• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN PT PII DALAM MEKANISME PENJAMINAN DALAM KERJASAMA PEMERINTAH BADAN USAHA

N/A
N/A
ENJI MONICA

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN PT PII DALAM MEKANISME PENJAMINAN DALAM KERJASAMA PEMERINTAH BADAN USAHA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM JAMINAN C

PERAN PT PII DALAM

MEKANISME PENJAMINAN DALAM KERJASAMA

PEMERINTAH BADAN USAHA

KELOMPOK 1

(2)

ANGGOTA KELOMPOK

JAVID RAUSYAN MUDE - 110110200168 NICHOLAS TANDREW - 110110200111 SELA SULAKSMI WIDYATAMAKA - 110110210088

SALSABILA WAHYU APRILIA - 110110210042 KINEISHA SALMA SYAKIRA - 110110210105 ENJI MONICA - 110110210164

1.

2.

3.

4.

5.

6.

02

(3)

PT PII, KPBU, & JAMINAN INFRASTRUKTUR

03

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) adalah BUMN

di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung infrastruktur PPP

di Indonesia. PT PII memberikan jaminan untuk proyek infrastruktur,

mengurangi risiko fiskal, dan meningkatkan kualitas kredit. Mereka

juga memfasilitasi transaksi sukses untuk pemerintah dan BUMN

dengan memberikan jaminan. PT PII mengelola semua permintaan

jaminan pemerintah dan penilaiannya. Tujuannya adalah memberikan

keyakinan kepada pihak swasta dalam pengembalian dana mereka

dengan tingkat pengembalian yang wajar.

(4)

PT PII, KPBU, & JAMINAN INFRASTRUKTUR

04

Kerjasama Pemerintah & Badan Usaha (KPBU) adalah mekanisme

pengadaan proyek infrastruktur di Indonesia yang melibatkan kerjasama

antara pemerintah dan badan usaha. Ini juga dikenal sebagai Public-Private

Partnership (PPP). Tujuannya adalah menyediakan infrastruktur dengan

efisiensi maksimal. KPBU melibatkan tiga tahap: perencanaan, penyiapan, dan

transaksi. Pemerintah memberikan dukungan dan jaminan dalam tahap

penyiapan, yang disediakan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT

PII) untuk mengurangi risiko proyek. PT PII juga mengelola permintaan dan

penilaian jaminan. KPBU diatur oleh Peraturan Presiden No. 38 Tahun

2015 dan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional

No. 2 Tahun 2020.

(5)

PT PII, KPBU, & JAMINAN INFRASTRUKTUR

05

Penjaminan Infrastruktur adalah pemberian jaminan atas

kewajiban finansial PJPK untuk membayar kompensasi kepada

Badan Usaha saat terjadi risiko infrastruktur sesuai dengan alokasi

yang disepakati dalam perjanjian KPBU yang menjadi tanggung

jawab PJPK. Penjaminan infrastruktur dapat dilakukan melalui PT

Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) sebagai single

window policy. Apabila cakupan kebutuhan penjaminan

melewati kapasitas PT PII, maka akan dilakukan penjaminan

bersama antara Kementerian Keuangan dengan PT PII.

(6)

PT PII, KPBU, & JAMINAN INFRASTRUKTUR

06

Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2010

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 260/PMK.011/2010 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8/PMK.08/2016

Penjaminan Infrastruktur diatur melalui:

1.

2.

3.

(7)

RUANG LINGKUP JAMINAN PT PII

RISIKO

INFRASTRUKTUR

Berdasarkan Pasal 4, PMK NO. 148/PMK.08/2022, Jaminan PT PII akan mencakup beberapa risiko diantaranya

RISIKO POLITIK

RISIKO GAGAL BAYAR

DAN RISIKO LAINNYA

(8)

Dalam memberikan jaminan, PT PII haru

mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:

SIFAT DAN/ATAU KARAKTERISTIK

PEJAMINAN SEBAGAI

PERJANJIAN YANG BERSIFAT IKUTAN

(ASSESOIR) TERHADAP PERJANJIAN

POKOK

SIFAT DAN/ATAU KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN DAN

JENIS RISIKO YANG DIJAMIN

PROSEDUR

PEMBERIAN DAN PELAKSANAAN

YANG

TRANSPARAN, AKUNTABEL, DAN

KREDIBILITAS

PENJAMINAN BUPI SBG PENERIMA

JAMINAN

TIDAK

MENGHILANGKAN SIFAT DAN/ATAU

KARAKTERISTIK PENJAMINAN BUPI

SEBAGAI PENJAMINAN

PEMERINTAH

(9)

SKEMA KPBU DENGAN PT PII

(10)

SKEMA KPBU DENGAN PT PII

(11)

PERAN PT PII DALAM SKEMA KPBU

11

MENYEDIAKAN PENJAMINAN PADA PROYEK KPBU DI BIDANG

INFRASTRUKTUR

MENINGKATKAN TATA KELOLA

(GOVERNANCE), KONSISTENSI, DAN TRANSPARANSI DALAM PROSES

PEMBERIAN PENJAMINAN PEMERINTAH

MENINGKATKAN MUTU KELAYAKAN KREDIT (CREDITWORTHINESS) UTAMANYA

BANKABILITY PROYEK-PROYEK KPBU DI BIDANG INFRASTRUKTUR

MEMINIMALKAN KEMUNGKINAN TERJADINYA SUDDEN SHOCK TERHADAP APBN DAN RING FENCING EKSPOSUR KEWAJIBAN

KONTIJENSI PEMERINTAH

(12)

KASUS: PENJAMINAN UTANG PADA PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA -

BANDUNG MELALUI PT PII

Pada bulan April 2023, pemerintah Indonesia di tengah kebimbangan akibat bengkaknya biaya proyek atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebesar US$ 1,2 miliar atau Rp18 triliun.

Awalnya, Cina mengajukan biaya pembangunan proyek KCJB senilai US$ 5,5 atau sekitar Rp83,6 triliun.

Namun, dalam perjalanannya, biaya proyek KCJB tersebut membengkak menjadi 7,5 miliar atau Rp114,1 triliun per November 2022.

Akibat adanya pembengkakan biaya tersebut, pemerintah Indonesia melakukan pinjaman kepada China Development Bank (CDB) sebesar US$560 juta atau Rp8,3 triliun untuk membiayai cost overrun yang besarannya setara Rp17,8 triliun. China pun mematok bunga utang sebesar 3,4 persen, jauh lebih tinggi dari harapan pemerintah Indonesia sebesar 2%

Selain itu, China juga meminta APBN Indonesia sebagai jaminan dari pinjaman utang proyek KCJB yang diberikan oleh CDB. Namun, pemerintah Indonesia saat itu tidak bisa langsung memenuhi tuntutan pemerintah China dan menawarkan alternatif dengan penjaminan utang melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII)

12

(13)

Pada 11 September 2023, Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan

Nomor 89 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung. Peraturan tersebut mengatur tentang penyediaan jaminan pemerintah bagi pencairan pendanaan dalam rangka menutup kenaikan atau perubahan biaya proyek KCJB

Penjaminan nantinya akan diberikan terhadap seluruh kewajiban keuangan PT Kereta Api

Indonesia (KAI) yang timbul akibat pembengkakan biaya proyek KCJB. Baik pokok pinjaman, bunga atau biaya lain yang timbul akibat utang-utang tersebut.

PT PII akan aktif dalam memberikan penjaminan pemerintah, bertindak sebagai lapisan perlindungan utama, dan bila terjadi risiko akan menanggung kerugian pertama dalam klaim penjaminan sehingga tidak akan langsung berdampak pada APBN.

13

KASUS: PENJAMINAN UTANG PADA PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA -

BANDUNG MELALUI PT PII

(14)

ANALISIS KASUS

PENJAMINAN UTANG MELALUI PT PII PADA PROYEK KCJB

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, PII belum secara resmi mendapat penugasan dalam melakukan penjaminan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung

Proyek KCJB dapat dijamin dengan penjaminan pemerintah setelah adanya PMK 89/2023

Berdasarkan Pasal 1 Angka 1 PMK 89/2023, Penjaminan Pemerintah adalah penjaminan yang diberikan untuk dan atas nama pemerintah oleh menteri keuangan baik secara langsung atau secara bersama dengan badan usaha penjaminan infrastruktur yang ditunjuk sebagai penjamin atas pemenuhan kewajiban finansial terjamin kepada penerima jaminan

(15)

ANALISIS KASUS

PENJAMINAN UTANG MELALUI PT PII PADA PROYEK KCJB

Dalam kasus ini, Pemohon jaminan adalah PT KAI sementara Penjamin dapat Pemerintah atau Pemerintah dengan PT PII

Penjaminan Pemerintah ini ditujukan dalam rangka memperoleh pendanaan atas kenaikan dan/atau perubahan biaya (cost overrun) sesuai dengan hasil keputusan Komite.

Penjaminan pemerintah mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, kesinambungan fiskal dan risiko fiskal sehingga tidak berdampak langsung pada APBN

(16)

THANK YOU

Finish

Referensi

Dokumen terkait