• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS INDIVIDU MANAGEMENT PENDIDIKAN

N/A
N/A
Astita Luki

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS INDIVIDU MANAGEMENT PENDIDIKAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen PAUD

Dosen Pengampu:

Dr. Nurbiana Dhieni, M.Psi.

Dr. Sri Wulan, M.Si

Astita Luki Mei Aprida 1112822028 KELAS B-PAUD

PROGRAM STUDI PASCASARJANA

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2022/2023

(2)

MATRIKS PERBEDAAN TK, KB SPSS DAN TPA

NO. Perbedaan TK KB SPSS TPA

1. PELAKSAN AAN

Standard Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebut Standar PAUD adalah kriteria tentang

pengelolaan dan

penyelenggaraan PAUD diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan

Republik Indonesia.

Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan

pendidiikan anak usia dini, Standard PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Standard PAUD menjadi acuan dalam

pengembangan,

Standard Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebut Standar PAUD adalah kriteria tentang

pengelolaan dan

penyelenggaraan PAUD diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan

Republik Indonesia.

Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan

pendidiikan anak usia dini, Standard PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Standard PAUD menjadi acuan dalam pengembangan,

Standard Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebut Standar PAUD adalah kriteria tentang

pengelolaan dan

penyelenggaraan PAUD diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan

Republik Indonesia.

Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan

pendidiikan anak usia dini, Standard PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Standard PAUD menjadi acuan dalam pengembangan,

Standard Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebut Standar PAUD adalah kriteria tentang

pengelolaan dan

penyelenggaraan PAUD diseluruh wilayah

hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidiikan anak usia dini, Standard PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Standard PAUD menjadi acuan

(3)

implementasi, dan evaluasi kurikulum PAUD. Standard PAUD terdiri atas:

1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) 2. Standar Isi;

3. Standar Proses;

4. Standar Penilaian;

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Standar Sarana

dan Prasarana;

7. Standar Pengelolaan 8. Standar

Pembiayaan (Dista, 2020)

implementasi, dan evaluasi kurikulum PAUD. Standard PAUD terdiri atas:

1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) 2. Standar Isi;

3. Standar Proses;

4. Standar Penilaian;

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Standar Sarana

dan Prasarana;

7. Standar Pengelolaan 8. Standar

Pembiayaan(Kem entrian

implementasi, dan evaluasi kurikulum PAUD. Standard PAUD terdiri atas:

1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) 2. Standar Isi;

3. Standar Proses;

4. Standar Penilaian;

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Standar Sarana

dan Prasarana;

7. Standar Pengelolaan 8. Standar

Pembiayaan(Kem endikbud, 2015a)

dalam pengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum PAUD. Standard PAUD terdiri atas:

1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) 2. Standar Isi;

3. Standar Proses;

4. Standar Penilaian;

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Standar Sarana

dan Prasarana;

7. Standar Pengelolaan 8. Standar

Pembiayaan(Putr

(4)

Pendidikan Nasional, 2011)

i, 2019)

2. PRINSIP Prinsip-prinsip

penyelenggaraan TK adalah:

1. Ketersediaan Layanan Diarahkan untuk menampung anak- anak usia empat sampai enam tahun supaya semua kelompok usia

tersebut memperoleh layanan.

2. Transisional Diarahkan untuk mendukung

keberhasilan masa transisi dan

mendekatkan pola pendekatan

pembelajaran TK dan

Penyelenggaraan Kelompok Bermain haruslah mengacu pada prinsip prinsip sebagai berikut :

1. Ketersediaan Layanan Diarahkan untuk menampung anak-anak usia Kelompok bermain yang belum

terjangkau oleh satuan layanan PAUD 2. Transisional

Diarahkan untuk mendukung

keberhasilan stimulasi pada pendidikan anak usia dini untuk

menyiapkan anak

1. Pelayanan yang menyeluruh dan terintegrasi. Satuan PAUD sebagai wadah pemberian layanan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak yang mencakup

pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan,

pengasuhan, perlindungan dan

kesejahteraan anak oleh berbagai pihak dan pemangku kebijakan; 2.

Pelayanan yang

berkesinambungan yakni layanan dilakukan pada seluruh layanan PAUD

Pengalaman peserta didik di dalam keluarga dan di lembaga PAUD berpengaruh besar terhadap positif atau tidaknya peserta didik ketika belajar. Layanan TPA yang berkualitas memiliki prinsip yang khas, meliputi: Tempa, Asah, Asih, Asuh: (A) Yang dimaksud dengan tempa adalah untuk mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemeliharaan

kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur,

(5)

SD kelas awal 3. Kerjasama

Mengedepankan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai

instansi/lembaga terkait, masyarakat, dan perorangan, agar terjalin sinkronisasi dan terjaminnya dukungan

pembelajaran pada masa transisi antara TK dan SD kelas awal.

4. Kekeluargaan Dikembangkan dengan semangat kekeluargaan dan menumbuhsuburkan sikap saling asah,

masuk ke jenjang pendidikan

selanjutnya.

3. Kerjasama Mengutamakan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai

instansi/lembaga terkait, masyarakat, dan perseorangan, agar terjalin

hubungan yang saling mendukung dan terjaminnya dukungan pembelajaran pada masa transisi antara KB, TK dan SD kelas awal.

4. Kekeluargaan Dikembangkan dengan semangat

yang dilakukan secara berkelanjutan sejak lahir hingga usia 6 tahun.; 3.

Pelayanan yang non diskriminasi yakni layanan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dan pemangku kebijakan diberikan kepada seluruh anak yang ada di satuan PAUD secara adil tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, status sosial ekonomi, kondisi tumbuh kembang anak

(berkebutuhan khusus), suku, agama, ras, antar golongan (SARA).; 4.

Pelayanan yang

tersedia, dapat dijangkau dan terjangkau, serta

serta aktivitas jasmani sehingga peserta didik memiliki fisik kuat, lincah, daya tahan dan disiplin tinggi. (B) Asah berarti memberi

dukungan kepada peserta didik untuk dapat belajar melalui bermain agar memiliki pengalaman yang berguna dalam mengembangkan seluruh potensinya.

Kegiatan bermain yang bermakna, menarik, dan merangsang imajinasi, kreativitas peserta didik untuk melakukan, mengekplorasi, memanipulasi, dan menemukan inovasi

(6)

asih, dan asuh.

5. Keberlanjutan Diselenggarakan secara berkelanjutan dengan

memberdayakan berbagai potensi dan dukungan nyata dari berbagai pihak yang terkait.

6. Pembinaan

Berjenjang Dilakukan untuk menjamin keberadaan dan pengelolaan secara optimal oleh

pengawas TK/SD, Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan

Direktorat Pendidikan

kekeluargaan dan menumbuh

kembangkan sikap saling asah, asih, dan asuh.

5. Keberlanjutan Diselenggarakan secara berkelanjutan dengan

memberdayakan berbagai potensi dan dukungan nyata dari berbagai pihak yang terkait.

6. Pembinaan

Berjenjang Dilakukan untuk menjamin keberadaan dan pengelolaan secara optimal oleh

penilik/pengawas PAUD, Dinas

diterima oleh kelompok masyarakat yakni lokasi layanan PAUD HI diupayakan dekat dengan tempat tinggal masyarakat dan terjangkau dari aspek biaya; 5. Partisipasi masyarakat, yakni melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan,

pemantauan, dan

evaluasi program PAUD HI sehingga rasa

memiliki program dari oleh masyarakat menjadi lebih kuat; 6. Berbasis budaya yang konstruktif yakni pemberian layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan,

sesuai dengan minat dan gaya belajar peserta didik. pada dasarnya merupakan penjaminan pemenuhan kebutuhan peserta didik untuk mendapatkan perlindungan dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan, misalnya perlakuan kasar, penganiayaan fisik dan mental dan ekploitasi. (3) Asuh Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten untuk

membentuk perilaku dan kualitas kepribadian dan jati diri peserta didik.(Putri, 2019)

(7)

Anak Usia Dini Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal(Syamsuddin, 2015)

Pendidikan Kabupaten/ Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal.(Kementrian Pendidikan Nasional, 2011)

pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperhatikan nilai budaya setempat yang sejalan dengan prinsip lauanan PAUD HI. 7. Tata kelola yang baik yakni pengelolaan program dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Kemendikbud, 2015a) 3. MODEL Rencana pengelolaan

kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta

pengorganisasian anak dan kelas (dapat di dalam

Rencana pengelolaan kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta

pengorganisasian anak dan kelas (dapat di

Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan.

Model-model

pembelajaran tersebut di

Rencana pengelolaan kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta

pengorganisasian peserta didik dan kelas

(8)

maupun di luar ruangan).

Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Model- model pembelajaran tersebut di antaranya adalah:

1. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan;

2. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman 3. Model

pembelajaran

dalam maupun di luar ruangan). Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model

pembelajaran yang akan digunakan. Model-model pembelajaran tersebut di antaranya adalah:

1. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan;

2. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman;

3. Model

pembelajaran

antaranya adalah:

1. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan;

2. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman;

3. Model

pembelajaran berdasarkan area (minat); dan 4. Model

pembelajaran berdasarkan sentra.(Ditjen PAUDNI

(dapat di dalam maupun di luar ruangan).

Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan.

Model-model

pembelajaran tersebut di antaranya adalah:

1. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan;

2. Model

pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman;

3. Model

(9)

berdasarkan area (minat); dan 4. Model

pembelajaran berdasarkan sentra.(Dista, 2020)

berdasarkan area (minat); dan 4. Model

pembelajaran berdasarkan sentra.

(Kementrian Pendidikan Nasional, 2011)

Kemdikbud, 2015) pembelajaran berdasarkan area (minat); dan 4. Model

pembelajaran berdasarkan sentra.

(Kemendikbud, 2015b)

4. PENGELOL AAN KELAS

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu di TK, kegiatan- kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk

mencapai secara

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik.

Dalam model

pembelajaran tematik terpadu di PAUD, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu dengan

mengembangkan ibadah ritual menjadi

pembelajaran tematik, terpadu dan holistik di PAUD Berbasis

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu di PAUD, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara

(10)

bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh lingkup

pengembangan.

Pelaksanaan pembelajaran

sebagaimana dilakukan melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,

kontekstual dan berpusat pada anak untuk

berpartisipasi aktif serta memberikan 21

keleluasaan bagi

prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta

sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bersama-sama

kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mencakup seluruh aspek pengembangan.

Pelaksanaan

pembelajaran melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, kontekstual dan berpusat pada anak untuk berpartisipasi aktif serta memberikan keleluasaan bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik

Pendidikan Agama Islam. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek

pengembangan.

Kegiatan PAUD Berbasis Pendidikan Agama Islam menggunakan

pendekatan: a) Berpedoman pada Agama Islam dan Hadits.

b) Berbasis kompetensi (sikap religius, sikap

bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek pengembangan.

Pelaksanaan pembelajaran

sebagaimana dilakukan melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, kontekstual dan

berpusat pada peserta didik untuk

berpartisipasi aktif serta memberikan 25

keleluasaan bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,

(11)

psikologis anak. (a) Interaktif merupakan proses pembelajaran yang mengutamakan interaksi antara anak, peserta didik dan

pendidik, serta anak dan lingkungannya. (b) Inspiratif merupakan proses pembelajaran yang mendorong perkembangan daya imajinasi anak. (c) Menyenangkan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dalam suasana bebas dan nyaman untuk mencapai tujuan

pembelajaran. (d) Kontekstual merupakan proses pembelajaran

serta psikologis anak. a) Interaktif merupakan proses pembelajaran yang mengutamakan interaksi antara anak dan anak, anak dan guru, serta anak dan lingkungannya. b) Inspiratif merupakan proses pembelajaran yang mendorong perkembangan daya imajinasi anak. c) Menyenangkan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dalam suasana bebas dan nyaman untuk mencapai tujuan pembelajaran. d) Kontekstual merupakan proses pembelajaran

sosial, pengetahuan dan ketrampilan). c) Belajar melalui bermain. d) Terintegrasi dengan pengembangan

keimanan (aqidah) dan karakter (akhlak).

(Contoh pembudayaan dan pembiasaan karakter dapat dilihat pada lampiran 11). e) Kegiatan bersifat tematik dengan pendekatan saintifik,

mengembangkan semua aspek yang dibungkus dengan nilai-nilai keislaman.(Ditjen PAUDNI Kemdikbud, 2015)

dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. a) Interaktif

merupakan proses pembelajaran yang mengutamakan interaksi antara peserta didik dan peserta didik, peserta didik dan guru, serta peserta didik dan lingkungannya. b) Inspiratif merupakan proses pembelajaran yang mendorong perkembangan daya imajinasi peserta didik.

c) Menyenangkan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dalam suasana bebas dan nyaman untuk mencapai

(12)

yang terkait dengan tuntutan lingkungan alam dan sosial-budaya. (e) Berpusat pada anak merupakan proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

(Syamsuddin, 2015)

yang terkait dengan tuntutan lingkungan alam dan sosial-budaya.

e) Berpusat pada anak merupakan proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

(Kementrian Pendidikan Nasional, 2011)

tujuan pembelajaran. d) Kontekstual merupakan proses pembelajaran yang terkait dengan tuntutan lingkungan alam dan sosial-budaya.

e) Berpusat pada anak merupakan proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan peserta didik.

(Putri, 2019) 5. JADWAL 1. Lama

belajar/alokasi waktu

dimaksudkan adalah jumlah jam kegiatan yang dilaksanakan

1. Lama

belajar/alokasi waktu

dimaksudkan adalah jumlah jam kegiatan yang

(1) Lama belajar/alokasi waktu dimaksudkan adalah jumlah jam kegiatan yang

dilaksanakan setiap hari dan setiap minggu di PAUD Berbasis

(1) Lama belajar/alokasi waktu dimaksudkan adalah jumlah jam kegiatan yang

dilaksanakan setiap hari dan setiap minggu di satuan PAUD. (2) Lama

(13)

setiap hari dan setiap minggu di TK.

2. Lama

belajar/Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka.

3. Alokasi waktu kegiatan minimal, dengan ketentuan sebagai berikut: Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 4 – 6 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam seminggu. TK.

yang

dilaksanakan setiap hari dan setiap minggu di Pos PAUD.

2. Lama

belajar/Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka saja.

3. Alokasi waktu kegiatan minimal untuk setiap kelompok usia anak berbeda jumlahnya,

dengan ketentuan sebagai berikut:

(a) Alokasi jumlah jam untuk

layanan anak usia lahir – 2 tahun

Pendidikan Agama Islam. (2) Lama belajar/Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka saja. (3) Alokasi waktu kegiatan minimal untuk setiap kelompok usia anak berbeda jumlahnya, dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Alokasi jumlah jam untuk

layanan anak usia lahir – 2 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 120 menit (2 jam) dalam seminggu. (b) Alokasi jumlah jam untuk

layanan anak usia 2 – 4 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 360 menit

belajar/Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka saja. (3) Alokasi waktu kegiatan minimal untuk setiap kelompok usia peserta didik berbeda jumlahnya, dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Alokasi jumlah jam untuk layanan peserta didik usia lahir-2 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 120 menit (2 jam) dalam

seminggu. (b) Alokasi jumlah jam untuk layanan peserta didik usia 2-4 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 360 menit (6 jam)

(14)

menyelenggarakan layanan program untuk anak usia 4- 6 tahun sekurang- kurangnya

menyelenggarakan kegiatan

pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan menambah kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang tua di rumah selama 360 menit (6 jam) setiap minggu.(NSPK, 2013)

jumlah jam belajar paling sedikit 120 menit (2 jam) dalam seminggu. (b) Alokasi jumlah jam untuk

layanan anak usia 2 – 4 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 360 menit (6 jam) dalam seminggu (c) Alokasi jumlah jam untuk

layanan anak usia 4 – 6 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam

(6 jam) dalam seminggu (c) Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 4 – 6 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam seminggu.

Ketentuan: PAUD Berbasis Pendidikan Agama Islam yang menyelenggarakan layanan program untuk anak usia 2 – 6 tahun sekurang-kurangnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan menambah kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang tua di rumah selama 360 menit (6

dalam seminggu (c) Alokasi jumlah jam untuk layanan peserta didik usia 4-6 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam

seminggu Ketentuan:

Satuan PAUD yang menyelenggarakan layanan program untuk peserta didik usia 4-6 tahun sekurang- kurangnya

menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan menambah kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang tua di rumah selama 360 menit (6

(15)

seminggu.

Ketentuan: Satuan PAUD yang

menyelenggarakan layanan program untuk anak usia 4-6 tahun sekurang-kurangnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan menambah kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang tua di rumah selama 360 menit (6 jam) setiap minggu.

(Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, 2015)

jam) setiap minggu.

(Meitha Purvitasari, 2013)

jam) setiap minggu.

(Kemendikbud, 2015b)

6. KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu

Kalender pendidikan adalah pengaturan

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu

Kalender pendidikan adalah pengaturan

(16)

untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun ajaran yang mencakup

permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

Kalender Pendidikan juga berisi program kegiatan tahunan yang mencakup kegiatankegiatan

perayaan hari besar nasional, kegiatan- kegiatan puncak tema, kegiatan-kegiatan

lembaga (misal: rekreasi dan pentas seni).

Penyusunan kalender pendidikan disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi masing-masing

waktu untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

Kalender Pendidikan juga berisi program kegiatan tahunan yang mencakup

kegiatankegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan- kegiatan Petunjuk

Teknis Penyelenggaraan POS PAUD 14 puncak tema, kegiatan-kegiatan lembaga (misal: rekreasi dan pentas seni).

Penyusunan kalender

untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun ajaran yang mencakup

permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

Kalender Pendidikan juga berisi program kegiatan tahunan yang mencakup

kegiatankegiatan perayaan hari besar nasional, hari besar Islam, kegiatan-kegiatan puncak tema, kegiatan- kegiatan lembaga (misal:

rekreasi dan pentas seni).(Dhieni et al., 2020)

waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

Kalender Pendidikan juga berisi program kegiatan tahunan yang mencakup

kegiatankegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan- kegiatan puncak 16 tema, kegiatan-kegiatan lembaga (misal: rekreasi dan pentas seni).

Penyusunan kalender pendidikan disesuaikan dengan karakteristik dan

(17)

lembaga. Pentingnya menyusun kalender pendidikan : (1) Sebagai acuan bagi pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam menyusun kegiatan pembelajaran setahun. (2) Sebagai informasi bagi orang tua tentang berbagai

kegiatan yang akan dilaksanakan dan diikuti peserta didik dalam kurun waktu setahun.(Dista, 2020)

pendidikan disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi masing-masing lembaga. Pentingnya menyusun kalender pendidikan : (1) Sebagai acuan bagi Gurudan pengelola menyusun kegiatan pembelajaran dalam setahun. (2) Sebagai informasi bagi orang tua tentang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dan diikuti peserta didik dalam kurun waktu setahun.(Aisyah et al., 2022)

kondisi masing-masing lembaga. Pentingnya menyusun kalender pendidikan : (1) Sebagai acuan bagi guru dan pengelola menyusun kegiatan pembelajaran dalam setahun. (2) Sebagai informasi bagi orang tua tentang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dan diikuti peserta didik dalam kurun waktu setahun.(Putri, 2019)

7. PROGRAM Perencanaan Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan

Perencanaan Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan

berisi pengembangan silabus yang merupakan perencanaan program semester, mingguan,

Perencanaan Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan

(18)

(RPPM), dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran Harian (RPPH) dan dokumen penilaian.(NSPK, 2013)

(RPPM), dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran Harian (RPPH)(Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, 2015)

dan harian.inti

pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

(Meitha Purvitasari, 2013)

(RPPM), dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran Harian (RPPH).

pengembangan silabus yang merupakan

perencanaan program semester, mingguan, dan harian.

Inti pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. (Kemendikbud, 2015b)

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, S., Malinda, W., Selvia, E., & Wulandari, R. (2022). Konsep Dasar Pendirian Pengelolaan Lembaga Kelompok Bermain. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 224–230.

Dhieni, N., Yuliantina, I., Soendjojo, R., Yuswanto, D. T., Nurjannah, Riany, Y. E., &

Rosmalia, R. (2020). Panduan Penegerian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, iii–42.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. (2015). Kelompok bermain.

http://repositori.kemdikbud.go.id/12881/1/2.-Juknis-Kelompok-Bermain.pdf Dista, F. N. (2020). Manajemen Pendirian Taman Kanak-kanak (Studi Kasus di Tk

Fastrack Funschool Yogyakarta). Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 8(2), 101–111.

Ditjen PAUDNI Kemdikbud. (2015). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Berbasis Pendidikan Agama Islam.

Kemendikbud. (2015a). Petunjuk Teknis penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Satuan PAUD 2015. In Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kemendikbud. (2015b). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak.

In Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/12883

Kementrian Pendidikan Nasional. (2011). Petunjuk teknis penyelenggaraan kelompok bermain.

Meitha Purvitasari. (2013). STRATEGI PEMASARAN SPS MUTIARA HATI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK DI PADUKUHAN KARANGMALANG

CATURTUNGGAL DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA (Issue November).

NSPK. (2013). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Paud.

Putri, N. R. (2019). Implementasi Peranan Taman Penitipan Anak (TPA) sebagai Wahana Pengasuhan Anak bagi Orangtua Bekerja. Jurnal Sosiologi, 20(2), 925.

(20)

Syamsuddin, E. (2015). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan POS PAUD.

Referensi

Dokumen terkait

adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang. menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Kristen

Menurut ketentuan Kompilasi Hukum Islam, orang yang telah berumur sekurang-kurangnya 21 tahun berakal sehat tanpa adanya paksaan dapat menghibahkan

Skripsi dengan judul ‘’Penerapan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini di PAUD Az-Zahra Desa Semarum Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek‘’ yang di tulis

Memiliki Diploma Maktab Perguruan Islam atau Sijil Menengah Agama (Rabie’ Thanawi) atau Sijil Latihan Perguruan Asas, Kementerian Pendidikan Malaysia dan sekurang-kurangnya

(1) Satuan pendidikan yang menyelenggarakan PAUD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) berperan sebagai penyelenggara layanan pendidikan bagi anak usia dini

Pengertian dan Tujuan 1. Perguruan Tinggi Agama Islam adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi agama Islam sebagai kelanjutan pendidikan

Skripsi dengan judul ‘’Penerapan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini di PAUD Az-Zahra Desa Semarum Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek‘’ yang di tulis

Manajemen PAUD berdaya saing diartikan sebagai kegiatan sistemik dan sistematis yang dilakukan oleh kepala PAUD untuk meningkatkan kinerja pendidik PAUD dalam menyelenggarakan layanan