PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Berpikir Kritis Dalam Kebidanan Dosen Pengampu : Ibu Sri Widatiningsih.,M.Mid,Bdn
Kelompok 9 :
Firda Steviana (P1337424520015) Nur Khofifah Taufik (P1337424520019)
PROGRAM STUDI KEBIDANAN MAGELANG PROGRAM SARJANA TERAPAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2024
Kasus : Ny.Novia, 36 tahun, G5P4A0, diketahui hamil 3 bulan karena kegagalan KB pil (tidak teratur minum pil KB). Anak pertama usia 14 tahun, anak terkecil berusia 1,5 tahun. Ia dan suaminya tidak siap untuk menambah anak karena masih ada 1 balita dirumah, dan juga merasa berat secara ekonomi. Mereka sepakat ingin menggugurkan kehamilan tersebut.
Kemudian mereka datang kepada anda sebagai bidan PMB untuk konsultasi tentang rencana menggugurkan kehamilan Ny.Novia.
Lakukan proses pengambilan keputusan (Langkah 1 s/d 4 saja) : - Identifikasi kondisi yang dihadapi Novia.
- Susunlah daftar kehendak dan alternatif-2 keputusannya.
- Untuk setiap alternatif keputusan, tuliskan konsekuensinya (positif maupun negatif).
- Berikan saran keputusan untuk Ny Novia dan suami.
Jawaban :
A. Langkah I : Identifikasi kondisi Ny. Novia
Ny. Novia mengalami kegagalan KB pil dan hamil 3 bulan sedangkan masih mengasuh balita serta keberatan secara ekonomi sehingga ingin menggugurkan kandungannya.
B. Langkah II : Daftar keinginan dan alternatif Keputusan 1. Daftar Keinginan : Menggugurkan kehamilan 2. Alternatif Keputusan :
Alternatif 1 : Melanjutkan kehamilan dan merawat anak ke-5
Alternatif 2 : Melanjutkan kehamilan dan mengadopsikan anak ke-5 Alternatif 3 : Menggugurkan kehamilan
C. Langkah III : Daftar konsekuensi setiap alternatif
1. Alternatif 1 : Melanjutkan kehamilan dan merawat anak ke-5 a) Konsekuensi positif :
1) Menambah anggota keluarga baru
2) Meningkatkan ikatan keluarga dengan anggota keluarga yang banyak b) Konsekuensi negatif :
1) Menjadikan beban tambahan secara finansial
2) Menjadikan beban fisik pada ibu karena harus mengurus balita dan bayi dalam satu waktu bersamaan
3) Mengakibatkan resiko kesehatan yang serius pada ibu dan bayi 2. Alternatif 2 : Melanjutkan kehamilan dan mengadopsikan anak
a) Konsekuensi positif :
1) Memberikan kesempatan pada pasangan yang mengidamkan bayi (memiliki anak) untuk diasuh menjadi bagian dari keluarganya 2) Menghindari prosedur medis aborsi/pengguguran kehamilan b) Konsekuensi negatif :
1) Persiapan fisik dan emosional ibu dalam menjalani kehamilan dan persalinan anak ke-5
2) Proses adopsi anak dapat memakan waktu yang panjang 3. Alternatif 3 : Menggugurkan kehamilan
a) Konsekuensi positif :
1) Menghindari beban tambahan dalam perawatan anak
2) Mengurangi dan menghindari resiko yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi pada proses kehamilan maupun persalinan
3) Mengatasi ketidaksiapan keluarga secara finansial dan emosional b) Konsekuensi negatif :
1) Potensi beban emosional dan psikologis pada Ny. Novia dan suami 2) Resiko komplikasi medis dari tindakan aborsi/penghentian kehamilan 3) Isu moral dan etik masyarakat terkait penghentian kehamilan
4) Mengurus persetujuan dan administrasi membutuhkan waktu
5) Terdapat penolakan dari saudara, kerabat dan anak Ny. Novia dan suami D. Langkah IV : Saran
Saran keputusan dapat didasarkan pada pertimbangan kondisi ekonomi, kesehatan, psikologis dan kebutuhan finansial. Dalam kasus ini, menggugurkan kehamilan mungkin menjadi pilihan terbaik mengingat kondisi yang dihadapi maka disarankan untuk melakukan Penghentian Kehamilan/ Aborsi Legal.
Alasan:
1. Keluarga sudah memiliki 4 anak dengan rentang usia yang cukup lebar.
2. Merawat anak ke-5 akan menambah beban secara finansial dan emosional.
3. Menghindari risiko kesehatan tambahan bagi ibu dan bayi.
4. Memberi kesempatan bagi keluarga untuk fokus pada perawatan balita yang ada.
Selain itu, penting juga untuk memberikan dukungan emosional dan informasi tentang langkah-langkah setelah menggugurkan kehamilan, termasuk kontrasepsi yang lebih andal agar kejadian serupa tidak terulang.
Keputusan akhir adalah hak mutlak dari Ny. Novia dan suaminya serta memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi dan nilai-nilai keluarga.