• Tidak ada hasil yang ditemukan

Toleransi Antar Umat Beragama , (2013), Vol.2: 383

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Toleransi Antar Umat Beragama , (2013), Vol.2: 383"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

81

DAFTAR PUSTAKA

Nisvilyah, Lely. ”Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”. Toleransi Antar Umat Beragama , (2013), Vol.2: 383.

Suryana, Toto. “Konsep dan Aktualisasi Kerukunan Antar Umat Beragama”.

Jurnal Pendidikan Agama Islam, (2011), Vol.9: 128.

Ubaedillah. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

Masduki, Irwan . Berislam Secara Toleran. Bandung : PT. Mizan Pustaka, 2011.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai . Jakarta: LP3ES, 2011.

Aldjufri, Moh Salim, “Pondok Pesantren Bukan Sarang Teroris”, Kemenag, http://gorontalo1.kemenag.go.id. Diakses pada tanggal 15 Juni 2016.

Calam , Ahmad dan Mahmud Yunus Daulay, “Peran Pesantren Dalam Mengembangkan Kesadaran Kemajemukan Agama (Studi Kasus di Pesantren Aisyiyah Kelurahan Sei Rengas Permata Kecamatan Medan Area kota Medan Propinsi SumateraUtara–Indonesia)”,SAINTIKOM, Vol. 11 / No. 1 / Januari 2012.

Hakim , Nurul. “Pembinaan Nilai Toleransi Beragama Di Pondok Pesantren Annuriyyah Soko Tunggal Kelurahan Sendangguwo Tembalang Semarang”.Semarang: Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, 2011.

Thoha, Anis Malik. Tren Pluralisme Agama. Jakarta : Perspektif, 2005.

Misrawi, Zuhairi. Al-Qur’an Kitab Toleransi. Jakarta : Pustaka Oasis, 2007.

Yamin, Moh dan Vivi Aulia. Meretas Pendidikan Toleransi : Pluralisme dan Multikulturalisme Keniscayaan Peradaban. Malang : Madani Media, 2011.

Osborn, Kevin. Tolerance .New York : 1993.

Dyayadi, M.T. Kamus Lengkap Islamologi . Yogyakarta : Qiyas, 2009.

Hick, John. A Christian Theology Of Religions: The Rainbow Of Faiths. America : SCM, 1995.

Esposito, John L. Terj. Arif Maftuhin, Islam : The Straight Path . Jakarta : Dian Rakyat (Paramadina), 2010.

(2)

82

Julian, James M dan John Alfred. Belajar Kepribadian. Yogyakarta: Pustaka Baca, 2008.

Gerungan , W.A. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama, 2004.

Ruswanto, Sosiologi SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Yanto, Dar. Kamus Bahasa Indonesia Modern. Surabaya: Apollo,1994.

Daulay, Haidar Putra. Historistis dan Eksistensi Pesantren Sekolah dan Madrasah . Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 2001.

DEPAG, Pola Pengembangan Pondok Pesantren. Jakarta: Ditpekapontren Ditjen Kelembagaan Agama Islam Depag, 2003.

Ghazali, M. Bahri. Pesantren Berwawasan Lingkungan. Jakarta: CV. Prasasti, 2002.

Bruinessen, Martin Van. Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat. Bandung: Mizan, 1999.

Chaplin, J.P. Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

Rohmat, Mulyana. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta, 2004.

Muhaimin. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya: Citra Media, 1996.

Pius dan M. Dahlan, Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola, 2001.

Ma’unah, Binti. Tradisi Intelektual Santri. Yogyakarta: Teras, 2009.

Yasmadi. Modernisasi Pesantren. Jakarta: Ciputat Press, 2002.

Galba, Sindu. Pesantren Sebagai Wadah Komunikasi. Jakarta: Rineka Cipta, 1995.

Wirawan, I.B. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradikma. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.

Zainuddin,“ Teori Kontruksi Sosial”, (http://zainuddin.lecturer.uin-malang.ac.id, diakses 21 juni 2016).

Narbuko, Cholid dan Abu Achmad. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

(3)

83

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.

Bungin, Burhan. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010.

Referensi

Dokumen terkait

―Peran Kepemimpinan Bu Nyai Dalam Memanajemen Pesantren Studi Kasus Pesantren Al-Hidayah Putri Karang Suci Purwokerto Utara.‖ Jurnal Penelitian Agama 18, no.. Manajemen Dan Kepemimpinan

Yang ketiga adalah Binge Eating Disorder gangguan makan berlebih hampir sama dengan bulimia yaitu makan berlebihan namun tidak disertai dengan purging tetapi individu makan lebih