• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tunas Baru Sulawesi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tunas Baru Sulawesi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

128 Tenriani T, Rusdiah Hasanuddin, Rosida Maedina

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP PENGENDALIAN BIAYA PADA PT. TUNAS BARU SULAWESI DI GOWA

Tenriani T1, Rusdiah Hasanuddin2, Rosida Maedina3

SekolahTinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

ABSTRACT

The aim of this research is to find out the implementation of accountancy liability on budget control at PT.

Tunas Baru Sulawesi. The method used in this research was descriptive method. The data collection techniques were interview, documentation and observation. Technique of data analysis applied was qualitative. The result of this research showed that the implementation of accountancy liability and budget control has not been done well. It was caused by some budget expenditure were over the budget. Therefore the analysis should be done on the unbeneficial deviations then recommend the material deviation that occurs.

Keywords: liability accountancy, budget control.

PENDAHULUAN

Era globalisasi mempunyai dampak dalam dunia ekonomi. Saat ini, persaingan yang terjadi dalam dunia ekonomi sudah semakin ketat diantara perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pangsa pasar yang dibidiknya. Dengan adanya globalisasi maka dunia usaha mau tidak mau didorong untuk mencapai suatu organisasi yang efektif dan efisien. Perusahaan harus mulai mengelola kegiatan operasionalnya, memperbaiki proses bisnis dan mempersiapkan secara matang agar perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif sebagai upaya perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya, baik domestik maupun internasional, agar dapat terus bertahan dan bersaing dalam dunia ekonomi yang semakin kompetitif, strategi management mutlak sangat dibutuhkan.

Management berupaya untuk meningkatkan kinerja dan melakukan pengendalian terhadap biaya-biaya yang akan dikeluarkan agar tujuan perusahaan dapat berjalan sebagai mana diharapkan. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu sistem pengendalian management di dalam perusahaan.

Akuntansi pertanggungjawaban sebagai suatu sistem yang digunakan untuk mengukur setiap hasil yang dicapai oleh pusat pertanggungjawaban sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh para manajer guna membantu dalam mengoperasikan pusat

pertanggung jawaban mereka. Akuntansi pertanggungjawaban dapat dijadikan suatu sistem kontrol yang penting sebagai sumber informasi guna memfasilitasi proses dalam pengambilan keputusan jangka pendek ataupun jangka panjang. Perusahaan yang memiliki struktur organisasi yang baik dengan sistem pendelegasian wewenang dan pembagian tanggungjawab yang jelas merupakan syarat dari penerapan akuntansi pertanggungjawaban. pelaporan yang dilakukan berupa pelaporan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berisikan informasi mengenai biaya yang berada langsung dibawah tanggung jawabnya dan dilaporkan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban.

PT. Tunas Baru Sulawesi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Developer yaitu penjualan perumahan, dan berkantor pusat di Jln. Tun Abdul Razak perumahan Bumi Aroepala Ruko 10-12 Sungguminasa Gowa, telah beroperasi selama 23 tahun terhitung sejak didirikannya tahun 1996. PT.

Tunas Baru Sulawesi ini meluaskan jaringannpya menjadi 5 cabang yang tersebar di Sulawesi selatan, cabang tersebut yaitu Pare-pare, Pangkep, Sengkang, Mandai, dan Bontomarannu.

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik mengangkat judul dan melaksanakan penelitian mengenai “Analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban

(2)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 128-136 129 terhadap pengendalian biaya pada PT. Tunas Baru Sulawesi”

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :“Bagaimanakah penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya pada PT. Tunas Baru Sulawesi ?”

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya pada PT. Tunas Baru Sulawesi.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut American Accounting Association dalam bukunya (Pura Rahman (2013:4) Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi pihak yang menggunakan informasi tersebut.

Tujuan Akuntansi Menurut Carl S.Warren, James M.Reeve, Jonathan E.Duchac, Novrys S., Devi S.Kalanjati, amir A.Jusuf dan Chaerul D.Djakman (2015:4) adalah menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan, Akuntan harus bersikap sesuai etika agar informasi yang mereka sediakan menjadi terpercaya dan oleh karena itu bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Menurut defenisi dari American Accounting Association yang dikutif oleh Sadeli (2015:2) menjelaskan bahwa akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian (pengkajian), pengukuran dan pengkomunikasikan informasi ekonomi untuk membantu para pemakai informasi dalam membuat pendapat-pendapat dan keputusan- keputusan.

Akuntansi merupakan suatu aktivitas jasa yang terdiri dari beberapa rangkaian yang akhirnya akan menghasilkan suatu informasi keuangan yang akan dibutuhkan oleh pihak- pihak tertentu untuk pengambilan keputusan.

Menurut V. Wiratna Sujarweni (2015:76).

Pertanggungjawaban adalah proses melaporkan hasil pelaksanaan pendelegasian wewenang kepada pihak atasan.pelaporan sangat diperlukan untuk mengukur pencapaian tujuan perusahaan dan kinerja orang yang diberi wewenang. Wewenang yang diterima

oleh seorang manajer akan disesuaikan dengan

tanggung jawabnya. Untuk

mempertanggungjawabkan wewenangnya, manajer harus memberikan laporan. Menurut Arief Suadi (2013:7).

Menurut Salman dan Farid (2016:108) Akuntansi pertanggung jawaban merupakan salah satu konsep akuntansi manajemen dan sistem akuntansi yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat pertanggung jawaban yang ada dalam organisasi.

Adapun pengertian dari akuntansi pertanggungjawaban menurut syamrin dalam bukunya salma dan farid (2016:108) mendefinisikan akuntansi pertanggungjawaban adalah sebagai sistem akuntansi yang digunakan untuk mengukur kinerja setiap pusat pertanggungjawaban sesuai dengan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka sebagai bagian dari sistem pengendalian manajemen.

Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang mengukur berbagai hasil yang dicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka (Juita:2014)

Menurut Maedina (2015) mengatakan bahwa pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Tujuan suatu pusat pertanggungjawaban secara individual diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan organisasi sebagai suatu keseluruhan.

Adapun jenis-jenis pusat pertanggung jawaban menurut Dwi Rachmina dan Shinta Wulan Sari (2015) antara lain :

1. Pusat biaya (Cost Center)

Pengukuran terhadap besaran biaya (masukan) yang dikeluarkan oleh pusat pertanggungjawaban.

2. Pusat pendapatan (Revenue Center) Pengukuran terhadap pendapatan yang diperoleh pusat pertanggungjawaban, misalnya pada bagian penjualan.

3. Pusat laba (Profit center)

Tanggung jawab mereka adalah lebih luas dibandingkan dengan tanggung jawab dari pusat pendapatan atau pusat biaya karena mereka bertanggungjawab atas fungsi distribusi dan manufaktur.

4. Pusat Investasi (investment center)

(3)

130 Tenriani T, Rusdiah Hasanuddin, Rosida Maedina Pengukuran atas dasar rasio antara laba dan investasi

a. ROI

b. Residual income (laba capital charge) c. Produktivitas (rasio antara keluaran

dan masukan).

Pusat pertanggungjawaban merupakan suatu bagian dalam organisasi yang memiliki kendali atas terjadinya biaya, perolehan pendapatan, atau penggunaan dana investasi (samryn 2013:259).

Pengendalian adalah suatu proses untuk mencapai sesuatu agar sesuai dengan sstandar yang sudah ditentukan oleh perusahaan, Menurut Indra Mahardika Putra (2018:19).

Pengertian pengendalian biaya menurut Simamora (2012:301) adalah sebagai berikut: “Pengendalian biaya adalah perbandingan kinerja actual dengan kinerja standar, penganalisasian selisih-selisih yang timbul guna mengidentifikasikan penyebabpenyebab yang dapat dikendalikan dan pengambilan tindakan untuk dapat membenahi atau meyesuaikan perencanaan dan pengendalian dimasa yang akan datang”.

Menurut Indra Mahardika Putra (2018:20) Terdapat 5 jenis pengendalian, yaitu :

1. Pengendalian biaya dengan Pengawasan fisik

Pengendalian seperti ini biasa dilakukan oleh pimpinan perusahaan. Pengendalian berupa perencanaan dan pengendalian Terhadap suatu perencanaan dilakukan secara langsung.

2. Pengendalian biaya dengan menggunakan catatan akuntansi historis

Pengendalian seperti ini berbeda dengan pengendalian sebelumnya karena sudah tidak lagi memungkinkan dengan mengamati dengan secara fisik.

Pengendalian seperti ini membutuhkan sebuah pecatatan historis untuk dapat merencanakan dan mengendalikan kegiatannya dari periode ke periode.

3. Pengendalian biaya dengan menggunakan anggaran statis dan biaya standar

Dalam pengendalian seperti ini, yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan tidak lagi hanya memikirkan pelaksanaan kegiatan hanya pada tahun berjalan dan membandingkannya pada tahun sebelumnya.

4. Pengendalian biaya dengan menggunakan anggaran fleksibel dengan biaya standar Dalam pengendalian seperti ini, perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan kemudian diperbaiki dengan mengembangkan anggaran fleksibel dengan biaya standar. Anggaran fleksibel disusun untuk berbagai tingkat kepasitas yang direncanakan, sehingga anggaran ini menyediakan tolak ukur prestasi yang mendekati kapasitas sesungguhnya yang dicapai.

5. Pengendalian biaya dengan pembuatan pusat-pusat pertanggung jawaban dan penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban

Pengendalian seperti ini biasanya dilakukan didalam perusahaan dengan ukuran yang besar dan dilakukan dengan membagi kegiatannya menjadi pusat- pusat pertanggung jawaban. Perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan dilaksanaan dengan mengembangkan anggaran untuk setiap pusat pertanggung jawaban. Untuk menilai pertanggung jawaban dari manejer pusat adalah melalui prestasinya.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Berkaitan dengan judul saya mengenai analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban maka penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk menganalisis atau mendeskripsikan kejadian-kejadian yang terjadi sertai mengungkapkan hal-hal yang dihadapi sekarang.

Penelitian dilakukan dikantor Pusat PT.

Tunas Baru Sulawesi di Jln. Tun Abdul Razak Perumahan Bumi Aroepala Ruko 10-12 Sungguminasa Gowa. Dan waktu penelitian dilakukan kurang lebih dua bulan.

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2014:12) mengatakan bahwa :

1. Data kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis, kompleks, dan rinci.

(4)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 128-136 131 2. Data kuantitatif data yang berupa angka

atau bilangan yang absolut dapat dikumpulkan dan dibaca relative lebuh mudah berupa data laporan pertanggungjawaban (sunyoto 2013:21).

Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2014:146- 147) dijelaskan dalam bukunya bahwa :

1. Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli ( tidak melalui media prantara). Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individual atau kelompok.

2. Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh penelitian secara tidak langsung melalui media prantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumentar) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik wawancara,dokumentasi, dan obseravasi

Metode analisis data yang digunkana dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif yaitu menggambarkan suatu kejadian yang diteliti melalui data yang terkumpul sebagaimana adanya, dan hasil penelitian ini kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Anggaran merupakan suatu rencana kegiatan yang ditulis dan dinyatakan dalam satuan uang. Anggaran sebagai pedoman kerja bagi setiap tingkatan manajemen dan merupakan alat kontrol bagi general manajemen perusahaan untuk menilai prestasi yang dicapai oleh seseorang berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

PT. Tunas Baru Sulawesi telah melibatkan setiap manejer dengan tujuan sebagai perencanaan serta pengendalian keuangan didalm suatu perusahaan. Dengan ini, yang dilakukan bagian sarana dan prasarana dalam membuat laporan realisasi anggaran didalam PT. Tunas Baru Sulawesi adalah sebagai berikut:

Tabel 1.

Laporan Analisis Anggaran Type 62

Perumahan Bumi Aroepala PT. Tunas Baru Sulawesi

No. Kegiatan Anggaran (Rp)

Realisasi Rp) 1 Pekerjaan

Persiapan 764.000 538.000 2 Pekerjaan

Galian Tanah

2.712.784, 67

2.367.447.

00 3 Pekerjaan

Pondasi

6.637.356, 00

6.297.010, 00 4 Membuat Beton

Struktur Sloef 15/20, kolom 10,20, Ring Balk 10/15

2,262,914.

67

1,728,441.

28

5 Membuat Mall Beton Sloef 10/20, kolom 10/20, Ring balk 10/15, Dan Plat entrance

1,173,500.

00

695,500.0 0

6 Pembesian Beton Struktur sloef, Kolom, Ring balk, Dan Plat Entrance

8,516,785.

84

7,513,481.

67

7 Pasangan Batako Tebal ½ Bata campuran 1 Pc: 5 Ps

12,674,95 0.20

11,273,65 7.40 8 Plesteran

Campuran 1 Pc:

4 Ps TEbal 1,5 Cm

815,055.0 0

836,600.0 0 9 Pekerjaan Acian

plesteran

571,257.0 0

465,455.0 0 10 Penebalan,

Profil, Dan Ornamen Woodplank

131,320.0

0 85,000.00 11 Pekerjaan Atap

Baja Ringan

9,736,400.

00

9,796,900.

00 12 Pekerjaan

Plafond

6,575,025.

00

5,817,225.

00 13 Pekerjaan

Pengecetan

3,079,837.

50

2,784,500.

00 14 Membuat Lantai

Flor, Setapak, Carport dan Jembatan

2,523,550.

00

2,257,750.

00 15 Pekerjaan

Membuat Septic Tank

500,000.0 0

385,000.0 0 16 Pekerjaan

Saniter Dan Air Bersih Dan Air Kotor

1,143,800.

00

1,389,500.

00 17 Pasangan Lantai

Keramik Ukuran 40x40

4,172,400.

00

3,752,000.

00

(5)

132 Tenriani T, Rusdiah Hasanuddin, Rosida Maedina No. Kegiatan Anggaran

(Rp)

Realisasi Rp) Cm R.Tidur dan

R.Dapur 18 Pasangan Lantai

Keramik Ukuran 40x40

1,169,500.

00

976,250.0 0 19 Pasangan Lantai

Keramik Ukuran 20x20 Cm Kamar Mandi

169,150.0 0

115,800.0 0

20 Pasangan Lantai Keramik Ukuran 20x25 Cm Kamar Mandi

614,270.0 0

502,520.0 0

21 Pintu, Kloset, Dan Kunci Pintu

2,231,000.

00

2,011,000.

00 22 Kusen, Daun

Pintu, Dan Jendela

14,837,00 0.00

14,157,00 0.00 23 Instalasi Listrik,

Titik Nyala Dan Aksesoris

1,471,600.

00

1,221,300.

00 24 Upah Kerja 21,948.00

0.00

21,100,00 0.00

Jumlah 106,121,6

78.41

103,696,5 64.49

Sumber : PT. Tunas Baru Sulawesi

Dari pengendalian biaya Tolak Ukur yang digunakan perusahaan untuk mengukur efisiensi adalah dengan membandingkan antara anggran dengan realisasi. Berikut ini realisasi anggaran type 62 Perumahan Bumi Aroepala PT. Tunas Baru Sulawesi Selatan.

Tabel 2.

Laporan Realisasi Anggaran Type 62 Perumahan Bumi Aropela

PT. Tunas Baru Sulawesi

N o

Keterang an

Anggaran (Rp)

Realisasi

(Rp) Selisih Pre sen tas e

% 1 Pekerjaan

Persiapan 764.000 538.000 181,000 100

%

2

Pekerjaan Galian Tanah

2.712.78 4,67

2.367.447 .00

345,307,6 7

100

%

3 Pekerjaan Pondasi

6.637.35 6,00

6.297.010

,00 340, 346. 100

%

4

Membuat Beton Struktur Sloef 15/20, kolom 10,20, Ring Balk 10/15

2,262,91 4.67

1,728,441 .28

534,473.3 9

100

%

N o

Keterang an

Anggaran (Rp)

Realisasi

(Rp) Selisih Pre sen tas e

%

5

Membuat Mall Beton Sloef 10/20, kolom 10/20, Ring balk 10/15, Dan Plat entrance

1,173,50 0.00

695,500.0

0 478,000 100

%

6

Pembesia n Beton Struktur sloef, Kolom, Ring balk, Dan Plat Entrance

8,516,78 5.84

7,513,481 .67

1,003,304 .17

100

%

7

Pasangan Batako Tebal ½ Bata campuran 1 Pc: 5 Ps

12,674,9 50.20

11,273,65 7.40

1,401,292 .80

100

%

8

Plesteran Campura n 1 Pc: 4 Ps TEbal 1,5 Cm

815,055.

00

836,600.0

0 (21,545) 100

%

9

Pekerjaan Acian plesteran

571,257.

00

465,455.0

0 105,802 100

%

1 0

Penebala n, Profil, Dan Ornamen Woodplan k

131,320.

00 85,000.00 46,320 100

%

1 1

Pekerjaan Atap Baja Ringan

9,736,40 0.00

9,796,900

.00 (60,500) 100

%

1 2

Pekerjaan Plafond

6,575,02 5.00

5,817,225

.00 757,800 100

% 1

3

Pekerjaan Pengecet an

3,079,83 7.50

2,784,500 .00

295,337.5 0

100

%

1 4

Membuat Lantai Flor, Setapak, Carport dan Jembatan

2,523,55 0.00

2,257,750

.00 265,800 100

%

1 5

Pekerjaan Membuat Septic Tank

500,000.

00

385,000.0

0 115,000 100

%

1 6

Pekerjaan Saniter Dan Air Bersih Dan Air Kotor

1,143,80 0.00

1,389,500

.00 (245,700) 100

%

1 7

Pasangan Lantai Keramik Ukuran 40x40 Cm R.Tidur dan R.Dapur

4,172,40 0.00

3,752,000

.00 420,400 100

%

1 8

Pasangan Lantai Keramik

1,169,50 0.00

976,250.0

0 193,250 100

%

(6)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 128-136 133

N o

Keterang an

Anggaran (Rp)

Realisasi

(Rp) Selisih Pre sen tas e

% Ukuran

40x40

1 9

Pasangan Lantai Keramik Ukuran 20x20 Cm Kamar Mandi

169,150.

00

115,800.0

0 53,350 100

%

2 0

Pasangan Lantai Keramik Ukuran 20x25 Cm Kamar Mandi

614,270.

00

502,520.0

0 111,750 100

%

2 1

Pintu, Kloset, Dan Kunci Pintu

2,231,00 0.00

2,011,000

.00 220,000 100

%

2 2

Kusen, Daun Pintu, Dan Jendela

14,837,0 00.00

14,157,00

0.00 680,000 100

%

2 3

Instalasi Listrik, Titik Nyala Dan Aksesoris

1,471,60 0.00

1,221,300

.00 250,300 100

%

2 4

Upah Kerja

21,948.0 00.00

21,100,00

0.00 848,000 100

%

Jumlah 106,121, 678.41

103,696,5 64.49

8,319,088 ,53

100

%

Sumber: PT. Tunas Baru Sulawesi

Berikut ini realisasi anggaran type 62 Perumahan Bumi Aroepala PT. Tunas Baru Sulawesi Selatan;

1. Realisasi Pekerjaan Persiapan sebesar 583.000 dari anggaran sebesar 764.000.

Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan sebesar 181.000 dan total kebutuhannya 4.42. Realisasi Kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan persiapan yang telah di tetapkan.

2. Realisasi Pekerjaan Tanah sebesar 2.367.477 dari anggaran sebesar 2.712.784,67. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan sebesar 345.307,67 dan total kebutuhannya 44.60. Realisasi kurang dari 100% atau melebihi anggaran pekerjaan Tanah yang telah di tetapkan.

3. Realisasi Pekerjaan pondasi sebesar 6.297.010 dari anggaran sebesar 6.637.356. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 340.346 dan total kebutuhannya 80.19. Realisasi

kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pondasi yang telah di tetapkan.

4. Realisasi Pekerjaan Beton Struktur Sloep, Kolom, Ring balk sebesar 1.728.441,28 dari anggaran sebesar 2.262.914,67. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 534.473,39 dan total kebutuhannya 41.37. Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Beton Struktur Sloep, Kolom, Ring balk yang telah di tetapkan.

5. Realisasi Pekerjaan Mall Beton Sloep 10/20, kolom 10/20, Ring Balk 10/15 dan Entrance sebesar 695.500 dari anggaran sebesar 1.173.500. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 478.000 dan total kebutuhannya 11.64.

Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Mall Beton Sloep 10/20, kolom 10/20, Ring Balk 10/15 dan Entrance yang telah di tetapkan.

6. Realisasi Pekerjaan Pembesian Beton Struktur Sloep, Kolom, Ring Balk dan Plat Entrance sebesar 7.513.481,67 dari anggaran sebesar 8.516.785,84. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 1.003.304,17 dan total kebutuhannya 166.79. Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Pembesian Beton Struktur Sloep, Kolom, Ring Balk dan Plat Entrance yang telah di tetapkan.

7. Realisasi Pekerjaan Pasangan Batako Tebal ½ Bata, Campuran 1 Pc:5 ps sebesar 11.273.657,40 dari anggaran sebesar 12.674.950,20. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 1.401.292,80 dan total kebutuhannya 3.755,89. Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Pasangan Batako Tebal ½ Bata, Campuran 1 Pc:5 ps yang telah di tetapkan.

8. Realisasi Pekerjaan Plesteran Campuran 1 Pc:4ps Tebal 1,5cm sebesar 836.600 dari anggaran sebesar 815.055. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan (21.545) dan total kebutuhannya 14.60. Realisasi kurang dari 100% atau melebihi anggaran pekerjaan Plesteran Campuran 1 Pc:4ps Tebal 1,5cm yang telah di tetapkan.

(7)

134 Tenriani T, Rusdiah Hasanuddin, Rosida Maedina 9. Realisasi Pekerjaan Acian Plesteran

sebesar 465.455 dari anggaran sebesar 571.257. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 105.802 dan total kebutuhannya 21.32. Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Acian Plesteran yang telah di tetapkan.

10. Realisasi Pekerjaan Penebalan, Profil dan Ornamen woodplank sebesar 85.000 dari anggaran sebesar 131.320. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 46.320 dan total kebutuhannya 2.35. Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Acian Plesteran yang telah di tetapkan.

11. Realisasi Pekerjaan Atap Baja Ringan sebesar 9.796.900 dari anggaran sebesar 9.736.400. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan (60.500) dan total kebutuhannya 2.349,11. Realisasi kurang dari 100% atau melebihi anggaran pekerjaan Atap Baja Ringan yang telah di tetapkan.

12. Realisasi Pekerjaan Plafond sebesar 5.817.225 dari anggaran sebesar 6.575.326,29. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 757.800 dan total kebutuhannya 235.03 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Plafond yang telah di tetapkan.

13. Realisasi Pekerjaan Pengecetan sebesar 2.784.500 dari anggaran sebesar 3.079.837,50. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 295.337,50 dan total kebutuhannya 124.89 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Pengecetan yang telah di tetapkan.

14. Realisasi Pekerjaan Membuat lantai flor, setapak, carport, dan jembatan sebesar 2.257.750 dari anggaran sebesar 2.523.550. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 265.800 dan total kebutuhannya 41.37 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Membuat lantai flor, setapak, carport, dan jembatan yang telah di tetapkan.

15. Realisasi Pekerjaan membuat septic tank sebesar 385.000 dari anggaran sebesar 500.000. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 115.000 dan

total kebutuhannya 5.00 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan membuat septic tank yang telah di tetapkan.

16. Realisasi Pekerjaan Sanitier dan Air bersih dan air kotor sebesar 1.389.500 dari anggaran sebesar 1.143.800. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan (245.700) dan total kebutuhannya 33.21 Realisasi kurang dari 100% atau melebihi anggaran pekerjaan Sanitier dan Air bersih dan air kotor yang telah di tetapkan.

17. Realisasi Pekerjaan pasangan lantai keramik ukuran 40x40cm R.tidur dan R.dapur sebesar 3.752.000 dari anggaran sebesar 4.172.400. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 420.400 dan total kebutuhannya 39.33 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pasangan lantai keramik ukuran 40x40cm R.tidur dan R.dapur yang telah di tetapkan.

18. Realisasi Pekerjaan pasangan lantai keramik ukuran 40x40cm Teras sebesar 976.250 dari anggaran sebesar 1.169.500.

Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 193.250 dan total kebutuhannya 10.97 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pasangan lantai keramik ukuran 40x40cm Teras yang telah di tetapkan.

19. Realisasi Pekerjaan pasangan lantai keramik polos 20x20cm kamar mandi sebesar 115.800 dari anggaran sebesar 169.150. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 53.350 dan total kebutuhannya 3.04 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pasangan lantai keramik polos 20x20cm kamar mandi yang telah di tetapkan.

20. Realisasi Pekerjaan pasangan lantai keramik polos 20x25cm kamar mandi sebesar 502.520 dari anggaran sebesar 614.270. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 111.750 dan total kebutuhannya 10.97 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pasangan lantai keramik polos 20x25cm kamar mandi yang telah di tetapkan.

21. Realisasi Pekerjaan pintu, kloset, dan kunci pintu sebesar 2.011.000 dari anggaran sebesar 2.231.000. Hal ini

(8)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 128-136 135 menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 220.000 dan total kebutuhannya 52.00 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan pintu, kloset, dan kunci pintu yang telah di tetapkan.

22. Realisasi Pekerjaan Kusen, Daun pintu dan jendela sebesar 14.157.000 dari anggaran sebesar 14.837.000. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 680.000 dan total kebutuhannya 34.82 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan Kusen, Daun pintu dan jendela yang telah di tetapkan.

23. Realisasi Pekerjaan instalasi listrik, titik nyala dan aksesoris sebesar 1.221.300 dari anggaran sebesar 1.471.600. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 250.300 dan total kebutuhannya 51.51 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran pekerjaan instalasi listrik, titik nyala dan aksesoris yang telah di tetapkan.

24. Realisasi Upah Kerja sebesar 21.100.000 dari anggaran sebesar 21.948.000. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan 848.000 dan total kebutuhannya 62.00 Realisasi kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran Upah Kerja yang telah di tetapkan.

Berdasarkan Laporan Analisis Anggaran type 62 Perumahan Bumi Aroepala pada PT. Tunas Baru Sulawesi Total Anggarannya sebesar 106.121.678,41 dan yang terealisasi sebesar 103.696.564,49. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan sebesar 2.426.113,92 ,maka dapat disimpulkan bahwa biaya pekerjaan yang terjadi di PT. Tunas Baru Sulawesi masih kurang efektif, Karena adanya pekerjaan yang melebihi anggaran yang sudah ditetapkan.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada PT. Tunas Baru Sulawesi mengenai penerapan akuntansi pertanggung jawaban terhadap pengendalian biaya, maka penulis menarik kesimpulan

bahwa penerapan akuntansi

pertanggungjawaban di PT. Tunas Baru Sulawesi belum berjalan secara efektif.

Akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Tunas Baru Sulawesi cukup baik. Hal ini dapat didukung oleh terpenuhnya indikator penerapan akuntansi pertanggungjawaban yaitu adanya Struktur Organisasi yang tersusun dengan baik dan jelas, anggran, dan klasifikasi kode rekening.

Pengendalian biaya yang dilakukan pada PT. Tunas Baru Sulawesi belum berjalan dengan baik. Karena ada beberapa realisasi biaya yang melampaui anggaran, dan sampai saat ini belum dilakukan penyelidikan terhadap penyimpangan karena penyelidikan tersebut dapat diketahui pada pusat biaya yang bertanggungjawab atas selisih yang telah dikeluarkan.

Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi perusahaan untuk mengadakan perbaikan dalam penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya. Adapun saran adalah sebagai berikut:

1. PT. Tunas Baru Sulawesi telah menerapkan akuntansi pertanggung jawaban dengan cukup baik, namun dalam penetapan anggaran harus lebih ditingkatkan lagi agar penyimpangan tidak terlalu tinggi.

2. Pusat petanggungjawaban sebaiknya melakukan analisis terhadap

penyimpangan yang tidak

menguntungkan dan kemudian mengajukan rekomendasi penyimpangan material yang telah terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Indiantoro N. & Supomo B. (2014).

Metodologi penelitian bisnis.

Edisi pertama. Cetakan keenam.

Penerbit: BPFE. Yogyakarta Juita R.K. (2014). Analisis Akuntansi

Pertanggungjawaban. Jurnal bisnis, Manajemen dan ekonomi.

Mahardika Indra P, (2018), akuntansi biaya, cetakan pertama, penerbit quadrant, Yogyakarta

Maedina R. (2015). Analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya pada PT (persero) pelabuhan indonesia iv cabang Makassar.

(9)

136 Tenriani T, Rusdiah Hasanuddin, Rosida Maedina Pura Rahman. (2013). Pengantar akuntansi 1 ,

penerbit erlangga . di cetak oleh PT Gelora Aksara Pratama.

Rachmina D.& Sari S.W. (2015). Akuntansi manajemen Teori dan aplikasi.

Cetakan 3. Agustus. Penerbit : polimedia publishing. Jakarta Selatan : 170-175

Suandi. A, (2013). Akuntansi biaya, edisi 2, cetakan keempat .penerbit salemba empat, Jakarta selatan Sadeli, Lili M, Haji. (2015). Dasar – dasar

akuntandi : cetakan 9. Jakarta : Bumi aksara

Salman ,farid, (2016), akuntansi manajemen.

Cetakan pertama, indeks , Jakarta . Samryn, L. M. (2012). Akuntansi Manajemen

informasi Biaya untuk mengendalikan biaya aktivitas operasi dan investasi. Edisi pertama. Kencana. Jakarta Simamora, Henny, (2012), akuntansi

manajemen, edisi 3, Jakarta: start get publisher

Sunyoto, danang. (2013). Metodelogi penelitian akuntansi. Penerbit:

Refika aditama, Bandung. Jurnal EMBA Vol.2 No.2 Juni 2014, Hal 1482-1490.diakses pada tanggal 17 Oktober 2019 pada situs Https://repository.ac.id.

STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Proposal skripsi. Makassar:

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.

Warren C.S., Reeve J.M., Duchac J.E., Suhardianto N., Kalanjati D.S., Jusuf A.A., Djakman C.D., 2015.

Pengantar Akuntansi. Edisi:25.

Cetakan 3. Penerbit: Salemba Empat: 3-4.

Wiratna. S (2015). Akuntansi Sektor Publik.

Penerbit Pustaka Baru Press, Jln.

Wonoso Km.6, RT 04, Dembiaksari, Baruretno.

Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

One of the goals of planning is the compilation of effective and measurable indicators in the development of coastal areas, namely tourism activities, especially ecotourism, increased