TUGAS
MKPW PEMILIHAN MATERIAL
HALAMAN JUDUL
Disusun oleh:
Fachrizal Radya Mahendra 21050120140160
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2023
Ember
Ember adalah wadah atau suatu tempat yang biasanya berbentuk silinder kedap air, silinder vertikal atau kerucut terpotong atau persegi, dengan bagian atas terbuka dan dasar datar, dipasang pada pegangan berbentuk setengah lingkaran yang disebut bail atau pegangan ember. Ember biasanya merupakan wadah terbuka. Sebaliknya, ember terkadang memiliki bagian atas atau penutup dan digunakan sebagai wadah pengiriman. Dalam penggunaan umum, kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian.
Kegunaan Ember
1. Menyimpan dan Mengangkut Air
Salah satu penggunaan paling umum ember adalah untuk menyimpan dan mengangkut air dari sumber ke tempat yang dibutuhkan, seperti mengisi bak mandi, menyiram tanaman, atau membersihkan.
2. Rumah Tangga
Ember plastik adalah peralatan rumah tangga yang serbaguna. Dapat digunakan untuk mencuci lantai, mencuci mobil, menyimpan, atau berbagai tugas rumah tangga lainnya.
3. Penggunaan Industri
Ember logam atau plastik digunakan dalam berbagai industri untuk mengangkut, menyimpan, atau mencampur bahan-bahan berbahaya atau cairan kimia.
4. Transportasi Bahan
Ember digunakan dalam industri konstruksi dan manufaktur untuk mengangkut bahan-bahan seperti pasir, semen, atau batu bata.
Jenis Ember
Ember ada dalam berbagai jenis, bentuk, dan ukuran yang dirancang untuk berbagai kegunaan. Di bawah ini adalah beberapa jenis ember yang umum:
1. Ember Plastik
tangga. Mereka ringan, terjangkau, dan tersedia dalam berbagai warna dan ukuran.
Ember plastik biasanya digunakan untuk menyimpan dan mengangkut air, membersihkan, atau bermain di pantai. Harga ember plastik berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 30.000.
2. Ember Logam
Ember logam, seperti baja, aluminium, atau besi cor, tahan terhadap panas dan sangat tahan lama. Sering digunakan untuk memadamkan api, menyimpan bahan-bahan berbahaya, atau keperluan industri. Harga ember plastik berkisar antara Rp 68.000 hingga Rp 100.000.
3. Ember Konstruksi
Ember konstruksi sangat kuat dan tahan lama, dan sering digunakan dalam konstruksi untuk menyimpan dan mengangkut material seperti semen atau pasir. Harga ember plastik berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Cara Membuat Ember
Cetak injeksi pada polikarbonat merupakan metode yang paling lazim digunakan dalam memproduksi ember. Dikarenakan polikarbonat memiliki viskositas yang tinggi, maka dibutuhkan temperatur yang tinggi dalam proses produksi untuk mereduksi sifat tersebut.
Dalam proses ini, polikarbonat yang telah mencair akan disuntikkan ke dalam mold dengan tekanan tinggi. Polikarbonat tersebut kemudian akan mencapai bentuk dan karakteristik sesuai desain ketika mold telah mendingin. Metode cetak injeksi pada polikarbonat biasanya digunakan untuk memproduksi botol, piring, dan sebagainya.
Langkah-langkah Membuat Ember:
1. Desain Ember
Rencanakan desain ember yang diinginkan, termasuk ukuran, bentuk, dan fitur-fitur khusus seperti gagang atau tutup.
2. Pemilihan Polimer
Pilih jenis polimer yang sesuai dengan kebutuhan ember Anda. Pastikan polimer yang Anda pilih tahan terhadap air dan tahan lama.
3. Pemanasan Polimer
Polimer dipanaskan dalam mesin injeksi molding hingga mencapai suhu yang sesuai sehingga menjadi cair.
4. Injeksi Polimer
Polimer cair disuntikkan ke dalam cetakan dengan tekanan yang tepat. Cetakan harus memiliki bentuk yang sesuai dengan desain ember yang diinginkan.
5. Pemadatan Polimer
polimer dalam cetakan dan memastikan bahwa ia mengikuti bentuk cetakan dengan baik.
6. Pendinginan
Setelah polimer telah membeku dalam cetakan, ember perlu didinginkan untuk mengkristal dan mengeras. Proses pendinginan biasanya dilakukan dengan mengalirkan udara dingin atau menggunakan air dingin.
7. Pemisahan dari Cetakan
Setelah ember terbentuk dan dingin, itu harus dipisahkan dari cetakan. Proses pemisahan biasanya melibatkan mekanisme atau sistem khusus pada mesin injeksi molding.
8. Pemeriksaan Kualitas
Periksa ember yang telah dibuat untuk memastikan tidak ada cacat atau retak.
Pastikan ember tahan terhadap air dan sesuai dengan desain yang diinginkan.
9. Ember dapat di-finishing dengan menambahkan gagang, tutup, atau fitur lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Pembuatan ember biasanya dilakukan oleh produsen plastik yang memiliki peralatan dan mesin yang sesuai. Proses ini memerlukan pengetahuan teknis tentang jenis polimer yang digunakan, desain cetakan yang tepat, dan proses injeksi molding yang benar. Juga, penting untuk mematuhi regulasi keselamatan dan lingkungan yang berlaku dalam proses pembuatan plastik-polimer.
Material Ember
Ember yang paling sering digunakan biasanya terbuat dari berbagai jenis polimer yang tahan terhadap air, dan tahan lama karena harganya yang lebih murah dibandinginkan dengan material ember lainya. Beberapa jenis material polimer yang sering digunakan untuk ember meliputi:
1. Polyethylene (PE)
Polyethylene adalah jenis plastik yang umum digunakan untuk membuat ember. Ini terdiri dalam dua bentuk, yaitu:
Polyethylene Berdensitas Rendah (LDPE)
LDPE adalah plastik yang cukup fleksibel dan tahan terhadap keretakan. Ini membuatnya cocok untuk ember dengan pegangan yang lebih lentur.
Sifat LDPE: kuat, tembus cahaya, fleksibel, dan dapat didaur ulang.
Polyethylene Berdensitas Tinggi (HDPE)
HDPE adalah plastik yang lebih keras dan tahan terhadap kerusakan fisik. Ini umumnya digunakan untuk ember yang lebih tahan lama.
Sifat HDPE: tidak tembus air, tidak berbau, tahan panas dan tahan benturan.
2. Polypropylene (PP)
digunakan untuk ember yang akan digunakan dalam konteks yang memerlukan ketahanan terhadap bahan kimia atau panas, seperti ember untuk membersihkan lantai dengan pembersih kimia.
Sifat PP: ringan karena memiliki densitas sebesar 0,90-0,92 g/cm3, memiliki kekerasan dan kerapuhan paling tinggi serta bersifat kurang stabil terhadap panas.
3. Polycarbonate (PC)
Polycarbonate adalah plastik yang sangat tahan terhadap keretakan dan benturan. Ini biasanya digunakan untuk ember yang akan digunakan di lingkungan yang kasar atau dalam situasi di mana perlindungan terhadap kerusakan fisik sangat penting.
Sifat PC: kuat, stabil, transparan, 250% lebih kuat dari kaca, mudah dibentuk, tahan panas dan dingin.
4. PVC (Polyvinyl Chloride)
PVC adalah plastik yang tahan terhadap air dan kimia. Ini digunakan untuk ember yang sering digunakan dalam aplikasi yang melibatkan bahan kimia atau cairan berbasis air.
Sifat PVC: Kekuatan benturannya baik, mudah terdegradasi akibat panas dan cahaya, mudah disintesis, bentuknya serbuk putih sehingga mudah diolah, mudah larut dalam suhu kamar serta tidak mudah terbakar.
Kesimpulan
Menurut saya material polimer adalah pilihan yang baik untuk ember jika mengutamakan daya tahan yang baik terhadap keretakan. benturan, bobot yang ringan, dan harga yang terjangkau. Memilih ember polimer juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan ember yang terbuat dari bahan lain, seperti logam atau kayu. Berikut adalah beberapa pertimbangan memilih ember polimer:
1. Ketahanan terhadap korosi: Ember polimer umumnya tahan terhadap korosi dan karat.
Anda tidak perlu khawatir tentang ember berkarat atau berubah bentuk akibat paparan air atau cuaca.
2. Ringan: Ember polimer jauh lebih ringan daripada ember logam atau keramik. Hal ini membuatnya mudah diangkut dan digunakan oleh berbagai orang, termasuk anak- anak dan orang tua.
3. Ketahanan terhadap bahan kimia: Beberapa jenis ember polimer sangat tahan terhadap bahan kimia agresif. Ini membuatnya cocok untuk penggunaan industri atau laboratorium yang melibatkan manipulasi zat berbahaya.
4. Harga Terjangkau: Ember polimer biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan ember logam atau keramik yang serupa dalam kapasitas. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis.
5. Tahan lama: Ember polimer biasanya tahan lama dan tidak mudah pecah atau retak.
Mereka dapat bertahan dalam penggunaan sehari-hari dengan baik.
6. Desain Variasi: Ada banyak variasi desain dan fitur tambahan yang tersedia untuk ember polimer, seperti pegangan yang nyaman, tutup, dan warna yang beragam. Ini memberikan fleksibilitas dalam memilih ember sesuai dengan preferensi Anda.
7. Keamanan Makanan: Beberapa ember polimer dirancang khusus untuk keperluan makanan dan memenuhi standar keamanan makanan yang ketat. Ini membuatnya aman digunakan dalam situasi yang melibatkan makanan atau minuman.
8. Faktor Lingkungan: Ember polimer dapat dibuat dari bahan daur ulang, dan beberapa di antaranya ramah lingkungan. Ember bahkan dapat didaur ulang setelah pemakaian.
9. Isolasi Termal: Beberapa ember polimer memiliki sifat isolasi termal yang baik, menjaga suhu cairan di dalamnya lebih lama, seperti es atau air panas.