UJIAN AKHIR SEMESTER
Nama : UFRADY NPM : 052240091
MK : Sistem Hukum Administrasi
Publik Kelas : MAP Non Reguler Angkatan 40
1. Bagaimana sumber dan pembagian kekuasaan negara sebagai dasar penyelenggaraan fungsi pemerintahan (administrasi publik)?
2. Mengapa aparat pemerintahan (aparat administrasi publik) baru dapat melaksanakan tindakan/perbuatan pemerintahan setelah memperoleh wewenang pemerintahan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan?
3. Bagaimana karakteristik wewenang pemerintahan sebagai dasar penyelenggaraan fungsi pemerintahan oleh aparat pemerintahan (aparat administrasi publik)?
4. Bagaimana persamaan dan perbedaan antara wewenang atributif dan wewenang delegatif dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan (administrasi publik)?
5. Bagaimana persamaan dan perbedaan antara tindakan membuat keputusan (beschikking) dan tindakan membuat peraturan (regeling) sebagai tindakan/
perbuatan hukum pemerintah (administrasi publik)?
Jawaban :
1. Dalam penyelenggaraan negara pembagian kekuasaan sangat menjadi penentu dalam penyelenggaran. Dengan adanya pembagian kekuasaan menjadi pembatas dan mengontrol negara. Kekuasaan yang diatur dengan pembagian kekuasaan dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan pribadi- pribadi yang sedang menduduki kekuasaan tertinggi. Sehingga dalam penyelenggaraan negara ada yang bertugas menjadi penyelenggara/pelaksana /eksekutif, legislatif menjadi pembuat sumber hukum dalam menjadi pedoman penyelenggaran negara, serta yudikatif menjadi pengawas dalam pelaksanaan penyelenggaraan negara untuk mempertahankan penyelenggaraan sesuai dengan sumber hukum negara.
2. Sejak di amanahkan menjadi aparat pemerintahan sudah harus siap melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu dalam menjalankan tugas harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, jadi aparat pemerintahan menjadi tanggung jawabnya yaitu melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan peraturan dan jabatannya dalam pemerintahan.
3. Wewenang dideskripsikan sebagai kekuasaan hukum, dimana setiap keputusan pemerintahan harus didasarkan atas suatu wewenang. Keputusan pemerintahan oleh aparat pemerintahan yang berwenang harus didasarkan pada wewenang yang secara jelas telah teratur, dimana wewenang tersebut telah ditetapakan dalam aturan hukum yang terlebih dahulu.
4. Persamaan wewenang atributif dan delegatif adalah sama-sama cara dalam memperoleh kewenangan oleh aparat pemerintahan. Perbedaannya wewenang atributif merupakan pemberian wewenang pemerintahan oleh pembuat undang- undang kepada aparat pemerintahan. Wewenang atributif bersifat asli berasar dari peraturan perundang-undangan. Dengan kata lain, aparat pemerintahan yang memperoleh kewenangan secara langsung dari redaksi pasal tertentu dalam peraturan perundang-undangan. Dal hal penerima wewenang dapat menciptakan wewenang baru atau memperluas wewenang yang sudah ada.
Sedangkan wewenang delegatif merupakan pelimpahan wewenang pemerintahan dari satu organ pemerintahan kepada organ pemerintahan lainnya. Pada wewenang delegatif tidak ada penciptaan wewenang, yang ada hanya pelimpahan wewenang dari aparat pemerintahan yang satu ke aparat pemerintahan lainnya.
5. Beschikking dan regeling merupakan tindakan pemerintah dalam membuat peraturan perundang-undangan dan keputusan untuk mengatur hukum pemerintahan. Perbedaanya jika beschikking selalu bersifat individual dan concret, pengujiannya melalui gugatan diperadilan tata usaha negara. Dan bersifat sekali-selesai enmahlig. Sedangkan regeling selalu bersifat general dan abstract, pengujiannya untuk peraturan dibawah undang-undangan, dan selalu berlaku terus menerus.