1. Contoh Ragam Lisan (Dipengaruhi pungtuasi, jeda, ritme suara) Contoh 1:
"Eh, kamu tahu nggak... tadi pas aku lewat depan toko, aku lihat ada diskon gede banget! Terus aku langsung masuk, tapi ya ampun, rame banget, deh."
Contoh 2:
"Hmm... jadi gini ya, kalau menurut aku sih... hmm... mungkin kita bisa coba cara lain?
Soalnya, kalau yang ini... nggak tahu ya, kayaknya kurang efektif."
2. Contoh Ragam Tulis (Dipengaruhi tanda baca, ejaan) Contoh 1:
"Saat aku melewati toko, aku melihat ada diskon besar. Aku pun segera masuk, tetapi ternyata tempat itu sangat ramai."
Contoh 2:
"Menurut pendapat saya, kita bisa mencoba metode lain. Sebab, jika menggunakan cara ini, kemungkinan hasilnya kurang efektif."
3. Kedudukan Bahasa
Kedudukan bahasa Indonesia telah ditetapkan dalam konstitusi dan peraturan lainnya, yaitu:
Pasal 36 UUD 1945 menyatakan bahwa "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia." Hal ini menegaskan bahwa bahasa Indonesia memiliki status sebagai bahasa resmi negara.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, khususnya dalam Pasal 25 dan 26, mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam administrasi pemerintahan, pendidikan, dan peradilan.
4. Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dijabarkan lebih lanjut dalam beberapa aturan berikut:
UU No. 24 Tahun 2009 Pasal 26 Ayat 1, yang menyebutkan bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi dalam pemerintahan, pendidikan, komunikasi publik, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia
menegaskan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam dokumen resmi negara, forum internasional, serta dalam berbagai bidang lainnya yang berkaitan dengan kepentingan publik.
5. Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia dan Pelopornya
Bahasa Indonesia lahir sebagai bahasa persatuan yang diresmikan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sebelumnya, bahasa yang digunakan di Nusantara sangat beragam, tetapi bahasa Melayu memiliki peran penting sebagai lingua franca atau bahasa pergaulan antar suku dan pedagang.
Proses Lahirnya Bahasa Indonesia 1. Bahasa Melayu sebagai Fondasi
Sebelum abad ke-20, bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarsuku.
Bahasa ini memiliki struktur yang sederhana, fleksibel, dan mudah dipahami, sehingga diterima luas di Nusantara.
2. Sumpah Pemuda 1928
Pada Kongres Pemuda II, para pemuda dari berbagai daerah sepakat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dalam ikrar Sumpah Pemuda, dinyatakan: "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia."
Momen ini menjadi titik penting lahirnya bahasa Indonesia secara resmi.
3. Peresmian dalam UUD 1945
Setelah Indonesia merdeka, bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa negara dalam Pasal 36 UUD 1945.
Pelopor Bahasa Indonesia
Beberapa tokoh yang berperan dalam memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional antara lain:
1. Muhammad Yamin – Tokoh penting dalam Kongres Pemuda II, mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
2. Sutan Takdir Alisjahbana – Mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern dan ilmiah.
3. Ki Hadjar Dewantara – Menggunakan bahasa Indonesia dalam pendidikan nasional.
Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini
Seiring perkembangan zaman, bahasa Indonesia mengalami banyak perubahan, terutama karena pengaruh teknologi, globalisasi, dan budaya populer. Bahasa yang dulu dianggap baku kini semakin fleksibel, terutama dalam komunikasi sehari-hari.
6. Pengaruh Globalisasi dan Media Sosial
Saat ini, banyak istilah asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia, terutama dari bahasa Inggris. Contohnya:
Dalam dunia kerja: deadline, meeting, upgrade.
Dalam media sosial: flexing, healing, ghosting.
Istilah gaul: mager (malas gerak), bestie (sahabat), gaskeun (ayo lanjut).
Pengaruh ini terjadi karena masyarakat semakin sering berinteraksi dengan budaya luar melalui internet, film, dan media sosial.
2. Regulasi dan Upaya Pelestarian Bahasa
Meskipun banyak kata asing masuk, pemerintah tetap berusaha menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas nasional.
Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2019 mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam dokumen resmi dan acara kenegaraan.
Badan Bahasa terus memperbarui KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dengan menambahkan kata-kata baru yang berkembang di masyarakat.
3. Penggunaan dalam Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Bahasa Indonesia juga semakin digunakan dalam dunia akademik.
Banyak jurnal ilmiah yang mulai menggunakan bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Pada 2022, Bahasa Indonesia resmi menjadi salah satu bahasa di ASEAN dan mulai diajarkan di negara lain seperti Australia dan Jepang.
4. Perubahan dalam Tata Bahasa dan Ejaan
Seiring waktu, tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia juga terus mengalami pembaruan:
Dari EYD (Ejaan yang Disempurnakan) menjadi PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
Kata-kata baru seperti prakerja, julid, dan cocoklogi kini masuk ke dalam KBBI karena banyak digunakan oleh masyarakat.