• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas 2 Metode Penelitian Bisnis - EKMA5104 - 501423257 - Suryo Ditya Aji

N/A
N/A
Suryo Ditya Aji

Academic year: 2023

Membagikan "Tugas 2 Metode Penelitian Bisnis - EKMA5104 - 501423257 - Suryo Ditya Aji"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KE-2

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAGEMENT

Nama Mata Kuliah : Metode Penelitian Bisnis Kode Mata Kuliah : EKMA5104

Tutor : Dr. Herlin Tundjung Setijaning, SE, MSi, Ak, CA

Nama : Suryo Ditya Aji

NIM : 501423257

TUGAS 2

1. Fenomena gap yang disertai dengan data sekunder dan riset gap yang diambil dari jurnal internasional, sesuaikan dengan tema tesis saudara.

2. Silakan membuat kerangka pemikiran penelitian saudara minimal 4 variabel

JAWAB :

1. Tema Tesis : “Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan BPTD Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara”

Fenomena Gap :

a. Fenomena Gap : Banyak organisasi yang mengalami penurunan kinerja karyawan meskipun telah memberikan pelatihan dan pengembangan kompetensi yang memadai.

- Data Sekunder : Menurut survei oleh Bersin by Deloitte pada tahun 2020, hanya 27%

karyawan merasa bahwa pelatihan yang mereka terima secara efektif meningkatkan kinerja mereka di tempat kerja.

- Riset Gap : Penelitian oleh Kabir dan Khan (2018) menemukan bahwa meskipun pelatihan dan pengembangan kompetensi dapat meningkatkan pengetahuan karyawan, hal itu tidak selalu menghasilkan peningkatan kinerja karena kurangnya motivasi dan dukungan dari manajemen.

b. Fenomena Gap : Meskipun karyawan memiliki motivasi tinggi, kinerja mereka tidak selalu mencapai standar yang diharapkan.

- Data Sekunder : Menurut survei oleh Gallup pada tahun 2021, hanya 36% karyawan di seluruh dunia yang terlibat secara aktif dalam pekerjaan mereka, sementara sisanya merasa tidak termotivasi atau bahkan tidak senang dengan pekerjaan mereka.

- Riset Gap : Penelitian oleh Lawal, Akinbode, dan Idowu (2020) menemukan bahwa motivasi dapat meningkatkan kinerja karyawan, tetapi faktor lain seperti tekanan kerja yang berlebihan, konflik dengan rekan kerja, dan ketidakpastian pekerjaan dapat menghambat motivasi dan kinerja.

c. Fenomena Gap : Terdapat kesenjangan antara kompetensi yang diperlukan untuk pekerjaan dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan.

(2)

- Data Sekunder : Menurut survei oleh Association for Talent Development pada tahun 2021, hanya 16% organisasi yang merasa bahwa karyawan mereka memiliki semua keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di era digital saat ini.

- Riset Gap : Penelitian oleh Saari dan Judge (2004) menemukan bahwa kesenjangan antara kompetensi yang diperlukan dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan dapat menghambat kinerja mereka. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa motivasi dapat membantu mengatasi kesenjangan tersebut dengan mendorong karyawan untuk meningkatkan kompetensi mereka.

2. Kerangka pemikiran penelitian pada tema tesis “Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan BPTD Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara”.

a. Variabel Independen : Kompetensi

Definisi : Kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan karyawan dalam melakukan tugas pekerjaan yang dibutuhkan dalam organisasi.

Contoh Indikator : Pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman kerja.

b. Variabel Independen : Motivasi

Definisi : Faktor internal atau eksternal yang mendorong karyawan untuk bekerja dengan baik dan mencapai tujuan pekerjaan mereka.

Contoh Indikator : Pengakuan, pujian, imbalan, promosi, dan lingkungan kerja yang kondusif.

c. Variabel Intervening : Kepuasan Kerja

Definisi : Persepsi karyawan tentang pekerjaan mereka dan kecocokan antara pekerjaan dan harapan mereka.

Contoh Indikator : Hubungan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, dukungan manajemen, dan gaji.

d. Variabel Dependen : Kinerja Karyawan

Definisi : Tingkat keberhasilan atau efektivitas karyawan dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan kerja yang ditetapkan.

Contoh Indikator : Produktivitas, kualitas kerja, kehadiran, dan inovasi.

Dalam kerangka pikiran ini, kompetensi dan motivasi dianggap sebagai variabel

independen yang berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan, yang pada akhirnya

memengaruhi kinerja karyawan. Variabel kepuasan kerja dianggap sebagai variabel

intervening karena ia memfasilitasi hubungan antara variabel independen dan variabel

dependen.

(3)

Daftar Pustaka :

1. Bersin by Deloitte. (2020). High-Impact Learning Organization Maturity Model:

From Training to Learning in the Flow of Work.

2. Kabir, M. R., & Khan, M. M. (2018). The impact of training and development on employee performance and effectiveness: A case study of District Five Administration Office, Bole Sub-City, Addis Ababa, Ethiopia. European Journal of Training and Development, 42(1/2), 56-71.

3. Gallup. (2021). State of the Global Workplace.

4. Lawal, F. A., Akinbode, A. O., & Idowu, A. A. (2020). The impact of motivation on employee performance in the public sector of Nigeria. Journal of Applied Economic Sciences, 15(3), 102-112.

5. Association for Talent Development. (2021). State of the Industry Report:

Upskilling and Reskilling.

6. Saari, L. M., & Judge, T. A. (2004). Employee attitudes and job satisfaction.

Human Resource Management, 43(4), 395-407.

Referensi

Dokumen terkait