• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tradisional di Kota Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tradisional di Kota Surabaya "

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu akibat nyata dari keberadaan pasar modern di tengah pasar tradisional adalah menurunnya pendapatan para pedagang pasar sehari-hari. Selain itu, pasar tradisional Wonokromo juga menjadi salah satu pasar tradisional yang digemari masyarakat khususnya di wilayah Surabaya Selatan.

Rumusan Masalah

Pasar tradisional Wonokromo merupakan salah satu pasar yang ada di kota Surabaya, Pasar tradisional Wonokromo merupakan salah satu pasar yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Pasar tradisional Wonokromo saat ini berada satu lokasi dengan pusat perbelanjaan Darmo Trade Center (DTC).

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah kota Surabaya dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan, khususnya terkait peran pemerintah dalam menjaga dan memperkuat pasar tradisional di kota Surabaya. Secara metodologis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah dan bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya mengenai peran pemerintah dalam menjaga dan memperkuat pasar tradisional di kota Surabaya.

Definisi Konsep

  • Evaluasi Peraturan Daerah
  • Perlindungan
  • Pemberdayaan
  • Evaluasi Peraturan Daerah No.3 Tahun 2008

Evaluasi terhadap peraturan daerah (Perda) kabupaten/kota dapat diartikan sebagai penilaian terhadap peraturan daerah untuk mengetahui apakah peraturan daerah tersebut sejalan dengan tujuan kepentingan umum atau tidak. 8 persaingan tidak sehat agar tetap eksis dan mampu berkembang menjadi lebih baik sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan, Penguatan Pasar Tradisional, dan Penataan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur.

Metode Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Sumber Informasi
    • Sumber Primer
    • Sumber Sekunder
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Wawancara
    • Dokumentasi
  • Teknik Analisis Data
  • Langkah-Langkah Penelitian

Sumber data yang peneliti peroleh berasal dari wawancara pada pasar tradisional Wonokromo dan data dari kantor PD Pasar Surya. 3 Tahun 2008 dalam rangka perlindungan dan penguatan pasar tradisional di kota Surabaya dalam upaya perlindungan dan penguatan pasar tradisional Wonokromo.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perlindungan terhadap pasar tradisional sudah sepatutnya dilaksanakan dalam menghadapi perkembangan pasar modern yang semakin pesat. Pasar tradisional juga dapat dilindungi dengan memperkuat proses perizinan dan penegakan hukum.

Teori Kebijakan

Peneliti berpegang pada Peraturan Daerah No.3 Tahun 2008 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Pengelolaan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur. Jarak pendirian pasar modern dengan pasar tradisional di kawasan ditentukan oleh pemerintah daerah setempat. Jumlah pasar tradisional dan pasar modern yang bisa dikatakan timpang memerlukan bantuan dari pemerintah daerah.

Berikut hasil wawancara peneliti dengan kepala pasar tradisional Wonokromo tentang keberadaan pasar modern. Evaluasi terhadap Peraturan Daerah No.3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Kota Surabaya dipengaruhi oleh 5.

Teori Implementasi Kebijakan

Teori Evaluasi Kebijakan

Menurut William Dunn, istilah evaluasi dapat disamakan dengan appraisal, rating, dan penilaian. Jadi, meskipun evaluasi kebijakan berkaitan dengan keseluruhan proses kebijakan, evaluasi kebijakan lebih berkaitan dengan kinerja kebijakan, khususnya implementasi kebijakan publik. Dalam menentukan apa gunanya evaluasi, evaluasi dapat mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi formatif dan fungsi sumatif.

Evaluasi formatif digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan kegiatan yang sedang berlangsung, sedangkan fungsi evaluasi sumatif digunakan untuk pertanggungjawaban, informasi, pilihan atau kelanjutan. Hal ini akan membantu memfokuskan evaluasi dan membentuk tujuan yang jelas yang akan mencegah salah tafsir dan kesalahpahaman. Situmorang mengatakan evaluasi kebijakan dilakukan untuk mengetahui penyebab kegagalan kebijakan dan apakah kebijakan tersebut memberikan dampak yang diharapkan.

Tujuan pelaksanaan evaluasi adalah untuk memastikan adanya pemahaman mengenai tujuan kebijakan, bagaimana kebijakan tersebut dilaksanakan dan dampak apa yang dicapai.

Tinjauan Pustaka

  • Evaluasi Peraturan Daerah
  • Perlindungan
  • Pemberdayaan
  • Pasar Tradisional dan Pasar Modern

Sebagaimana tercantum dalam peraturan daerah no. 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional, dan Penataan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur, Pasal 23 Ayat 1, perlindungan adalah segala upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam upaya melindungi pasar tradisional, mikro, usaha kecil, menengah dan koperasi dari persaingan tidak sehat dengan pasar modern, toko modern dan sejenisnya sehingga keberadaan pasar tradisional dapat bertahan dan berkembang lebih baik sebagai sebuah usaha. 36 Pemerintah daerah mempunyai tugas untuk menjamin perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dan pelaku usaha yang berada di dalamnya, termasuk kejelasan dan kepastian hukum mengenai status hak guna lahan pasar. Keamanan hukum dan jaminan usaha terhadap pasar tradisional untuk menghindari kemungkinan terjadinya penggusuran yang merugikan pelaku usaha pasar tradisional.

Sesuai ketentuan umum ayat 1 pasal 23 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional, dan Pengaturan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur, pemberdayaan. Meskipun penjual dan pembeli di pasar modern tidak melakukan transaksi secara langsung, namun tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional. Umumnya toko atau kios di pasar tradisional terletak di sepanjang jalan utama dekat pemukiman penduduk.

Ada rasa gotong royong dan kekeluargaan yang terlihat dari sebagian besar pedagang di pasar tradisional.

Kerangka Konseptual Penelitian

Permasalahan ketiga adalah bagaimana kendala dan solusi yang muncul dari evaluasi Perda No.3 Tahun 2008. Setelah diketahui permasalahan tersebut, maka perlu ada solusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan juga PD Pasar Surya dalam perlindungan dan pemberdayaan. pasar tradisional Wonokromo sehingga pasar tradisional Wonokromo tidak ada tergeser dengan semakin maraknya keberadaan pasar modern sesuai dengan tujuan Peraturan Daerah No.3 Tahun 2008.

GAMBARAN OBYEK PENELITIAN

Gambaran Umum Kota Surabaya

  • Letak geografis
  • Visi dan Misi Kota Surabaya

Berdasarkan letak geografisnya, Kota Surabaya terletak di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang bermuara di Selat Madura. Sebagai daerah hilir, Kota Surabaya merupakan daerah rawan banjir karena disebabkan oleh meluapnya air dari sungai-sungai yang lewat. Secara topografis, sebagian besar wilayah Kota Surabaya merupakan dataran rendah dengan ketinggian 3-6 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan kurang dari 3 persen.

46 Kota Surabaya mempunyai 4 (empat) jenis batu yang terbuat dari satuan pasir atau tanah liat. Ditinjau dari jenis tanahnya, di Kota Surabaya sebagian besar merupakan tanah aluvial, selebihnya merupakan tanah dengan kandungan kapur tinggi (daerah perbukitan). Kawasan pesisir, khususnya wilayah daratan, dimanfaatkan untuk berbagai fungsi antara lain permukiman nelayan, tambak garam dan ikan, pergudangan, militer, industri pelayaran, pelabuhan, wisata pantai, dan fungsi kawasan lindung di Pantai Timur Surabaya serta mempunyai akses berupa jalan dan jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura (Jembatan Suramadu) serta Jembatan Sukolilo Lor – THP Kenjeran yang membuka pintu masuk sisi timur laut kota Surabaya.

Visi kota Surabaya adalah “Surabaya, kota Sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi”.

Profil Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS)

  • Visi dan Misi PDPS
  • Uraian Tugas Direksi PDPS
  • Uraian Tugas dan Wewenang Badan Pengawas
  • Struktur Organisasi PDPS

Ketentuan mengenai pelaksanaan wewenang pada huruf f, g, dan n alinea pertama diatur dengan peraturan direksi. Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya No. 63 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya, Pasal 3, pimpinan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a mengawasi dan membantu. Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya No. 63 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya, Pasal 7, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat a (3).

58 Berdasarkan Keputusan Walikota Surabaya No. 63 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya, Pasal 8, satuan pengendalian intern bertanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf b. Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya No. 63 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya Pasal 9 merupakan penanggung jawab penelitian dan pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf c. Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya No. 63 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya Pasal 10 Yang dimaksud dengan cabang yang bertanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) huruf a.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 63 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya Pasal 11, badan pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 4 huruf b, bertanggung jawab.

Profil Pasar Tradisional Wonokromo

  • Visi dan Misi Pasar Tradisional Wonokromo
  • Sejarah Pasar Tradisional Wonokromo
  • Struktur Organisasi Pasar Tradisional Wonokromo

Berdasarkan temuan penelitian, Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Penguatan Pasar Tradisional di Kota Surabaya dinilai sudah mampu memuaskan para pedagang pasar tradisional. Perlindungan dan penguatan pasar tradisional ini dilakukan oleh PD Pasar Surya selaku pengelola Pasar Tradisional Wonokromo. Berikut hasil wawancara peneliti dengan petugas PD Pasar Surya mengenai perlindungan dan penguatan pasar tradisional di kota Surabaya.

Narasumber : “Sebenarnya permasalahan utama yang mengancam pasar tradisional adalah keberadaan pasar modern. Di bawah ini adalah hasil wawancara peneliti dengan petugas PD Pasar Surya mengenai peraturan zonasi pasar tradisional dan pasar modern. Tujuannya agar pasar tradisional ini tidak terbengkalai dan tidak kalah saing dengan pasar modern.

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Evaluasi Peraturan Daerah No.3 Tahun 2008 dalam Hal Perlindungan dan

Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan terhadap pasar tradisional dan pelaku usaha di dalamnya. Keberhasilan penerapan kebijakan perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dapat dilihat dari kondisi pasar tradisional. Keadaan dan kondisi pasar tradisional menjadi indikator untuk menilai berhasil atau tidaknya kebijakan tersebut.

66 Berdasarkan temuan di Pasar Tradisional Wonokromo, evaluasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Kota Surabaya dapat dikatakan berhasil. Evaluasi terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Kota Surabaya dinilai berhasil karena mencapai hasil yang diharapkan berupa perbaikan kondisi pasar dan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah melalui PD Pasar Surya berhasil. Peran PD Pasar Surya dalam melaksanakan kebijakan perlindungan dan penguatan pasar tradisional memberikan peluang bagi pasar tradisional Wonokromo untuk terus berkembang dan berbenah, dan dinilai cukup efektif.

Berdasarkan hasil penelitian evaluasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Kota Surabaya, ditetapkan bahwa penerapan kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif.

Faktor Yang Mempengaruhi dalam Evaluasi Peraturan Daerah No.3 Tahun

  • Kepastian Hukum
  • Aturan Zonasi dan Perijinan
  • Keberadaan Pasar Modern
  • Keberadaan PKL
  • Kondisi Bangunan, Infrastruktur, Dan Lingkungan Pasar

Hal ini diharapkan menjadikan pasar tradisional dan pasar modern saling menguntungkan, saling menguatkan dan saling membutuhkan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menerbitkan peraturan untuk mengontrol keseimbangan pasar tradisional dengan pasar modern. Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum mampu melindungi dan memberdayakan pasar tradisional karena banyaknya pasar modern yang didirikan di dekat pasar tradisional.

Ancaman lain yang ditimbulkan oleh keberadaan pasar modern adalah pergeseran kebiasaan pengunjung yang dapat membuat para pedagang di pasar tradisional jera. Meski tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat yang merasa lebih nyaman berbelanja di pasar modern dibandingkan di pasar tradisional.

Kendala Yang Ditimbulkan dari Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari penilaian Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Penguatan Pasar Tradisional di Kota Surabaya yang dilakukan dengan menggunakan 5 (lima) indikator, maka dapat dikatakan bahwa saat ini kebijakan tersebut sudah dapat mencapai hasil. dan manfaat. Hal ini antara lain mencakup efektivitas kebijakan, hasil implementasi kebijakan cukup berhasil mencapai hasil yang diinginkan. masing-masing 94 (lima) faktor; kepastian hukum, peraturan zonasi dan perizinan, keberadaan pasar modern, keberadaan pedagang kaki lima, dan kondisi bangunan, prasarana dan lingkungan pasar tradisional.

Kendala yang ditemui dalam peninjauan kembali Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Kota Surabaya adalah sanksi yang dijatuhkan dinilai kurang tepat sehingga menimbulkan efek jera; terdapat indikasi beberapa minimarket melakukan pelanggaran dan situasi di pasar tradisional tidak tertata dengan baik.

Saran

Urgensi Ketentuan Zonasi Pasar Tradisional dan Pasar Modern dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2010 dalam Aspek Hukum Persaingan Usaha. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 03 Tahun 2008 tentang Perlindungan, Penguatan Pasar Tradisional dan Pengelolaan Pasar Modern di Provinsi Jawa Timur. Catatan Peneliti Adinda: Panduan wawancara diatas merupakan panduan bagi penulis dalam melakukan wawancara lapangan.

Referensi

Dokumen terkait

Kurva Cadsvs t untuk penentuan waktu kontak optimum Berdasarkan kurva Cads terhadap t untuk penentuan waktu kontak optimum, dapat dilihat bahwa lamanya waktu kontak pada proses