• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS INDIVIDU MINI RISET PERILAKU KONSUMEN

N/A
N/A
Dinda

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS INDIVIDU MINI RISET PERILAKU KONSUMEN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS INDIVIDU

MINI RISET PERILAKU KONSUMEN

Mata Kuliah:

Perilaku Konsumen

Dosen Pengajar:

Onan M Siregar, S.Sos., M.Si Ummi Salamah Sitorus, S.AB., MM

Disusun Oleh:

210709046 Dinda Syabrina

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2023

(2)

LAPORAN HASIL PENELITIAN 1. Hasil Analisis Deskriptif

1.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini merupakan pengunjung pada Chatime Thamrin Plaza Medan. Analisis deskriptif ini akan menguraikan hasil pengumpulan data primer berupa kuisioner yang telah diisi oleh 10 responden.

Terdapat karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian, yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan rata-rata berkunjung atau melakukan pembelian ke Chatime Thamrin Plaza Medan.

a. Jenis Kelamin

Data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Nasabah Produk Jumlah Responden Presentase

Laki-laki 0 0

Perempuan 10 100,0

Total 10 100,0

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuisioner) 2022

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 0 responden atau 0%, sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 10 responden atau 100%. Berdasarkan data tersebut, maka responden yang paling banyak adalah responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 10 orang atau 100%. Sedangkan jenis kelamin laki-laki tidak ada.

(3)

b. Usia

Data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Responden Presentase

< 20 tahun 6 60,0

21 - 30 tahun 4 40,0

31 - 40 tahun - -

40 - 35 tahun - -

>36 tahun - -

Total 10 100,0

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuisioner) 2022

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa responden yang memiliki usia < 20 tahun sebanyak 6 responden atau 60%, responden yang memiliki usia 21-30 tahun sebanyak 4 responden atau 40%. Sedangkan responden yang memiliki usia >36 tahun, 40-35 tahun dan 31-40 tahun tidak ada. Berdasarkan data tersebut, maka usia responden yang paling banyak adalah 21-30 tahun sebanyak 6 responden atau 60%.

(4)

c. Pendidikan

Data karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan

Terakhir

Jumlah Responden Presentase

SMP - -

SMA 8 80,0

Diploma - -

Sarjana S1 2 20,0

Sarjana S2 - -

Sarjana S3 - -

Total 10 100,0

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuisioner) 2022

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 8 responden atau 80%. Sedangkan responden yang memiliki Pendidikan terakhir S1 sebanyak 2 responden atau 20%. jenjang pendidikan terakhir yang lain seperti SMP, Diploma, dan Sarjana (S2, S3) tidak ada. Berdasarkan data tersebut, maka Pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah SMA yaitu sebanyak 8 responden atau 80%.

d. Pekerjaan

Data karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Responden Presentase

Pelajar/Mahasiswa 6 60,0

Pegawai Negri Sipil 2

20,0

(5)

Pegawai Swasta - -

Wiraswasta 2 20,0

Ibu Rumah Tangga - -

Total 100 100,0

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuisioner) 2023

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa sebanyak 6 responden atau 60%.

Wiraswasta sebanyak 2 responden atau 20%. dan PNS sebanyak 2 responden atau 20%. Pekerjaan yang lain seperti, Pegawai Swasta, dan Ibu Rumah Tangga tidak ada.

e. Pendapatan

Data karakteristik responden berdasarkan pendapatan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Pendapatan Jumlah Responden Presentase

< Rp 1.000.000 6 60,0

Rp 1.000.000 - Rp 2.500.000 2 20,0

Rp 2.500.000 - Rp 5.000.000 2 20,0

Rp 5.000.000 - Rp 7.500.000 - -

> Rp 7.500.000 - -

Total 100 100,0

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui responden yang memiliki pendapatan < Rp 1.000.000 sebanyak 6 responden atau 60% Responden yang memiliki pendapatan Rp 1.000.000 - Rp 2.500.000 sebanyak 2 atau 20%.

Responden yang memiliki pendapatan Rp 2.500.000 – 5.000.000 sebanyak 2 orang atau 20%. Sedangkan responden yang memiliki pendapatan Rp 5.000.000 –

(6)

Rp 7.500.000 dan > Rp 7.500.000 tidak ada. Dari data diatas, dapat diasumsikan bahwa pendapatan yang paling banyak adalah < Rp 1.000.000 sebanyak 6 orang.

f. Rata-rata Berkunjung atau Melakukan Pembelian ke Chatime Thamrin Plaza Data karakteristik responden berdasarkan rata-rata berkunjung atau melakukan pembelian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Rata-Rata Melakukan Pembelian

Rata-Rata Melakukan

Pembelian Jumlah Responden Presentase

Kadang-kadang 10 10,0

2-4 kali per bulan - -

1 kali per bulan - -

>4 kali perbulan - -

Total 100 100,0

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuisioner) 2023

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang rata-rata melakukan pembelian kadang-kadang sebanyak 10 responden atau 100%, sedangkan yang melakukan pembelian 1 kali perbulan, 2-4 kali perbulan, >4 kali perbulan tidak ada. Berdasarkan data tersebut, maka responden yang paling banyak adalah responden dengan pembelian kadang-kadang sebanyak 10 orang atau 100%.

2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 2.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah sebuah uji yang digunakan dalam mengukur sah atau valid tidaknya sebuah kuesioner. Pada penelitian ini, peneliti menyebar kuesioner kepada 10 orang responden ysng melakukan pembelian pada Chatime Thamrin Plaza Medan, untuk mengetahui validitas dari setiap item pertanyaan

(7)

dalam penelitian ini dapat dilihat dari kolom rhitung dan rtabel. Apabila rhitung >

rtabel maka data tersebut dinyatakan valid. Nilai rtabel ɑ = 0,05 dengan menggunakan korelasi product moment Pearson pada uji dua arah adalah sebesar 0,632.

1. Uji Validitas Variabel Costumer Loyalty

Uji validitas untuk instrumen variabel costumer loyalty (X) menggunakan rtabel sebesar 0,632 dengan jumlah 10 responden. Apabila rhitung > 0,632 maka pernyataan pada variabel ini dinyatakan valid. Hasil dari uji validasi variabel shopping enjoyment disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.1

Validitas Variabel Costumer Loyalty

No Pernyataan rhitung rtabel Keterangan 1 Pernyataan Y1.1 0,524

0,632

Tidak Valid

2 Pernyataan Y1.2 0,897 Valid

3 Pernyataan Y1.3 0,852 Valid

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Dari tabel diatas ditemukan bahwa tidak semua butir instrumen pernyataan pada variabel costumer loyalty (X1) memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,632 Mengacu dari hasil tersebut maka 2 pernyataan yang terdapat pada variabel costumer loyalty dapat dinyatakan valid sehingga layak dijadikan instrumen untuk pengukuran variabel pada penelitian ini sedangkan 1 pertanyaan tidak layak dijadikan isntrumen untuk pengukuruan variabel pada penelitian ini.

(8)

2. Uji Validitas Variabel Costumer Brand Engagement

Uji validitas untuk instrumen variabel costumer brand engagement (Y) menggunakan rtabel sebesar 0,632 dengan jumlah 10 responden. Apabila rhitung

> 0,632 maka pernyataan pada variabel ini dinyatakan valid. Hasil dari uji validasi variabel costumer brand engagement disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.2

Validitas Variabel Costumer Brand Engagement No Pernyataan rhitung rtabel Keterangan 1 Pernyataan X2.1 0,883

0,632

Valid

2 Pernyataan X2.2 0,927 Valid

3 Pernyataan X2.3 0,850 Valid

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Dari tabel diatas ditemukan bahwa tidak semua butir instrumen pernyataan pada variabel costumer brand engagement (X2) memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,632 Mengacu dari hasil tersebut maka 3 pernyataan yang terdapat pada variabel costumer brand engagement dapat dinyatakan valid sehingga layak dijadikan instrumen untuk pengukuran variabel pada penelitian ini.

(9)

3. Uji Validitas Variabel Brand Experience

Uji validitas untuk instrumen variabel brand experience (Y) menggunakan rtabel sebesar 0,632 dengan jumlah 10 responden. Apabila rhitung

> 0,632 maka pernyataan pada variabel ini dinyatakan valid. Hasil dari uji validasi variabel store stimuli disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.3

Validitas Variabel Brand Experience

No Pernyataan rhitung rtabel Keterangan 1 Pernyataan X3.1 0,365

0,632

Tidak Valid

2 Pernyataan X3.2 0,598 Tidak Valid

3 Pernyataan X3.3 0,703 Valid

4 Pernyataan X3.4 0,391 Tidak Valid

5 Pernyataan X3.5 0,594 Tidak Valid

6 Pernyataan X3.6 0,671 Valid

7 Pernyataan X3.7 0,739 Valid

8 Pernyataan X3.8 0,510 Tidak Valid

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Dari tabel diatas ditemukan bahwa tidak semua butir instrumen pernyataan pada variabel brand experience (X3) memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,632 Mengacu dari hasil tersebut maka 3 pernyataan yang terdapat pada variabel brand experience dapat dinyatakan valid sehingga layak dijadikan instrumen untuk pengukuran variabel pada penelitian ini sedangkan 5 pertanyaan tidak layak dijadikan isntrumen untuk pengukuruan variabel pada penelitian ini.

(10)

4. Uji Validitas Variabel Brand Love (Y)

Uji validitas untuk instrumen variabel brand love (Y) menggunakan rtabel sebesar 0,632 dengan jumlah 10 responden. Apabila rhitung

> 0,632 maka pernyataan pada variabel ini dinyatakan valid. Hasil dari uji validasi variabel brand love disajikan pada tabel berikut

Tabel 2.4

Validitas Variabel Brand Love

No Pernyataan rhitung rtabel Keterangan 1 Pernyataan Y1.1 0,873

0,632

Valid

2 Pernyataan Y1.2 0,867 Valid

3 Pernyataan Y1.3 0,928 Valid

4 Pernyataan Y1.4 0,900 Valid

5 Pernyataan Y1.5 0,910 Valid

6 Pernyataan Y1.6 0,816 Valid

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Dari tabel diatas ditemukan bahwa tidak semua butir instrumen pernyataan pada variabel impulsive brand love (Y) memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,632 Mengacu dari hasil tersebut maka 6 pernyataan yang terdapat pada variabel dapat dinyatakan valid sehingga layak dijadikan instrumen untuk pengukuran variabel brand love pada penelitian ini

2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur indikator dari variabel. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliable jika jawaban responden atas pernyataan konsisten secara terus-menerus. Dalam uji reliabilitas menggunakan koefisien

(11)

Croanbach’s Alpha. Jika skor nilai > 0,6 maka instrumen yang digunakan dapat dikatakan reliable atau handal.

1. Uji Reliabilitas Variabel Customer Loyalty Tabel 2.5

Reliabilitas Variabel Costumer Loyalty Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

0.658 3

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas untuk variabel customer loyalty (X1) sebesar 0.658 yang berarti instrumen pada penelitian tersebut dapat dinyatakan reliable dan layak untuk dijadikan variabel pengukuran penelitian ini.

2. Uji Reliabilitas Variabel Costumer Brand Engagement Tabel 2.6

Reliabilitas Variabel Costumer Brand Engagement

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

0,846 3

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas untuk variabel costumer brand engagement (X2) sebesar 0,846 yang berarti instrumen pada penelitian tersebut dapat dinyatakan reliable dan layak untuk dijadikan variabel pengukuran penelitian ini.

(12)

3. Uji Reliabilitas Variabel Brand Experience Tabel 2.7

Reliabilitas Variabel Brand Experience Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

0,709 8

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas untuk variabel brand experience (X3) sebesar 0,709 yang berarti instrumen pada penelitian tersebut dapat dinyatakan reliable dan layak untuk dijadikan variabel pengukuran penelitian ini.

4. Uji Reliabilitas Variabel Impulsive Buying Behaviour Tabel 2.8

Reliabilitas Variabel Brand Love Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

0,938 5

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas untuk variabel brand love (Y) sebesar 0,938z yang berarti instrumen pada penelitian tersebut dapat dinyatakan reliable dan layak untuk dijadikan variabel pengukuran penelitian ini.

(13)

3. Uji Asumsi Klasik 3.1 Uji Normalitas 1. Grafik Histogram

Uji grafik histogram digunakan untuk mengamati apakah data terdistribusi dengan normal. Data terdistribusi normal jika grafik histogram yang ditampilkan berbentuk lonceng. Di bawah ini adalah grafik histogram dalam penelitian ini.

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Pada gambar di atas dapat terlihat bahwa data berdistribusi dengan normal yang dapat diamati melalui bentuk grafik histogram yang menyerupai lonceng dan tidak terlalu condong ke samping kanan maupun ke samping kiri secara signifikan. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi dengan normal.

2. Uji Normalitas Kolmogorv-Smirnov

Uji normalitas adalah sebuah uji yang digunakan untuk melihat apakah residual yang didapat memiliki distribusi normal. Uji nomalitas

(14)

menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, yang mana menyatakan bahwa suatu data terdistribusi normal jika nilai nilai signifikan > 0,05. Berikut ini merupakan hasil dari uji Kolmogorov-Smirnov yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS ver 25.

Tabel 4.31

Hasil Uji Nomalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 10

Normal Parametersa,b

Mean 0,0000000

Std.

Deviation

1,33335382

Most Extreme Differences

Absolute 0,136

Positive 0,136

Negative -0,135

Test Statistic 0,136

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai asymp sig pada uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,200. Nilai tersebut memenuhi ketetuan untuk menyatakan kenormalan, yaitu nilai asymp sig harus

(15)

lebih besar dari 0,05 sehingga disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi dengan normal.

3.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah ada interkolerasi (hubungan yang kuat) atau sempurna antar variabel independen.

Pengujian ini dapat diketahui melalui nilai toleransi dan nilai variance inflation factor (VIF). Data dikatakan bebas gejala multikolinearitas jika Tolerance > 0,10 dan jika nilai VIF < 10,00. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas dalam penelitian ini.

Tabel 4.32

Hasil Uji Normalitas Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -7,477 7.844 -0,953 0,377 Customer

Loyalty (X1)

1.223 0,438 0,415

2,795 0,031 0,711 1,407

Customer Brand Engageme

nt (X2)

1,238 0,461 0,626 2,683 0,036 0,287 3,481

Brand Experi

ence (X3)

0,100 0,311 0,068 0,323 0,758 0,355 2,821

a. Dependent Variable: Brand Love

(16)

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat jika nilai Tolerance untuk variabel Customer Loyalty adalah sebesar 0,711 yang mana lebih besar dari 0,10. Nilai Tolerance untuk variabel Customer Brand Engagement adalah sebesar 0,287 yang mana lebih besar dari 0,10. Nilai Tolerance untuk brand experience adalah sebesar 0,355 yang mana lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF untuk variabel Customer Loyalty adalah sebesar 1,407 yang mana lebih kecil dari 10,00. Nilai VIF untuk variabel Customer Brand Engagement adalah sebesar 3,481yang mana lebih kecil dari 10,00. Nilai VIF untuk brand experience adalah sebesar 2,821 yang mana lebih kecil dari 10,00. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas serta model regresi dikatakan layak dan dapat digunakan untuk persamaan regresi.

3.3 Uji Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh anatara variabel dependen (impulsive buying behaviour) dengan variabel independen (shopping enjoyment, personality dan store stimuli).

Hasil uji analisis regresi linear berganda pada penelitian ini akan disajikan sebagai berikut.

Tabel 4.32

Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error Beta

(17)

1

(Constant) -7,477 7.844 -0,953 0,377

Customer Loyalty

(X1)

1.223 0,438 0,415

2,795 0,031

Customer Brand Engagement

(X2)

1,238 0,461 0,626 2,683 0,036

Brand Experience

(X3) 0,100 0,311 0,068 0,323 0,758

a. Dependent Variable: Brand Love Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkah hasil uji regresi di atas, model analisis regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan dengan:

Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3

Y = -7,477 + 1,223 X1 + 1,238 X2 + 0,100 X3

Persamaan analisis regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Nilai konstanta (α) negatif sebesar -7,447, hal ini menunjukkan tingkat konstanta dimana jika variabel Customer Loyalty, Customer Brand Engagement, dan Brand Experience dimisalkan 0, maka nilai Implusive Buying sebesar -7,447.

2. Nilai koefisien variabel Shopping Enjoyment (X1) bernilai positif sebesar 1,720 hal ini menunjukkan bahwa variabel Shopping Enjoyment berpengaruh positif terhadap variabel Brand Love. Apabila nilai variabel Customer Loyalty ditingkatkan sebesar satu nilai maka akan menurunkan nilai Implusive Buying sebesar 1,223.

(18)

3. Nilai koefisien variabel Customer Brand Engagement (X2) bernilai positif sebesar 1,238 hal ini menunjukkan bahwa variabel Customer Brand Engagement berpengaruh positif terhadap variabel Brand Love. Apabila nilai variabel Customer Brand Engagement ditingkatkan sebesar satu nilai maka akan menurunkan nilai Implusive Buying Behaviour sebesar 1,238.

4. Nilai koefisien variabel Brand Experience (X3) bernilai positif sebesar 0,100 hal ini menunjukkan bahwa variabel Brand Experience berpengaruh positif terhadap variabel Brand Love.

4. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis ini terdiri atas uji hipotesis secara simultan (Uji F) dan uji hipotesis secara parsial (Uji T).

4.1 Uji Siginifikan Simultan (Uji F)

Uji simultan F digunakan untuk mengetahui pengaruh anatar variabel independent terhadap variabel dependen secara bersama-sama menggunakan F hitung. Jika fhitung > ftabel dan nilai < 0,05 (α = 5%), maka variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 4.35

Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 154,400 3 51,467 19,299 .002b

Residual 16,000 6 2,667

Total 170,400 9

a. Dependent Variable: Brand Love

b. Predictors: (Constant), Customer Loyalty, Customer Brand Engagement, dan Brand Experience

(19)

Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat pengaruh pada setiap variabel secara parsial adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai sig < 0,05 atau fhitung > ftabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y.

2) Jika nilai sig > 0,05 atau fhitung < ftabel maka tidak terdapat pengaruh variable X secara simultan terhadap variable Y.

Ftable = f (k ; n-k)

= f (3 ; 10-3)

= f (3 ; 7)

= 4,35

3) Berdasarkan output diatas diketahui nilai sig untuk pengaruh X1, X2 dan X3 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,035 > 0,05 dan fhitung 19,299 ftabel

< 4,35. Sehingga dapat disumpulkan bahwa H4 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh X1, X2 dan X3 secara simultan terhadap Y.

4.2 Uji Signifikan Parsial (Uji T)

Uji T dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing atau secara parsial variabel independen (Customer Loyalty, Customer Brand Engagement, dan Brand Experience) terhadap variabel dependen (Brand Love). Kriteria pengambilan keputusan adalah :

(20)

Tabel 4.34

Uji Signifikansi Parsial (Uji T) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error Beta

1

(Constant) -7,477 7.844 -0,953 0,377 Customer

Loyalty (X1)

1.223 0,438 0,415

2,795 0,031 Customer

Brand Engagemen t

(X2)

1,238 0,461 0,626 2,683 0,036

Brand Experience

(X3) 0,100 0,311 0,068 0,323 0,758

a. Dependent Variable: Brand Love Sumber: Output SPSS 25 (2023)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pengaruh pada setiap variabel secara parsial adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai sig < 0,05 atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh variable X terhadap variable Y.

2. Jika nilai sig > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh variable X terhadap variable Y.

a. ttabel = t (a/2; n-k-I )

= t (0,025 ; 10-3-1)

= t (0,025 ; 6)

= 2,447

(21)

3. Diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,031 <

0,05 dan nilai thitung 2,795 > 2,447. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak yang berarti terdapat pengaruh X1 terhadap Y.

4. Diketahui nilai sig untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,0368<

0,05 dan nila thitung 2,683 > 2,447. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak yang berarti terdapat pengaruh X2 terhadap Y

5. Diketahui nilai sig untuk pengaruh X3 terhadap Y adalah sebesar 0,758 >

0,05 dan nila thitung 0,323 < 2,447. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh X3 terhadap Y

Referensi

Dokumen terkait

91 Lampiran 3 : Output Hasil Uji Statistika Validitas Variabel Discount X1 No Pernyataan r hitung r tabel Keterangan 1 Saya membeli produk dalam jumlah yang banyak jika harga