• Tidak ada hasil yang ditemukan

TPKI REVISI

N/A
N/A
Lisa Aprelia Yuliastuti

Academic year: 2025

Membagikan "TPKI REVISI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PLAGIARISME & PENGGUNAAN TURNITIN

Disu sun oleh kelompok 8 :

Almira Vashti Felita (23010714282) Dewi Cantika Nawangsari (23010714268) Lisa Aprelia Yuliastuti (23010714245)

Rahma Ayu Wulandari (23010714270)

Refkli Lifdia Kusuma Ningrum (23010714283)

Mata Kuliah :

Teknik Penulisan Karya Ilmiah

Dosen Pengampu : Dr. Ayu Wulandari, S.Pd., M.Pd.

Dr. Nuphanudin, S.IP, M.ED

Program Studi S1 Manajemen Pendidikan

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya karena berkat petunjuk dan pertolongan yang diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah yang berjudul “Plagiarisme & Penggunaan Turnitin”.

Tidak kami lupakan juga untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berperan serta dalam pembuatan karya ilmiah ini. Pastinya, kesuksesan ini tidak bisa dicapai secara individu, melainkan dengan Kerjasama yang baik antar anggota kelompok.

Sebagai penulis, meskipun kami sudah berusaha untuk memberikan yang maksimal, kami mengakui bahwa masih ada banyak kekurangan dan kesalahan dalam pengorganisiran serta penggunaan tata bahasa dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan kritik dari pembaca dengan rendah hati sehingga kami dapat

meningkatkan kualitas Makalah yang lebih baik. Kami berharap bahwa tulisan Makalah yang kami rancang ini akan memberikan kegunaan dan juga motivasi bagi para pembaca

Surabaya, 19 September 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 LATAR BELAKANG... 4

1.2 RUMUSAN MASALAH...5

1.3 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH...5

BAB II... 6

PEMBAHASAN...6

2.1 DEFINISI PLAGIARISME DAN CIRI CIRI PLAGIARISME...6

2.2 JENIS PLAGIARISME...7

2.3 LANGKAH-LANGKAH MENGHINDARI PLAGIASRISME...8

2.4 PENGGUNAAN TURNITIN... 9

BAB III...14

KESIMPULAN... 14

DAFTAR PUSTAKA... 15

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pembuatan karya ilmiah dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dengan operasi

“copy” dan “paste”. Cara ini tidak bisa dibenarkan tanpa pengolahan tertentu, apalagi jika tidak mencantumkan referensi yang akurat dan jelas serta mengikuti pedoman yang telah ditetapkan.

Plagiarisme dapat diartikan sebagai penulisan karya ilmiah dengan cara “copy” dan “paste”

tanpa mengikuti pedoman. (Simanjuntak, 2022).

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan: “Perbuatan yang disengaja atau tidak disengaja dalam upaya memperoleh penghargaan atau nilai atas suatu karya ilmiah dengan mengutip seluruh atau sebagian karya dan/atau karya ilmiah orang lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya tanpa menyebutkan sumbernya secara patut disebut dengan plagiarisme.” (Permendiknas, 2010).

Saat ini, tindakan plagiarisme di Indonesia semakin meluas, terutama di kalangan mahasiswa. Praktik plagiasi sangat umum terjadi di lingkungan akademis, tanpa adanya rasa bersalah. Pelaku melakukan plagiasi secara berulang, melibatkan berbagai tingkatan pendidikan mulai dari Sekolah Menengah Pertama hingga tingkat profesor. Fenomena ini perlu mendapatkan perhatian serius dari kita semua. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang plagiarisme guna menghindari keterlibatan dalam praktik tersebut.

Kemajuan teknologi saat ini membuat informasi mudah diakses. Di sisi lain, hal ini juga membuka ruang timbulnya dampak buruk akibat penerapan kemajuan teknologi yang tidak tepat. Plagiarisme merupakan salah satu contoh praktik yang terjadi ketika seseorang melakukan copy paste karya ilmiah, seperti skripsi.

Fenomena ini dapat mengakibatkan kurangnya motivasi pada mahasiswa untuk berpikir secara kreatif dan memiliki potensi untuk menghambat perkembangan kemampuan intelektual dalam dunia akademis. Karena itu sangat ditekankan kemampuan critical thingking yang mana menjadi salah satu indikator dari tujuan pendidikan. Menurut penelitian (Hayati & Setiawan, 2022) dijelaskan bahwa sifat, pemahaman bacaan, kemampuan menulis, dan kebiasaan siswa semuanya berdampak pada kemampuan berpikir kritisnya.

(5)

Menurut temuan penelitian (Shadiqi, 2019) website yang memfasilitasi kemudahan akses siswa terhadap berbagai sumber informasi untuk keperluan menjawab tugas akademik menjadi penyebab utama terjadinya plagiarisme di kalangan siswa. Sejalan dengan penelitian (Nimasari, 2017) siswa sering melakukan plagiat ketika menulis teori dan terbiasa menyalin dan menempelkan konten dari website tanpa mengutip sumber asli atau memberikan ringkasan.

Menurut penelitian ini, jenis plagiarisme yang pertama adalah ketika seseorang menggunakan ide atau sudut pandang orang lain tanpa memberikan penghargaan kepada penulis aslinya.

Fakta bahwa siswa tidak menyadari berbagai jenis plagiarisme merupakan indikasi dari hal ini, karena banyaknya sumber daya online yang tersedia bagi mereka dapat memfasilitasi aktivitas terkait plagiarisme.

Dalam menghadapi fenomena yang muncul, penting untuk menjelajahi secara lebih mendalam bagaimana memahami konsep plagiat dan alasan di balik tindakan plagiat. Karena itu pentingnya kita mengetahui dampak ataupun resiko apa yang akan terjadi akan plagiarisme.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Apa definisi dan ciri-ciri plagiarisme?

1.2.2 Apa jenis plagiarisme?

1.2.3 Bagaimana langkah-langkah menghindari Plagiasrisme dalam Tulisan Karya Ilmiah?

1.2.4 Apa yang bisa didapat dari penggunaan Turnitin ?

1.3 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH 1.3.1 Menjelaskan definisi dan ciri-ciri plagiarisme 1.3.2 Menjelaskan jenis plagiarisme

1.3.3 Untuk mengetahui langkah-langkah menghindari Plagiasrisme 1.3.4 Menjelaskan apa yang bisa didapat dari penggunaan Turnitin ?

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI PLAGIARISME DAN CIRI CIRI PLAGIARISME 2.1.1 Definisi Plagiarisme

Kata plagiarisme berasal dari bahasa latin plagiarius yang berarti meretas, mencuri, mengambil kendali. Plagiarisme adalah tindakan mengambil atau menyalin karya ilmiah orang lain atau penipuan intelektual. Plagiarisme adalah tindakan mengambil informasi dari tulisan orang lain tanpa adanya izin dari pemilik karya tulis (Hasan, 2023). Dalam kasus Besar Bahasa Indonesia (2008) disebutkan: “plagiat adalah pengambilan karangan (pendepat dan sebagainya) orang lain yang menjadikan seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 diatakan: “Perbuatan yang disengaja atau tidak disengaja dalam upaya memperoleh kredit atau nilai suatu karya ilmiah dengan mengutip seluruh atau sebagian karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya tanpa menyebutkan sumbernya dengan baik dan mudah diingat disebut dengan plagiarisme.”

Plagiarisme juga mencakup penerbitan, pencurian atau pengambilalihan karya, dan memberikan karya tulis sebagai milik sendiri meskipun karya tersebut sebenarnya milik orang lain. (lidwan, 2022). Menurut “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiat Perguruan Tinggi” BAB II Pasal 2 ayat (1) menjelaskan bahwa mengutip dan menciptakan kata, kalimat, informasi, dan data yang berbeda dari sumber yang mengandung ide, pendapat, teori, dan sudut pandang orang lain tanpa mencantumkan sumbernya dengan benar merupakan salah satu jenis plagiarisme. Namun, plagiarisme juga dapat dibagi menjadi empat kategori yaitu plagiarisme diri sendiri, plagiarisme ide, plagiarisme penelitian, dan plagiarisme apropriasi.

2.1.2 Ciri-Ciri Plagiarisme

Berdasarkan beberapa definisi plagiarisme di atas, berikut ini diuraikan ciri-ciri plagiarisme menurut (Simanjuntak, 2022):

1. Menyalin kalimat atau kata orang lain tanpa memberi tanda petik dan menyebutkan nama penulis aslinya.

2. Menggunakan konsep, pendapat, atau keyakinan orang lain tanpa mengutip penulis aslinya .

(7)

3. Menggunakan fakta, data, atau informasi orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya.

4. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.

5. Mengulang kata-kata orang lain menjadi kata-kata Anda sendiri tanpa mengubah maknanya, tanpa menyebutkan penulis aslinya.

6. Menyajikan publikasi ilmiah yang dibuat dan/atau diterbitkan oleh pihak lain seolah-olah merupakan milik sendiri.

2.2 JENIS PLAGIARISME

Menurut (Simanjuntak, 2022) sejalan dengan definisi yang bermacam-macam, maka banyak orang membuat “klasifikasi” atau jenis-jenis plagiarisme dengan dasar yang berbeda.

Jenis-jenis plagiarisme yang dapat ditemukan dalam pustaka mencakup:

1. Word by Word Plagiarism (Block, copy, dan paste)

Dilarang mengutip karya orang lain secara keseluruhan atau seluruh halaman, meskipun kutipan tersebut terbagi dalam beberapa bagian dan nama penulis serta sumber informasi disebutkan pada setiap penggalannya.

2. Word Switch Plagiarism

Mengambil kalimat, bagian kalimat atau paragraf dari penulis lain kemudian menyisipkan beberapa kata dalam kalimat baru tanpa mengubah susunan kata atau kalimat atau menyebut penulisnya

3. Style Plagiarisme

Gaya penulisannya identik dengan penulis aslinya, misalnya menjiplak dan menjiplak struktur penulis yang diawali dengan uraian waktu, dilanjutkan dengan uraian peristiwa yang ingin diceritakan, dan diakhiri dengan serangkaian pertanyaan.

4. Metaphor Plagiarisme

Menggunakan kutipan dari penulis lain, baik melalui kutipan atau plagiarisme, untuk menjelaskan suatu poin yang dibuat dalam tulisannya sendiri.

5. Idea Plagiarisme

Mengambil ide penulis dan menggunakannya dalam tulisan sendiri tanpa memberikan penghargaan kepada penulis asli atau sumber informasi, atau menggunakan ide penulis untuk menggambarkan suatu fenomena atau mencari solusi suatu masalah.

(8)

Mengidentifikasi dan menyusun semua hasil individu dalam jurnal yang akan diterbitkan, tanpa mengungkapkan informasi bahwa hasil individu atau hasil apapun telah pernah dipublikasikan dalam jurnal akademik.

2.3 LANGKAH-LANGKAH MENGHINDARI PLAGIASRISME

Berikut langkah-langkah menghindari plagiarisme dalam penulisan karya tulis ilmiah menurut sumber yang penulis ambil dari ma’some university yang berjudul “Tips Menghindari Palagiarisme saat Membuat Skripsi” yang dipublikasi pada tanggal 3 November 2020 https://masoemuniversity.ac.id/berita/tips-menghindari-palagiarisme-saat-membuat-

skripsi.php yaitu : 1. Sertakan Sitasi

Kutipan diperlukan setiap kali seseorang menggunakan konsep, data, atau sudut pandang yang bukan miliknya. Sekalipun penulisnya tidak menggunakan kata-kata yang persis sama, hal ini tetap berlaku. Jika dicantumkan kutipan, penulis wajib mengungkapkan sumber informasi yang ditulisnya. Sumber-sumber tersebut antara lain kutipan gagasan dari internet serta buku, jurnal, tesis, dan rekaman audio/visual. Kutipan harus disertakan meskipun penulis memiliki keraguan tentang kebenaran data yang mereka berikan. Catatan kaki dan catatan isi merupakan format kutipan yang dapat diterima.

2. Catat berbagai sumber daftar pustaka sejak awal

Dalam menulis makalah, salah satu syarat yang tidak boleh diabaikan adalah daftar pustaka. Sayangnya, sebagian orang terus menulis ulang daftar pustaka setelah penulisan selesai. Hal semacam itu tidak salah, tapi mungkin mengabaikan satu, dua, atau lebih sumber sekaligus. Dengan kata lain, kutipan muncul pada catatan kaki atau body note tetapi tidak dicantumkan dalam daftar pustaka. Kesalahan dapat dihindari dengan mencatat sumber yang digunakan sejak awal, yang juga akan sangat berguna saat membuat daftar pustaka.

3. Lakukan paraphrase

Plagiarisme lebih mungkin terdeteksi dalam tulisan yang hanya menggunakan kutipan langsung. Solusinya adalah dengan memparafrasekan sumber aslinya sambil mempertahankan kutipan, dengan memanfaatkan struktur kalimat Anda sendiri. Karena parafrase tidak memerlukan format yang rumit seperti kutipan langsung, maka parafrase juga merupakan tugas yang lebih sederhana.

4. Lakukan interpretasi

(9)

Ada kalanya opini perlu dipinjam atau digunakan sebagai dasar perbandingan untuk mendukung poin yang disampaikan. Ada kemungkinan bahwa analisis dalam hal ini terlalu rumit atau memerlukan lebih banyak interpretasi. Interpretasi dilakukan bila diperlukan.

5. Gunakan aplikasi antiplagiarisme

Terakhir, Anda bisa mencoba program antiplagiarisme jika penulis masih mengkhawatirkan hasil tulisannya. Tulisan yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan artikel yang telah diterbitkan sebelumnya dengan menggunakan aplikasi antiplagiarisme.

Aplikasi akan menampilkan persentase kemiripan yang ditemukan.

Anda dapat menggunakan program atau perangkat lunak untuk menentukan seberapa asli tulisan kita untuk memastikan bahwa tulisan tersebut tidak dijiplak. Tersedia banyak aplikasi, baik gratis maupun berbayar, yang mendeteksi dan mencegah plagiarisme; ini termasuk Turnitin, Wcopyfind, Vyper, AiMOS, dan lainnya. Selain itu, Anda dapat menggunakan program seperti Mendeley, Zotero, Endnote, dan lainnya untuk mengelola website dan bibliografi.(Simanjuntak, 2022).

2.4 PENGGUNAAN TURNITIN

Turnitin merupakan salah satu software pendeteksi plagiarisme yang dikembangkan oleh Universitas California Berkeley melalui perusahaan Ipardigms. Turnitin digunakan untuk membandingkan kata, kalimat, paragraf, dan struktur kata suatu makalah dengan makalah orang lain yang telah diterbitkan sebelumnya, baik makalah tersebut ditulis oleh siswa atau oleh orang lain. Jumlah persentase (kesamaan) akan ditampilkan berdasarkan kesamaan tersebut.

Perangkat lunak ini menggunakan sistem cloud berbasis global untuk menentukan apakah karya tertulis itu asli. Sekitar 10.000 institusi dari 126 negara telah menggunakan Turnitin.

(Risparyanto, 2020).

Memanfaatkan web base yang dapat diakses dengan akun yang diperoleh melalui sistem rental, software Turnitin beroperasi. Pengguna hanya perlu menjelajahi situs web sebelum diminta memasukkan nama pengguna dan kata sandi untuk menggunakan perangkat lunak ini (www.turnitin.com). Software Turnitin akan menampilkan sejumlah menu yang berfungsi sebagai petunjuk penggunaan. Sebagai langkah awal dalam melakukan deteksi

(10)

hasil deteksi akan ditampilkan terkait dengan artikel yang dipublikasikan di jurnal online, repositori, dan publikasi online lainnya. (Risparyanto, 2020).

A) Fungsi Perangkat Turnitin

Perangkat lunak Turnitin berfungsi sangat penting untuk mengurangi plagiarisme dikalangan mahasiswa. Perangkat lunak turnitin memiliki fungsi salah satunya alat diagnostik yang dapat mengurangi kejadiannya plagiarisme di kalangan siswa,selain itu turnitin juga berfungsi sebagai berikut, yaitu :

1. Menyediakan artikel yang dapat membantu mendeteksi plagiarisme.

2. Berikan siswa atau peneliti ciri-ciri berbeda yang terkait dengan plagiarisme, dan tuliskan poin-poin yang harus diperbaiki untuk mencegah hal itu terjadi.

3. Meningkatkan kualitas hasil yang tertulis dalam buku ini, laporan ilmiah atau dokumen akademik lainnya untuk mencapai jenjang akademik yang lebih tinggi.

Perangkat lunak ini dapat mendeteksi pekerjaan menulis seluruh dunia tanpa memandang waktu atau bahasa dan tempat. Setiap siswa melakukannya plagiarisme karya orang lain dapat dianalisis dan dievaluasi menggunakan software Turnitn, sehingga dapat diketahui kebenaran dalam proporsi dan persentase plagiarisme karya tulis. Banyak metode yang baik untuk menerapkan deteksi plagiarisme bekerja melalui perusahaan. Perangkat lunak Turnitin akan mendeteksi plagiarisme secara efektif (Risparyanto, 2020)

B) Langkah Langkah menggunakan Turnitin.

Turnitin memerlukan koneksi internet untuk melakukan pemeriksaan plagiarisme online terhadap makalah ilmiah dan jurnal. Pengguna harus membayar biaya sewa individu untuk menggunakan fasilitas Turnitin. Bisa disewa secara bulanan, tahunan, atau bahkan sepanjang masa (life time). Berikut url masuk ke account Turnitin:

https://www.turnitin.com/login_page.asp?lang=id

10

(11)

Setelah kita mendaftar dan membayar berlangganan sesuai keperluan, maka account Turnitin akan aktif dan bisa log in. Berikut tampilan log in account Turnitin:

Setelah log ini maka akan seperti gambar berikut tampilannya :

' ĂŵďĂƌϭ͘ĞƌĂŶĚĂt ĞďdƵƌŶŝƟŶ

' ĂŵďĂƌϮ͘ǁ ĞďůŽŐŝŶdƵƌŶŝƟŶ

' ĂŵďĂƌϯ͘, ĂůĂŵĂŶƉĞŵŝůŝŚĂŶ>^^ĞŬĞƌ

(12)

Selanjutnya Klik CLASS A untuk memulai.

Selanjutnya akan diarahkan untuk pengunggahan dokumen yang akan dicek plagiasinya, dan aakan terlihat hasil seperti gambar berikut :akan terlihat hasil seperti gambar berikut :

Berikut contoh jurnal yang sudah di cek, standar tingkat plagiarisme yang diperbolehkan untuk karya tulis atau jurnal ilmiah adalah maksimal 20% atau 25%, tergantung kebijakan penerbit karya ilmiah atau jurnal tersebut. Jurnal tersebut telah diperiksa untuk mengetahui adanya

' ĂŵďĂƌϰ͘, ĂůĂŵĂŶdĂŵƉŝůĂŶŽŬƵŵĞŶLJĂŶŐƐƵĚĂŚĚŝĐĞŬĞƌĚĂŶLJĂŶŐĂŬĂŶĚŝĐĞŬĞƌ

(13)

plagiarisme dan ditemukan 38% kasusnya terdeteksi. Oleh karena itu, kita harus menggunakan parapase, yaitu memodifikasi beberapa frasa atau kata yang ditemukan hasil plagiat dengan tetap menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat.

cara penggunaan Turnitin diatas diambil dari penelitian (Manullang et al., 2021).

BAB III

(14)

Plagiarisme adalah pengambilan ide atau karya orang lain tanpa memberikan penghargaan atau izin, dan merupakan pelanggaran serius terhadap etika akademik. Salah satu cara efektif untuk menghentikan praktik plagiarisme adalah dengan menggunakan Turnitin sebagai alat pendeteksi plagiarisme. Turnitin membantu mengidentifikasi kesamaan antara teks yang telah dikirimkan dan sumber yang telah dimasukkan dalam database, sehingga memberikan kesempatan untuk menemukan dan mengatasi kasus plagiarisme sebelum karya tersebut diserahkan. Oleh karena itu, diharapkan dapat mengurangi plagiarisme dan menumbuhkan budaya orisinalitas dan penulisan bermartabat baik dalam lingkungan akademik maupun profesional dengan memanfaatkan alat deteksi seperti Turnitin dan menekankan pendidikan kejujuran akademik.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, A. (2023). Fenomena Plagiarisme Mahasiswa Anisah. Jurnal Equilibrium Pendidikan Sosiologi, III(1), 1–10. https://media.neliti.com/media/publications/70308-ID-fenomena- plagiarisme-mahasiswa.pdf

Hayati, N., & Setiawan, D. (2022). Dampak Rendahnya Kemampuan Berbahasa dan Bernalar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8517–

8528. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3650

lidwan, nanang. (2022). PERANAN PERANGKAT TURNITIN DALAM MENDORONG KARYA ILMIAH BERKUALITAS. 7(November).

Manullang, M., Erma, Z., Razali, M., Rini, Tampubolon, M., & Sitepu, E. (2021). Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Turnitin Bagi Dosen Dalam Upaya Menghindari Plagiarisme.

Journal Liaison Academia and Society (J-LAS) , 1(3), 26–33. http://j- las.lemkomindo.org/index.php/J-LAS/issue/view/J-LAS/showToc

Nimasari, E. P. (2017). Persepsi Mahasiswa Terhadap Plagiat. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 7(02), 115. https://doi.org/10.25273/pe.v7i2.1623 Risparyanto, A. (2020). TURNITIN SEBAGAI ALAT DETEKSI PLAGIARISME. 11(2), 126–

135. https://doi.org/10.20885/unilib.Vol11.iss2.art5

Shadiqi, muhammad abdan. (2019). Memahami dan Mencegah Perilaku Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah Understanding and Avoiding Plagiarism Behavior in Scientific Writing. 27(1), 30–42. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.43058

Simanjuntak, H. (2022). PLAGIARISME.

https://masoemuniversity.ac.id/berita/tips-menghindari-palagiarisme-saat-membuat- skripsi.php

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya.. Peraturan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnyak. Peraturan

Kementerian Pendidikan Nasional (2010) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan

Plagiat atau penjiplakan ialah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja untuk memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah,

Menurut definisi “Plagiat merupakan perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan

Kesalahan dalam uraian ini, ialah perbuatan yang disengaja melakukan suatu perbuatan atau yang perbuatan itu melawan hukum (onrechtmatigedaad). Menurut

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik lndonesia Nomor 6 tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2005