• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS 4 PENGEMBANGAN MATERI IPS

N/A
N/A
Annisa Fitriyani Olii

Academic year: 2025

Membagikan "TUGAS 4 PENGEMBANGAN MATERI IPS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPS SD

PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

MAKALAH

“Diajukan untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah Pengembangan Materi Pembelajaran IPS SD yang diampuh oleh Dr. Sukri Katili S.Pd, M.Pd”

OLEH:

ANNISA FITRIYANI OLII 151422139

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia- Nya, saya dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah Pengembangan Materi Pembelajaran IPS SD dengan tepat waktu.

Dari penulisan makalah yang berjudul ini saya berharap dapat dijadikan bahan referensi bagi pembaca, selain itu saya juga berharap pembaca mendapatkan sudut pandang yang baru setelah membaca makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini belum sepenuhnya sempurna pada setiap bagian isinya, oleh karena itu saya menerima segala bentuk kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, saya mohon maaf.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Akhir kata saya sudahi Wassalamualaikum Wr.Wb.

Gorontalo, 22 Februari 2025

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI... ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah... 1

C. Tujuan...1

BAB II PEMBAHASAN...2

A. Penilaian Kompetensi Sikap... 2

B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan...3

C. Penilaian Kompetensi Keterampilan...5

BAB III PENUTUP... 7

A. Kesimpulan...7

B. Saran...7

DAFTAR PUSTAKA...8

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam proses pembelajaran IPS, penilaian menjadi aspek penting yang bertujuan untuk mengukur capaian belajar siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Penilaian dalam pembelajaran IPS tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan terkait pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif. Oleh karena itu, diperlukan strategi penilaian yang tepat guna memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi siswa.

Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi penilaian pembelajaran IPS di SD, seperti kurangnya pemahaman guru terhadap teknik penilaian yang sesuai, keterbatasan sumber daya, serta masih adanya fokus yang berlebihan pada aspek kognitif dibandingkan dengan pengembangan keterampilan dan sikap sosial siswa. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih mendalam tentang model dan strategi penilaian yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana penilaian dalam pembelajaran IPS di SD?

C. Tujuan

Mengetahui bagaimana penilaian dalam pembelajaran IPS di SD

(5)

BAB II PEMBAHASAN

Penilaian (Assesment) adalah proses pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan dengan sengaja di dalam ruang kelas. Istilah penilaian jauh lebih luas dari pengukuran dengan tujuan untuk membuat suatu keputusan tentang siswa baik secara kelompok maupun individu, Penilaian mencakup kegiatan mendiagnosis kesulitan, memverifikasi belajar setelah pelaksanaan pembelajaran, mengindentifikasi prasyarat dalam belajar dan menentukan pada bagian mana harus mengawali pembelajaran.

Griffin dan Nix (dalam Rifa’i, 2023) mengemukakan penilaian adalah suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan tentang karakteristik seseorang atau sesuatu.

Namun Haryati berpendapat bahwa penilaian merupakan istilah yang mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai untuk kerja individu peserta didik atau kelompok.

Sedangkan menurut Trianto (dalam Marzuki et al., 2023) Sedangkan menurut (Trianto, 2010:87) Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa penilaian adalah proses mengumpulkan dan mendiskusikan informal dari berbagai sumber dalam rangka untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai apa yang siswa tahu, mengerti, dan dapat melakukan dengan pengetahuan mereka.

Bentuk penilaian IPS sebenarnya memiliki 3 aspek yang sama dalam setiap jenjang pendidikan, yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik).

Hanya saja dalam pelaksaan pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar itu lebih pusatkan pada 3 aspek yang tadi disebutkan (Adrian Mamahit et al., 2024). Bentuk penilaian IPS dalam tingkat SD terbagi menjadi bagianbagian sebagai berikut:

A. Penilaian Kompetensi Sikap

Sikap merupakan suatu aksi atau respon yang muncul dari seorang individu terhadap objek yang kemudian memunculkan perilaku individu terhadap objek-objek tersebut dengan cara-cara tertentu.

(6)

Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur nilai-nilai atau pandangan hidup yang diperoleh oleh peserta didik sebagai hasil suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan penilaian terhadap kecenderungan perilaku siswa sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. (Nurjannah, 2019)

Penilaian sikap bertujuan untuk menilai perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran. Penilaian ini memiliki metode yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan. Penilaian Kompetensi Sikap dilaksanakan dengan metode observasi, rubrik, wawancara, penilaian diri, penilaian antar teman, jurnal, dan tidak terpaku hanya di dalam kelas. Melainkan bagaimana peserta didik bersikap dalam kehidupan sehari-harinya.

Penilaian ini meliputi beberapa aspek yaitu:

1. Kompetensi Sikap Spiritual (KI-1) ; Meliputi ketaatan beribadah, perilaku bersyukur, berdo’a sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, dan toleransi dalam beribadah

2. Kompetensi Sikap Sosial (KI-2) ; Meliputi jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri. Kompetensi Sikap Sosial bisa dilaksanakan pada pelaksanaan penilaian diri dan penilaian antar teman dengan cara guru memberi esai dan memberikan kalimat-kalimat yang merangsang peserta didik untuk menuliskan pernyataan dengan jujur dan efektif

B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Menurut Kunandar (dalam Arliyanti & Kresnadi, 2016) menyatakan bahwa, “Penilaian kompetensi pengetahuan atau kognitif adalah penilaian yang dilakukan guru untuk mengukur tingkat pencapaian atau penguasaan peserta didik dalam aspek pengetahuan yang meliputi ingatan atau hafalan, pemahaman, penerapan atau aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi”.

Pada pembelajaran IPS, proses penilaian KI-3 dilakukan dengan berbagai macam proses penilaian. Untuk bisa memilih proses penilaian yang sesuai, pendidik harus mampu mengidentifikasi setiap KD yang akan dipelajari pada saat itu. Dimulai dari perencanaan yang dicantumkan dalam RPP (Rencana Proses Pembelajaran) yang sudah dibuat. Proses penilaian yang dilakukan sebagai berikut:

1. Tes Tulis

(7)

Tes tertulis merupakan tes soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, dan peserta didik juga memberikan jawaban secara tertulis. Respons peserta didik dalam menjawab soal tidak selalu dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan sebagainya. Instrument tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrument uraian dilengkapi pedoman penskoran.

Jenis tes tulis yang pertama dilakukan dengan cara memilih jawaban yang tersedia (selected-response), misalnya soal bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan jenis tes tertulis yang kedua membutuhkan jawaban terbuka, yakni dengan meminta peserta didik untuk menuliskan sendiri responnya (supply-response), misalnya soal berbentuk esai, baik esai isian singkat maupun esai bebas. Tes tertulis yang termasuk dalam bentuk kedua adalah bentuk pertanyaan uraian terbuka dan uraian tertutup, yakni bentuk jawaban singkat (short answer) dan bentuk isian (completion). (Sani, 2022)

2. Tes Lisan

Tes bentuk lisan adalah tes yang dipergunakan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi, terutama pengetahuan (kognitif) di mana guru memberikan pertanyaan langsung kepada peserta didik secara verbal (bahasa lisan) dan ditanggapi oleh peserta didik secara langsung dengan menggunakan bahasa verbal (lisan) juga. Tes lisan menuntut peserta didik memberikan jawaban secara lisan. Tes lisan biasanya dilaksanakan dengan mengadakan percakapan antara siswa dengan tester tentang masalah yang diujikan. Pelaksanaan tes lisan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. (Dr.

HM. Musfiqon & Center, 2016)

Tes lisan digunakan untuk mengungkapkan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan. Tes lisan ini memiliki instrument berupa pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan dengan cara guru memberikan pertanyaan sesuai dengan KD yang telah ditetapkan dan peserta didik merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru lewat lisannya. Tes lisan ini bertujuan untuk melatih sikap percaya diri dan tanggung

(8)

jawab pada peserta didik dengan menjawab pertanyaan secara langsung di hadapan gurunya.

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur atau memfasilitasi siswa memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Penugasan yang berfungsi untuk penilaian dilakukan setelah proses pembelajaran (assessment of learning). Sedangkan penugasan sebagai metode penugasan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan yang diberikan sebelum atau selama proses pembelajaran (assessment for learning). Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai karakteristik tugas yang diberikan, yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di luar sekolah. Pada prinsipnya, penilaian melalui pendekatan penugasan adalah menilai hasil (produk) dari penugasan tersebut. (Jeprianti, Ubabuddin, 2021)

C. Penilaian Kompetensi Keterampilan

Penilaian kompetensi keterampilan adalah penilaian yang dilakukan guna untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat mencapai kompetensi keterampilan yang telah ditentukan sebelumnya. Keterampilan di sini maksudnya ialah pengaplikasian pengetahuan oleh peserta didik dalam menunjukkan tugas tertentu. Oleh karena itu, kompetensi keterampilan selalu berkaitan dengan mengerjakan tugas atau mengasilkan karya tertentu melalui aktivitas/kegiatan fisik. Penilaian kompetensi keterampilan ini gunanya untuk menilai KD 4. Model atau teknik penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian kompetensi keterampilan meliputi, praktik, produk, projek, dan portofolio. (Afif, 2022)

Penilaian KI-4 merupakan salah satu penilaian kompetensi yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi karakteristik kompetensi berdasarkan fakta di lapangan untuk menentukan bentuk penilaian yang sesuai. Penilaian KI-4 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan pada pengaplikasian pengetahuan yang sudah diberikan kepada peserta didik. Menilai apakah peserta didik mampu untuk menggunakan pengetahuan itu untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Bentuk penilaian yang digunakan dalam penilaian KI-4 pada pembelajaran IPS di tingkat SD adalah sebagai berikut:

1. Penilaian Kinerja

(9)

Penilaian yang dilakukan dengan cara menginstruksikan peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan yang sudah disampaikan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Contoh: Dalam pembelajaran IPS di kelas 5 SD, ada pemaparan materi tentang keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Dalam pemaparan tersebut, peserta didik dibekali dengan pengetahuan tentang manfaat toleransi dalam bermasyarakat yang berbeda budaya dan kebiasaan. Lalu, peserta didik diminta untuk mewawancara salah satu tetangganya yang berbeda budaya untuk kemudian hasil wawancara tersebut disajikan dan dikumpulkan kepada gurunya dan diberikan nilai dengan predikat A, B, atau C.

2. Penilaian Proyek

Kegiatan penilaian yang di dalamnya terdapat pemberian tugas dengan batasan waktu yang telah ditetapkan. Tugas yang diberikan memiliki instrumen berupa rangkaian kegiatan dari mulai perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data yang sudah dikumpulkan.

3. Penilaian Portofoilio

Penilaian n ini dilakukan dengan cara menilai seluruh kumpulan karya peserta didik yang telah dikerjakan. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk menilai karyakarya peserta didik untuk kemudian diubah menjadi suatu bentuk subtema.

Penilaian portofolio ini memiliki sifat autentik dan mampu untuk mencakup 3 aspek penilaian, yaitu afektif, kognitif, dan keterampilan.

(10)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Penilaian dalam pembelajaran IPS di SD memiliki peran yang sangat penting dalam menilai perkembangan siswa dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berbagai metode penilaian dapat diterapkan, termasuk tes tertulis, tes lisan, observasi, penilaian diri, dan penugasan, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Agar penilaian lebih efektif, guru harus memahami konsep penilaian secara menyeluruh dan mengaplikasikannya dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Penilaian yang baik tidak hanya mengukur pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga membantu dalam pengembangan keterampilan sosial, sikap, dan karakter yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penerapan strategi penilaian yang tepat, pembelajaran IPS di SD dapat menjadi lebih bermakna, interaktif, dan mampu mencetak generasi yang memiliki wawasan luas, kritis, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

B. Saran

Guru perlu mendapatkan pelatihan mengenai berbagai metode penilaian agar dapat mengimplementasikan teknik yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran IPS.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Adrian Mamahit, A., Rizki Pauzia, A., Septihadi, H., Eva Nafisah, N., Nur Oktapiani, S., Zikrilla Utami, T., & Azhari, B. (2024). Penilaian Dan Evaluasi Dalam Pendidikan IPS. GARUDA:

Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat, 2(1), 175–185.

https://doi.org/10.59581/garuda.v2i1.2695

Afif, M. (2022). PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PAI DI MASA PANDEMI COVID- 19. Jurnal Studi Keislaman, 8, 36–50.

Arliyanti, D., & Kresnadi, H. (2016). DESKRIPSI PENILAIAN KOGNITIF DALAM

PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS V SD NEGERTI 27 PONTIANAK UTARA. 1–

10.

Dr. HM. Musfiqon, M. P., & Center, N. L. (2016). Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Kurikulum 2013. Nizamia Learning Center. https://books.google.co.id/books?id=- vTuDwAAQBAJ

Jeprianti, Ubabuddin, H. (2021). Penilaian Pengetahuan Penugasan Dalam Pembelajaran Sekolah. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2, 16–20.

Marzuki, I., Sholihah, T., & Imansyah, F. A. (2023). Urgensi Aspek Penilaian dalam Evaluasi Pembelajaran. Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan, 5(1), 1–6.

https://doi.org/10.31000/jkip.v5i1.8634

Nurjannah, A. (2019). PENILAIAN SIKAP BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Journal Tarbiyah Islamiyah, 4(20), 33–42.

Rifa’i, N. H. dan M. R. (2023). Karakteristik Penilaian Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 Di MI. Awwaliyah: Jurnal PGMI, 4(1), 115–128.

Sani, R. A. (2022). Penilaian Autentik. Bumi Aksara. https://books.google.co.id/books?

id=Q11mEAAAQBAJ

Referensi

Dokumen terkait

KBM berlangsung, siswa membaca hanya pada saat guru memberikan soal- soal yang harus dikerjakan. Kurangnya pemahaman juga dapat dilihat ketika proses pembelajaran

(2) Kendala dalam Implementasi Scientific Proses Pada Pembelajaran Fiqih Di MI Muhammadiyah Pone-Limboto Barat, yaitu kurangnya pemahaman guru dalam

Model faktual perangkat pembelajaran IPS yang digunakan guru di kelas VI SD belum mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena penyusunan silabus

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kognitif pembelajaran IPS siswa kelas 4 SD Gugus Kanigoro Tingkir Salatiga semester 2 tahun

Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan pada guru pelajaran IPS kendala dalam memberikan motivasi kepada siswa yaitu kurangnya ketarampilan mengajar guru

Secara kualitatif, analisis data menunjukkan bahwa a implementasi PPK pada SD di Kabupaten Tabanan belum optimal karena berbagai kendala antara lain: kurangnya pembinaan oleh instansi

Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Asembagus menghadapi beberapa kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik, yakni: 1 kurangnya pemahaman terhadap konsep penilaian autentik, 2

2, Agustus 2023, hlm 81-87 3 Peningkatan hasil belajar siswa sebagai pengguna media aplikasi wordwall berbasis web setelah dilakukannya implementasi pada materi IPS kelas IV SD