Analisis Manajemen Proses Bisnis pada PT HM Sampoerna Tbk.
Dosen Pengampu:
Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si
Disusun oleh:
Galang Kuncoro (43218010026) Rahmawati Dewi Salsabila (43218010055) Olivio Tritusia Asmoro (43218010128) Zalfa Indah Permata (42318010131) Rita Amelia Santuri (43218010204)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
2021
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...2
ABSTRAK...3
PENDAHULUAN...4
A. Definisi Manajemen Proses Bisnis...4
B. Profil Perusahaan...6
LITERATUR TEORI...8
PEMBAHASAN...11
1. Pengertian Perusahaan Manufaktur / Pengolahan...11
2. Penerapan Manajemen Proses Bisnis PT. HM Sampoerna Tbk....12
3. Analisis SWOT PT HM Sampoerna Tbk....14
4. Struktur Organisasi PT HM Sampoerna Tbk...16
KESIMPULAN...17
DAFTAR PUSTAKA...20
ABSTRAK
Menurut Wikipedia Manajamen Proses Bisnis (Business process Management) disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. Secara umum, Manajemen proses bisnis (BPM) merupakan bagian manajemen operasi yang mengkaji peningkatan kinerja perusahaan mencapai proses bisnis perusahaan yang terkelola dengan optimal. Demikian pula dengan manajemen proses bisnis yang akan dibahas pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok, yakni PT HM Sampoerna Tbk. Manajemen Proses Bisnis yang efektif dan efisien tentunya diharapakan dapat diterapkan PT HM Sampoerna agar dapat menghasilkan nilai nilai kompetitif bagi perusahaan. Proses bisnis yang dikelola dengan baik akan mampu menumbuhkan peluang. Meskipun dalam penerapan manajemen proses bisnis tidak selalu berjalan mulus. Pada pelaksanaan suatu proses bisnis terjadi dapat mengalami hambatan dan kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak dapat diantisipasi sebelumnya. Pada tahun 2012, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 35,6% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil Nielsen Retail Audit Results Full Year 2012. Sebagai salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia, Sampoerna bangga pada tradisi dan filosofi yang menjadi dasar kesuksesan perusahaan yang didukung dengan merek-merek yang kuat serta karyawan-karyawan terbaik, sambil terus berinovasi untuk masa depan yang lebih gemilang. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Perseroan menjual dan mendistribusikan rokok melalui 73 kantor penjualan di seluruh Indonesia.
PENDAHULUAN
A. Definisi Manajemen Proses Bisnis
Menurut Wikipedia Manajamen Proses Bisnis (Business process Management) disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. Secara umum, Manajemen proses bisnis (BPM) merupakan bagian manajemen operasi yang mengkaji peningkatan kinerja perusahaan mencapai proses bisnis perusahaan yang terkelola dengan optimal. Manajemen proses bisnis juga dapat digambarkan sebagai "proses optimasi proses". BPM memungkinkan organisasi lebih efisien, efektif serta mampu berubah hingga dapat mempengaruhi biaya dan pendapatan sebuah organisasi.
Menurut Asosiasi Profesional Manajemen Proses Bisnis, BPM yaitu suatu cara untuk mengidentifikasi, merancang, melaksanakan, mendokumentasikan, mengukur, memantau, dan mengendalikan baik proses bisnis otomatis maupun non-otomatis, tercapai hasil yang konsisten dan target sesuai tujuan strategis sebuah organisasi dengan metode pendekatan disiplin, melibatkan definisi, perbaikan, inovasi, dan pengelolaan bisnis yang disengaja, kolaboratif yang semakin didukung untuk mendorong hasil bisnis, menciptakan nilai, dan memungkinkan sebuah organisasi memenuhi tujuan bisnisnya dengan lebih banyak ketangkasan. BPM memungkinkan perusahaan menyelaraskan proses dengan strategi bisnisnya untuk menghasilkan kinerja perusahaan efektif secara keseluruhan melalui peningkatan aktivitas kerja tertentu baik di departemen tertentu, seluruh perusahaan, atau di antara organisasi. Berikut ini adalah beberapa jenis proses bisnis dalam sebuah organisasi bisnis:
1. Proses Utama: Ini adalah proses fundamental dari sebuah bisnis di mana perusahaan mengirimkan produk akhir kepada pelanggan. Setiap langkah yang terlibat dalam proses ini bekerja untuk menambah nilai pada penawaran akhir.
2. Proses Dukungan: Proses dukungan tidak menambahkan nilai ke produk akhir secara langsung tetapi membuat lingkungan untuk proses utama agar beroperasi secara efisien dan efektif. Proses ini mendukung operasi sehari-hari suatu organisasi.
3. Proses manajemen: Proses manajemen mengatur operasi, tata kelola perusahaan dan manajemen strategis. Proses ini menetapkan tujuan dan standar yang mengarah pada
kerja proses primer dan pendukung yang efisien dan efektif. Selain perencanaan, proses ini juga melibatkan pemantauan dan pengendalian proses bisnis lainnya.
Proses bisnis selalu memainkan peran penting dalam berfungsinya organisasi dan strukturnya. Proses yang terencana dan strategis akan membantu usaha dengan cara-cara berikut:
1. Sebuah proses terencana dan baik akan mengurangi pengeluaran dan resiko.
2. Mengurangi kesalahan manusia
3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas departemen dengan memetakan hal yang harus dilakukan dan langkah relevan yang terbaik untuk bisnis.
4. Lebih fokus pada pelanggan khususnya terkait keinginan pelanggan dan ulasan tentang produk / layanan.
5. Menjembatani kesenjangan komunikasi antara perusahaan dan pelanggannya melalui ulasan dan riset pasar.
6. Manajemen waktu yang lebih baik juga akan meningkatkan efisiensi waktu dengan mengembangkan strategi dan diagram alur untuk meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas tertentu.
7. Perusahaan mengadopsi teknologi baru untuk tetap berdiri tegak dengan meningkatkan proses bisnis sesuai dengan teknologi terbaru.
Manfaat tersebut hanya dapat dicapai jika semua prinsip dan metode dipetakan secara optimal dan standar. Perusahaan yang gagal melakukannya akan menghadapi masalah berikut:
1. Kegagalan mengenali masalahnya.
2. Motivasi rendah pada karyawan.
3. Kurangnya implementasi perubahan.
4. Upaya yang memakan waktu dikarenakan tidak ada diagram alur dan alur kerja yang tepat.
5. Efisiensi yang lebih rendah.
6. Resiko tinggi dan pengeluaran yang meningkat
Pada intinya untuk mencapai tujuan perusahaan, proses bisnislah yang akan memberdayakan seluruh sumber daya yang ada pada perusahaan. Namun yang perlu diketahui adalah bahwa setiap manajemen proses bisnis masing-masing organisasi bisnis berbeda atau memiliki keunikan sesuai dengan karakteristik dari perusahaan dan bidang usahanya, seperti proses pembuatan produk ataupun layanan baru, pengadaan supply, menjawab pertanyaan pelanggan, ataupun rekruitasi karyawan baru, yang tentunya memiliki perbedaan karekteristik tersendiri untuk setiap perusahaan. Demikian pula dengan manajemen proses bisnis yang akan dibahas pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok, yakni PT HM Sampoerna Tbk.
Manajemen Proses Bisnis yang efektif dan efisien tentunya diharapakan dapat diterapkan PT HM Sampoerna agar dapat menghasilkan nilai nilai kompetitif bagi perusahaan. Proses bisnis yang dikelola dengan baik akan mampu menumbuhkan peluang. Meskipun dalam penerapan manajemen proses bisnis tidak selalu berjalan mulus. Adakalanya beberapa perusahaan kurang memahami dan tidak mampu mengontrol proses bisnis yang dimilikinya. Pihak manajemen mungkin telah berhasil membuat prosedur yang ideal untuk menjalankan proses bisnisnya, tapi pada kenyataannya, implementasi di lapangan dapat sangat berbeda dari apa yang telah dirancang sebelumnya. Pada pelaksanaan suatu proses bisnis terjadi dapat mengalami hambatan dan kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak dapat diantisipasi sebelumnya.
B. Profil Perusahaan
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek, A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Kami adalah afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di dunia.
Misi kami adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Kami bangga atas reputasi yang kami raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan.
Pada tahun 2012, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 35,6% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil Nielsen Retail Audit Results Full Year 2012. Pada akhir
2012, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaannya mencapai sekitar 28.500 orang. Selain itu, Perseroan juga berkerja sama dengan 38 unit Mitra Produksi Sigaret (“MPS”) yang berada di berbagai lokasi di Pulau Jawa dalam memproduksi Sigaret Kretek Tangan, dan secara keseluruhan memiliki lebih dari 61.000 orang karyawan.
Perseroan menjual dan mendistribusikan rokok melalui 73 kantor penjualan di seluruh Indonesia.
Tahun 2012 merupakan tahun yang cemerlang bagi Perusahaan dimana kami mencapai rekor penjualan melebihi 100 miliar batang, ditambah berbagai pencapaian lain di banyak bidang. Tahun 2012 juga merupakan tahun yang istimewa bagi Sampoerna, ditandai dengan 6 HUT kami ke-99 – angka 9 memiliki makna khusus dalam sejarah Sampoerna – dan beberapa tonggak penting tercapai, antara lain pembukaan dua pabrik sigaret kretek tangan baru di Jawa Timur dan pendirian pusat pelatihan search and rescue di Pasuruan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial Sampoerna.
Sebagai salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia, Sampoerna bangga pada tradisi dan filosofi yang menjadi dasar kesuksesan perusahaan yang didukung dengan merek-merek yang kuat serta karyawan-karyawan terbaik, sambil terus berinovasi untuk masa depan yang lebih gemilang.
LITERATUR TEORI
Menurut Widiarto (2015) dalam Haryono (2020) menjelaskan bahwa manajemen proses bisnis atau business process modelling adalah sebuah metode yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas perusahaan atau organisasi. Hal itu berasal dari nilai bisnis tetapi metode in dapat digunakan juga dalam kegiatan atau aktivitas organisasi. Teknik manajemen proses bisnis fokus pada pemetaan dan proses alur kerja agar dapat lebih mudah dipahami, dianalisis dan dilakukan perbaikan. Kunci utama dari metode manajemen proses bisnis adalah diagram alir proses. Diagram alur proses menjelaskan struktur dan alur proses bisnis suatu organisasi yang dimulai dari awal alur hingga akhir.
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Haryono (2020) menjelaskan bahwa manajemen proses bisnis dapat membantu dalam mengefisiensikan struktural organisasi industri kecil dan menengah dan alur proses bisnis berdasarkan nilai tambah. Dengan BPM dan BPI yang disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas sumber daya masing masing organisasi kecil dan menegah maka alur bisnis dapat ditingkatkan agar dapat memberikan nilai tmabha, mengurangi biaya, menghilangkan pemborosan dan menciptakan lebih banyak nilai tambah untuk meningkatkan keuntungan organisasi kecil dan menegah.
Dari hasil penelitian diatas disebutkan bahwa tidak hanya manajemen proses bisnis atau BPM saja yang dapat membantu dalam mengefisiensikan sturktural organisasi tetapi terdapat BPI atau Business Process Improvement yang juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi struktural perusahaan. Lee dan Cuah (2001) dalam Purba et al (2018) medefiniskan BPI adalah metodelogi sistematis untuk meningkatan proses serangkaian kegiatan bisnis yang terpisah dan dapat dikelola. BPI merupakan pendekatan terstruktur unutk dapat menganalisis dan meningkatkan aktivitas perusahaan secara berkelanjutan. BPI menyediakan sistem yang membantu menyederhanakan operasi dan memastikan pelanggan baik internal maupun eksternal menerima hasil yang memuaskan.
Jika BPM lebih fokus dalam membangun dan memelihara proses yang lebih baik untuk mebantu organisasi dalam menghasilkan kesuksesan maka manajemen proyek lebih fokus dalam membuat kerangka kerja yang baik dan menggunakannya sebagai pola panduan untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Manajemen proyek atau project
management merupakan cara untuk mengelola proyek yang kompleks dan terdiri dari beberapa kegiatan. Nusraningrum et al., (2020) menyebutkan bahwa terdapat 5 langkah manajemen proyek berdasarkan prosesnya, yaitu:
1. Proses Inisiasi atau Intiating Process merupakan kegiatan yang berkaitan dengan persiapan pelaksaan suatu proyek terutama mengenai kesediaan pemangku kepentingan untuk menentukan tujuan dan setuju untuk memiliki komitmen penuh unutk mendukung proyek dalam hal alokasi sumber daya yang diperlukan.
2. Proses perencanaan kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan pelaksanaan suatu proyek, terutama dalam hal memperkirakan ruang lingkup, durasi, biaya,kualitas dan parameter lain yang perlu dikelola dalam proyek.
3. Proses eksekusi yaitu kegiatan yang berkaitan dengan mengkoordinasikan orang dan sumber daya yang ada untuk menjalankan jumlah pekerjaan dalam proyek untuk menghasilkan output yang diinginkan atau ditargetkan.
4. Proses Kontrol, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan pengawasan sehingga semua kegiatan dilakukan di proyek konsisten mengarah pada tujuan yang ingin dicapai.
5. Proses penutupan, kegiatan yang berhubungan dengan persetujuan formal bahwa proyek telah berakhir dan menghasilkan keluaran yang ditargetkan.
PT. HM Sampoerna menggunakan teori manajemen sistem. Menurut teori ini, karyawan merupakan komponen yang penting dalam sebuah perusahaan dan elemen lain yang penting unutk kesuksesan bisnis adalah departemen, kelompok kerja dan unit bisnis.
Manajer juga dituntut untuk mengevaluasi pola dan peristiwa dalam organisasi. Selain itu, manajer juga perlu berkolaborasi dan bekerja sama dengan program unutk memastikan keberhasilan. Teori ini dicerminkan oleh misi dari PT HM Sampoerna, yaitu Falsafah Tiga Tangan. Tiga tangan yang dimaksud adalah perokok dewasa, karyawan, mitra usaha dan masyarakat luas. “Tangan-tangan” tersebut merupakan perwakilan pemangku kepentingan utama yang harus dirangkul perusahaan untuk mencapai visi dan misi. Jadi tidak hanya permangku kepentingan saja yang hanya melakukan kegiatan manajemen tetapi harus ada kerja sama antara manajer, karyawan dan konsumer untuk mencapai tujuan perusahaan.
Tujuan dari menganalisi proses bisnis adalah menganalisis dan mendokumentasikan proses kerja perusahan atau organisasi untuk kepusan pengguna sehingga berdampak pada kinerja organisasi yang dipengaruhi oleh hubungan antara
sistem dan proses bisnis. Proses menganalisis proses bisnis yang sudah ada harus menghasilkan gambaran tingkat tinggi untuk memberikna tirtk awal bagi pendesaian ulang. Perusahaan menganalisis secara detail proses bisnis yang sudah ada lalu mengembangkan model waktu dan biaya yang terperinci selanjutnya mensimulasikan atau memperagakan proses bisnis yang baru untuk mempelajari efek dari perubahan yang dibuat pada peningkatan efisiensi.
PEMBAHASAN
1. Pengertian Perusahaan Manufaktur / Pengolahan
Pengertian dari perusahaan Manufaktur biasanya dibedakan dengan pengertian perusahaan dagang. Apabila aktivitas utama perusahaan dagang adalah membeli produk lalu kemudian menjualnya kembali maka aktivitas utama perusahaan manufaktur adalah membuat produk yang diperjual belikan tersebut. Pembuatan produk itu sering kali disebut dengan istilah produksi. Istilah produksi disini ditujukan pada kegiatan mengubah atau mengelola bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi maupun barang setengah jadi. Sebagai contoh adalah perusahaan yang mengolah tembakau menjadi lempengan rokok dan lain sebagainya. Perusahaan pengolahan / manufaktur merupakan perusahaan yang mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi. Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan :
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan Barang Jadi
Penggolongan Proses Produksi Menurut Sifatnya adalah sebagai berikut :
1. Proses Ekstraktif merupakan Proses produksi yang pengerjaannya dimulai dari bahan mentah. Bahan mentah lebih mengacu pada entitas yang masih berada di alam sedangkan bahan baku merupakan entitas yang sudah diambil dari alam yang kemudian diolah dalam proses produksi.
2. Proses Fabrikasi atau yang dikenal dengan proses pengubahan merupakan proses yang mengubah bentuk bahan baku menjadi barang jadi dengan menggunakan mesin, gergaji dan sebagainya.
3. Proses Sintetik merupakan proses pengkombinasian beberapa bahan atau unsur menjadi satu bentuk produk baru yang berbeda dari bahan-bahan bakunya seperti contoh pengolahan produk baja dan kaca.
4. Proses Analitik merupakan proses memisahkan suatu bahan menjadi beberapa macam produk yang mirip dengan bentuk aslinya. Seperti contohnya adalah pemisahan minyak mentah menjadi bensin.
5. Proses Perakitan atau assembling, pada proses ini terlihat bahwa bentuk asli atau bahan bakunya tidak dirubah susunan kimiawinya.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna” atau “Perseroan”) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang telah menjadi bagian penting dari industri tembakau Indonesia selama lebih dari seratus tahun sejak berdiri tahun 1913, dengan produk legendaris Dji Sam Soe atau dikenal dengan “Raja Kretek”. Sampoerna adalah pencetus kategori Sigaret Kretek Mesin Kadar Rendah (SKM LT) di Indonesia dengan memperkenalkan produk Sampoerna A pada tahun 1989. Produk Utama dalam Sampoerna A adalah merek terdepan di pasar rokok Indonesia. Perseroan juga memproduksi sejumlah kelompok merek rokok kretek yang telah dikenal luas termasuk Sampoerna Kretek dan Sampoerna U.
2. Penerapan Manajemen Proses Bisnis PT. HM Sampoerna Tbk.
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa manajemen proses bisnis yang diterapkan perusahaan sangat penting dan dapat mendorong efisiensi dan efektifitas suatu organisasi bisnis dalam mencapai tujuan. Teori manajemen sistem relevan dengan manajemen proses bisnis yang diterapkan oleh PT. HM Sampoerna Tbk. Hal tersebut dikarenakan berfokus pada keterlibatan komponen internal perusahaan dalam menerapkan manajemen organisasi yang baik sehingga dapat menghasilkan output terbaik yang nantinya akan dinikmati oleh konsumen. Hal tersebut tercermin sebagaimana dijelaskan dalam Annual Report PT. HM Sampoerna Tbk pada Tahun 2018.
Perseroan ini telah memegang posisi pemimpin pasar selama lebih dari 10 tahun di pasar rokok Indonesia, dengan 33,0% pangsa pasar pada tahun 2018, dan telah menjadi bagian penting industri tembakau Indonesia selama lebih dari seratus tahun dengan produk legendaris Dji Sam Soe yang dikenal sebagai “Raja Kretek”. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari penerapan manajemen terhadap kinerja keuangan dan sumber daya manusia PT. HM Sampoerna Tbk yang baik. Sehingga dapat menghasilkan output atau produk yang disenangi oleh konsumen.
Tim manajemen Sampoerna yang berpengalaman senantiasa menerapkan praktek global terbaik dan sistem kelas dunia dalam mengelola lebih dari 25.000 karyawan tetap di Perseroan dan anak perusahaan. Selain itu, Sampoerna juga bekerja sama dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (“MPS”) yang pabriknya tersebar di pulau Jawa dan secara
bersama-sama mempekerjakan sekitar 39.200 orang dalam memproduksi produk-produk Sigaret Kretek Tangan (“SKT”). Perseroan menjual dan mendistribusikan rokok melalui 114 lokasi kantor cabang zona, kantor penjualan dan pusat distribusi di seluruh pelosok Indonesia.
Implementasi tata kelola perusahaan yang baik pada sumber daya manusia ini membuat perseroan ini menerima sejumlah penghargaan yang diterima pada tahun 2018.
Salah satu penghargaan yang didapat adalah penghargaan dari Top Employers Institute sebagai peraih peringkat pertama Top Employer Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas pula dari komponen internal perusahaan yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan pula dalam evaluasi kinerja direksi pada annual report tahun 2018. Direksi mengelola Sampoerna dengan strategi yang fokus serta memastikan pelaksanaan strategi yang tepat. Sehingga pada tahun 2018 strategi Perseroan telah memperkuat bisnis dengan menghasilkan penjualan sebesar 101,4 miliar unit dan terus menempatkan Sampoerna sebagai pemimpin perusahaan rokok di Indonesia dengan pangsa pasar 33,0%.
PT. HM Sampoerna juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan pendapatan bersih mencapai Rp106,7 triliun dan laba bersih Rp13,5 triliun, atau masing- masing meningkat 7,7% dan 6,8% dibandingkan tahun lalu. PT. HM Sampoerna tentunya memandang sumber daya manusia sebagai bagian integral dalam organisasi yang akan mendukung keberlanjutan korporasi jangka panjang serta memperoleh pengakuan internasional, salah satunya penghargaan sebagai “The Top Employer Indonesia 2018”
dari Top Employers Institute. Dalam mengkaji kondisi pasar, tantangan dan peluang bisnis, serta progres dari inisiatif-inistiatif strategis yang dilakukan, perusahaan mengadakan rapat gabungan atau forum diskusi. Hal ini diupayakan agar memudahkan komponen internal Sampoerna melaksanakan komunikasi yang transparan di lintas organisasi sehingga seluruh karyawan terlibat dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik. Rapat gabungan selain mengkaji terkait tantangan dan peluang, juga mengembangkan dan memastikan strategi PT. HM Sampoerna dan inisiatif tersebut mampu mengatasi tantangan serta merealisasikan peluang di pasar.
3. Analisis SWOT PT HM Sampoerna Tbk.
Visi dari perusahaan ini tercakup pada istilah “Falsafah Tiga Tangan” yang terdiri atas perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat. Dengan visinya tersebut, PT HM Sampoerna memiliki misi yaitu memeberdayakan karyawannya secara baik dan menjadi bisnis rokok terkemuka serta memberikan kontribusi dalam menyejahterakan masyarakat public melalui program sosialnya.
Analisis SWOT yang kita lakukan berguna untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan di tengah pasar yang sangat kempetitif, diantaranya :
1) Strength (Kekuatan) adalah apa yang dilakukan perusahaan untuk berkembang menjadi lebih baik, diantaranya :
a) Memiliki kualitas bahan baku yang bagus dan proses pengolahannya sangat tekontrol sehingga memiliki cita rasa yang baik
b) Citra perusahaan yang baik karena kualitas yang diberikan serta pelayanan yang diberikan memberikan efek baik kepada penggunanya
c) Memiliki nilai capital yang besar, karenanya perusahaan mampu menjangkau pasar yang besar dan lebih dikenal oleh masyarakat luas.
2) Weakness (Kelemahan) yaitu apa saja yang berkemungkinan perusahaan berada di posisi yang kurang menguntungkan, diantaranya :
a) Dengan kualitas yang diberikan PT HM Sampoerna, harga yang ditawarkan mahal sedangkan competitor memberikan harga yang lebih rendah
b) Membutuhkan modal yang besar untuk menjangkau pasar dan memberikan program social berkala
c) Beberapa produk seperti rokok kretek Mild kurang diminati oleh pasar internasional
3) Opportunity (Peluang)
a) Adanya trend pasar untuk rokok ‘Low Tar Nicotine’ di Indonesia
b) Memiliki peluang untuk memasarkan produk pada event yang ada di seluruh Indonesia
c) Masuknya Phillip Morris ke dalam mitra bisnis 4) Threats (Ancaman)
a) Banyanknya campaign anti rokok yang di sebarluaskan b) Adanya regulasi PERDA mengenai anti rokok
c) Tingginya pajak rokok sehingga masyarkat harus mengeluarkan uang lebih banyak
Adapun pengelolaan bisnis dari pengolahan bahan baku hingga sampai ke customer diantaranya :
Lahan Pertanian Cengkeh dan Tembakau
Pabrik Rokok :
- Tembakau disimpan selama 3 tahun
- Pemrosesan daun tembakau dan cengkeh yang telah disimpan - Memproduksi rokok dari bahan baku yang telah siap
- Penegemasan rokok, yang menjadi langkah akhir sebelum didistribusikan ke customer
Distributor Menegah dan Kecil Distributor Besar
Konsumen
4. Struktur Organisasi PT HM Sampoerna Tbk
Struktur Organisasi terdiri atas
1. Komisaris yang kerjanya dibantu oleh komite audit dan sekretaris komisaris 2. Direktur utama yang dibawahi langsung oleh komisaris
3. Wakil Direktur Utama yang memiliki hubungan vertical dengan direktur utama 4. Kepala divisi yang terdiri atas
a) Kepala Satuan Pengawasan Intern b) Direktur Pengelola Aset Saham
c) Direktur Pengelola Aset Kredit & Properti d) Direktur Hukum dan Sumber Daya Manusia e) Direktur Keuangan & Dukungan Kinerja f) Direktur Sistem Prosedur
Setiap kepala divisi ini membawahi bidang yang menjadi tanggung jawabnya sehingga PT HM Sampoerna memiliki alur dan hubungan yang jelas bagi para Sumber Daya Manusianya untuk berkomunikasi. Komunikasi dan structural yang jelas sangat membantu perusahaan untuk berkembang lebih baik dan terciptanya lingkungan kerja yang nyaman.
KESIMPULAN
Definisi Manajemen Proses Bisnis Menurut Wikipedia Manajamen Proses Bisnis (Business process Management) disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut.
Berikut ini adalah beberapa jenis proses bisnis dalam sebuah organisasi bisnis:
1. Proses Utama: Ini adalah proses fundamental dari sebuah bisnis di mana perusahaan mengirimkan produk akhir kepada pelanggan. Setiap langkah yang terlibat dalam proses ini bekerja untuk menambah nilai pada penawaran akhir.
2. Proses Dukungan: Proses dukungan tidak menambahkan nilai ke produk akhir secara langsung tetapi membuat lingkungan untuk proses utama agar beroperasi secara efisien dan efektif. Proses ini mendukung operasi sehari-hari suatu organisasi.
3. Proses manajemen: Proses manajemen mengatur operasi, tata kelola perusahaan dan manajemen strategis. Proses ini menetapkan tujuan dan standar yang mengarah pada kerja proses primer dan pendukung yang efisien dan efektif. Selain perencanaan, proses ini juga melibatkan pemantauan dan pengendalian proses bisnis lainnya.
Pihak manajemen mungkin telah berhasil membuat prosedur yang ideal untuk menjalankan proses bisnisnya, tapi pada kenyataannya, implementasi di lapangan dapat sangat berbeda dari apa yang telah dirancang sebelumnya.
Profil Perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Perseroan menjual dan mendistribusikan rokok melalui 73 kantor penjualan di seluruh Indonesia.
Menurut Widiarto (2015) dalam Haryono (2020) menjelaskan bahwa manajemen proses bisnis atau business process modelling adalah sebuah metode yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas perusahaan atau organisasi. Hal itu berasal dari nilai bisnis tetapi metode in dapat digunakan juga dalam kegiatan atau aktivitas organisasi. Dengan BPM dan BPI yang disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas sumber daya masing masing organisasi kecil dan menegah maka alur bisnis dapat ditingkatkan agar dapat memberikan nilai tmabha, mengurangi biaya, menghilangkan
pemborosan dan menciptakan lebih banyak nilai tambah untuk meningkatkan keuntungan organisasi kecil dan menegah.
Proses perencanaan kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan pelaksanaan suatu proyek, terutama dalam hal memperkirakan ruang lingkup, durasi, biaya,kualitas dan parameter lain yang perlu dikelola dalam proyek. HM Sampoerna menggunakan teori manajemen sistem. Perusahaan menganalisis secara detail proses bisnis yang sudah ada lalu mengembangkan model waktu dan biaya yang terperinci selanjutnya mensimulasikan atau memperagakan proses bisnis yang baru untuk mempelajari efek dari perubahan yang dibuat pada peningkatan efisiensi.
Bahan mentah lebih mengacu pada entitas yang masih berada di alam sedangkan bahan baku merupakan entitas yang sudah diambil dari alam yang kemudian diolah dalam proses produksi. Proses Fabrikasi atau yang dikenal dengan proses pengubahan merupakan proses yang mengubah bentuk bahan baku menjadi barang jadi dengan menggunakan mesin, gergaji dan sebagainya. Proses Sintetik merupakan proses pengkombinasian beberapa bahan atau unsur menjadi satu bentuk produk baru yang berbeda dari bahan-bahan bakunya seperti contoh pengolahan produk baja dan kaca. (“Sampoerna” atau “Perseroan”) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang telah menjadi bagian penting dari industri tembakau Indonesia selama lebih dari seratus tahun sejak berdiri tahun 1913, dengan produk legendaris Dji Sam Soe atau dikenal dengan “Raja Kretek”.
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa manajemen proses bisnis yang diterapkan perusahaan sangat penting dan dapat mendorong efisiensi dan efektifitas suatu organisasi bisnis dalam mencapai tujuan. Hal tersebut dikarenakan berfokus pada keterlibatan komponen internal perusahaan dalam menerapkan manajemen organisasi yang baik sehingga dapat menghasilkan output terbaik yang nantinya akan dinikmati oleh konsumen. Perseroan ini telah memegang posisi pemimpin pasar selama lebih dari 10 tahun di pasar rokok Indonesia, dengan 33,0% pangsa pasar pada tahun 2018, dan telah menjadi bagian penting industri tembakau Indonesia selama lebih dari seratus tahun dengan produk legendaris Dji Sam Soe yang dikenal sebagai “Raja Kretek”.
Tim manajemen Sampoerna yang berpengalaman senantiasa menerapkan praktek global terbaik dan sistem kelas dunia dalam mengelola lebih dari 25.000 karyawan tetap di Perseroan dan anak perusahaan. Sehingga pada tahun 2018 strategi Perseroan telah memperkuat bisnis dengan menghasilkan penjualan sebesar 101,4 miliar unit dan terus menempatkan Sampoerna sebagai pemimpin perusahaan rokok di Indonesia dengan pangsa pasar 33,0%. HM Sampoerna juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan pendapatan bersih mencapai Rp106,7 triliun dan laba bersih Rp13,5 triliun, atau masing-masing meningkat 7,7% dan 6,8% dibandingkan tahun lalu.
Analisis SWOT yang kami lakukan berguna untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan di tengah pasar yang sangat kempetitif, diantaranya : 1) Strength (Kekuatan) adalah apa yang dilakukan perusahaan untuk berkembang menjadi lebih baik, diantaranya : a) Memiliki kualitas bahan baku yang bagus dan proses pengolahannya sangat tekontrol sehingga memiliki cita rasa yang baik. b) Citra perusahaan yang baik karena kualitas yang diberikan serta pelayanan yang diberikan memberikan efek baik kepada penggunanya c) Memiliki nilai capital yang besar karenanya perusahaan mampu menjangkau pasar yang besar dan lebih dikenal oleh masyarakat luas.
DAFTAR PUSTAKA
Purba, H.H., Aristiara, N., & Muda, I. (2018). Implementation of Business Process Improvement to Reduce Wastes: A Case Study in Grand Piano Assembly Process. Journal of Scientific and Engineering Research, 5(5), 511-527.
Nusraningrum, D., Jaswati, J., & Thamrin, H. (2020). The Quality of IT Project Management:
The Business Process and The Go Project Lean Aplication. Manajemen Bisnis, 10(1), 10-23.
Haryono, A., & Rimawan, E. Improvement of Business Process Modeling in Small and Medium Industries (Smis) to Sustain in Global Economic Competition. Operations Excellence, 9(1), 34-43.
Gie. 2021. “Proses Bisnis : Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya”, https://accurate.id/bisnis-ukm/proses-bisnis/, diakses pada 9 September 2021 pukul 22.10.
Manajemen Proses Bisnis, https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proses_bisnis, diakses pada 9 September 2021 pukul 22.13.
Achmar, Syarifudin. “Manajemen Proses Bisnis”,
https://students.warsidi.com/2017/06/manajemen-proses-bisnis.html, diakses pada 9 September 2021 pukul 22.14