1
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 1
Hubungan antara variabel numerik dengan kategorik Uji Statistik Beda 2 Mean
(t-test)
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 2
Uji Beda 2 Mean
Contoh kasus:
1. Seorang peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan rata-rata kadar nikotine rokok merek A (23.1mg + 1.15) dengan rokok merek B (20.0mg + 1.7)
2. Seorang peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan rata-rata kadar kolesterol penduduk desa dengan kota 3. Apakah ada pengaruh ‘program diet’ terhadap
penurunan berat badan.
Dari 10 peserta program, rata-rata berat badan sebelum melakukan program diet 95.5 kg dan sesudah 3 bulan melakukan program diet 90.5 kg.
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 3
Uji Beda 2 Mean
Alternatif penyelesaian kasus:
• Dalam uji statistik untuk melihat perbedaan rata-rata antara 2 kelompok (uji-t), ada 2 hal pokok yang harus diperhatikan :
1. Apakah ke-2 kelompok tersebut Independent atau berpasangan (paired)
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 4
Uji-t Berpasangan (Paired t-test)
Menguji perbedaan nilai rata-rata dari 2 pengukuran pada orang yang sama, pada waktu yang berbeda (Untuk kemudahan perhitungan, data ditampilkan sbb:)
No responden
Data 1 (Sebelum)
Data 2 (Sesudah)
Data-2 – Data-1 (d):deviasi
1 11 12
2 21 22
3 31 32
Mean d = ..
SD d = ..
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 5
Prosedur Uji-t Berpasangan (Paired t-test)
1. Ho
1-
2= 0 atau
d= 0
(Rata-rata perbedaan sama dengan nol) 2. Ha
1-
2 0 atau
d0 (2-tailed) berbeda
1
-
2> 0 atau
d> 0 (1-tailed)penurunan
1
-
2< 0 atau
d< 0 (1-tailed)peningkatan 3. Uji statistik t-test
4. Ho ditolak, jika:
Ha Critical Region nilai-p
(2-tailed)
1-
20 | t |
hitung> t
tabel (/2; df=n-1) atau p-value < /2(1-tailed)
1-
2> 0 t
hitung> t
tabel (; df=n-1) atau p-value < (1-tailed)
1-
2< 0 t
hitung< t
tabel (; df=n-1) atau p-value < Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 6
Prosedur Uji-t Berpasangan (Paired t-test)
5. Perhitungan:
a. Hitung perbedaan masing-masing pasangan (di= xi2– xi1) b. Hitung Mean (d) danStandar Deviasi (Sd) dari perbedaan
tersebut
c. Hitung nilai t-test
6. Keputusan: a. Bandingkan thitungdg ttabel
b. Bandingkan p-value pd (df=n-1) dg atau /2
Ho ditolak ataugagal ditolak?
7. Kesimpulan: Ada penurunan? Ada perbedaan atau tidak?
n d d
n
i
i 1
1 ) (
1 2
n d d S
n
i i d
n S t d
d
2
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 7
Aplikasi Uji-t Berpasangan (Paired t-test)
Contoh kasus: Dilakukan penelitian untuk melihat apakah ada perbedaan tekanan darah sistolik pada mahasiswa sebelum dan sesudah ujian biostatistik
Mhs sebelum sesudah beda (d)
1 110 120 10
2 90 105 15
3 100 95 -5
4 120 140 20
5 95 100 5
Mean 103 112 9
Mean beda = 9 mmHg SD beda = 9,6 mmHg
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 8
Aplikasi Uji-t Berpasangan (Paired t-test)
Jawab
• Ho 1- 2= 0 atau d= 0 (Rata-rata perbedaan sama dengan nol)
• Ha 1- 20 atau d0 (2-tailed)
• Uji statistik t-test dengan = 0.05
• Critical region (Ho ditolak, jika:
t
hitung> t
tabel (0.05/2; df=5-1)t
hitung> 2.132
• a. Hitung perbedaan
b. Hitung Meandan Standar Deviasi perbedaan:
c. Hitung nilai t:
• Nilai-p < 0.1 dan > 0.05 atau 0.1>nilai-p>0.05
• Keputusan: = 0.05Ho gagal ditolak
• Kesimpulan: Secara statistik tdk ada perbedaan tekanan darah sistolik pada mahasiswa sebelum dan sesudah ujian biostatistik
093 , 3 2 . 4 9 5 6 , 9
9
t
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 9
Uji-t Independen (Independent t-test)
Menguji perbedaan nilai rata-rata dari 2 pengukuran yang sama pada orang/kelompok yang berbeda (tidak terkait satu sama lain)
Kelompok-I Kelompok-II
11 12
21 22
31 32
Mean
1= … Mean
2= …
SD
1= … SD
2= …
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 10
Uji-t independen (Independent t-test)
Prosedur:
1. Uji kesamaan varian 2. Uji-t independen
2.1. Jika variannya sama, maka:
Lakukan Uji-t independen dengan asumsi varian sama
2.2. Jika variannya tidak sama,
Lakukan Uji-t independen dengan asumsi varian tidak sama
Pada MA ini diasumsikan varianya sama (Var beda tdk diajarkan)
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 11
Prosedur Uji-t Independen
1. Ho
1=
2(Nilia rata
2populasi-1 sama dengan populasi-2) 2. Ha (2-tailed:
1 2) atau (1-tailed:
1>
2,
1<
2) 3. Uji kesamaan varians: (uji-F)
4. Uji statistik: 4.a. Uji-t dengan asumsi varian sama
5.a. Ho ditolak jika: (critical region) 2
) 1 ( ) 1 (
2 1
2 2 2 2 1 2 1
n n
S n S S
pn
) (
) (
2 1
1 2 1
2 1
n n
S
px t x
Ha Critical Region p-value
(2-tailed) 1 2 | t | hitung> t tabel (/2; df=n1 + n2 - 2) atau p-value < /2 (1-tailed) 1> 2 t hitung> t tabel (; df=n1 + n2 – 2) atau p-value < (1-tailed) 1< 2 t hitung< t tabel (; df=n1 + n2 – 2) atau p-value <
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 12
Aplikasi Uji-t Independen
Contoh kasus: Sebuah penelitian bertujuan melihat apakah rata-rata kadar nikotin rokok jarum lebih tinggidibandingkan rokok wismilak.
Dari ambil sampel secara random, 10 batang rokok jarum dan 8 batang wismilak. Dilaporkan rata-rata kadar nikotin rokok jarum 23,1 mg dengan standar deviasi 1,5 mg sedangkan rokok wismilak 20,0 mg dengan standar deviasi 1,7 mg. Ujilah pernyataan tsb, dengan alpha 5%.
A. Uji kesamaan varian
Diketahui: n1= 10 n2= 8 x1= 23,1 x2= 20,0 s1= 1,5 s2= 1.7
• Ho 12= 22 (varian kadar nikotin rokok jarum sama dengan rokok wismilak)
• Ha 12 22 (varian kadar nikotin rokok jarum tidak sama dengan rokok wismilak)
• Derajat kemaknaan dengan =0.05
3
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 13
Aplikasi Uji-t Independen
4. Uji statistik F-test F = s
12/ s
22, dimana s
1> s
2= (1,7)
2/ (1,5)
2= 1,28
5. Critical region: Ho ditolak, jika F
hitung> F
(n1 – 1, n2 – 1; ) tabelF
tabel numerator (8 – 1)= 7
denominator (10-1)= 9
=0.05
F
tabel= 3.29
6. Keputusan: Ho gagal ditolak
7. Kesimpulan: Varian ke dua populasi adalah sama
Lakukan uji-t dengan asumsi varian sama
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 14
Aplikasi Uji-t independen
B. Uji-t independen dengan asumsi varian sama
1. Ho
1=
2(rata-rata kadar nikotin rokok jarum sama dengan rokok wismilak)Ha
1>
2 (rata-rata kadar nikotin rokok jarum lebih tinggi dari rokok wismilak)2. Uji statistik t-test dengan =0.05 t
tabel=
(alpha; df=n1 + n2 - 2)3. Critical region: Ho ditolak, jika: t
hitung> t
tabel (0.05; df=10 + 8 - 2)> 1,746 4. Perhitungan:
2 ) 1 ( ) 1 (
2 1
2 2 2 2 1 2 1
n n
S n S Sp n
)]
/ 1 ( ) / 1 [(
) (
2 1 2
2 1
n n S
x t x
p
Diketahui: n1 = 10 n2 = 8
x1 = 23,1 x2 = 20,0 s1 = 1,5 s2 = 1,7
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 15
Aplikasi Uji-t independen
B. Uji-t independen dengam asumsi varian sama 5. Perhitungan:
6. Keputusan: Ho ditolak, karena t
hitung(4,1) > t
tabel(1,746) atau karena nilai-p < 0,005
7. Kesimpulan: R
ata-rata kadar nikotin rokok jarum lebih tinggi dari rokok wismilak53 , 2 2
8 10
7 . 1 ) 1 8 ( 5 . 1 ) 1 10
(
.2 .22
Sp
1 , 4 )]
8 / 1 ( ) 10 / 1 [(
53 , 2
) 20 1 , 23
(
t
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 16
Aplikasi Paired t-test*
Contoh kasus: Suatu penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh dari chlormethiazole terhadap kadar serum prolaktin pada pria peminum alkohol. 15 orang subjek diukur kadar serum prolaktinnya sebelum intervensi dan 7 hari sesudahnya.
Apakah ada pengaruh chlormethiazole dalam menurunkan kadar serum prolaktin?
Subjek Serum Prolaktin (mV/L) Sebelum Sesudah
1 250 200
2 300 260
3 250 120
4 270 150
5 180 150
6 280 270
7 330 250
Subjek Sebelum Sesudah
8 210 230
9 160 130
10 320 260
11 240 170
12 180 200
13 280 150
14 260 220
15 300 190
Dept. Biostatistics FKM UI, 2006 page 17
*Aplikasi Uji-t independen
Contoh kasus: Sebuah penelitian bertujuan melihat perbedaan force expiratory volume (FEV) antara perokok dengan bukan perokok.
Dari 15 orang bukan perokok dilaporkan mean dan standar deviasi FEV adalah 3.42 L + 0.48 L. Sementara itu, 10 orang perokok dilaporkan mean 2.81 L dan standar deviasi 0.45 L. Lakukanlah uji statistik apakah ada perbedaan yang bermakna FEV perokok dengan bukan perokok.
Jawab:
A. Uji kesamaan varian
Diketahui: n1= 15 n2= 10 x1= 3.42 x2= 2.81 x1= 0.48 x2= 0.45
• Ho 12= 22 (Varian FEV pada populasi perokok sama dengan varian FEV pada pop bukan perokok)
• Ha 12 22 (Varian FEV di dua populasi adalah tidak sama)
• Derajat kemaknaan dengan =0.05