• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tolak gratifikasi

N/A
N/A
YURIS ZEGA

Academic year: 2025

Membagikan "Tolak gratifikasi "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

🎬 Judul: “Gratifikasi? Eh, Bukan Main-main!”

Adegan 1 – Slow Motion: ASN 1 Terkejut (Lokasi: Kantor, lorong atau ruang terbuka)

🎬 Visual: ASN 1 berjalan sambil bawa berkas, tiba-tiba berhenti. Kamera zoom in ke wajahnya yang tampak terkejut, slow motion.

🎬 Pandangan tertuju pada…

Adegan 2 – ASN 2 Menerima Bingkisan

🎬 Visual: ASN 2 menerima bingkisan dari seorang tamu/pemberi bingkisan (berpakaian rapi, bukan ASN). ASN 2 tampak senyum-senyum.

🎬 (Teks layar): “Hmm… hadiah kecil aja kok…”

Adegan 3 – ASN 3 Muncul dengan Tegas

🎬 Visual: Tiba-tiba ASN 3 muncul dari belakang, ekspresi tegas tapi sopan.

🎬 ASN 3:

"Eh, jangan diterima dulu… itu kan termasuk gratifikasi!"

Adegan 4 – ASN 2 dan Pemberi Bingkisan Ragu

🎬 Visual: ASN 2 dan pemberi bingkisan saling pandang. Ekspresi jadi bingung.

🎬 Pemberi Bingkisan:

"Loh… ini kan cuman…

🎬 ASN 2:

"Iya, niatnya juga cuma apresiasi aja kok…"

Adegan 5 – ASN 3 Menjelaskan

🎬 SCRIPT PENJELASAN: "Apa Itu Gratifikasi dan Kenapa Harus Ditolak?"

Pembicara (ASN 3, ekspresif dan komunikatif):

"Teman-teman, tahu nggak sih… apa itu gratifikasi?"

🎬 Visual pendukung: Animasi/bingkai teks:

“Gratifikasi = Pemberian dalam bentuk uang, barang, diskon, komisi, pinjaman, tiket, fasilitas, atau bentuk lainnya.”

Lanjut narasi:

"Yup, gratifikasi itu bukan cuma uang. Bisa juga berupa hadiah, bingkisan, traktiran, bahkan bonus layanan."

"Lalu, masalahnya di mana? Kok harus ditolak?"

🎬 Visual: Ilustrasi tangan menerima hadiah – lalu muncul tanda silang merah ❌

Penjelasan dengan nada serius tapi santai:

(2)

"Karena sebagai ASN, kita diamanahi untuk bekerja secara jujur, adil, dan bebas dari pengaruh.

Kalau kita menerima gratifikasi, ada potensi konflik kepentingan.

Bisa saja pemberian itu mengarah ke suap, atau mempengaruhi keputusan yang seharusnya netral."

"Mau sebesar atau sekecil apa pun bentuknya, semua gratifikasi wajib dilaporkan ke KPK, kecuali yang secara tegas diperbolehkan oleh aturan."

🎬 Teks layar:

🎬 Contoh yang DIBOLEHKAN: hadiah dalam acara keluarga, penghargaan resmi, beasiswa sah

🎬 Contoh yang DILARANG: bingkisan dari mitra kerja, traktiran setelah dinas, uang lelah dari pihak luar

Penutup, tegas tapi positif:

"Menolak gratifikasi bukan berarti tidak sopan. Justru itu bukti kita menjaga martabat dan integritas sebagai ASN."

"Ingat ya, integritas itu bukan pilihan… tapi kewajiban."

Adegan 6 – Bingkisan Dikembalikan

🎬 Visual: ASN 2 dan pemberi bingkisan mengangguk setuju. ASN 2 mengembalikan bingkisan dengan senyum.

🎬 Musik ringan positif mulai terdengar

🎬 ASN 2:

"Baik, saya kembalikan ya. Terima kasih atas pengertiannya."

Adegan 7 – Twist Lucu

🎬 Visual: ASN 3 tiba-tiba melihat bingkisan lebih dekat, ekspresi panik.

🎬 ASN 3:

"Eh… bukannya ini paket yang aku beli online?!"

🎬 Sound efek: “JENG JENG JENG…”

🎬 Teks layar penutup:

🎬 “Tolak Gratifikasi. Tapi jangan tolak paket COD kamu.” 😄

#ASNBerintegritas #TolakGratifikasi #HatiHatiHadiah #BPSBersih (sesuaikan hashtag)

Pemeran:

1. ASN 1 = Alfrince 2. ASN 2 = Trisno

3. Pemberi hadiah: Agus (mahasiswa magang) 4. ASN 3 = Isra

5. Kameramen = Denuari 6. Director = Yuris

Referensi

Dokumen terkait

Setiap gratifikasi yang dianggap suap wajib ditolak dan dilaporkan, kecuali jika situasi pada saat itu tidak memungkinkan bagi Pegawai dan penyelenggara negara di

2001 “ (1) setiap gratifikasi kepada pegawai negara atau penyelengara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatanya dan yang berlawanan dengan kewajibanya

(1) Gratifikasi yang wajib dilaporkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a merupakan penerimaan dalam bentuk apapun oleh Pimpinan dan Pegawai BPIP dari Pemberi

Merujuk pada surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia nomor B/3109/GTF.02.01/10-13/05/2021 perihal Teguran terkait Pemberian Gratifikasi dan Peraturan

Dalam Pasal 12B ini, perbuatan penerimaan gratifikasi oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang dianggap sebagai perbuatan suap apabila pemberian tersebut

20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berbunyi: “Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap,

Pejabat/Pegawai USU yang tidak dapat menolak karena memenuhi kondisi sebagaimana dimaksud pada ayat I wajib melaporkan Gratifikasi tersebut kepada KPK atau melalui

Apabila terdapat penerimaan Gratifikasi yang harus dilaporkan, maka Hakim maupun Aparatur Pengadilan Agama Kota Banjar wajib melaporkan hal tersebut dan menyerahkan uang