Pada tanggal 16 Februari 2010, kunjungan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara ke Kantor Pusat PT Pelindo III (Persero) diterima oleh Perispindo (Ikatan Istri Pegawai Pelabuhan Indonesia). 28 Oktober 2010, Penandatanganan berbagai MoU pengelolaan Pelabuhan Tanjung Perak di kantor pusat PT Pelindo III (Persero).
MISI MISSION
PT Pelindo III (Persero) yang menjalankan bisnis intinya sebagai penyedia fasilitas pelayanan kepelabuhanan mempunyai peran penting dalam menjamin kelangsungan dan fleksibilitas transportasi laut. PT Pelindo III (Persero), perusahaan penyedia fasilitas pelayanan kepelabuhanan, mempunyai peran penting dalam menjamin keberlangsungan dan kelancaran transportasi laut.
PENGEMBANGAN SM FASILITAS
PEMELIHARAAN SM FASILITAS
TRESURI SM
SISTEM INFORMASI SM
Untuk pelayaran ke luar negeri, realisasi produktivitas bongkar muat barang kemasan Bag Cargo tahun 2010 Cabang Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Emas belum mencapai anggaran. Realisasi produktivitas bongkar muat kargo Curah Kering luar negeri tahun 2010 di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Intan melebihi anggaran.
Realisasi tahun 2010 di Cabang Pelabuhan Banjarmasin dan Terminal Peti Kemas Semarang melebihi anggaran yang disebabkan oleh peningkatan arus peti kemas. Implementasi tahun 2010 di Cabang Pelabuhan Banjarmasin, Kotabaru dan Terminal Peti Kemas Surabaya belum mencapai anggaran. Sedangkan cabang pelabuhan Tanjung Emas dan Kotabaru kekurangan anggaran karena adanya kapal Pandu MP.
Sebenarnya pengerahan kapal Kepil pada tahun 2010 di cabang pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Intan tidak mencapai anggaran, hal ini dikarenakan fungsi kapal Kepil digantikan dengan penggunaan tali lempar. Sedangkan Cabang Pelabuhan Banjarmasin melebihi anggaran, hal ini disebabkan adanya peningkatan pelayanan pengawalan karena kanal dapat beroperasi 24 jam sehari.
Jumlah aset dan liabilitas pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2009 relatif mengalami peningkatan, khususnya pada Debitur Lainnya Jangka Panjang. Nilai neraca pada tanggal 31 Desember 2009 telah disajikan kembali untuk mengakomodasi perubahan PSAK 50 (revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55 (revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Meski mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp 32,85 miliar, namun realisasi laba bersih masih di atas anggaran sebesar 114%.
The balance sheet total and liabilities up to 31/12/2010 compared to 31/12/2009 are relatively increasing, especially in the case of other long-term credits. The balance sheet as of December 31, 2009 has been recalculated to take into account changes to PsAK 50 (revision 2006) "Financial instrument: presentation and disclosure" and PsAK 55 (revision 2006).
Pendapatan usaha TBAL, pendapatan KSMU, pendapatan usaha lain-lain, pendapatan jasa TPK, dan pendapatan PT RSPS melebihi anggarannya. Kedua, realisasi beban usaha dibandingkan anggaran mencapai 109%, realisasi beban usaha melebihi anggaran yaitu beban pegawai 103%, beban material 103%, beban KSMU 135%, beban administrasi perkantoran 118% dan beban umum 122%. Realisasi pengeluaran usaha yang melebihi anggaran adalah biaya pegawai 103%, biaya material 103%, biaya KsMU 135%, biaya administrasi perkantoran 118% dan biaya umum 122%.
17 of 2008 on the cruise then the direction of development of the Company's business changes form the business of the Port operator to Operator terminal. Achieve business professionalism, build on the principles of good corporate governance in the management of the company;. The company focuses on providing infrastructure and superstructure facilities that are reliable to provide excellent service;.
The company is declared as the author of the main provider of port services, is committed to accelerate the integration of national logistics. Armed with the same confidence in the company are prepared for the coming years.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) GENERAL MEETING OF SHAREHOLdERS (GMS)
In carrying out its functions, the Board is entitled to get an explanation from the Board or each member of the Board about the Company's business development. In order to support effective implementation of duties and responsibilities, the Board of Commissioners has appointed an Audit Committee. To convene the Board of Commissioners' meeting to discuss the Audit Committee's findings before they are passed on to the Board of Directors.
Good implementation of corporate governance, demonstrated by a comprehensive review of the role and composition of committees within the board of directors. The audit committee is responsible for supporting the board of directors in carrying out its supervisory functions in the management of the company.
SATUAN PENGAwASAN INTERN (SPI)
Secara umum Sekretaris Perusahaan merupakan pihak penghubung yang menjembatani kepentingan antara perusahaan dengan pihak eksternal, terutama dalam menjaga persepsi masyarakat terhadap citra Perusahaan dan memenuhi tanggung jawab Perusahaan. Fungsi Sekretaris Perusahaan meliputi tugas kesekretariatan, hubungan investor dan masyarakat, penegakan hukum dan kepatuhan otoritas industri dan pasar modal serta ketentuan mengenai Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Melalui berbagai aktivitas yang berhubungan dengan publik, Sekretaris Perusahaan membantu menjaga citra Perusahaan dan mewakili Direksi dalam seluruh aktivitas komunikasi eksternal, terutama dengan regulator, investor, komunitas pasar modal dan pemangku kepentingan lainnya.
The Corporate Secretary manages secretarial duties for Boards, public and investor relations, legal affairs and compliance with authoritative bodies across the industry and the capital market, as well as good corporate governance. Through a series of public activities, the corporate secretary is responsible for maintaining the corporate image and representing the directors in all external communications, particularly with regulators, investors, the capital market community and other stakeholders.
SEkRETARIS PERUSAHAAN
Kedudukan satuan audit internal (SPI) dalam struktur organisasi berada langsung di bawah direktur utama. SPI memiliki pedoman audit, mekanisme kerja dan pengawasan di lingkungan organisasi SPI yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi Nomor: KEP.21/PW-01/P.III-2005 tanggal 11 Oktober 2005 tentang pelaksanaan pengawasan internal di lingkungan PT Pelindo III (persero). Secara umum Sekretaris Perusahaan menjadi penghubung dan melayani kepentingan perusahaan dan pihak eksternal, khususnya dalam melindungi persepsi masyarakat terhadap citra perusahaan dan memenuhi kewajiban perusahaan.
INTERNAL AUdIT UNIT (IAU)
CORPORATE SECRETARy
Pelabuhan Indonesia III faces more risks due to its business transformation from port regulator to terminal operator. According to the government policy on good corporate governance, Pelabuhan Indonesia III is required to manage the entire business risks in its operations. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) ensures industrial relationship with Labor Union of Pelabuhan Indonesia III as stated in Collective Labor Union (PKB).
Partnership and Community Development Program in PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) is part of the company's responsibility and awareness to close the social gap in the area of operations. Distribution of the partnership and community development program in Pelabuhan Indonesia III is carried out based on the channeling method, a direct distribution by the company to development partners based on proposals received.
PROFIL PERUSAHAAN COMPANy PROFILE
Akta notaris Imas Fatimah, SH nomor 5 tanggal 1 Desember 1992 dan terakhir diubah dengan akta perubahan nomor 3 tanggal 15 Agustus 2008, dibuat di hadapan notaris Agus Sudiono Kuntjoro, SH.
PROFIL PELABUHAN PORT’S PROFILE
This was due to the failure of the loading and unloading of grain, animals, iron sand, urea, coal and limestone. The realization of animal traffic in 2010 amounted to 15,498 animals or with 106.4% of the 2010 budget due to the increasing needs of the community for animal meat. Meanwhile, in units of tons / Ltr was due to increased fuel loading activity in the Kalianget port area.
It was due to the decreasing passenger traffic from Gresik port to Bawean due to the weather factors. Freight traffic below the projection was due to a decrease in B/M, offshore and liquid bulk freight.
BENOA – BALI
Arus barang dalam ton kini menunjukkan realisasi sesuai anggaran sebesar 99%, sedangkan dalam ton/. Realisasi kunjungan kapal pada unit dan GT melebihi anggaran sebesar 2% pada tahun 2010, sedangkan untuk GT melebihi anggaran sebesar 39%. Sedangkan lalu lintas angkutan barang dalam satuan ton sudah sesuai anggaran 99%, sedangkan dalam ton/liter M3 melebihi anggaran 4%.
Jumlah tersebut 30% di atas anggaran untuk lalu lintas peti kemas, dan 26% di atas anggaran untuk TEU. Tidak tercapainya alur kunjungan kapal dalam satuan dan GT terutama disebabkan oleh menurunnya kunjungan kapal pengangkut bijih besi dari DUKS ke titik muat.
SAMPIT
Ship visit failures in unit and GT activities decreased mainly due to ship visit failures on ships transporting iron ore from DUKs to the loading point. This was due to the wider oil palm plantations currently entering production phase, the need for more workers, and also the favorable economy in East Kotawaringin. This was due to the increased activities in loading and unloading of HsD Diesel by PT AKR Coorporindo and coal PT Indonesia Bulk Terminal at the Mekar Putih and improvements in some areas in the DUKs Batulicin port area (PT Baramega Cahaya Makmur, PT Kodeco and PT Liang Anggang) and influenced the increasing traffic of ship visits.
This was due to a decrease in container loading activities caused by the decrease in the commodity from the Batulicin port area to surabaya and the affected activities of loading and unloading containers in the Batulicin port. This was due to bad weather and disturbed a number of passenger ships from PT Dharma Ocean Utama and PT Pelni.
LEMBAR
This was due to relatively similar performance in Ton units and reduced activities of loading and primary wood processing in Pasuruan area. This was due to an increased demand for bulk cement Tonasa, realization of fertilizers and falling timber commodity. This was due to foreign ship calls for unloading coal, liquid mass and asphalt visited in the port Badas areas.
This was due to reduced ship calls to the Bima port and Badas in units, while in GT showed improvement due to weather factors. These were largely agricultural products such as onions, corn and soybeans, sent across the country due to weather factors.
BIMA
Hal ini disebabkan adanya kunjungan kapal asing bongkar muat batu bara, massa cair, dan aspal yang berkunjung ke pelabuhan di kawasan Badas. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan BBM oleh Kabupaten dan Kota Bima serta Sumbawa dan sekitarnya. Pasalnya, Dinas Peternakan Bima dan Sumbawa Besar membatasi pengiriman hewan dari wilayah tersebut untuk menjaga populasi hewan dan juga faktor cuaca.
Due to the decreased ship load, cargo bags and bulk, the company switched to container ships. It was due to the increased number of passenger ships owned by PT Pelni in September 2009 towards Eid and the unvisited port of Larantuka by ship Pelni and sent the passengers to Maumere port.
MAUMERE
Edy HIdAyAT N