yang mempengaruhi seseorang (Minderop, 2018: 3-4).
Salah satu objek kajian peneliti ini yaitu novel yang berjudul LaskarPelagi karya Andrea Hirata. Andrea Hirata (lahir 24 Oktober 1966) adalah sastrawan Indonesia. Pendidikan formalnya antara lain berpendidikan ekonomi di Universitas Indonesia. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains-fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sastra. Beliau juga menerima beasiswa dari Uni Eropa, ia mengambil program master di Eropa, pertama di Universitas Paris, lalu di Universitas Sheffield Hallam di Inggris.
Novel Laskar Pelangi yang dijadikan sebagai objek penelitian tersebut karena novel Laskar Pelangi cerita ini mengisahkan tentang kisah persahabatan serta ketabahan dalam menghadapi segala tantangan hidup. Selain itu kritik sosial terhadap pemerintah juga sangat jelas digambarkan oleh penulis dengan adanya ketidakmerataan pembangunan di daerah serta absennya pemerintah dalam perkembangan dunia pendidikan khususnya di daerah terpencil. Selain itu, dalam Laskar Pelangi karya Andrea Hirata banyak mengandung aspek-aspek motivasi.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. Alasan teori ini digunakan karena dapat mempermudah membagi unsur tipologi kepribadian tokoh utama yang ada dalam novel, yaitu dengan introver pikiran, ekstrover pikiran, introver perasaan, ekstrover perasaan, introver pengindraan, ekstrover pengindraan, introver intuisi, dan ekstrover intuisi.
Kedelapan teori tersebut digunakan untuk menganalisis tipologi kepriadian tokoh utama dalam novel terkait pengalaman psikologis dan persoalan kejiwaan yang di alami tokoh utama layaknya yang terjadi di dunia nyata. Karya ini sangat cocok dikaji menggunakan teori pendekatan psikologi sastra analitik Carl Gustav Jung.
Tipologi kepribadian adalah bagian dari teori psikologi analitik yang membahas tentang pengetahuan yang menggolongkan manusia berdasarkan faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, budaya, dan lain-lain.
Novel Laskar Pelangi menceritakan kehidupan 10 anak yang tidak mampu, tetapi memiliki semangat juang untuk melanjutkan pendidikannya di kampung Gantung, Kepulauan Bangka Belitung. Sebagian besar dari kesepuluh anak yang menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Gantung merupakan anak dari para penambang timah di pulau dengan perolehan kekayaan alam timah yang terbesar di dunia. Ikal anak terpandai di Laskar Pelangi, Ia menaruh minat dalam bidang sastra, hal itu tampak dalam kesehariannya yang gemar menulis sajak atau puisi. Lintang anak yang mempunyai minat besar dalam menempuh pendidikan dan genius. Hal itu tampak saat hari pertama berada di sekolah tersebut ia memiliki semangat tinggi dan kegeniusan otaknya menghantarkan tim SD Muhammadiyah menjadi juara dalam kompetisi cerdas cermat. Sahara gadis yang keras kepala, mempunyai
pendirian yang kuat, dan patuh terhadap agamanya. Ia merupakan gadis pandai, baik, dan ramah kepada siapapun. Mahar pria tampan berbadan kurus yang mempunyai minat dan bakar pada bidang seni. A Kiong mempunyai jiwa persahabatan yang kuat dan tinggi, berbaik hati, serta menolong terhadap sesama.
Syahdan anak seorang nelayan, ia ceria, tetapi tidak pernah menonjol. Bisa dibilang, apabila ada sesuatu, ia paling tidak mendapatkan perhatian. Kucai seorang ketua kelas yang selalu optimis dan sok tau. Borek seseorang yang percaya diri. Trapani seorang pria tampan, pandai, baik hati, dan amat mencintai sang ibu. Harun adalah seseorang yang santun, pendiam dan sedikit terbelakang mentalnya.
Berdasarkan uraian di atas, alasan yang menjadi dasar pentingnya penelitian ini yaitu dari segi penceritaan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sangat menarik tentang kisah persahabatan serta ketabahan dalam menghadapi segala tantangan hidup. Selain itu kritik sosial terhadap pemerintah juga sangat jelas digambarkan oleh penulis dengan adanya ketidakmerataan pembangunan di daerah serta absennya pemerintah dalam perkembangan dunia pendidikan khususnya di daerah terpencil. Maka peneliti menganalisis novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata berdasarkan psikologi kepribadian tokoh utama dengan menggunakan pedekatan psikologi sastra analitik Carl Gustav Jung dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata untuk memahami kepribadian tokoh utama dalam novel.
Secara rinci alasan dipilihnya novel Laskar Pelangi sebagai objek penelitian ini adalah yang pertama, persoalan yang diangkat dalam novel Laskar Pelangi berkisar pada sikap 2 tokoh utama yang ada pada novel dalam menghadapi berbagai konflik yang terjadi. Kedua, sepengetahuan peneliti, novel Laskar Pelangi ini salah satu
novel pertama karya Andrea Hirata dan belum diteliti secara khusus dengan pendekatan psikologi sastra.
Alasan peneliti memilih kajian psikologi analitis Carl Gustav Jung, karena di Universitas Maritim Raja Ali Haji belum ada yang meneliti tipologi kepribadian tokoh utama yang menggunakan teori Carl Gustav Jung. Penelitian ini akan membahas tipologi kepribadian tokoh utama dengan menggunakan kajian psikologi analitis Carl Gustav Jung. Adanya kajian psikologi sastra mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi, khususnya yang menyangkut aspek kepribadian tokoh sebagai fokus pengkajiannya. Peneliti mengkaji tipologi kepribadian tokoh utama yang ada dalam teori Carl Gustav Jung yaitu, introver pikiran, ekstrover pikiran, introver perasaan, ekstrover perasaan, introver pengindraan, ekstrover pengindraan, introver intuisi, dan ekstrover intuisi dalam novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata.
Penelitian ini menarik perhatian bahwa dalam sebuah karya sastra, seperti novel melalui pendekatan psikologi sastra ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi, khususnya yang menyangkut aspek kepribadian tokoh sebagai fokus pengkajiannya. Aspek kepribadian adalah corak atau tingkah laku sosial yang terdiri dari corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap yang melekat pada seseorang jika berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Analisis tipologi kepribadian tokoh utama dalam novel ini dilakukan peneliti bermaksud agar menambah kajian psikologi sastra tentang novel.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti memberikan judul penelitian ini
“Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Kajian Psikologi Analitik Carl Gustav Jung)”.
1.2 Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan fokus utama penelitian ini adalah tipologi kepribadian tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan menggunakan kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah berdasarkan fokus penelitian ini memuat yaitu.
1. Bagaimanakah tipologi kepribadian pikiran tokoh utama dalam Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
2. Bagaimanakah tipologi kepribadian perasaan tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
3. Bagaimanakah tipologi kepribadian pengindraan tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
4. Bagaimanakah tipologi kepribadian intuisi tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan utama penelitian ini yaitu mendeskripsikan tipologi kepribadian tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata berdasarkan psikologi analitik Carl Gustav Jung.
1.5 Manfaat penelitian
Manfaat penelitian ini memuat dua hal, yakni teoretis dan praktis. Kedua manfaat tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
1.5.1 Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan memberikan ilmu pengetahuan dalam membangun konsep teoretis bidang ilmu sastra, khususnya psikologi analitik Carl Gustav Jung.
1.5.2 Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini dilakukan agar memberikan manfaat untuk pembaca, mahasiswa, dan peneliti lain.
a. Peneliti
Hasil dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baru bagi peneliti mengenai tipologi kepribadian tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata berdasarkan psikologi analitik Carl Gustav Jung.
b. Mahasiswa
Hasil penelitian ini dapat menambah referensi atau rujukan dalam pembelajaran sastra.
c. Peneliti Lain
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan, referensi, dan acuan dalam penelitian lain untuk menambah atau memperluas pokok bahasan dalam penelitian yang berhubungan dengan tipologi kepribadian tokoh.
1.6 Definisi Istilah
Pada bagian definisi istilah ini, peneliti menjelaskan istilah yang digunakan dalam proses penulisan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan penafsiran kepada pembaca.
1. Tipologi kepribadian adalah bagian dari psikologi analitik yang membahas tentang pengetahuan yang menggolongkan manusia berdasarkan faktor tertentu, seperti karakteristik fisik, psikis, budaya, dan lainnya.
2. Tokoh utama adalah tokoh penting atau yang diutamakan penceritaannya di dalam cerita.
3. Novel adalah salah satu karya sastra yang ditulis pengarang dalam menyampaikan cerita yang memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan ke peminat karya sastra.
4. Laskar Pelangi adalah novel yang ditulis oleh Andrea Hirata pada 2005 yang diterbitkan oleh penerbit Bentang Pustaka Yogyakarta.