KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Surakarta 57126.
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM MANDIRI - FISIKA BANGUNAN 1
TOPIK 1 : KINERJA TRITISAN PADA BANGUNAN
A. JUDUL
Praktikum Analisis Pengaruh Tritisan Pada Termal Bangunan B. TUJUAN
Praktikum bertujuan untuk mengetahui pengaruh shading (bayangan yang jatuh ke permukaan bangunan) yang dihasilkan dari tritisan atap suatu bangunan dengan memperhatikan faktor orientasi bangunan dan posisi matahari.
Gambar 01. Prosedur menghitung overhang.
Sumber: Sri Yuliani, materi kuliah 2017
Praktikan / Mahasiswa peserta praktikum setelah melakukan kegiatan praktikum ini memiliki kompetensi pemahaman mengenai desain pembayangan bangunan yang mempengaruhi termal ruang pada bangunan. Kegiatan ini sebagai pengalaman untuk menambah pengetahuan tentang kriteria desain atap bangunan dan lebar tritisan, serta mengetahui efek radiasi matahari yang jatuh pada bukaan dan dinding bangunan. Praktikan / mahasiswa mendapatkan pengetahuan hubungan desain arsitektur dan fungsi dalam pertimbangan kenyamanan termal di dalam bangunan. Kompetensi sub capaian pembelajaran mata kuliah adalah mahasiswa memahami faktor dan kontrol termal pada bangunan dan terampil dalam merancang elemen/fitur/perangkat desain pembayangan pada bangunan.
C. KEGIATAN
1. Mahasiswa melakukan observasi lapangan, mengamati sudut pembayangan matahari pada bangunan rumah tinggal / kost masing-masing pada area bukaan (jendela/pintu) yang memiliki potensi terkena radiasi sinar matahari. Mahasiswa juga mengamati kondisi lingkungan masing – masing rumah tinggal / kost dengan memperhatikan bangunan sekitar,orientasi bangunan & bukaan serta bentuk atap.
2. Mahasiwa mensimulasikan bangunan rumah tinggal / kost masing – masing menggunakan software 3D SketchUp untuk mengetahui kondisi ideal sudut bayangan yang terbentuk jika dalam kondisi yang ideal (rumah tidak berhimpit, bukaan tidak terhalang oleh bangunan disekitar, dan lain sebagainya).
D. ALAT DAN BAHAN 1. Meteran 2. Busur ukur
3. Kompas ( bisa mengunduh aplikasi kompas digital di Appstore / Playstore ) 4. Software analisis secara grafis dengan menggunakan SketchUp
5. Alat tulis
E. PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. Observasi
Praktikan / mahasiswa melakukan observasi pada rumah tinggal / kost masing – masing dengan kondisi overhang tersinari matahari langsung sehingga membentuk bayangan pada dinding / bukaan bangunan ( pintu / jendela ).
Deskripsikan kondisi lingkungan sekitar rumah tinggal / kost yang dijadikan obyek praktikum. Kondisi yang perlu diperhatikan antara lain bangunan sekitar,orientasi bangunan dan bukaan (pintu/jendela) dan bentuk atap.
Dengan menggunakan meteran, ukurlah : - Panjang overhang tritisan.
- Panjang bayangan overhang atap (shading) yang terjadi. Catat semua angka yang diperoleh.
Gunakan busur untuk mengukur sudut jatuh sinar matahari terhadap bidang horisontal.
Catat hasil pengukuran di lapangan pada laporan sementara, beserta sketsanya.
2. Simulasi
Praktikan / mahasiswa mensimulasikan obyek praktikum menggunakan software 3D SketchUp, Setelah tahapan observasi selesai dilakukan dan telah memiliki data lapangan.
Mahasiswa membuat 3D obyek praktikum kemudian mensimulasikan sudut bayangan yang dapat terbentuk jika posisi matahari diatur dan kondisi lingkungan obyek dalam kondisi yang ideal ( rumah tidak berhimpit, bukaan tidak terhalang oleh bangunan disekitar dan lain sebagainya ).
Hitunglah panjang bayangan yang terbentuk, kemudian catat semua angka yang diperoleh kemudian lakukan analisis.
Deskripsikan perbandingan antara kondisi di lapangan dengan simulasi yang dilakukan.
Adakah perbedaan panjang pembayanagn yang terjadi atau tidak. Kemudian sebutkan pengaruhnya terhadap kondisi atau kontrol termal pada bangunan.
Buatlah kesimpul jika terjadi perbedaan pada dua kondisi tersebut.
LAPORAN SEMENTARA
Judul Praktikum : Mengukur sudut pembayangan sinar matahari Obyek penelitian Praktikum :
Lokasi :
Tanggal Penelitian :
Waktu Penelitian :
Kondisi Lingkungan :
a. Bangunan Sekitar : Obyek praktikum terhimpit oleh rumah atau tidak,kondisi bangunan saling berdempet, bukaan terhalang oleh bangunan tetangg dst
b. Orientasi bangunan : Arah hadap bangunan
c. Orientasi bukaan : Arah hadap bukaan yg terpapar bayangan akibat overhang (tritisan)
d. Bentuk Atap : Bentuk atap dr obyek praktikum seperti apa
*Note : Sertakan foto – foto observasi yang dilakukan (obyek praktikum, bayangan yg terbentuk ketika observasi dilakukan,kondisi lingkungan,bentuk atap)
DATA PENGUKURAN LOKASI OBYEK DENGAN TRITISAN
Waktu Orientasi bangunan
Panjang overhang /shading
(H)
Tinggi bayangan (V) Sudut jatuh sinar matahari (S)
SKETSA LOKASI DAN DENAH OBYEK PENGUKURAN
KESIMPULAN HASIL OBSERVASI