In sya Allah sya disini ingin menyampaikan sebuah penyakit yang sering diderita oleh tholibul ilmu. Yaitu sifat malass
Pernahkah kalian mengucapkan: “Duh rasanya malas belajar.. Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku- buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?!
Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu yaitu
MALAS.”
Rasa malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:
1. Membaca doa yang dianjurkan oleh rasulullah. Diantaranya adalah:
لاَ ةٍوَ#عْدَ #نْ'مِوَ ؛ +عُبَ #شْتَ لاَ سٍ#فْنَ #نْ'مِوَ ، +عُشْ#خْيَ لاَ بٍ#لْقَ #نْ'مِوَ ؛+عُفْ#نْيَ لاَ مٍ#لْ'عْ #نْ'مِ كَ'بِ +ذُوَ+عْأَ ي@نَإ Bمٍ+هُBلْل Eمٍ'لْ#سْ+مِ +هُاوَرَ. )) اهُل +بُاجَتَ#سْ+يَ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan).” )HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2722]
#نْ'مِوَ 'رِ#بَقَ#لا 'بُاذَعْ #نْ'مِ كَ'بِ +ذُوَ+عْأَوَ 'لِ#خْ+بَ#لاوَ 'مِرِهُ#لاوَ 'نْ#بَ+جَ#لاوَ 'لِسْكَ#لاوَ 'زِ#جَعَ#لا نْ'مِ كَ'بِ +ذُوَ+عْأَ ى@نَ'إ Bمٍ+هُBلْلا 'تِامَمَ#لاوَ ايَ#حْمَ#لا 'ةِنْ#تَ'فِ
“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. )Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” )HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)
2. Berwudhu ketika kantuk menyerang.
3. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.
4. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.
5. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran.
Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos
mempunyai jendela kamar.
6. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.
7. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.