Training R&D in Food Industry
Apa aitu R&D?
Satu divisi yang berkaitan dengan pengembangan. Bertugas untuk meresearch dan mendevelop, mengaplikasikan hassil penelitian di laboratorium ke tempat kita bekerja. Untuk menemukan produk bari atau inovasi dan improvement terhadap produk di perusahaan. Demi keuntungan perusahaan
Biasa semakin besar perusahaan, divisi R&D semakin besar.
R&D di Industri pangan
In New Product development – Yang belum pernah di launching di pasar, belum pernah dibuat. Dan juga produk yang sudah ada di pasar namun belum ada di perusahaan, bisa mengikuti leading market product
Leading market product – misal indomie, di dunia mie instan.
Kerjasama dengan tim marketing, biasanya di head office
In Existing Product development – untuk memastikan produk kita sesuai dan relevan dengan permintaan pasar
Bisa memodifikasi sensori atribut, misal gizi. Packaging, juga bertanggung jawab dengan radius cost product.
Kerjasama dengan production, lab di factory
R&D Main Function – Tanggung Jawab
Product Development – mulai mencari ide sampai product sampai ke pasar, termasuk juga pendaftaran ke regulasi yang berkalu.
Improvement Product – dilakukan agar produk tetap relevan dengan pasar, bisa dengan improve sensory attribute. Misal dengan membuat varian rasa, dan atau tekstur.
Contoh: Oreo, improvement dari tahun ke tahun semakin banyak variasi rasa yang dibuat. Perubahan tekstur, misal double cream atau varian tipis. Mengapa> untuk menambah pengalaman konsumsi oleh konsumen.
Improve nilai gizi, mengikuti lifestyle seperti pengurangan gula atau natrium.
Modifikasi packaging
Cost Reduction – untuk menahan harga produksi tidak menggerus margin produk, seperti misalnya agar harga produk tidak naik bila dilihat dari sisi konsumen.
Bagaimana caranya mencegah?
Mengganti bahan baku, secara keseluruhan atau parsial.
Modifikasi ukuran produk, atau upgrade dan improvement proses produksi.
Workflow R&D
Bussiner development/Sales – R&D Team – Consumer/Customer – Production Dari sales – diperoleh project analysis
ke R&D – jadi product berupa prototype
ke consumen – diterima atau tidak, bila tidak diulang ke tim R&D kembali dan dievaluasi. Bila diterima masuk produksi.
Product Development Process –
Product Formulation Lab Scale Trial Sensory Evaluation Stability Test Market Evaluation
Kalau udah ok semua – ke regulassi yang berlaku