PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bali Rima merupakan kegiatan warga Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima yang memfasilitasi proses petani. Bali Rima adalah nama yang diberikan kepada adat masyarakat Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima karena mayoritas penduduknya adalah petani.
Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan mengenai pengupahan di atas, masih banyak hal yang harus diperhatikan oleh peneliti untuk memberikan upah berupa upah tenaga kerja atau jasa, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam memberikan upah tenaga kerja atau jasa sesuai dengan yang diuraikan. dalam Al-Qur’an surah al-Jatsiyah ayat 22. Sesuai dengan isi latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Tradisi Rima Bali Pada Petani Jagung Di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Sekilas Tentang Maqāshid Asy-Syariah.
Tujuan dan Manfaat
- Tujuan penelitian
- Manfaat penelitian
Diharapkan pihak yang mengamalkan akad Ijārah berupa Upah mampu melaksanakan amalan yang benar berdasarkan Maqāshid Asy-Syarīah (Harta Kekayaan) sehingga tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari dan agar dapat mengamalkan atas dasar kesepakatan dan kesepakatan bersama. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Maqāshid Asy-Syarīah (Merawat harta) dalam bidang fikih.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Telaah Pustaka
Sedangkan perbedaannya adalah dalam penelitian ini digunakan tinjauan hukum ekonomi Islam, peneliti dalam penelitian tersebut menggunakan Kajian Maqāshid Asy-Syarīah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesesuaian gaji tenaga kependidikan di Fakultas Islam Indonesia dalam kajian Maqāshid Asy-Syarīah khususnya pada aspek pemeliharaan harta (Hifz al-Mal) belum sepenuhnya terpenuhi atau bukan. dicapai dengan benar.
Kerangka Teori
- Upah/ sewa menyewa (Ijārah)
- Teori Urf (Kebiasaan)
- Penetapan hukum melalui Maqāshid Asy-Syarīah
Secara etimologis, 'urf berasal dari kata 'arafa, ya'rifu (فرع- سبحان), yang sering diartikan sebagai al-ma'ruf (فورعملا), yang berarti "sesuatu yang diketahui" atau berarti baik. Urf diterima secara universal, artinya 'urf berlaku pada sebagian besar kasus yang terjadi di masyarakat, dan keabsahannya dianut oleh mayoritas masyarakat.
Metode Penelitian
- Pendekatan penelitian
- Kehadiran peneliti
- Sumber data
- Teknik pengumpulan data
- Teknik Analisi data
- Validasi Data
Dalam hal ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melihat dan mengamati serta mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk melengkapi survey di desa Raba kecamatan Wawo dimana pada tanggal 13 Maret 2022 peneliti turun ke lapangan untuk mengamati dan melihat serta menentukan yang mereka tampilkan di lapangan. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang tradisi Lingkar Bali pada petani jagung di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima maka peneliti akan menjadi sumber data. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang melibatkan penelitian yang cermat dan pencatatan yang sistematis.
Dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk membuktikan bahwa data yang diperoleh dari sumber dan dari wawancara atau observasi adalah benar. Data yang peneliti peroleh dari lapangan sangat beragam dan tidak hanya data perspektif Islam terhadap praktik tradisi Rima Bali. Untuk itu data yang diperoleh merupakan data mentah yang peneliti kumpulkan dari hasil wawancara, observasi dan juga dokumentasi.
Dalam hal ini peneliti menjelaskan data yang peneliti peroleh dari fasilitas penelitian yaitu di Desa Raba yang berupa kesepakatan lisan dengan. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, peneliti memfokuskan pada inferensi mengenai tinjauan Maqāshid Asy-Syarīah tradisi Bali petani jagung Rima di desa Raba kecamatan Wawo.
Sistematika Pembahasan
Apabila data atau temuan yang diperoleh peneliti pada saat penelitian hilang sedangkan waktu penelitian telah lewat, yang dilakukan peneliti adalah memperpanjang waktu penelitian agar peneliti mendapatkan data yang lengkap dan akurat. Teknik ini dilakukan dengan cara menjelaskan atau mendiskusikan hasil penelitian dengan rekan-rekan seperjuangan atau pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang yang diteliti. BAB III dengan judul Analisis Maqāshid Asy-Syarīah Tradisi Bali Rima di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima yang berisi tentang pembahasan dan analisis temuan data sebagaimana disajikan pada Bab II yang membahas secara mendalam apakah dijelaskan dengan menggunakan teori-teori yang disajikan dalam The Theoretical Framework, Bab I, memaparkan tradisi Rima Bali petani jagung di Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima Sekilas tentang Maqāshid Asy-Syarīah.
PRAKTIK TRADISI BALI RIMA PETANI JAGUNG DESA
Gambaran Umum Desa Raba
- Sejarah Desa Raba
- Kondisi Geografis Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten
- Keadaan Demografis
- Kondisi Ekonomi Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten
- Agama dan Kepercayaan Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten
- Tingkat Pendidikan Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten
Desa Raba merupakan desa yang selalu berdiri sebagai desa induk, tanpa ada hubungan dengan desa induk lainnya.42 Desa Raba terletak di sebelah timur pusat kota Wawo, Kabupaten Bima, dimana jarak Desa Raba dengan Pusat Kota Kabupaten sekitar 5 km. Desa Raba merupakan salah satu dari sembilan (9) desa yang terletak di bagian timur pusat kota, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 6264 Ha. Kondisi iklim di sebagian besar Desa Raba tidak jauh berbeda dengan kondisi iklim di Kecamatan Wawo yang umumnya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Tahun dan 2022 sekarang jumlah penduduk desa Raba mengalami penurunan sebanyak 2270. Kepadatan penduduk desa Raba paling tinggi berada di desa Parawanga sedangkan kepadatan penduduk terendah ada di desa Tenggo. Meskipun sebagian besar penduduk Desa Raba adalah masyarakat yang sadar akan kelestarian hutan, namun masih ada sebagian masyarakat yang tanpa sadar mengkonsumsi hasil hutan tanpa memikirkan kelestarian hutan itu sendiri. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Desa Raba Kecamatan Wawo karena sumber mata air yang kini semakin menipis sangat terasa di masyarakat.
Tamat SMA/sederajat 576 orang 513 orang Tamat D-1/sederajat Orang Tamat D-2/sederajat 12 orang 14 orang Tamat D-3/sederajat 1 orang 11 orang Tamat S-1/sederajat 22 orang 16 orang Tamat S2- 2 /sederajat Lulusan S-3/sederajat. Praktik Rima Petani Jagung di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Tinjauan Maqāshid Asy-.
Praktik Tradisi Bali Rima Petani jagung di Desa Raba Kecamatan
- Asal Usul Tradisi Bali Rima
- Akad Perjanjian yang digunakan
- Alasan Menggunakan Praktik Tradisi Bali Rima
- Pembahasan Mengenai Waktu
- Proses Terjadinya Bali Rima
- Sanksi yang diperoleh
- Lokasi yang digunakan untuk Praktik Tradisi Bali Rima
- Peran Pihak Desa/ tokoh Mayarakat
- Manfaat Tradisi Bali Rima
Segala sesuatu yang dibicarakan dalam praktek kerja Bali Rima dibicarakan secara lisan oleh para petani, sesuai hasil musyawarah atau hasil kesepakatan, yang pada awalnya pihak mengundang pihak lain untuk melakukan Weha Rima, kemudian keduanya melakukan Bali Rima. adalah apa yang dibahas dalam kontrak lisan”. Tradisi Bali Rima sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan para petani, meskipun banyak pekerjaan dengan Bali Rima yang mempercepat pekerjaan agar cepat selesai. Ketika kita membutuhkan ndi Bali kai Rima ro Weha Rima ededu Sanai mpa, sanasi lao weha Rima re Sanai rau mpa Bali Rima.57.
Adapun kesepakatan waktu yang digunakan adalah satu hari, jika waktu yang digunakan untuk Weha Rima adalah satu hari, maka waktu yang digunakan untuk Bali Rima juga satu hari.” Pihak pertama mendatangi pihak kedua untuk diajak bekerja sama. untuk menyelesaikan pekerjaan menggunakan sistem Weha Rima atau Bali Rima dan mendiskusikan waktu yang dibutuhkan untuk weha rima serta Bali Rima.'' selesai Weha Rima, yang lain akan melakukan Bali Rima.
Tidak masalah perbedaan luas tanah yang satu dengan yang lain, hanya masalah waktu, jika waktu yang digunakan untuk Weha Rima hanya satu hari, maka waktu yang dibutuhkan untuk Bali Rima juga satu hari.” Ada sanksi bagi pihak yang melanggar perjanjian, yaitu akan dikenakan sanksi berupa pembayaran atas hasil kerja pihak yang membantu apabila pihak tersebut tidak dapat melakukan Bali Rima.
ANALISIS MAQASHID ASY-SYARIAH (MEMELIHARA
Analisis Praktik tradisi Bali Rima petani jagung di Desa Raba
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam konsep tradisi Bali Rima, bercocok tanam jagung di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima dilakukan oleh beberapa petani jagung. Dimana dulu satu orang yang mengajak beberapa orang disebut Weha Rima, orang yang mengajaknya nanti akan membantu mengembalikan orang yang diajaknya untuk menyelesaikan panen atau menanam jagung, istilahnya disebut Bali Rima. Isi perjanjiannya mengenai waktu pengerjaan, sedangkan untuk luas tanah tidak ada minimal atau maksimal ya tidak ada patokan untuk itu.
Tidak ada perselisihan atau kerugian bagi kedua belah pihak, karena jika ada pihak yang melanggar perjanjian, menjadi Jika ada pihak yang tidak melakukan Bali Rima, mereka memiliki kewajiban untuk membayar, baik keluarganya atau anaknya yang menggantikan atau membayar. dalam bentuk uang sebesar 80.000 rirupiah. Tinjauan Maqashid Ash-Syariah dalam tradisi Petani Jagung Bali Rima di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima bahwa tradisi Bali Rima memiliki keterkaitan dengan bagian dari Maqashid syari'ah yaitu memelihara harta hajiyat dimana maksud hajiyat disini adalah agar Tradisi Bali Rima sangat diperlukan dan tidak akan mengancam keberadaan kehidupan manusia jika tidak dilakukan.
Kaitannya dengan pemeliharaan harta itu sendiri adalah apabila ada pihak yang melanggar kesepakatan atau perjanjian maka para pihak wajib membayar gaji kepada pihak yang membantunya, apabila pihak tersebut tidak dapat menggantikan tenaga yang dikeluarkan petani lain, disini jelas bahwa mempertahankan keberadaan kekayaan itu sendiri diperoleh dengan cara yang baik, terlepas dari apakah itu diperoleh dari hasil. Menurut hukum ekonomi, hal ini tidak sesuai dengan hukum Islam, karena tidak jelas takaran kerjanya, tetapi menurut Maqashid Asy-Syariah diperbolehkan karena merupakan kebutuhan primer yang jika dilaksanakan tidak akan mengancam eksistensi tradisi Bali Pantun Sendiri.
Saran
Bagaimana tradisi Bali Rima lahir di kalangan petani jagung di desa Raba. Bagaimana tradisi Bali Rima dipraktekkan oleh petani jagung di Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Apakah ada ketentuan luas tanah dalam praktek tradisi Bali Rima di Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.
Dokumentasi Observasi petani saat menanam jagung di desa Raba bersama Ny. Fatimah, Hadixe, mrs. Siti Dewi dan lainnya. Dokumentasi wawancara lapangan tanggal 10 Maret 2022 di desa Raba kecamatan Wawo dengan Ibu Fatimah, Hadixe dan ibu saya. Dokumentasi lapangan wawancara dengan petani yang melakukan proses pemanenan jagung di desa Raba pada tanggal 10 Maret 2022.
Dokumentasi Bpk. Atas, memetik jagung di lahan perbukitan di Desa Raba, Kecamatan Wawo pada 10 Maret 2022. Dokumentasi sebagai Ny. Samu, Ny. Sarah dan Ny. Hadijah melakukan proses panen jagung di lahan pegunungan pada 10 Maret 2022 di desa Raba.