Nabilla Putri Manusakerti 22/493546/PN/17664 Ilmu Usaha Tani B
Ujian Tengah Semester Ilmu Usaha Tani Kelas B Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Irham, MSc.
1. Menurut Saudara, apa saja permasalahan utama usahatani (4 permasalahan utama) yang dihadapi petani saat ini dan bagaimana solusinya. Uraikan secara rinci!
Jawab: 4 permasalahan utama usahatani yang dihadapi petani saat ini dan permasalahannya adalah:
a. Menyempitnya lahan yang tersedia untuk petani sebab dari penjualan lahan dan juga lokasi lahan pertanian semakin menyempit karena terbatas iklim serta topografi pada daerah tertentu. Contohnya di perkotaan sendiri sudah banyak lahan yang beralih fungsi menjadi bangunan tinggi dibandingkan digunakan sebagai lahan pertanian, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di perkotaan saja namun juga terjadi di pedesaan, yang mana kini masyarakat desa lebih memilih untuk menjual lebih dari separuh lahan pertanian mereka kepada orang lain yang nantinya lahan tersebut juga akan beralih fungsi, yang mengakibatkan lahan pertanian yang ada semakin menyempit. Penjualan lahan yang dilakukan oleh masyarakat desa tersebut didasari karena mereka menganggap bahwa kondisi pertanian yang mereka lakukan sudah tidak menjanjikan, sehingga mereka lebih memilih untuk menjual lahan pertanian mereka. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan lahan pertanian yang ada semakin menyempit dan bahkan kini hampir tidak tersedia. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan mengenai penjualan lahan yang sering terjadi tersebut dapat berupa penguatan kebijakan di sektor pertanian, yang mana dapat diatur mengenai peraturan dan perundang – undangan mengenai penjualan lahan pertanian yang kemudian digunakan sebagai alih fungsi lahan pertanian.
Permasalahan penyempitan lahan lainnya adalah karena kondisi iklim yang terjadi pada suatu lahan pertanian tidak sesuai dengan komoditas yang ditanam, sehingga solusi yang dilakukan oleh petani yakni harus pintar memilah dan memilih komoditas untuk mereka tanam dan mencari lahan yang sesuai dengan komoditas
yang mereka pilih, apabila mereka tidak memilah dan memilih dengan benar maka kondisi lahan pertanian benar – benar akan semakin menyempit. Permasalahan iklim dan topografi tersebut lah yang menyebabkan kini lahan pertanian semakin menyempit di perkotaan, karena tidak semua komoditas dapat ditanami dengan iklim yang tidak menentu.
b. Terbatasnya tenaga kerja, modal, dan teknologi yang dimiliki oleh petani.
Sektor pertanian pada masa kini sudah semakin maju dan berkembang, perkembangan tersebut tentunya didukung oleh modal serta teknologi yang mutakhir, hal seperti itu biasanya dimiliki oleh petani besar atau petani yang terbilang sudah modern. Sementara itu, petani kecil jarang sekali memiliki tenaga kerja, modal, dan teknologi yang mumpuni. Hal tersebut disebabkan oleh permasalahan finansial yang dihadapi oleh petani, apabila mereka mengeluarkan dana lebih untuk hal tersebut, belum tentu usahatani yang dilakukan oleh petani akan menghasilkan keuntungan yang setimpal, bisa jadi petani akan mengalami kerugian. Permasalahan finansial yang terjadi tersebut mengakibatkan banyak petani tidak mampu mengembangkan usahatani mereka secara maksimal, sebab keuntungan yang diperoleh dari usahatani sendiri dapat dikatakan tidak setimpal dengan segala modal yang telah mereka keluarkan. Solusi yang dapat dilakukan untuk mendukung para petani guna mengembangkan usahatani yang mereka miliki secara maksimal adalah dengan pemerhatian dari pemerintah berupa pemberian bantuan seperti teknologi pertanian yang dapat diberikan kepada suatu desa yang mayoritasnya petani, yang mana alat tersebut kemudian dapat digunakan bergilir sesuai jadwal yang terlampir. Dapat juga diberikan bantuan berupa insentif untuk menambah modal petani dalam mengembangkan usahatani mereka untuk membeli input produksi lainnya yang sekiranya dapat menunjang.
c. Perubahan iklim yang terjadi tidak menentu. Perubahan iklim merupakan hal yang tidak dapat dikontrol oleh petani dan masyarakat lainnya, perubahan iklim yang terjadi sering kali mengakibatkan petani gagal panen dan berujung pada kerugian. Seperti contoh nyatanya adalah saat petani menanam padi yang mana hal tersebut cocok dengan musim hujan, namun iklim yang terjadi yakni panas- hujan-panas-hujan tidak menentu, maka padi yang ditanam oleh petani akan mengalami gagal panen. Perubahan iklim ini nantinya juga dapat menentukan waktu panen yang ada, sebab apabila iklim sangat buruk untuk suatu komoditas namun baik untuk komoditas lainnya maka panen tidak akan terjadi secara
bersamaan sehingga harus siap setiap waktu, iklim juga dapat menunda waktu panen yang ada karena apabila iklim buruk maka hasil panen akan gagal. Untuk mengatasi masalah tersebut petani dapat mulai memperhatikan perubahan iklim yang terjadi menggunakan Kalender Tanam (KATAM) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian yang memang digunakan untuk menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu. Petani juga dapat mengganti tanaman mereka pada komoditas yang tetap menguntungkan namun varietas yang unggul sehingga toleran terhadap kekeringan dan genangan yang terjadi.
d. Daya tawar petani terhadap hasil pertanian yang rendah. Mayoritas petani masih berusia lanjut sehingga mereka tidak mengerti mengenai pemasaran hasil pertanian secara baik untuk memperoleh keuntungan. Minimnya daya tawar petani tersebut mengakibatkan petani tidak dapat memasarkan hasil pertaniannya secara baik sehingga seringkali hasil pertanian yang seharusnya bersifat komersil tidak dapat dijual dan akhirnya mengakibatkan kerugian. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai tahapan pemasaran produksi pertanian, selain itu dapat pula mengajak petani untuk bergabung ke koperasi pertanian yang mana koperasi pertanian itu sendiri nantinya akan menjadi penyalur produksi pertanian petani kepada para penjual dengan lebih aman.
2. Menurut Saudara, seberapa besar peran manajemen bagi usahatani kecil dan usahatani besar. Apakah ada perbedaan peran manajemen antara kedua jenis usahatani tersebut?
Jawab: Peran manajemen bagi usaha tani secara keseluruhan baik usahatani kecil dan usahatani besar sangat penting yakni sebagai pengelola untuk memahami berbagai metode produksi pertanian, mengelola sumber daya dan faktor produksi yang terbatas secara produktif dan efisien agar dapat mencapai tujuan usahatani tersebut yang mungkin berupa keuntungan dan peningkatan taraf hidup keluarga tani. Perbedaan peran manajemen usahatani antara usahatani kecil dan besar menurut saya terjadi pada skala yang dikelola, yang mana usahatani kecil sendiri merupakan usahatani yang dapat dibilang berbasis keluarga dan sistem pertaniannya dapat dibilang semi komersil, yakni separuh hasil dijual dan separuh hasilnya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Usahatani kecil tersebut tentunya tetap membutuhkan peranan manajemen usahatani untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya dan faktor produksi yang ada secara efektif dan efisien namun dalam
skala yang terbilang kecil atau dapat dibilang karena berbasis pada keluarga, sehingga tujuan usahatani yang dituju berupa keuntungan dan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Usahatani besar sendiri ditekankan pada usahatani yang sepenuhnya terbilang untuk komersil atau sepenuhnya hasil produksi pertanian untuk dijual, sehingga skala manajemen usahatani yang dikelola dapat dikatakan lebih besar dan juga lebih kompleks, namun tetap dengan basis yang sama yakni mengalokasikan sumberdaya dan faktor produksi yang terbatas secara efektif dan efisien untuk memperoleh tujuan berupa sepenuhnya keuntungan. Jadi, menurut saya dapat disimpulkan bahwa perbedaan manajemen usahatani pada usahatani kecil dan besar yakni terjadi pada skala yang dikelola dan tujuan yang dituju.
3. Menurut Saudara, seberapa besar pengaruh penggunaan input terhadap produksi usahatani? Pilihlah 5 input utama dalam usahatani dan bagaimana pengaruhnya terhadap produksi usahatani. Uraikan jawaban secara rinci!
Jawab: Pengaruh penggunaan input terhadap produksi usahatani sangat berperan penting, karena input produksi dapat menjadi faktor yang menentukan keberhasilan dalam produksi hasil pertanian yang akan dipasarkan atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Input produksi sendiri menjadi penentu untuk memanfaatkan faktor produksi dan sumber daya yang ada secara efektif serta efisien guna mencapai tujuan usaha tani. Terdapat 5 input produksi utama yang sangat mempengaruhi usahatani, yakni:
a. Sumber daya alam. Input produksi berupa sumber daya alam contohnya yakni berupa lahan, bibit, benih, air, matahari, dan lain sebagainya yang sudah tersedia atau berasal dari alam. SDA menjadi sangat berpengaruh dalam kegiatan produksi usahatani karena apabila input produksi SDA tidak tersedia maka kegiatan usahatani tidak akan berjalan dengan lancar, karena tidak ada yang ditanami, tidak ada pula yang menjadi faktor penunjang tumbuhnya tanaman yang ditanam, serta tidak akan ada tempat untuk menanam komoditas yang diupayakan.
b. Tenaga kerja (luar keluarga dan dalam keluarga). Tenaga kerja juga menjadi input produksi yang penting, tenaga kerja sendiri dapat melibatkan tenaga kerja dari dalam keluarga seperti kerabat atau anggota keluarga inti, dapat juga melibatkan tenaga kerja dari luar keluarga dengan mempekerjakan orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga untuk mengelola usahatani yang ada. Input produksi ini menjadi penting karena apabila tenaga kerja tidak terpenuhi, tidak akan ada orang yang akan mengelola lahan dan usahatani yang ada. Apabila
tenaga kerja tidak terpenuhi akan berakibat pula pada mangkraknya usahatani yang dilakukan tidak akan berjalan.
c. Modal. Input produksi usahatani selanjutnya yang menjadi penunjang dalam produksi usahatani yakni modal, modal dikatakan sebagai salah satu input produksi usahatani yang sangat penting karena apabila petani tidak memiliki modal untuk memulai usahatani yang ada, maka petani tidak akan bisa membeli atau menyewa sarana produksi seperti kebutuhan lahan, bibit, benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Modal selalu menjadi hal krusial dalam memulai sebuah usaha baik itu usahatani maupun usaha lainnya, sehingga memiliki modal dalam sebuah usahatani menjadi hal yang sangat penting untuk awal memulai sebuah usahatani.
d. Manajemen. Manajemen menjadi input produksi dalam sebuah usahatani karena manajemen usahatani memiliki peranan yang sangat penting yaitu untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya serta faktor produksi yang terbatas secara efektif dan efisien agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan seperti keuntungan maupun pemenuhan kebutuhan untuk keluarga. Apabila input produksi berupa manajemen tidak dipenuhi dalam suatu usahatani maka usahatani yang ada tidak akan berjalan dengan terstrutur dan berantakan, sebab tidak ada yang mengontrol penggunaan sumber daya dan faktor produksi sehingga bisa saja suatu usahatani mengalai kerugian karena usahatani yang ada berantakan.
e. Teknologi. Input produksi terakhir yang dianggap penting dalam menunjang suatu usahatani yakni teknologi. Pada masa sekarang zaman sudah semakin maju dan canggih sehingga segala kegiatan melibatkan peranan teknologi untuk mempercepat pekerjaan dan agar hasilnya dapat baik. Begitu pula dalam mengelola produksi hasil pertanian, sudah banyak usahatani baik itu usahatani kecil maupun besar yang menggunakan teknologi sebagai penunjang produksi usahatani mereka, contohnya seperti penggunaan drone sprayer yang berfungsi untuk menyirami tanaman dan menyemprot pupuk cair secara cepat dan merata.
Input produksi teknologi menjadi sangat penting karena persaingan usahatani semakin ketat dan butuh untuk memproduksi segala sesuatunya secara cepat serta tepat. Apabila input produksi teknologi tidak terpenuhi maka secara tidak langsung akan terjadi kalah persaingan dalam memasarkan produksi usahatani karena persaingan waktu dalam produksi dan panen.
4. Menurut Saudara, seberapa besar kegunaan prinsip-prinsip ekonomi dalam menunjang kinerja usahatani, terutama produksi dan pendapatan usahatani?
Uraikan jawaban Saudara tersebut secara rinci!
Jawab: Prinsip ekonomi merupakan prinsip yang berlaku dalam sebuah kegiatan ekonomi untuk memperoleh perbandinga yang rasional antara hal yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. Prinsip ekonomi berupa pengetahuan mengenai ilmu ekonomi yang dapat memberikan dasar pengetahuan terkait perencanaan usahatani dan pemilihan alternatif lainnya, selain itu terdapat pula konsep marjinalitas yang dapat menjelaskan mengenai perubahan dari suatu produksi akibat adanya suatu faktor tertentu atau yang dapat disebut sebagai prinsip kenaikan hasil yang semakin berkurang (The Law Of Diminishing Return) yang menyatakan apabila terdapat penambahan input tertentu maka akan menambah output produksi sehingga terdapat hubungan antara input dan output usahatani. Terdapat pula prinsip ekonomi berupa prinsip permintaan dan penawaran yang nantinya akan menentukan harga yang ditetapkan dalam memasarkan produk suatu usahatani, prinsip keunggulan komparatif yang menyatakan bahwa petani akan lebih mengusahakan jenis komoditas tertentu yang mendatangkan banyak keuntungan, prinsip subtitusi dimana mengganti suatu faktor produksi yang tidak tersedia dengan faktor produksi lainnya yang hampir serupa, dan prinsip opportunity cost yang menyatakan bahwa suatu komoditas harus memperoleh pendapatan tertinggi dengan menggunakan sumber produksi yang terbatas dengan modal yang sama. Pada hal ini prinsip ekonomi memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kinerja usahatani, terlebih dalam proses produksi yang tentunya menggunakan prinsip kenaikan hasil yang semakin berkurang yang menyatakan hubungan antara input dan output, prinsip keunggulan komparatif, dan juga terkadang menggunakan prinsip subtitusi untuk kelancaran proses produksi serta untuk menghadapi masalah yang ada pada produksi agar menggunakan faktor produksi secara efektif dan memperoleh keuntungan serta pendapatan secara maksimal. Pada pendapatan usahatani juga membutuhkan prinsip ekonomi, sebab dalam pendapatan usahatani perlu mempertimbangkan beberapa prinsip seperti prinsip opportunity cost agar petani dapat memperoleh pendapatan maksimal hanya dengan menggunakan sumber produksi yang terbatas namun hasilnya maksimal dan juga menggunakan prinsip penawaran permintaan untuk menetapkan harga yang akan digunakan dalam pemasaran yang mana penetapan harga serta riset keadaan pasar terkait jumlah permintaan dan penawaran menjadi hal yang paling penting karena
nantinya akan menentukan pendapatan petani, kedua prinsip tersebut akan menunjang agar pendapatan yang diperoleh petani berada pada pendapatan yang paling maksimum.