▎Serangan Siber dan Kejahatan Digital
Transformasi digital membawa berbagai tantangan terkait keamanan dan privasi. Ancaman seperti serangan siber dan kejahatan digital—termasuk pencurian identitas, penipuan daring, serta serangan pada infrastruktur digital—dapat membahayakan keamanan individu, organisasi, dan negara.
Ancaman ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi digital dan mempengaruhi keterlibatan aktif dalam kehidupan digital. Oleh karena itu, penanganan serangan siber menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan privasi dalam proses transformasi digital (Rahayu Muhali, 2020).
▎Perlindungan Data Pribadi dan Privasi Pengguna
Di era digital saat ini, perlindungan data pribadi dan privasi pengguna menjadi hal yang sangat penting. Penyalahgunaan data, pelanggaran privasi, serta penggunaan informasi pribadi tanpa persetujuan dapat merusak kepercayaan publik terhadap transformasi digital, serta menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi individu. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kebijakan dan regulasi yang kuat guna melindungi data pribadi dan privasi pengguna dalam konteks transformasi digital. Aspek perlindungan data pribadi dan privasi harus menjadi perhatian utama dalam proses transformasi digital untuk menjaga kepercayaan masyarakat (Arianto et al., 2021).
▎Penyebaran Berita Palsu dan Konten Negatif
Transformasi digital telah memfasilitasi penyebaran berita palsu (hoaks) dan konten negatif dengan cepat melalui platform daring. Berita hoaks sangat berbahaya bagi pengguna internet karena tidak hanya menyebarkan informasi yang salah, tetapi juga dapat berisi ujaran kebencian yang dapat memicu kerusuhan dan mengancam kesatuan serta persatuan Indonesia (Sulistyo Najicha, 2022).
Hal ini dapat merusak kepercayaan publik, menciptakan polarisasi opini, dan mengganggu proses demokrasi. Manipulasi informasi juga dapat berdampak negatif pada partisipasi publik yang sehat dan merugikan kewarganegaraan di era digital. Oleh karena itu, penyebaran hoaks dan konten negatif di media sosial menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk membangun kewarganegaraan digital yang sehat (Kurniawan et al., 2020).