• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Makalah Perilaku Keorganisasian

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Tugas Makalah Perilaku Keorganisasian"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

Namun dibalik semua itu terdapat proses-proses dalam organisasi yang tidak terlihat di permukaan yaitu perilaku individu-individu dalam organisasi tersebut. Untuk mengetahui pengertian stres dalam perilaku organisasi, faktor penyebab stres, dampak stres dalam organisasi dan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa dimensi utama kepribadian yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku dalam suatu organisasi.

Otoritarianisme terkait dengan keyakinan bahwa ada perbedaan status dan kekuasaan antara orang-orang dalam suatu organisasi. Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana perilaku persepsi individu, kelompok dan tim, serta komunikasi dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perilaku individu, kelompok dan tim, serta komunikasi dalam organisasi.

Interaksi formal yang terjadi dalam suatu organisasi tidak dapat dilakukan secara intensif atau erat karena setiap orang sibuk menjalankan tugasnya. Kelompok merupakan bagian dari sistem organisasi dimana perilaku kelompok akan dipengaruhi oleh bagaimana organisasi mengevaluasi pencapaian kelompok yang ada dalam organisasi dan bagaimana sistem penghargaan diterapkan pada kelompok yang ada dalam organisasi. Penggunaan teknik desentralisasi dalam organisasi dapat meningkatkan kedekatan dan kekompakan anggota kelompok untuk bersaing dengan kelompok lain.

Pada bagian ini, kita membahas fungsi komunikasi dalam organisasi dan bagaimana struktur organisasi membatasi arus komunikasi. Alur komunikasi formal dalam organisasi dapat dibedakan menjadi empat, yaitu komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah ke atas. Menurut ini, kekuasaan dalam organisasi dapat diperoleh dari orang-orang yang berkuasa dari karakteristik orang-orang yang dipengaruhi dan faktor situasional.

Terdapat pandangan tertentu anggota organisasi tentang perilaku politik dalam organisasi, diantaranya sebagai berikut. Dari hasil beberapa penelitian diketahui bahwa ciri-ciri kepribadian tertentu, kebutuhan dan faktor lain menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku politik yang terjadi dalam organisasi. Pergantian pimpinan dalam pengisian jabatan seringkali menimbulkan perilaku politik dalam organisasi yang menyebabkan kelompok berusaha memperjuangkan orang atau kawan yang sepemikiran untuk menduduki jabatan tertentu melalui aktivitas politik.

Karena saling ketergantungan kegiatan masing-masing kelompok dan masing-masing kelompok menginginkan otonomi, hal itu menyebabkan konflik dalam organisasi. Sejalan dengan meningkatnya konflik, orang-orang dalam organisasi akan mengalami dorongan atau motivasi yang lebih kuat untuk melakukan hal tersebut. Pemimpin juga harus dapat menerima pendapat orang lain agar dapat mencapai suatu tujuan dalam organisasi.

Struktur Organisasi, Pengembangan Organisasi (Organization Development) dan Organisasi Pembelajaran (Learning Organization)” sebagai prasyarat untuk menyelesaikan mata kuliah Perilaku Organisasi, Program Sarjana (S1) Akuntansi, Fakultas Bisnis, Universitas Triatma Mulya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Ketika melihat organisasi seringkali melihat organisasi dari sisi formalnya, yaitu: struktur organisasi, strategi, kebijakan, tujuan, prosedur, kewenangan formal, rantai komando dan sebagainya. Karena ruang lingkup perilaku organisasi begitu luas, maka perlu dipahami terlebih dahulu individu sebagai salah satu dimensi terpenting dalam organisasi sebelum memahami perilaku organisasi. Kondisi ini memunculkan teori-teori kepribadian dalam psikologi yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan untuk memahami dan menjelaskan perilaku kita sendiri dan orang lain.

Dimana motivasi merupakan suatu proses dari seorang individu untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga mau bekerja atau bertindak untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, wujud sikap tidak dapat dilihat secara langsung, tetapi hanya dapat dimaknai dari perilaku yang tertutup. Sikap memandu perilaku kita sehingga kita akan bertindak sesuai dengan sikap yang kita ungkapkan.

Kesadaran individu untuk menentukan tingkah laku yang sebenarnya dan tingkah laku yang mungkin terjadi disebut sikap. Individu memiliki sikap terhadap berbagai objek, seperti objek, orang, peristiwa, pemandangan, norma, nilai, institusi, dan lain-lain.

Rumusan Masalah

Dengan kata lain, sikap belum merupakan suatu tindakan atau kegiatan, melainkan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek dalam lingkungan tertentu sebagai penghayatan terhadap objek tersebut. Dalam kasus di atas, maka seseorang harus memperhatikan kepribadian, motivasi, stres dan sikap dalam perilaku organisasi.

Tujuan

HASIL PEMBAHASAN

KEPRIBADIAN

  • Pengertian Kepribadian
  • Teori Kepribadian
  • Atribut – atribut Kepribadian

Kepribadian yang mengendalikan secara internal adalah kepribadian di mana seseorang percaya bahwa dia mengendalikan apa yang terjadi padanya. Sedangkan kepribadian yang dikendalikan secara eksternal adalah keyakinan seseorang bahwa apa yang terjadi pada dirinya dikendalikan oleh kekuatan eksternal seperti nasib dan takdir. Ciri-ciri kepribadian otoriter yang sangat tinggi memiliki intelektual yang kaku, membedakan posisi atau kedudukan orang-orang dalam organisasi dan mengeksploitasi mereka yang berada pada posisi rendah, curiga dan sering menolak perubahan.

Ada kecenderungan orang yang memiliki sifat kepribadian otoriter tinggi memiliki kinerja rendah/negatif dalam pekerjaan yang membutuhkan banyak emosi dalam hubungannya dengan karyawan lain, serta dalam situasi yang selalu berubah dan kompleks. Sebaliknya, ciri-ciri kepribadian otoriter yang tinggi lebih cocok untuk tugas-tugas yang sangat terstruktur dan sangat ketat dengan aturan. Clelland memiliki tiga ciri ciri kepribadian seseorang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi (Kusumawijaya, 2018).

Introgresi adalah sifat kepribadian seseorang yang cenderung menghabiskan waktu dengan dunianya sendiri dan menghasilkan kepuasan dengan pikiran dan perasaannya. Extraversion adalah sifat kepribadian yang cenderung mengarahkan perhatian kepada orang lain dan peristiwa di lingkungan dan menciptakan kepuasan dari rangsangan lingkungan.

MOTIVASI

  • Pengertian Motivasi
  • Hubungan Antara Motivasi dan Perilaku
  • Teori – Teori Motivasi
  • Proses Timbulnya Motivasi dalam Organisasi
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
  • Pentingnya Motivasi dalam Prilaku Organisasi

Aktualisasi diri: Berjuang untuk menjadi apa yang mampu dilakukan seseorang; itu melibatkan pertumbuhan, mencapai potensi, dan pemenuhan diri. Teori dua faktor menyatakan bahwa faktor intrinsik berhubungan dengan kepuasan kerja, sedangkan faktor ekstrinsik berhubungan dengan ketidakpuasan. Faktor higiene Faktor higiene atau pemeliharaan merupakan faktor yang bersifat eksternal (bersumber dari luar diri sendiri), yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupannya. 2) Teori motivasi kontemporer a.

Seperti situasi dimana kinerja mereka muncul dari usaha mereka sendiri, dan bukan dari faktor lain. Semakin tinggi self-reliance seseorang, semakin besar keyakinan yang dimilikinya terhadap kemampuannya untuk berhasil dalam suatu tugas. Menurut Bandura, sumber utama peningkatan efikasi diri adalah apa yang disebutnya penguasaan konstan.

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan fungsi dari konsekuensinya, sehingga mengabaikan keadaan batin individu dan hanya berfokus pada apa yang terjadi pada seseorang ketika dia melakukan suatu tindakan. Teori penguatan mengabaikan keadaan batin individu dan hanya berfokus pada apa yang terjadi pada seseorang ketika mereka melakukan suatu tindakan.

STRES

  • Pengertian Stres
  • Faktor-Faktor Penyebab Stress
  • Dampak Stress Dalam Organisasi
  • Manajemen Stress

Stres yang dialami seseorang biasanya selalu berkonotasi negatif karena akan mengalami hal yang kontraproduktif. Hal semacam itu yang tidak diharapkan oleh semua orang dalam keadaan apapun, apalagi di tempat kerja. Bahkan pada tingkat stres yang tinggi dalam gejala psikologis, seseorang dapat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Karena pastinya setiap orang memiliki rasa lelah yang sangat hebat dan membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan dan merilekskan tubuh setelah padatnya jadwal kerja. Hakikatnya, kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki setiap orang dapat berbeda satu sama lain.

Stres yang terjadi saat Anda bekerja kemungkinan besar terjadi karena faktor pekerjaan yang sangat berat dan menumpuk. Perasaan tidak tahan dan ingin keluar dari tekanan yang dirasakan tentunya akan menambah rasa stress yang mereka hadapi.

SIKAP

  • Pengertian Sikap
  • Sumber Sikap
  • Komponen Sikap
  • Fungsi Sikap

Komponen ini mengacu pada dimensi emosional subjektif individu, terhadap objek hubungan, baik positif (kesenangan) maupun negatif (tidak suka). Misalnya individu mengetahui bahwa suatu profesi merupakan profesi yang sangat menjanjikan, maka individu akan melakukan tindakan untuk mendapatkan profesi yang menjanjikan tersebut. Sistem lain yang dikandung individu terlihat dari sikap terhadap nilai-nilai tertentu.

Sikap ini membantu individu memahami dunia, menertibkan berbagai bentuk informasi untuk diasimilasi dalam kehidupan sehari-hari.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Anggota kelompok ini biasanya berasal dari unit yang berbeda dalam organisasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas atau proyek. Kriteria dalam proses seleksi tenaga kerja akan menentukan tenaga kerja yang akan diterima dan merupakan tenaga kerja dalam organisasi. Pertukaran informasi yang terjadi antara pengirim dan penerima tidak hanya dilakukan secara lisan atau tertulis oleh orang-orang, tetapi komunikasi yang terjadi di organisasi saat ini juga menggunakan alat komunikasi yang canggih.

Karena keberadaan konflik dalam organisasi tidak dapat dihindari, sekolah menganjurkan hubungan manusia dengan konflik dan mengakui bahwa konflik terkadang bermanfaat bagi kinerja kelompok. Struktur organisasi berurusan dengan hubungan yang relatif tetap antara berbagai tugas yang ada dalam organisasi. Rapat kelompok diagnostik biasanya hanya dihadiri oleh unit kerja tertentu dalam organisasi, yaitu antara atasan dan bawahan.

Intervensi ini disebut intervensi komprehensif karena biasanya melibatkan seluruh organisasi dan diterapkan pada semua bagian organisasi. Tujuan mempelajari perilaku organisasi adalah untuk memahami perilaku organisasi yang memprediksi dan mengontrol perilaku yang terjadi di dalam organisasi. Tujuan pertama mempelajari perilaku organisasi adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu organisasi sehingga kita dapat mengembangkan cara berpikir tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan organisasi.

Tujuan mempelajari perilaku organisasi adalah untuk memahami perilaku memprediksi dan mengendalikan organisasi yang terjadi dalam organisasi sehingga kita dapat mengembangkan cara berpikir tentang peristiwa di lingkungan organisasi.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Methodology of this research uses quantitative and to find the results of the development research presented in this discussion are, describing the process of developing a scientific