PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam manual Good Laboratory Practice tahun 2008, selain serum kontrol komersial, juga terdapat serum kontrol buatan sendiri yang disebut pooled sera. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 1986) menyarankan penambahan bahan pengawet etilen glikol pada serum yang dikumpulkan yang akan digunakan sebagai kontrol karena bersifat anti beku dan anti bakteri.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh penambahan etilen glikol pada pooled serum dan pooled serum tanpa penambahan etilen glikol yang disimpan pada suhu 2-8℃ diukur pada 0 hari, 18 hari penyimpanan dan 35 hari penyimpanan. untuk menganalisis stabilitas analisis kolesterol.
Tujuan Penelitian
- Tujuan Khusus
- Tujuan Umum
Untuk mengetahui kestabilan kolesterol digunakan pooled serum dengan kandungan etilen glikol dan tanpa etilen glikol, diukur pada hari 0, penyimpanan 18 hari, dan penyimpanan 35 hari pada suhu 2-8℃.
Manfaat Penelitian
- Bagi Peneliti
- Bagi Institusi Pendidikan
TINJAUAN PUSTAKA
Pemantapan Mutu
- Definisi
- Pemantapan Mutu Internal
- Pemantapan Mutu Eksternal
Penjaminan mutu laboratorium yang dilakukan oleh laboratorium meliputi penjaminan mutu internal dan penjaminan mutu eksternal. Penguatan kualitas internal meliputi beberapa tahapan yang harus dilalui sebagai berikut (Tahap Pra-analitis Sukorini.
Bahan Kontrol
- Sumber Bahan Kontrol
- Bentuk Bahan Kontrol
- Cara Pembuatan Bahan Kontrol
- Uji Homogenitas
- Stabilitas dan Penyimpanan Bahan Kontrol
Tergantung pada bentuk bahan kontrolnya, bahan kontrol terdiri dari bahan cair, bubuk padat (liofilisat), dan bahan strip. Bahan kontrol yang berbentuk bubuk padat atau strip harus dilarutkan kembali sebelum digunakan (Departemen Kesehatan, 2008). Penggunaan material kontrol jenis ini untuk memantau keakuratan pemeriksaan atau melihat perubahan akurasi.
Bahan kendali yang dianalisis adalah bahan kendali yang diketahui nilai acuan dan batas toleransinya menurut metode pemeriksaan. Jika bahan kontrol berupa serbuk padat (lyophilisate) lebih stabil dan tahan lama dibandingkan dengan bentuk cair. Bahan pengendalian buatan sendiri tidak terjamin kestabilannya, selain itu juga mempunyai resiko infeksi yang tinggi (Permenkes RI, 2013).
Sebelum digunakan, bahan kontrol dalam gelas kimia diberi perlakuan suhu yang sama dengan suhu ruangan, karena hal ini dapat mempengaruhi hasil.
Pooled Sera
Etilen Glikol
Etilen glikol juga berperan sebagai zat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri), zat antibeku, oleh karena itu WHO (1986) merekomendasikan penggunaan etilen glikol sebagai bahan pengawet pada pembuatan serum cair yang dikumpulkan (Fauziah dkk, 2019).
Akurasi dan Presisi
- Akurasi
- Presisi
- Jenis Kesalahan Pemeriksaan
- Aturan Wesgard Multirule
- Grafik Levvey-Jennings
1-3s : Baris ini mendeteksi kesalahan acak. Satu nilai kontrol berada di luar batas 3 SD. Instrumen dievaluasi untuk kesalahan acak. Aturan ini dapat diterapkan pada reject run, sehingga hasil tersebut tidak dapat dikeluarkan meskipun hanya menggunakan satu tingkat pengendalian (Permenkes RI, 2013; Siregar dkk., 2018). 2-2s: Aturan ini mendeteksi kesalahan sistematis, kontrol dinyatakan jika dua nilai kontrol pada satu level berturut-turut berada di luar batas 2SD.
Kendali juga dinyatakan jika nilai kendali pada dua level berbeda berada di luar batas 2SD (baik +2SD atau -2SD bersamaan). 4-1 : Aturan ini mendeteksi kesalahan sistematik, aturan ini dapat digunakan hanya pada satu tingkat kendali saja atau pada lebih dari satu kendali. Terdapat empat nilai kontrol berturut-turut di luar batas 1SD yang sama (sebesar 1SD atau -1SD) (Siregar dkk, 2018).
10x : Aturan ini mendeteksi kesalahan sistematis, aturan ini menyatakan bahwa terdapat 10 nilai kontrol berturut-turut pada level yang sama atau berbeda yang berada pada sisi mean yang sama, harus dilakukan perawatan instrumen atau kalibrasi kit/instrumen harus dilakukan. dilakukan (Permenkes RI, 2013; Siregar dkk., 2018).
Kolesterol
- Defini Kolesterol
- Metabolisme Kolesterol
- Jenis Kolesterol
- Penyimpanan Serum Untuk Pemeriksaan Kolesterol
- Pemeriksaan Kolesterol
Ho : Tidak terdapat perbedaan lama penyimpanan pooled serum etilen glikol dan pooled serum tanpa etilen glikol pada stabilitas skrining kolesterol. Ha : Terdapat perbedaan lama penyimpanan pooled serum etilen glikol dan pooled serum tanpa etilen glikol pada stabilitas skrining kolesterol. Sebaliknya, untuk skrining kolesterol juga dilakukan dengan menggunakan serum pooled etilen glikol yang membutuhkan pooled serum sebanyak 20 ml.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah pooled serum dengan pooled serum dan pooled serum tanpa etilen glikol. Dari tabel 4.1 diatas terlihat bahwa hasil uji homogenitas sampel pooled serum dengan etilen glikol dan pooled serum tanpa etilen glikol diperoleh P>. Kadar kolesterol pada pooled serum dengan etilen glikol stabil hingga hari ke-18, sedangkan hari ke-35 menunjukkan ketidakstabilan.
Hal ini juga menunjukkan hasil yang sama pada kontrol pooled serum tanpa penambahan etilen glikol.
Kerangka Operasional
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Subjek Penelitian
Variabel Penelitian
- Variabel Independen
- Variabel Dependen
Definisi Operasional
Bahan kontrol serum yang dikumpulkan adalah serum yang dikumpulkan yang terbuat dari beberapa serum pasien yang tersisa selama pemeriksaan, yang kemudian dibubuhi bahan pengawet etilen glikol.
Alat dan Bahan Penelitian
Cara Kerja
- Prosedur Pembuatan Pooled Sera
- Prosedur Pembuatan Pooled Sera dengan Etilen Glikol
- Prosedur Uji Homogenitas
- Prosedur Pemeriksaan Kolesterol
Telah dilakukan studi observasional analitik mengenai pengaruh lama penyimpanan pooled ethylene glikol serum dan pooled serum tanpa etilen glikol terhadap kestabilan kadar kolesterol, di laboratorium RSUD Dr. Sampel uji homogenitas terdiri dari 10 gelas serum yang dikumpulkan dengan etilen glikol dan 10 gelas serum yang dikumpulkan tanpa etilen glikol yang diambil sampelnya secara acak kemudian diuji kadar kolesterolnya. Berdasarkan grafik 4.1 terlihat rerata kadar kolesterol pada serum pooled dengan penambahan etilen glikol dan serum pool tanpa etilen glikol mengalami peningkatan dan penurunan selama 0-35 hari.
Hasil uji normalitas data Shapiro-Wilk diperoleh kadar kolesterol setelah penyimpanan 0, 18 dan 35 hari menggunakan pooled serum dengan etilen glikol. Berdasarkan Tabel 4.2 di atas, kadar kolesterol diperiksa menggunakan pooled serum kontrol dengan tambahan bahan pengawet etilen glikol dan pooled serum murni. Penelitian ini menggunakan pooled serum atau sampel serum yang ditambahkan etilen glikol dan tanpa penambahan etilen glikol (baik serum pria maupun wanita dengan nilai dalam batas normal, asalkan serum tidak lisis, tidak lipemik, tidak ikterik) dan dilakukan pemeriksaan serum. dengan perlakuan 0, 18 dan 35 hari.
Hasil yang sama juga terjadi pada serum yang dikumpulkan, yang menunjukkan kadar kolesterol tidak stabil pada hari ke-35. Fauziah, Suci; Riyani, Ani; Rinaldi, Sonny Feisal; Kurnaeni, N. Perbandingan kestabilan glukosa darah pada pooled serum yang ditambah etilen glikol dan natrium azida. Jurnal Surya Medika, Volume 1 Edisi 1. 2019) Pengaruh lama penyimpanan serum etilen glikol yang dikumpulkan terhadap kestabilan kadar asam urat.
Analisa Pengolahan Data
Alur Penelitian
Sera yang terkumpul ditambahkan etilen glikol konsentrasi 15%, kemudian dibagi ke dalam masing-masing cawan sampel yaitu 10 cawan untuk uji homogenitas 6 cawan untuk pengukuran kadar kolesterol Penyimpanan 0, 18 dan 35 hari, keduanya untuk serum yang ditampung. dengan etilen glikol dan kumpulan serum tanpa etilen glikol. Dari pemeriksaan tersebut diperoleh perbedaan yang nyata dari hari 0, 18 hari dan 35 hari dengan nilai P yang dihasilkan < 0,05 yang berarti H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan lama penyimpanan pooled etilen glikol dan pooled serum pada kadar kolesterol. stabilitas. Pada penelitian ini nilai koefisien variasi (CV) pada hari ke 0 – 35 untuk skrining kolesterol menggunakan serum pooled etilen glikol adalah antara 0,4 – 1%, sedangkan untuk screening kolesterol pada serum pooled tanpa etilen glikol nilai CV-nya adalah antara 0,4 – 1% dalam kisaran stabil.
Berdasarkan penelitian peningkatan CV terjadi pada hari ke 18 dan 35 dengan kolesterol diteliti apakah pooled serum dengan etilen glikol atau pooled serum tanpa penambahan etilen glikol dapat disebabkan oleh suhu penyimpanan, suhu penyimpanan merupakan faktor stabilitas pengendalian. materi (Muslim dkk. 2015). Kemudian dilanjutkan post hoc test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok yaitu pada hari ke 35 yaitu terjadi penurunan kadar kolesterol baik dengan pemeriksaan pooled serum dan pooled serum ditambah bahan pengawet etilen glikol. Penelitian lain mengenai pengaruh lama penyimpanan serum kumpulan etilen glikol terhadap kestabilan kadar asam urat juga menunjukkan stabil selama penyimpanan dan pemeriksaan hingga hari ke 25 dan menjadi tidak stabil pada hari ke 32 dan 39 (Pratiwi, 2019).
Stabilitas pooled serum dengan dan tanpa etilen glikol stabil hingga hari ke-18, sedangkan ketidakstabilan hasil penelitian ini terlihat pada saat penyimpanan dan pemeriksaan pooled serum etilen glikol pada hari ke-35 memberikan perbedaan yang signifikan. Terdapat perbedaan bermakna pada penelitian kolesterol menggunakan pooled serum dengan penambahan etilen glikol dan pooled serum tanpa penambahan etilen glikol yang disimpan 0 hari, 18 hari dan 35 hari pada suhu 2-8℃ yang ditandai dengan pooled serum dengan etilen glikol. dan serum yang dikumpulkan tanpa etilen stabil hingga hari ke 18 dan menjadi tidak stabil pada hari ke 35 dengan P <0,05. Uji stabilitas serum kontrol komersial dan kumpulan serum terhadap uji aktivitas enzim serum glutamat piruvat transaminase.
HASIL PENELITIAN
Kadar Kolesterol Pada Pooled Sera Dengan etilen Glikol
Stabilitas Pooled Sera
- Uji Normalitas
- Uji One Way Anova
Berdasarkan tabel 4.4 dan 4.5 terlihat adanya perbedaan yang nyata antar perlakuan pada lama penyimpanan pooled serum etilen glikol kontrol dari 0 hari sampai dengan 35 hari, menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada penyimpanan dan pemeriksaan 35 hari dengan ditampilkan p <. Variasi rendemen yang tinggi menyebabkan nilai SD dan CV yang tinggi ketika menghitung kadar kolesterol dalam serum yang dikumpulkan, dengan atau tanpa penambahan bahan pengawet (Mahardika et al., 2016). Sesuai dengan penelitian Fauziah dkk (2019) bahwa glukosa darah pada pooled serum dengan konsentrasi etilen glikol 7,5% masih stabil hingga 30 hari dan diperkuat dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa etilen glikol pada pooled serum dengan suhu 4 – 8 ℃ pada pemeriksaan SGPT pada konsentrasi 10% stabil hingga hari ke 14 dan pada pemeriksaan kreatinin stabil selama 30 hari.
Hal ini juga sejalan dengan penelitian lain yaitu Alfred (1981) yang mengemukakan bahwa kestabilan pooled serum ditambah etilen glikol menunjukkan bahwa kolesterol dan asam urat stabil hingga 55 hari bila disimpan pada suhu freezer, sedangkan penyimpanan pada suhu lemari es dibatasi. hingga 55 hari. stabil selama 24 hari (Handayati et al., 2014). Studi kualitas freezer yang sama untuk jaminan kualitas internal untuk uji stabilitas serum yang dikumpulkan yang disimpan di laboratorium klinis yaitu. Sedangkan penelitian lain mengenai uji stabilitas pooled serum pada uji enzim SGPT selama 8 minggu menunjukkan hasil yang stabil sampai dengan minggu ke-6, sedangkan pada minggu ke-7 dan ke-8 sudah tidak stabil (Perisnawati, 2019).
Menurut Purbayanti (2015), serum yang dikumpulkan yang disimpan pada suhu -20℃ untuk pemeriksaan kolesterol dapat menyebabkan serum membeku, dan siklus freeze-thaw dapat merusak lipoprotein, sehingga harus dikultur pada suhu 4℃ agar kestabilan sampel tidak. mengubah. Pooled serum yang disimpan pada suhu 2-8℃ kurang efektif untuk digunakan sebagai bahan kontrol penelitian, sedangkan pada penyimpanan -20℃ efektif sebagai kontrol pada penelitian kimia klinik, hanya saja pada penelitian kolesterol tidak dapat disimpan pada suhu -20℃ karena mempengaruhi analit di. Jurnal Penelitian Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, Volume 11 Nomor 2. Kualitas dalam freezer untuk konsolidasi internal kumpulan uji stabilitas serum yang disimpan di laboratorium klinik.
PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Stabilitas penyimpanan serum yang dikumpulkan dipengaruhi oleh suhu 2 - 8 ℃ dan mulai menunjukkan ketidakstabilan pada hari ke 35, sedangkan parameter kolesterol untuk suhu freezer atau -20 ℃ belum ada yang meneliti, sehingga dapat menjadi referensi bagi yang lain. laboratorium saat menggunakan serum yang dikumpulkan sebagai bahan kontrol. 2018).Uji homogenitas dan stabilitas serum sapi menggunakan bahan pengawet NaN2 2% yang disimpan pada suhu -20℃ sebagai alternatif kontrol serum kadar protein total. Perbedaan Kadar Kolesterol antara Orang Obesitas dan Non Obesitas Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Volume 1 Nomor 2. Peningkatan mutu pemeriksaan laboratorium rumah sakit.
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Bagian 1 Nomor 1. Analisis penjaminan mutu internal pemeriksaan glukosa darah di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Medilab Mandala Waluya Kendari bagian 2. Perancangan pabrik etilen glikol berbahan dasar etilen glikol dari etilen oksida dan air dengan proses hidrasi non katalitik berkapasitas 220.000 ton/tahun. Gambaran umum hasil penelitian bahan kontrol buatan sendiri untuk hematology analizer KTI program studi D3 Analis Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Ciamis.
Pemeriksaan glukosa darah internal di fasilitas laboratorium klinik RSUD A Wahab Sjahranie Samarinda.
R4s Rule
Grafik Levey Jennings
Grafik Hasil Pemeriksaan Kolesterol Pada Pooled Sera dengan
Data Hasil Penelitian
Analisa Data
Surat Penelitian
Dokumentasi Penelitian