Tugas Psikologi Belajar Matematika Mengamati Keponakan Saya
Pada awal cerita ini saya ingin memperkenalkan subjek orang yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Orang yang saya amati ada 2 orang yakni kakak beradik bernama Salsabila Durratun Nasikhah yang biasa dipanggil mbak Bila dan adeknya yang Bernama Isnaini Najla Zahrotus Syifa yang biasa dipanggil dek syifa. Mereka adalah kakak beradik dengan selisih beda 6 tahun.
Bila saat ini berada di bangku kelas 11 MA di Madrasah Aliyah 1 Negeri Boyolali dan mengambil jurusan Agama, Sedangkan Syifa saat ini masih kelas 6 di Mi Baitul Huda yaitu tepatnya berada didesa saya. Sebelumnya Bila dan Syifa ini adalah keponakan saya dan orang tuanya adalah sepupu saya yaitu Ibu Asiyah dan Bapak Teguh. Ibu Asiyah dan Bapak Teguh merupakan sama sama seorang guru. Ibu asiyah merupakan guru di MI Baitul Huda yang mengajar pelajaran agama, sedangakan Pak Teguh merupakan seorang guru yang mengajar di SMA Negeri 1 cepogo dan tepatnya mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Saya memilih mereka sebagai objek pada tugas ini karena mereka sama sama kakak beradik yang dikenal dengan sama sama pintar dan pandai dalam, tetapi saya pernah mendengar mereka juga sama sama tidak suka dengan pelajaran matematika. Oleh karena itu saya memilih mereka berdua.
Minggu ke 1(7 Mei 2023)
Awal mula saya hanya ingin mengamati mbak Bilanya saja, Karena menurut saya yang dewasa akan lebih mudah Ketika untuk di amati, tetapi kemudian saya terfikirkan untuk mencoba anak kecil yang kemudian dek syifa ini saya pilih untuk saya amati sekalian. Mulanya saya menyanyai mbak Bila dengan menggunakan via whats up dengan pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan kepada dia dan belum bisa bertemu karena saya di pondok. Dengan pertanyaan yang sama, Saya suruh Bila untuk menanyakan pertanyaan tadi ke syifa. Saya menggunakan via whats up karena saya di pondok. Pertanyaan yang saya berikan yaitu “kamu seneng nggak matematika”, “Terus apa yang membuat kamu tidak senang matematika” kemudian jawaban dari bila adalah tidak suka matematika karena Dia tidak suka, Alasan Dia yaitu karena Dia tidak suka dan katanya bawaan saat sejak MI. Kemudian jawaban dari Syifa adalah Dia juga tidak suka dengan matematika, alasanya yaitu karena Dia tidak bisa, sehingga dia males dengan pelajaran matematika. Kemudian saya tanyakan hal-hal yang membuat mereka senang matematika itu saat apa saja. Jawaban dari bila yaitu saat pelajaran diterangkan oleh guru dan paham, jawaban dari Syifa yaitu juga sama. Kemudian saya dapati poin yang saya temukan dalam kesulitan mereka yaitu karena mereka tidak bisa. Oleh karena itu Saya suruh mereka untuk belajar dengan Latihan soal-soal matematika agar bisa, sehingga kalau bisa mereka akan suka dengan matematika.
Minggu ke 2(9 Mei)
Pada minggu ke 2 saya hanya menannayai kepada mereka bagaimana matematikanya melalui via whats up telfon. Dan kemudian jawaban nya masih sama, yang mbak bila yaitu masih sulit dan yang dek syifa juga masih sulit, untuk faktornya pun juga masih sama yaitu males dan merasa
tidak bisa. Saya sudahi pertanyaan kepada mereka, karena memang butuh waktu sehingga saya cukupkan untuk itu saja.
Minggu ke 3(13 Mei 2023)
Pada minggu kedua ini saya pulang kerumah karena ada acara dirumah sehingga Saya bisa sekalian untuk mengamati keponakan saya ini secara langsung. Pada awal yang saya tanyakan saat minggu kedua adalah bagaimana perkembangan pelajaran matematinya, apakah semakin membaik atau masih sulit. Kemudian mbak Bila menjawab katanya masih sulit karena memang belum menguasai materi, dek syifa juga menjawab yaitu katanya perkembanganya dalam belajar matematika juga masih sulit karena materi yang diajarakan banyak dan masih suasana ujian akhir. Kemudian saya cerita kenapa saya menyukai matematika agar ada sedikit motivasi terhadap mereka berdua. Yang saya ceritakan yaitu saya suka matematika karena saat menemukan jawaban dengan soal yang sulit, akan membuat hati lebih senang dan pastinya bangga. Kemudian Bila juga cerita kalau dia sebenarnya paham matematika Ketika guru yang menjelaskan itu enak untuk dipahami, karena menurut Dia yang diajarkan guru sama contoh yang diberikan guru setelah selesai pelajaran berbeda, sehingga dia kurang mampu untuk menjawab soal soal dari gurunya. Syifa juga cerita bahwasanya Dia sedikit senang dengan matematika karena guru yang mengajarkan Dia pelajaran matematika orangnya asik sehingga dia enjoy untuk mengikuti pelajaran matematika. Point yang saya dapatkan dalam minggu kedua ini adalah yaitu mereka sebenarnya mampu dalam pelajaran matematika, tetapi ada faktor yang menghambat mereke seperti males ketika sudah terfikirkan kalau matematika sulit. Oleh karena itu saya menyampaikan untuk terus belajar dan belajar dengan metode yang untuk mereka itu mmebuat nyaman sehingga enjoy dan paham ketika sedang pembelajaran
Minggu ke 4(14 Mei)
Melanjutkan cerita sebelumnya, setelah 1 hari hanya menannyai mereka tentang perkembanganya dan sedikit memberi motivasi kepada mereka, kemudian saya Kembali menemui mereka dan menawarkan kepada mereka untuk saya bantu soal soal mana yang sulit dan mengajak mereka untuk belajar agar lebih paham. Tetapi yang bisa hanya dek syifa karena mbak bila mau pergi kata dai. Kemudian saya tanyakan kepada dek syifa soal soal mana yang sulit, kemudian dek syifa memberi soal tentang median, kemudian saya ajarakan dia dengan menjawab soal yang sulit tadi dengan menjelaskan kepada dek syifa. Saya senang karena dia langsung nyambung dan paham dengan apa yang saya ajarkan. Kemudian saya lanjut soal soal berikunya hingga selesai sekitar 3 sampe 5 soalan, kemudian setelah selesai, saya tanyakan kepada dia bagaimana Sekarang, kemudian dia menjawab mendingan daan berterima kasih kepada saya. Kemudian saya menimpulkan bahwasanya ketika proses mengajari dia saya menemukan dia itu bisa karena dalam proses belajar matematika yang tadi sudah dilakukan, dia sedikit agak sehingga menurut saya dia hanya malu bertanya kepada gurunya.
Minggu ke 5(16 Mei)
Saya melanjutkan observasi yang saya lakukan kepada mbak bila dan dek syifa. Saya melanjutkan observasi kepada mereka melalui via whats up karena saya di pondok. Saya mengajak mereka untuk bertelepon dan mengajak untuk belajar matematika lagi. Kemudian yang mau hanya mbak bilanya saja karena memang waktu itu ada tugas untuk yang dikerjakan, dek syifa tidak bisa karena sedang mengaji di TPA. Kemudian saya meminta kepada mbak bila soal mana yang mau dikerjakan. Kemudian mbak bila memberi saya soal dan manakah yang ditanyakan, mbak bila menanyakan materi mengenai turunan dan kemudian saya mengajarkan dan menjelaskan melalui telefon. saya mengajarakan kepada dia hanya sebentar karena mbak bial juga mau pergi untuk membeli baju. Setelah selesai mengajarkan walaupun hanya sebentar, saya bersyukur karena dia mau berusaha walaupun agak sulit, kemudian saya bilang kepada untuk terus semangat waaupun sulit, saya ajarkan bahwasanya matematika itu gampang dan dia menjawab iya insyaAllah, dan setelah selesai semuanya saya menyudahi teleponnya.
Minggu ke 6(20 Mei)
Pada minggu ini saya kembali pulang kerumah karena bertepatan dengan acara lagi. Saya menemui Kembali mbak Bila dan dek syifa. Saya menanyai kepada mereka yaitu bagaimana perkembangan belajar matematikamu. Kemudian jawaban dari mbak Bila yaitu agak mendingan karena pada minggu ini Dia bisa memahami materi yang ajarkan gurunya. Dia merasa lebih percaya diri apabila dia bisa dan paham dengan yang diajarkan gurunya. Mbak Bila cerita bahwasanya kemaren Dia maju kedepan kelas dan bisa menjawab pertanyaan dari gurunya.
Kemudian jawaban dari mbak Syifa yaitu Dia merasa lebih baik karena dia belajar matematika dengan enjoy. Kemaren dia cerita bahwasanya guru yang mengajarkan dia orangnya asik, sehingga setalah melihat guru dengan metode yang asik dia juga mencoba untuk belajar matematika dengan asik atau enjoy. Kemudian saya pulang karena mau melanjutkab belajar dengan mereka besok.
Minggu ke 7(21 mei)
Setelah menyanyakan pertanyaan dan mendapat jawaban dari mereka berdua kemaren, saya kemudian mengajak mereka untuk belajar dana saya bantu manakah yang masih agak sulit dengan materi. Kemudian yang dek Syifanya lagi yang mau, karena ada materi yang sulit kata dek Syifa, untuk yang mbak Bila katanya materinya minggu ini tidak terlalu sulit. Kemudian saya mengajarkan dan membantu sedikit materi yang menurut dek Syifa agak sulit. Saya mengajarkan materi mengenai mean setekah kemaren mangajarakan median, saya matai yang dek syifa ini pemahamanya cukup bagus sehingga dia cepat paham. Saya melihat dek syifa cepat bisa karena yang sebelumnya dia malu bertanya sekarang dia tidak malu, dan melihat mendengar cerita dia bahwasanya gurunya juga enjoy membuat itu menjadi faktor juga dia cepat paham.
Setelah selesai saya saya kembali untuk siap-siap balik ke Jogja lagi.
Minggu ke 8(25 mei)
Pada minggu ini saya menawarkan kepada mbak bilanya saja untuk saya ajak belajar matematika lagi melalui via telefon lagi karena saya di pondok. Kemudian mbak bila mau, dia memberikan saya soal mengenai limit dan saya ajarkan jawabannya. Saya melihat Ketika proses dia Ketika sedang menyelesaikan soal yaitu dia paham tetapi kadang dia tiba tiba lupa, dan kemudian saya mengajarkan limit lagi sekitar 3 soalan, dan yang saya senang karena dia sekarang lebih kelihatan suka dibanding sebelumnya selama proses pengamatan ini. Dia paham yang saya ajrakan dan katanya emang mendingan, setelah selesai 3 soal saya cukupkan dan bilang kepada dia untuk terus Latihan soal karena membuat lebih mudah dengan berlatih soal secara terus menerus.
Minggu ke 9(28 Mei)
Pada minggu yang ke 9 ini saya hanya mengamati dengan via whats up dengan telfon saja karena tidak pulang kerumah. Saya menanyakan kepada mbak bila untuk perkembangan matematikanya bagaimana, dan saya juga menanyakan kepada dek Syifa. Jawaban dari mbak Bila
“Alhamdulillah baik mas,”. Jawaban dari dek syifa juga agak mirip yakni “seneng mas, minggu ini aku bisa materi yang diajarkan guru, karena guruku memberi motivasi dan soal soal yang menarik” kata dek syifa. Kemudian saya tanyakan kepada mbak bila dan dek syifa faktor yang membuat jawaban itu apa, kemudian mbak bila menjawab faktor yang pertama mungkin semangat yang tinggi karena dia ingin mendapat nilai yang bagus untuk UAS sehingga dia semangat untuk itu, kemudian yang kedua katanya mungkin mtoivasi dari orang tua karena itu juga menambah dia lebih semngat sehingga perkembangan nya baik. Kemudian jawaban dari dek syifa yaitu faktor yang membuat dia seneng yaitu gurunya karena soal yang menarik dan motivasi orang tua. Saya mengucap alhamdulillah kepada mereka berdua karena perkembangan nya baik semuga dapat di tingkatkan dan bisa istiqomah lagi kata saya kepada mereka berdua.
Kesimpulan
Untuk mbak bila dan dek syifa ini yang awalnya tidak suka matematika karena males, bawaan dari mi, ngaak bisa, sulit materimya, alhamdulillah perkembanganya baik karena beberapa faktor yaitu motivasi dari orang tua dan guru, semangat Kembali, metode guru juga menarik, faktor yang dek syifa. dan yang mbak bila juga karena dia orang yang semangat sehingga dia bisa dan terus berusaha dan motivasi orang tua yang membuat dia lebih semangat. Saya bersykur karena progress mereka menjadi bagus karena faktor faktor yang disebutkan tadi. Oleh karena itu saya menympulkan bahwasanya bila seseorang tidak menyukai matematika mungkin karena ada pikiran yang itu hanya membuat tidak yaqin akan dirinya bisa, padahal bisa apabila orang tersebut mau berusaha dengan sungguh sungguh dan menghilangkan bahwasanya pikiran matematika itu sulit bisa di hilangkan.